Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Lelaki dari masa lalu


__ADS_3

Setelah Jodi membawa Berlian ke Jose marti park, kemudian Jodi membawa Berlian ke sebuah tempat yang bernama Plaza de armas, Plaza de armas adalah sebuah tempat bagi wisatawan yang ingin membeli souvenir berupa barang-barang antik yang memiliki nilai sejarah namun harganya murah.


Selain itu mereka pun ketempat wisata lain yang tidak kalah menariknya hingga mereka puas berada di negara tersebut.


“Boss, apa ada pertemuan lagi dengan tuan Fu Shen?.” Tanya Riksa pada saat mereka dalam perjalanan pulang menuju hotel tempat mereka menginap.


“Tidak Rik. Sekali pertemuan saja sepertinya dia sudah puas bertemu sama gue. Hari ini dia kembali.”


“Apa!! Cuma gitu doang? Jauh-jauh datang kesini cuma buat dua jam saja?.”


“Iya!. Tapi kan gue kesini sekalian bawa Berlian ngajak dia honeymoon. Gak rugi juga kan? Udah gitu dia yang tanggung semua biaya kita disini.”


“Iya sih. Cuma heran aja gue sama kelakuan orang kaya.”


“Ya begitulah… Oya, kita kembali besok Rik. Karena harus nyusun strategi bareng tim.”


“Ok. Siap.”


Kemudian mereka memanfaatkan waktu untuk menikmati kebersamaan mereka di negara itu karena esok hari mereka harus kembali ke Indonesia.


Berlian merasa puas berada di tempat tersebut, dia membeli semua apa yang dia mau, juga membeli buah tangan untuk orang-orang tersayang.


Sampai akhirnya waktu kepulangan pun tiba.


Mereka bertiga sudah siap dengan segala barang yang sudah mereka pack dan siap meluncur meninggalkan tempat tersebut.


............


Sementara itu di cerita kan di rumah mewah Berlian yang kala itu orang tua Jodi dan juga opa oma Berlian masih ada di rumah tersebut, termasuk Delima.


Namun karena sepertinya mereka sudah berada begitu lama di rumah itu sementara tuan rumah tidak ada di tempat, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah mereka masing-masing.


“Delima, sepertinya saya dan istri hari ini akan pulang karena gak enak juga meninggalkan rumah lama-lama.” Kata Ferry ayah Jodi.


“Iya pak saya juga harus kembali ke Bandung karena sudah banyak urusan yang menanti saya di sana.” Jawab Delima.


“Kalian tidak menunggu mereka pulang dulu dari bulan madunya?.” Selang Budi.


“Gampang saja Bud, nanti kita ke sini lagi kalau mereka sudah ada di sini.” Ujar Ferry.


“Iya pak saya juga nanti kembali lagi mengunjungi mereka kalau mereka sudah pulang.” Sambung Delima.


“Baiklah kalau begitu.”


Akhirnya Ferry dan istri juga Delima bersiap-siap untuk kepulangan mereka. Sementara Budi beserta istri masih tinggal di rumah Berlian karena rumah mereka masih di daerah Ibukota.


.........


Ditempat lain, terlihat Arash di dalam kamarnya tengah serius di depan laptopnya sendiri. Sepertinya ia tengah mencari informasi, dan ternyata yang ia cari informasi tentang Jodi. Entah apa yang akan ia lakukan hingga akhirnya ia menemukan sesuatu yang akan ia gunakan untuk memisahkan Jodi dan Berlian.


Kemudian terlihat ia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


“Hallo.” Sapa Arash


“Hallo maaf dengan siapa ya?.” Suara seorang perempuan di balik ponsel.


“Hanya seorang teman baru hehe… bisa kita bertemu? Ada sesuatu yang harus saya sampaikan dan seperti nya ini penting untuk kita.”


“Kita?.”


“Ya… bahkan sangat-sangat penting.”


“Baiklah. Dimana kita bertemu?.” Tanya suara wanita itu.


“Di club A nanti malam.”


“Ok. Saya pasti datang.”


Kemudian Arash menutup sambungan ponselnya seraya menyunggingkan senyuman sinisnya dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


“Tunggu sebentar lagi Jodi! Mimpi manis elo akan segera usai hahaha.” Kelakar Arash menggema di dalam kamarnya.


Singkat waktu, tibalah malam hari dimana waktunya Arash bersiap untuk bertemu dengan seseorang di club A seperti yang sudah ia janjikan sore tadi.


Setelah berpakaian rapi ia pun meninggalkan rumahnya dengan menggunakan motor gedenya menuju club A.


Dalam waktu setengah jam Arash sudah sampai di club tersebut. Setelah memarkirkan motornya, ia masuk kedalam club itu dan duduk pada kursi bar. Pandangannya mengitari sekitar. Sepertinya ia tengah mencari-cari sosok perempuan yang akan ia temui namun sepertinya seseorang itu belum ada disana.


Sembari menunggu seseorang itu, ia memesan minum.


Sudah menghabiskan beberapa sloki namun orang yang ia tunggu belum juga datang. Hingga akhirnya pada saat ia akan menenggak minuman entah untuk yang ke berapa kalinya, tiba-tiba seorang wanita duduk di sebelahnya.


“Mas, minta minumannya.” Kata perempuan tersebut pada seorang bartender.


Mendengar suara dari sampingnya, Arash melihat kearah suara tersebut. Ia pandangi perempuan di sampingnya itu, lalu ia menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya,


“Apa kabar Faradina?.” Sapa Arash sembari menenggak minumannya tanpa melihat pada sosok di sampingnya itu. Dengan cepat perempuan di sampingnya itu menoleh.


“Arash? Apa kamu yang bernama Arash?.”


“Ya… akhirnya kau datang juga.”


“Ada hal penting apa sehingga kau ingin bertemu denganku?.”


“Gak usah buru-buru kali, kita nikmati saja dulu minumannya.”


“Aku tidak kenal kamu dan kamu tidak kenal siapa aku, aku kira kamu salah orang.” Ujar Faradina sembari menenggak minumannya.


“Aku tidak pernah salah dalam melakukan sesuatu. Oya bagaimana kabar ibumu?.”


“Ibuku? Kenapa kau menanyakan kabar ibuku?.” Tanya Faradina.


“Karena aku perlu tahu bagaimana dia.”


“Dia baik-baik saja.” Jawab Faradina datar.


“Apa maksudmu menanyakan hal itu padaku hah!.” Faradina sedikit tidak suka dengan pertanyaan Arash itu.


“Aku bilang aku perlu tahu kabar dia karena itu penting buat kita.”


“Tolong kamu jangan berbelit-berbelit, aku tak punya waktu berlama-lama disini.” Terlihat Faradina mulai kesal.


“Okay, begini ya Faradina. Ibumu Lucy memiliki masa lalu dengan seorang lelaki yang bernama Jodi Pratama. Dan mungkin saja lelaki itu adalah ayah kandungmu.” Kata Arash, sontak saja membuat Faradina tersentak dibuatnya.


“Apa kau bilang?! Jangan sembarangan kau ngomong!.”


“Aku tidak pernah sembarang ngomong sama siapa pun termasuk kamu Fara. Sekarang aku mau tanya sama kamu, apa ibumu pernah mengatakan siapa bapakmu? Apa kamu pernah bertemu dengan ayah kandungmu?.” Tanya Arash yang membuat Faradina terdiam.


“Hehe tidak pernah kan? Kau tidak pernah bertemu dengan ayah kandungmu apalagi mengetahui namanya siapa.” Kata Arash dengan seringai di bibirnya.


“Seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku akan memberitahukan sejarah hidupmu. Mungkin saat ini kau belum siap mendengarnya. Jika kau sudah siap, kau bisa hubungi aku hehe.” Kata Arash seraya berlalu meninggalkan Faradina di meja bar itu, setelah ia menyerahkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan pada bartender di balik meja bar.


Sepeninggalan Arash, Faradina terdiam seperti memikirkan sesuatu, kemudian sesaat ia menjuruskan pandangannya kebelakang melihat punggung Arash yang berlalu meninggalkannya.


Setelah lama berfikir, bergegas Faradina meninggalkan tempat itu hendak mengejar Arash. Saat ia sudah berada di luar bar, ia melihat Arash di parkiran tengah memegang helem dan akan memakai helem tersebut di atas motornya.


Faradina sedikit berlari menghampiri Arash, kemudian


“Tunggu!.”


Melihat Faradina menghampirinya, Arash kembali mengangkat helemnya yang baru saja ia masukan ke atas kepalanya.


“Ada apa?.” Tanya Arash santai.


“Bisa kita bicara sebentar?.”


“Kamu sudah siap mendengarnya?.”


“Apa yang kau ketahui tentang masa lalu ibu ku?.”

__ADS_1


“Banyak.”


“Katakan padaku.”


“Kau tanyalah pada ibumu dulu, kalau kau belum jelas baru kau tanya padaku.” Jawab Arash seraya memakai kembali helemnya dan menyalakan motornya lalu pergi peninggalan Faradina di parkiran club tersebut.


Faradina memandangi kepergian Arash dengan berjuta pertanyaan dalam kepalanya. Sesaat ia terdiam, memikirkan apa yang telah Arash katakan padanya.


‘Ibu selalu mengatakan padaku kalau ayahku sudah tidak ada. Dan ibu selalu tertutup akan masa lalunya, bahkan nama Jodi Pratama pun baru aku dengar pertama kalinya dari lelaki itu. Apakah benar Jodi Pratama itu adalah ayah kandungku?… aku harus menanyakan hal ini pada ibuku.’ Bathin Faradina,


Setelah lama ia berdiri mematuk diri di parkiran tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggelayuti kepalanya, akhirnya ia memutuskan kembali pulang dengan motor matic nya.


Semua apa yang di katakan Arash begitu mengganggu pikirannya hingga hampir saja ia akan menabrak seorang penyeberang jalan, namun untung saja dengan cepat ia dapat menghindarinya.


Sembari membawa motor matic nya dalam kecepatan sedang, Faradina terus berfikir hingga tak terasa ia sudah sampai di halaman rumahnya yang sederhana.


Ia parkirkan motornya di depan rumahnya itu, lalu masuk ke dalam. Sejenak ia melihat ke sekitar ruang tamunya yang sepi, kemudian ia berlalu masuk kedalam kamarnya.


Pada saat ia merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan pandangannya mengitari langit-langit kamarnya. Saat itu pula terdengar gagang pintu kamarnya di buka dari luar.


“Kau sudah pulang sayang?.” Seorang wanita kira-kira berusia 43 tahun masuk kedalam kamarnya.


“Sudah bu.”


“Dari mana malam-malam begini baru pulang?.”


“Abis bertemu teman di club bu.”


“Kau masuk club lagi? Bukankah kau sudah berjanji tidak akan ke tempat seperti itu lagi?.”


“Aku sudah tidak pernah ke tempat itu lagi bu percayalah. Tadi aku hanya menemui teman, tidak lama kok.”


“Ya baiklah, ibu percaya. Sudah lah sekarang kamu istirahat, besok kan kau harus kerja.”


“Iya bu. Tapi bolehkan aku bertanya sesuatu pada ibu?.”


“Apa yang ingin kau tanyakan nak?.”


“Aku hanya ingin bertanya mengenai seseorang pada ibu.”


“Seseorang siapa?.”


“Siapa lelaki yang bernama Jodi Pratama itu bu?.”


Mendengar nama itu dari putrinya, ia terdiam dan terlihat wajahnya sedikit gugup.


“Suatu saat ibu akan ceritakan siapa dia, sekarang tidurlah.”


“Tidak bisakah ibu cerita sekarang?.”


“Ceritanya panjang sayang.”


“Apa dia adalah lelaki dari masa lalu ibu?.”


“Ya… bisa di bilang begitu.”


“Kenapa ibu tak pernah cerita padaku?.”


“Suatu saat akan ibu ceritakan padamu tentang dia. Sekarang tidurlah sayang.”


“Baiklah bu.”


Kemudian Lucy mengecup kening putrinya dan meninggalkan putrinya tersebut di dalam kamar itu.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Jangan lupa Like, komen, vote, favoritenya ya say😍


Terima kasih😘😘

__ADS_1


__ADS_2