
Hari sudah menjelang malam. Riksa nampak sibuk bersama tim dalam ruangan lab. Ia mengontrol tim nya yang tengah melacak keberadaan Alfredo yang membawa istri Boss nya itu.
Namun sungguh aneh, setelah beberapa jam tim nya melacak pergerakan titik koordinat melalui signal ponsel milik Alfredo, keberadaan Alfredo tak dapat di temukan juga.
Sementara untuk menemukan siapa pemilik helikopter yang digunakan oleh Alfredo pun mereka tak menemukan siapa pemiliknya. Begitu pun dengan pusat radar yang mereka hubungi tak menemukan titik koordinat kemana helikopter itu membawa mereka pergi.
Sepertinya Alfredo telah mempersiapkan segalanya dengan rapi agar tak dapat terdeteksi.
Tim yang mencari data-data Alfredo pun kesulitan dalam mencari informasi tentang dokter itu bahkan di dalam Wikipedia pun tidak tercatat adanya data-data yang berhubungan langsung dengan seseorang yang bernama Alfredo Frederick.
Riksa dan tim nya di buat bingung dengan dokter Alfredo yang tidak hanya gila menurut mereka, tetapi dokter itu juga ternyata sangat misterius.
Kemudian Riksa mencoba menghubungi rumah sakit tempat Alfredo terakhir bertugas, ternyata pihak rumah sakit mengatakan bahwa Alfredo telah mengundurkan diri beberapa hari yang lalu dari rumah sakit tersebut dan telah mencabut semua berkas mengenai dirinya. Sehingga pihak rumah sakit pun tak dapat memberikan keterangan biodata dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Alfredo.
Riksa dan tim menduga bahwa Alfredo telah memanipulasi identitasnya. Bisa jadi dia memakai identitas orang lain atau memang identitas aslinya di tutup sehingga orang sulit untuk melacaknya.
Sementara itu Jodi yang berada di dalam ruangannya masih menunggu informasi dari Riksa dan timnya. Namun tiba-tiba ponselnya mendapatkan panggilan masuk.
Ia melihat pada layar ponselnya, opa Berlian yang memanggilnya.
“Jod, bagaimana cucuku? Apa kamu sudah dapat menemukannya?.”
“Belum pak, kami masih mencari dan menunggu informasi kemana dokter gila itu membawa Berlian. Kami masih melakukan pelacakan dari berbagai media milik Alfredo.” Jelas Jodi.
“Jod. Tolong temukan cucuku, kasihan dia, dia sedang mengandung… kami sangat khawatir menunggunya disini. Miriam juga dari tadi rewel terus, mungkin bathinnya merasakan kalau ibunya sedang sedih.”
Mendengar apa yang di katakan Budi, bergetar hati Jodi, menangis Bathinnya membayangkan putrinya itu tengah merindukan ibu nya.
“Pak, tolong bisakah aku berbicara dengan putriku?.” Pinta Jodi pada Budi.
Setelah beberapa waktu, Jodi mendengar melalui sambungan ponselnya suara putrinya yang tengah menangis memanggil-manggil mamanya.
“Sayang… ini papa, jangan nangis ya sayang, ini papa sedang mencari mama. Papa janji akan membawa mama pulang. Sudah nangis nya ya sayang?.” Kata Jodi seraya menghapus matanya yang berkaca-kaca karena tidak kuat mendengar tangisan putrinya.
“Pak titip Miriam ya pak, malam ini mungkin saya tidak pulang, saya masih harus melacak keberadaan mereka.”
“Iya Jod, tenang saja. Miriam aman bersama kami disini. Tolong kabari kami segera jika mendapatkan kabar terbaru.”
“Baik pak.”
Kemudian mereka menutup sambungan ponselnya. Jodi duduk kembali di atas sofa nya dan menengadahkan pandangannya ke langit-langit ruangannya.
Tak lama Riksa masuk kedalam ruangannya dan duduk di sampingnya.
“Bagaimana Rik!.”
“Si Alfredo itu ternyata misterius juga Boss, sedikitpun kita tidak dapat menemukan informasinya. Sepertinya dia memang sudah mempersiapkan segalanya dengan rapi. Titik koordinatnya pun gak bisa ke lacak Boss dan pemilik heli itu juga belum kita dapatkan informasinya.”
“Ya sepertinya dia memang sudah mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari. Bisa jadi heli itu juga milik dia Rik, makanya gak ketemu data-datanya juga.”
__ADS_1
“Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Boss?.”
“Kalau data-datanya gak kita temukan di permukaan. Berarti dia main di bawah tanah. Sekarang dia telah menjadi musuh baru kita di dunia maya Rik. Masuk ke deep web Rik. Gue yakin dia ada disana.”
“Siap Boss.”
Kemudian Riksa berlalu meninggalkan Jodi di ruangannya menuju lab komputer kembali.
Sesampainya di lab komputer, Riksa memerintahkan dua timnya untuk masuk kedalam deep web.
“Kalian berdua masuk ke dalam situs deep web, dan kalian cari ke dalam dark web. Cari situs yang berhubungan dengan manusia psikopat kayak si dokter gila itu!.” Titah Riksa pada empat orang tim nya.
“Siap Boss!.” Jawab kompak mereka.
............
Sementara itu nun jauh disana. Terlihat Alfredo yang membawa Berlian sudah sampai di tempatnya yang baru.
Rumah baru yang Alfredo Beli sudah selesai di renovasi dan pembangunan bunker pun telah siap di gunakan.
Ternyata ia membuat bunker itu untuk menyembunyikan Berlian disana. Bunker yang Alfredo buat itu di desain sedemikian rupa sehingga menjadi seperti sebuah ruangan yang nyaman mirip dengan ruang kamar Berlian di rumahnya.
Tujuannya adalah agar Berlian merasa betah tinggal disana. Begitu menurut hemat Alfredo. Di dalam bunker itu Alfredo telah menyiapkan segala kebutuhan untuk Berlian, termasuk koleksi kostum yang ia kumpulkan dari beberapa tahun yang lalu telah di pindahkan ke dalam bunker tersebut.
Di tempat yang asing itu Berlian masih ketakutan, apalagi dia bersama dokter gila itu.
“Hiks… dokter, aku ingin pulang.” Lirih Berlian.
“Aku tidak bisa tinggal sendiri dokter… aku mohon biarkan aku pulang hiks.” Ratap Berlian.
“Siapa bilang kau tinggal sendiri disini nyonya… aku akan menemani nyonya di rumah baru ini dan nyonya tidak akan kesepian.”
“Hiks… aku tidak mau dokter… aku rindu putriku dan suamiku… mereka pasti sedang mencariku. Kenapa dokter lakukan ini padaku?.” Tangis Berlian.
“Nyonya… mungkin awal-awal anda tidak akan betah, tapi lama-lama nyonya akan merasa nyaman tinggal disini. Mulai saat ini, nyonya harus terbiasa melupakan orang-orang yang tidak ada manfaatnya bagi hidup nyonya. Percayalah padaku, nyonya akan aman tinggal di sini.”
“Dokter aku mohon… biarkan aku kembali pulang. Aku tidak bisa jauh dari mereka. Apa yang dokter inginkan dariku? Dokter ingin seluruh uangku? Silahkan dokter ambil jika dokter mau.”
“Hehe… aku tidak butuh uang nyonya… aku tidak peduli sebanyak apa uang anda. Yang aku inginkan adalah menyelamatkan anda dari lelaki yang selama ini telah menghancurkan masa depan anda.”
“Tidak ada yang menghancurkan masa depanku dokter… nikah muda adalah keinginanku sendiri. Dan suamiku adalah pilihanku sendiri… tidak ada yang memaksaku dan tidak ada yang menghancurkan masa depanku.”
“Nyonya… dari kecil orang yang bernama Jodi itu telah mencuci otak anda. Sehingga anda tidak mengenal dunia luar. Dia sengaja membentuk mindset anda dengan pikiran-pikirannya. Sehingga seluruh kasih sayang dan cinta yang anda rasakan berorientasi hanya pada dirinya semata. Itulah yang ada di dalam rencana jahatnya selama puluhan tahun. Agar segalanya terlihat normal padahal pada kenyataannya adalah seumur hidup anda, bahkan jauh sebelum anda lahir?, hidup anda dan orang tua anda telah di program oleh seorang Jodi.”
“Tidak mungkin dokter… tidak mungkin suamiku melakukan kejahatan yang terencana hingga puluhan tahun lamanya.”
“Pikiranmu tidak akan sampai kesana nyonya, karena dia memang sengaja menjadikan kehidupanmu laksana katak dalam tempurung. Tapi lambat laun saya akan membuka pandangan anda hingga segalanya terbuka jelas.”
“Tolong dokter… aku mohon bawa aku kembali pulang jika memang dokter ingin membebaskan aku dari kejahatan yang terencana ini. Ayo kita duduk bersama dan katakan semua di hadapan seluruh keluargaku.”
__ADS_1
“Itu tidak akan pernah terjadi nyonya. Kenapa? Karena Jodi telah mempengaruhi seluruh keluargamu berpuluh-puluh tahun hingga kamu dan keluargamu sudah sangat mempercayai Jodi. Dan apa yang akan terjadi jika saya duduk bersama mereka membuka kejahatan dia? Yang terjadi adalah mereka akan menganggap aku adalah dokter gila. Dan kau tahu? Bagaimana ibumu meninggal? Apa Jodi mengatakan padamu kronologisnya!. Tidak ada yang memberitahukan padamu bukan? Seolah kematian ibumu adalah normal seperti bukan motif pembunuhan? Kau ingin tahu siapa yang membuat ibumu meninggal tepat di saat akan melahirkanmu?.” Kata Alfredo seraya membisikkan sesuatu di telinga Berlian.
Sontak membuat Berlian terhenyak membulatkan matanya dan menangis, “Tidak… itu tidak mungkin Dokter… tolong jangan racuni pikiranku dengan kebohongan yang kau katakan itu.”
“Apa saya harus menunjukkan bukti-bukti nya nyonya? Tapi saya tidak akan memperlihatkan bukti-buktinya sekarang, karena khawatir nyonya akan mendadak kontraksi dan itu akan berdampak buruk bagi kesehatan anda dan bayi anda. Jadi suatu saat nanti saya akan memperlihatkan bukti-bukti autentiknya.” Jelas Alfredo.
Berlian tentu saja tidak mempercayai apa yang dikatakan dokter itu. Namun semua yang dikatakan Alfredo cukup membuat pikirannya terganggu hingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya.
“Nyonya… tolong nyonya dengarkan kata-kata saya. Seorang lelaki yang baik, yang telah di berikan amanat oleh orang tua anda untuk menjaga dan mendidik anaknya dengan baik. Tentunya dia akan benar-benar mendidik dan menjaga anda hingga anda sukses. Lalu apa yang dia lakukan pada anda? Dia memutus masa depan anda dengan menjadikan anda seorang istri yang jelas-jelas anda masih dibawah umur dan itu melanggar hukum. Dan anda tahu? Jika seorang anak terlahir dari seorang wanita yang masih belum cukup umur, itu akan sangat mempengaruhi kualitas anak yang di lahirkannya. Karena anak yang berkualitas hanya akan terlahir dari pasangan yang benar-benar sudah matang.”
Pengaruh Alfredo sepertinya sedikit demi sedikit mulai masuk dalam pikiran Berlian membuat ia berhenti menangis dan sedikit melupakan keinginannya untuk pulang.
“Nyonya… coba nyonya pikir. Lelaki normal seperti saya yang sangat memperhatikan masa depan anak-anak dibawah umur. Jangankan untuk mencumbuinya hingga membuat anda hamil, untuk menyentuhnya pun, saya tidak akan pernah tega. Jadi anda jangan takut, selama anda bersama saya, sedikitpun saya tidak akan pernah menyentuh anda, karena saya bukan seorang pedofil seperti suami anda.”
Berlian terdiam mendengarkan apa yang Alfredo katakan. Terlihat air matanya masih mengalir dari sudut pipinya.
“Nyonya tolong anda pikirkan baik-baik dengan apa yang anda katakan tadi. Tadi anda mengatakan bahwa menikah muda adalah keinginan anda sendiri dan Jodi itu adalah lelaki pilihan anda sendiri. Jika benar dia memang menyayangi anda. Apa susahnya dia menunggu anda sampai usia anda matang? Tidak bisakah dia bersabar menunggu anda sampai usia anda 20 tahun. Tidak bisakah dia mempengaruhi anda dengan cara yang bijak dengan memberikan pengertian-pengertian pada diri anda mengenai dampak menikah muda? Tidak ada kan? Dia malah langsung menyanggupi keinginan anda yang labil kala itu. Karena memang tujuan dia adalah membuat anda tunduk padanya bahkan menjadikan anda, maaf… pabrik anak yang nota bene itu adalah merupakan eksploitasi pada anak dibawah umur.”
Berlian benar-benar terdiam, sepertinya ia tengah mencerna apa yang Alfredo katakan padanya.
“Anda tahu! Jika saya jadi Jodi, tentunya saya akan lebih membiarkan anda menangis karena saya menolak menikahi anda, kenapa? Karena saya lebih bahagia mendengar tangisan anda yang hanya akan terjadi sehari dua hari saja tetapi masa depan anda terbuka lebar. Dari pada melihat anda tersenyum karena dapat menikah muda tetapi masa depan anda hancur. Baiklah nyonya, karena hari sudah malam, kita akan melanjutkan pembicaraan kita lain waktu. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya bicarakan dengan anda tapi berhubung anda sudah terlihat lelah jadi kita lanjutkan besok hari.” Kata Alfredo seraya membawa Berlian kedalam bunker yang sudah ia desain sedemikian rupa sehingga terlihat begitu nyaman.
Setelah sampai di depan pintu bunker itu, Alfredo membawa Berlian menuruni anak tangga hingga sampailah di sebuah ruangan kamar yang terlihat begitu cantik yang di dominasi cat warna pink kesukaan Berlian.
“Ini kamar saya dokter?.” Tanya Berlian memandangi sekitar.
“Iya, ini kamar untuk nyonya. Nyonya aman disini. Segalanya sudah lengkap, jika nyonya butuh apa pun semua sudah ada disini jadi tidak perlu memanggil saya, Kamar saya diatas nyonya. Baiklah, selamat istirahat.”
Kemudian Alfredo meninggalkan Berlian di dalam bunker itu. Hingga ia sampai pada pintu keluar, ia menyunggingkan senyumannya.
‘Perlahan kau kalah dariku Jodi… kau akan lihat! Aku akan membuat istrimu lupa padamu bahkan tidak akan mengenalmu.’ Bathin Alfredo seraya menutup pintu bunker itu, dan menekan beberapa digit nomor untuk mengunci pintu itu.
Berlian tidak menyadari kalau dirinya di kurung di dalam bunker itu. Karena bunker itu telah di setting sedemikian rupa hingga terlihat seperti ruangan kamar yang berada di lantai bawah. Bahkan Alfredo menguncinya dari luar pun ia tidak menyadarinya karena hanya Alfredo yang dapat membuka dan mengunci ruangan itu dengan kode akses.
Berlian mengitari ruangan itu. Didalamnya tersedia kamar mandi yang lengkap dengan bathtub yang nyaman dan perlengkapan mandi yang komplit. Kemudian ia melihat pada sisi lain lemari pakaian yang besar, pada saat ia membukanya, matanya di manjakan dengan pemandangan gaun-gaun yang indah juga kostum-kostum berbagai macam karakter.
Ia di buat nyaman untuk sementara waktu, dan sedikit demi sedikit ia lupa akan kesedihannya.
Namun pada saat ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia merasa ada yang kurang. Biasanya disaat tidur ia akan merebahkan kepalanya diatas dada bidang dan terdengar celotehan kecil dari putrinya. Namun malam itu, dada bidang dan suara malaikat kecil itu menjadi hal yang dirindukannya.
‘Aku benar-benar bingung… apakah benar dengan apa yang dikatakan dokter itu padaku? Benarkah ia tengah menyelamatkan aku dari kejahatan papaku? Benarkah papa sejahat apa yang di katakannya? Jika memang benar, kenapa ia sekejam itu padaku dan ayah ibuku?… namun jika dokter itu berbohong padaku? Kenapa dia memperlakukanku dengan baik?..’ Bathin Berlian.
Berlian terus berpikir sembari mencoba memejamkan matanya. Apa yang pernah di katakan Jodi ia ingat-ingat kembali. Dan apa yang telah di katakan Alfredo tadi ia cerna kembali.
Berlian benar-benar ada di dalam kebimbangan. Namun yang membuat dirinya penasaran adalah hanya satu. Mengenai kronologis kematian ibunya yang Alfredo katakan bahwa Jodi ikut andil didalamnya.
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
Tetap pantau ceritanya sampai akhir ya gais🥰
__ADS_1
Dan tetap tinggalkan jejaknya😍
Terimakasih😘