Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Tugas sekalian Honeymoon


__ADS_3

Pernikahan yang sederhana namun mengesankan itu menghiasi salah satu rumah mewah di sudut ibu kota.


Ikatan suci yang menyatukan dua insan akhirnya terlaksana juga meski penuh drama di awalnya. Namun kekuatan cinta dari keduanya telah mewujudkan impian dan harapannya.


Niatan suci dari keduanya telah membawa pada kemudahan dari segala proses yang pernah mereka lalui.


Sang pengantin perempuan masih terlelap di kamarnya meski acara belum usai, sementara sang pengantin pria tengah berbincang dengan sanak saudara yang datang mendadak karena pernikahan kilat paling penomenal dalam sejarah di keluarga mereka.


Ketika Jodi tengah asik berbincang, sang asisten mendekat lalu berbisik, “Boss ingatkan? Pengusaha yang dari Cina klien kita itu? tadi pengusaha itu telepon gue lagi, katanya Boss sudah memutuskan waktu pertemuan dengan mereka belum?.”


“Oh ya ampun, gue lupa saking banyaknya masalah akhir-akhir ini. Ya udah katakan pada mereka kita ketemu di Kuba aja!.”


“Serius disitu?.”


“Ya kan elo pernah bilang mereka pengen ketemu pilihannya hanya tiga negara yang di embargo sama negara super power kan? Kalau di Iran rasanya gue gak mungkin kesana karena mereka lagi konflik, kalau di Korea utara itu juga sama suasananya lagi gak kondusif, gue pilih Kuba karena di sana gue mau ajak sekalian bini gue honey moon, disana kan banyak museum dia pasti suka.”


“Serius Boss mau bawa bini? Kita kan lagi urusan kerjaan Boss?.”


“Terus gue harus tinggalin dia gitu? Elo tahu sendiri bini gue gak bisa jauh sama gue.”


“Masa sih seminggu doang gak bisa di tinggal Boss.”


“Heh kutu!! Masalahnya kita kan baru kawin masa entar malem harus gue tinggal lagi!.”


“Emang Boss punya rencana malam ini gitu berangkatnya?.”


“Ya Emangnya mau kapan lagi? Biar cepet kelar Rik urusan nya, elo bilang sendiri kan mereka udah nanyain mulu.”


“Iya sih.”


“Ya udah elo urusin sekarang buat keberangkatan kita nanti malam!.”


“Sekarang Boss?.”


“Ya terus mau kapan lagi hah! Kan berangkatnya entar malam kita!. Kalau pertemuannya sih sehari dua hari juga gue bisa pastikan kelar, tapi yang jadi masalahkan perjalanannya yang rumit Rik. Kesana kita gak bisa masuk lewat Amerika karena di blokir, jalan satu-satunya cuma lewat mexico. Ayo sana cepet urusin.”


“Hadeh bener ya, itu si engkong ngerjain kita. Bener kata Boss kemarin ya? Kenapa sih gak di sini aja gitu ketemuannya? Atau di negara tetangga gitu? sampe kita harus jauh muter-muter segala, padahal pastinya yang diomongin cuma gitu-gitu doang.”


“Makanya cepat elo hubungi mereka, penerbangan dari Jakarta ke. mexico kurang lebih 20 jam ditambah dari Mexico ke Kuba 2 jam lebih. Sehari semalam kita menempuh penerbangan kalau di kira-kira, bilang sama mereka lusa kita ketemuannya.”


“Ok kalau gitu. Sekarang gue urus semua ya Boss?.” Kata Riksa seraya pergi meninggalkan tempat itu menuju ruang kerjanya pada lantai tiga rumah itu, untuk mengurusi penerbangan, mencari tempat tinggal untuk mereka di Kuba dan mengurusi lain-lainnya.


Sementara Jodi memanfaatkan kesempatan ini untuk mengatakan pada pak Budi dan Ferry ayahnya.


“Pak, papa… bisa saya minta waktunya sebentar untuk mengatakan sesuatu yang urgen?.” Kata Jodi pada pak Budi dan ayahnya yang kebetulan tengah ngobrol berdua.


“Oh boleh… dimana kita bicaranya?.” Tanya pak Budi.


“Disini aja pak.”


“Ada apa Jod.” Tanya Ayahnya.

__ADS_1


“Begini pak, papa…. Saya ada tugas dari agen, malam ini saya harus segera berangkat ke Mexico, jadi saya mau ijin berangkat kesana malam ini membawa Berlian.”


“Agen apaan Jod?.” Tanya ayahnya heran karena memang ayahnya Jodi tidak tahu pekerjaan Jodi yang sebenarnya.


“Nanti saya ceritakan pekerjaan Jodi yang sebenarnya Fer. Karena pekerjaan dia yang sebenarnya sangat rahasia.” Kata pak Budi.


Ferry sedikit terkejut kala itu, “Kenapa saya tidak tahu?.”


“Makanya nanti akan saya kasih tahu, kita ngobrol nanti malam, jadi kamu jangan dulu pulang dalam beberapa hari ini ya?. Dan ingat jangan sampai bocor sama emak-emak pasukan lebah itu. Suka jadi runyam urusan nya.” Sambung Budi.


“Ok. Baiklah kalau begitu.”


“Iya pak kalau Delima dan mama juga Oma nanya kita kemana? Katakan saja kita langsung pergi Honey moon.” Jelas Jodi.


“Ok baiklah kalau begitu. Tapi itu gak apa-apa istrimu dibawa?.” Tanya sang ayah.


“Gak pa, kita cuma mau mengadakan pertemuan saja bukan pertempuran. Kalau mau melakukan pertempuran pastinya gak akan bawa-bawa dia pa.”


“Baiklah kalau begitu. Kamu hati-hati ya disana nanti apalagi bawa cucuku.” Kata Budi.


“Iya pa… tenang saja, dia aman bersama saya. Oya pak saya juga mau menyampaikan beberapa hal, yang pertama, karena saya harus menyelesaikan pekerjaan saya pada agen yang telah melakukan beberapa kontrak dengan klien untuk beberapa tahun kedepan. Sepertinya saya belum bisa kembali ke perusahaan karena sudah terikat kontrak. Jadi mohon pengertian bapak. Kemudian yang kedua, pekerjaan saya pada agen mungkin akan menghabiskan banyak waktu saya di luar bahkan sampai ke luar negeri, dan saya tidak mungkin meninggalkan Berlian dirumah, jadi saya minta ijin pada bapak untuk mengalihkan sekolah Berlian dalam jaringan saja, jadi berada dimana pun dia karena ikut bersama saya, dia masih bisa mengikuti mata kuliahnya.” Jelas Jodi.


“Baiklah Jod kalau memang begitu keadaannya, saya ikuti saja bagaimana baiknya, hanya saja saya minta satu atau dua orang tim kamu untuk membantu saya di perusahaan. Sementara urusan Berlian semuanya saya serahkan sama kamu, kamu yang paling tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan dia. Dan saya slalu mengijinkan niat baik kamu Jodi.” Kata pak Budi.


“Baik pak nanti saya akan perintahkan dua orang tim saya untuk menghadap bapak. Dan Terima kasih atas pengertian bapak. Oya? kepada papa… saya mohon maaf kalau selama ini saya belum mengatakan pekerjaan saya yang sebenarnya. Karena pekerjaan saya sangat rahasia.” Tukas Jodi.


“Iya Jod tidak apa-apa. Papa mengerti dan nanti detailnya papa akan tanyakan pada dia.” Ujar Ferry menunjuk Budi.


Terlihat Jodi masuk kembali ke dalam kamarnya, di lihatnya istri kesayangannya itu masih tertidur pulas. Kemudian ia dekati dan duduk disampingnya.


Perlahan kelopak mata indah itu sedikit demi sedikit terbuka,


“Kau pulas sekali sayang.”


“Iya papa aku capek sekali. Oya? Apa saudara di luar sana sudah pulang?.”


“Tinggal beberapa orang lagi sayang.”


“Oh….. papa aku lapar.”


“Mandilah dulu, kita makan di bawah ya?.”


“Baiklah.” Kemudian Berlian beranjak pergi ke kamar mandi dalam keadaan bu*il. Melihat kepolosan Berlian, Jodi tersenyum di buatnya lantas bergumam, ‘hehe… dasar bocah.’


“Sayang… papa tunggu di bawah ya?.” Bisik Jodi pada daun pintu kamar mandi.


“Ya papa.”


“Oya? Jangan lupa sayang, kamu mandi keramas ya?.”


“Memangnya kenapa papa?.”

__ADS_1


“Kamu kan tadi abis pipis enak. Kalau abis pipis enak, kamu harus keramas.”


“Iya baiklah.” Jawab Berlian dari dalam kamar mandi.


Jodi tersenyum-senyum kecil sembari berlalu meninggalkan gadis itu yang berada di dalam kamar mandi menuju ke lantai bawah.


*


Sementara itu di tempat lain tepatnya pada salah satu rumah mewah lainnya. Nampak Menara dan sang ayah tengah duduk bersama pada ruang keluarga mereka. Sementara sang ibu kebetulan hari itu ia tengah tidak ada di rumah.


Dae Jung mencoba menelisik mengenai kehidupan putranya.


“Apa kau baik-baik saja?.” Tanya sang ayah.


“Maksud papa?.”


“Setelah pertunanganmu itu gagal, papa lihat kamu sedikit berubah. Kamu menjadi lebih pendiam sekarang.”


“Oya? Memangnya selama ini aku gak bisa diem ya pap?.”


“Bukan begitu. Papa perhatikan saat kamu kehilangan Narita kamu biasa-biasa saja tidak seperti saat gagal bertunangan dengan Berlian.”


“Narita berbeda dengan Berlian pap. Berlian itu gadis suci makanya wajar jika aku gagal dengannya sangat di sayangkan sekali. Berbeda dengan Narita, dia itu jal*ng, jadi kepergiannya patut di syukuri.” Ketus Menara.


“Oh begitu ya?.” Terlihat perubahan wajah pada Dae Jung namun ia mampu menyembunyikannya.


“Ya… aku tidak rugi kehilangan wanita seperti Narita, lagi pula mama juga tidak suka padanya. Bagiku dia adalah sampah, jika papa mau memungutnya silahkan saja ambil!.” Kata Menara seraya beranjak pergi mengambil kunci mobilnya lantas memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Dae Jung menghela nafas panjang, ia curiga sepertinya Menara telah mengetahui hubungan dirinya dengan Narita. Namun itu bukanlah pengaruh yang besar baginya, karena ia pun sama tidak setuju putranya menjalin hubungan dengan Narita.


Tapi untuk dirinya, Narita layak ia nikmati untuk sekedar pemuas nafsu belaka.


Menara terus memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, hingga ia sampai di sebuah rumah yang sangat besar.


Ia turun dari kendaraannya dan masuk kedalam rumah besar itu setelah seseorang membukanya dari dalam.


Seperti sudah terbiasa ia masuk kedalam salah satu kamar pada rumah itu. Dekorasi kamar lelaki ternampak disana dengan di dominasi warna biru.


Ia jatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur di kamar itu hingga mengejutkan pemiliknya yang tengah bermain game.


“Kenapa luh?.” Tanya Arash.


Ya ternyata yang ia datangi adalah rumah temannya yang bernama Arash.


Arash selalu menjadi teman curhatnya, segala yang ia rasakan selalu ia curahkan padanya, hingga tidak ada rahasia lagi diantara mereka. Namun semua itu di jadikan Arash sebagai senjatanya untuk menghianati pertemanan. Terutama dalam urusan yang berhubungan dengan Berlian.


❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹


Terima kasih atas atensinya ya gais🥰


Pantau terus ya ceritanya yang pastinya akan semakin seru.😍

__ADS_1


__ADS_2