Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Terbang bersama angin


__ADS_3

Hari menjelang pagi, keadaan markas ramai sejak malam kemarin karena Boss mereka telah kembali tinggal bersama mereka. Tentu saja anggota tim merasa senang Boss nya tinggal bersama mereka.


Seandainya Jodi tidak menerima tugas dari pak Budi, tentunya Jodi pun tidak akan tinggal di rumah mewah milik gadis kecilnya itu.


Wajah Jodi sekarang tidak muram seperti sebelumnya, setelah ia mendapatkan jalan keluar dalam pencarian kekasihnya, ia sedikit mendapat semangat baru, itu pun tidak lepas dari dukungan anggota tim nya yang selalu solid.


Pagi ini seluruh anggota akan melepas kepergian Boss nya ke negara X untuk membebaskan kekasihnya. Sebelum pergi, Jodi mengadakan rapat kecil dulu dengan Riksa dan Tomy.


“Jadi begini Rik… Tom, elo masing-masing bawa lima orang anak buah elo. Tugas Riksa dan kelima anak buahnya melakukan pengawalan buat gue saat gue udah menang lelang. Gue yakin diantara peserta lelang akan ada yang kecewa dan bisa saja melakukan hal yang tidak di inginkan sama gue dan Berlian. Sementara Tomy dan kelima anak buah elo, kalian melakukan pengawalan dari jarak jauh membawa senjata biologis biar gak terdeteksi pihak keamanan disana, tujuannya adalah untuk melakukan perlawanan manakala mereka berbuat sesuatu pada kita.” Jelas Jodi.


“Siap Boss.” Jawab mereka kompak.


Kemudian mereka pun berangkat ke tempat di mana jet pribadi yang akan mengantar mereka sudah menunggu disuatu tempat.


Singkat cerita akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan dan langsung naik pesawat yang telah menunggu mereka. Dan pesawat pun terbang meninggalkan tanah Air tercinta.


.......


Sementara itu ditempat lain yaitu pada kediaman Menara. Nampak Menara dan kedua ornag tuanya tengah berbincang pada ruang keluarga mereka.


“Padahal kalau kamu memang tidak menyukai Berlian, kenapa tidak katakan saja pada mama, Ra.” Kata sang ibu mengawali perbincangan diantara mereka.


“Maafkan Menara mam… pap, awalnya memang kami bersepakat untuk menerima pertunangan itu hanya untuk menyenangkan kalian. Kesepakatan itu terjadi waktu kami ngobrol di rumah ini pada saat acara makan malam itu. Namun semakin ke sini aku merasa bahwa tidak ada salahnya aku mencoba menyukainya. Cuman tetap saja Berlian sepertinya tidak bisa mam. Dia begitu menyayangi om nya itu. Dan entah kenapa aku jadi tidak suka melihat kedekatan mereka, makanya pagi itu aku sedikit emosi dan mengatakan semua kecurigaanku itu pada om nya.” Jelas Menara.


“Kamu terlalu gegabah, seharusnya kalau pun kamu memiliki rasa curiga, kamu bisa bicarakan berdua sama dia, bukan di depan orang banyak. Akhirnya kita sendiri yang malu sama mereka dan tamu undangan yang lain.” Ujar Dae Jung.


“Aku spontan mengatakan itu karena tiba-tiba saja semua muncul dalam otakku.”


“Sudahlah… untuk apa diperdebatkan, semua sudah terjadi. Tadi malam mama telepon Delima, katanya Berlian di culik oleh anggota jaringan human trafficking. Kasihan gadis itu. Entah bagaimana nasibnya sekarang.” Ungkap Rosalia.


“Ya semoga saja dia baik-baik saja dan bisa cepat di temukan.” Kata Dae Jung seraya meninggalkan istri dan anaknya itu masuk kedalam kamarnya.


Sementara Menara dan ibunya hanya bisa diam dan berusaha menerima segalanya dengan ikhlas.


.......

__ADS_1


Hari ini pak Budi terlihat sibuk di kantornya, ia turun tangan sendiri di perusahaan peninggalan anaknya setelah Jodi mengundurkan diri dari kantor tersebut. Untung saja pak Budi telah pensiun sebagai pejabat pemerintah pusat. Seandainya saja belum pensiun pasti akan sangat merepotkan jika harus membagi tugas antara mengurus perusahaannya dengan pengabdiannya pada negara.


Pagi itu pak Budi hendak menghubungi Jodi, namun sepertinya Jodi masih tidak mengaktifkan ponselnya. Kemudian Pak Budi menghubungi Riksa dan Riksa pun sama tidak dapat di hubungi.


“Kemana mereka ya? Kok sama kompaknya tidak bisa di hubungi. Apa mereka sedang mencari Berlian di tempat yang tidak terjangkau ya? Ah… sudahlah, nanti saja saya hubungi kembali.” Gumam pak Budi yang kemudian meletakkan ponselnya di atas meja.


Sebenarnya pak Budi menghubungi Jodi untuk menanyakan perkembangan pencarian Berlian dan meminta satu orang anggotanya untuk menjadi asistennya, tapi sepertinya niatnya harus tertunda dulu karena Jodi dan asistennya tidak dapat ia hubungi.


Meskipun Jodi memutuskan kontak dengan Delima dan yang lainnya, tapi dengan pak Budi ternyata Jodi masih selalu berhubungan melalui ponselnya untuk melaporkan perkembangan percarian Berlian. Namun saat keberangkatan, Jodi lupa menghubungi pak Budi, selain karena pikirannya sibuk mengurusi persiapan keberangkatannya ke negara X, waktu yang ia butuhkan juga sangat mepet sehingga menyita pikirannya.


.....


Singkat cerita, Berlian yang di bawa oleh panitia lelang akhirnya sampai di tempat tujuan yaitu negara X.


Terlihat kedatangan Berlian langsung di sambut oleh pimpinan panitia lelang disana dan dibawa ke sebuah tempat yang aman untuk karantina.


Sebuah hunian mewah akan di jadikan tempat untuk karantina Berlian disana, dengan beberapa pelayan yang akan mengurusi segala keperluan Berlian. Karena bagi mereka Berlian adalah tambang emasnya. Jadi sebelum terjual, ia harus di rawat sebaik mungin karena peserta lelang yang akan membeli Berlian bukanlah orang-orang biasa tetapi adalah sekumpulan konglomerat dunia.


Sudah tercatat pada data mereka bahwa peserta yang akan mengikuti lelang sudah lebih dari dua puluh peserta dari berbagai negara termasuk Jodi di dalamnya.


Terlihat jarum infus pada kedua tangannya masih menancap dan cairan dalam botol infus itu tinggal sedikit lagi. Sepertinya botol itu adalah botol yang terakhir. Karena terlihat salah seorang perawat wanita di sana menunggu untuk melepaskan infus tersebut.


Setelah beberapa waktu, perawat wanita itu melepaskan infus dari tubuh Berlian kemudian mengecek kesehatan Berlian. Setelah di pastikan Berlian baik-baik saja. Ia pun pergi meninggalkan kamar itu.


Berlian belum siuman, ia masih tidak sadarkan diri di bawah pengaruh obat bius. Di dalam kamar yang berukuran sangat besar itu Berlian terbaring dan entah seperti apa reaksinya saat ia siuman nanti?. Yang jelas dia tidak tahu bahwa dia kini sudah berada di negara X, jauh dari orang-orang terkasihnya.


............


Sementara itu, Jodi yang masih dalam penerbangan merasakan debar jantung yang hebat, karena hari pertemuannya dengan kekasihnya akan sampai pada waktunya.


‘Sayang… tunggu papa… papa akan datang menyelamatkanmu… semoga kau baik-baik saja disana.’ Bathin Jodi.


‘Aku terbang bersama angin menujumu. Kau tahu? Seperti ini ternyata rasanya kehilangan. Bagai dahaga yang sempurna aku lupa arah karena rindu. Beribu kenangan kebersamaan kita membayangi isi kepala seakan pecah tak terkendali menyeruak hebat menumpahkan air mata. Ternyata aku tak setegar yang aku bayangkan… ternyata aku tak sekuat seperti yang orang lihat… pada kenyataannya aku bagai lilin yang membakar dirinya sendiri demi memberikan cahaya pada orang lain. Semula aku menikmati namun lama-lama aku begah dan tersakiti. Entah sihir apa yang kau miliki sehingga membuat aku habis tak tersisa. Padahal kau berawal sebagai bayi mungil kesayangan… adakah kisah cinta sehebat kisah kita wahai kekasihku? Jika memang ada tentulah ceritanya akan berbeda. Kini aku hanya berharap… aku dapat meresap bersamamu kembali, mengukir sejarah perihal kasih, yang sebagian membuat iri bagi perindu sang cinta. Jika saja nanti kita kembali, kuharap tak akan ada waktu lagi yang terlewat karena suatu kejahatan yang menyeringaikan taringnya membelah kita. Semoga haru bahagia melebur menjadi satu sebagai saksi bahwa kita akan selalu menghidupkan waktu bersama, mewujudkan mimpi yang terjeda dan mati bersama dalam keheningan yang memancarkan cahaya redup namun menenangkan.’


“Boss… Boss… makan dulu!.” Suara Riksa memecah lamunannya.

__ADS_1


“Apaan sih luh? Ganggu gue aja ah.”


“Yaelah, di panggil-panggil dari setengah jam yang lalu baru nyahut. Makan dulu Boss… makan!.” Sambung Riksa.


“Ya udah simpan aja dulu.”


“Ini waktunya makan. Jangan ngelamun mulu… nanti juga ketemu.. hehe.” Goda Riksa.


“Ah…. Berisik aja nih kutu!!.” Kata Jodi seraya mengambil makanan yang Riksa berikan.


Sementara Tomy hanya mesem-mesem melihat tingkah laku mereka.


“Berapa jam lagi kita sampai Tom?.” Tanya Jodi pada Tomy.


“Kurang lebih 14 jam lagi Boss.”


“Ah lama sekali penerbangan ini!.”


“Sabar Boss, sabar… hehe.” Celoteh Riksa.


“Gue udah gak sabar kalau dalam urusan ini!.”


“Oya Boss! Anda kan sudah lolos verifikasi, sepertinya sudah bisa ngecek gadis lelang itu dalam website mereka.” Ujar Tomy.


“Entar aja kalau udah sampai sana gue cek.”


“Ok kalau begitu.”


Kemudian Jodi bersama tim menikmati makanan mereka di dalam penerbangan itu.


Waktu yang ditunggu akan terasa lebih lama apalagi di dalamnya terselip seseorang yang kita kasihi. Berharap waktu dapat cepat berlalu untuk sampai pada pertemuan yang di nanti.


❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹


Terima kasih atas atensinya reader kesayangan😍

__ADS_1


Love melulu pokoknya buat kalian🥰🥰🥰


__ADS_2