Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Benalu


__ADS_3

Jodi yang kala itu tengah menikmati kopinya di area mini bar, di hampiri oleh salah seorang pelayan yang memberitahukan bahwa ada 2 orang tamu yang mencarinya.


Kemudian Jodi bangkit dan melangkahkan kakinya menuju pintu utama untuk melihat tamu yang datang mencarinya.


Sesampainya di pintu utama rumahnya, ia melihat pada mobil yang datang dan berhenti di halaman rumahnya.


‘Menara? Mau ngapain dia datang ketemu gue?.’ Bathin Jodi.


Menara keluar dari dalam mobil sportnya di ikuti oleh Yosan di belakangnya.


“Pagi om.” Sapa Menara, kala melihat Jodi berdiri di depan pintu.


“Hei Menara, ayo masuk.” Jodi mempersilahkan Menara dan Yosan masuk. Kemudian mereka duduk pada ruang tamu.


Setelah mereka sama-sama duduk, Jodi membuka pembicaraan diantara mereka,


“Ada apa Menara kamu datang menemui saya?.”


“Ada hal yang ingin saya sampaikan pada om.”


“Hal apa?.” Tanya Jodi heran,


“Mengenai Arash om.” Balas Menara yang membuat Jodi mengernyitkan dahinya.


“Oh Arash temanmu itu?.”


“Iya om. Kemarin saya habis bertengkar hebat sama dia di cafe, karena saya menegur dia telah mengajak Berlian ke apartemen temannya.”


“Iya, Berlian juga sudah menjelaskan sama saya mengenai pertemuan mereka. Dan kami sudah menyelesaikannya.” Jelas Jodi.


“Syukurlah kalau begitu om. Saya hanya mau ngingetin om saja, saya kenal dia sudah sejak lama, dia orangnya nekad om. Saya khawatir dia akan melakukan sesuatu pada om dan keluarga.”


“Iya Menara, makasih kamu sudah ngingetin saya, saya juga menduga, dia menaruh hati pada istri saya.”


“Itu benar om, bahkan dia mengakui sendiri pada saya, dia sungguh-sungguh mengatakan akan merebut Berlian dan memastikan akan mendapatkan Berlian.”


“Pantas saja kalau begitu.”


“Oya om. Selama ini juga saya mengintai dia karena akhir-akhir ini dia menjauh dari kita seolah tengah menyembunyikan sesuatu, dan ternyata benar. Kami beberapa kali menemukan dia janjian dengan seorang perempuan yang bernama Faradina.”


“Apa? Jadi si Arash kenal sama Faradina?.” Jodi begitu terkejut saat mendengar Arash mengenal Faradina.


“Iya om, bahkan dia sengaja mendekati Faradina untuk mempengaruhinya agar Faradina terpancing untuk membuat kegaduhan di keluarga om.”


“Oh… sekarang saya mengerti, pantas saja Faradina tiba-tiba datang kesini dan langsung mengakui kalau dia putri saya.”


“Iya itu karena Arash memanas-manasi Faradina om.”

__ADS_1


“Ya ya ya… sekarang saya mengerti. Dia menggunakan Faradina untuk menghancurkan rumah tangga saya agar dia gampang masuk meraih Berlian.” Ujar Jodi seraya mengangguk-anggukan kepalanya.


“Ya niatnya memang seperti itu om. Makanya saya datang kesini, agar om hati-hati saja sama dia. Dengan kejadian kemarin saya bertengkar sama dia, saya malah bersyukur karena masalah itu membuat saya jauh sama dia. Saya dan teman saya Yosan, merasa tidak ada manfaatnya berteman sama dia, malah menyesatkan.”


“Iya Menara, sekali lagi terima kasih sudah mengingatkan saya. Saya pasti akan selalu berhati-hati sama dia. Sepertinya kalau melihat dia seperti itu, dia tidak akan berhenti sampai disini saja, dia akan terus mengejar dan mungkin saja dia punya niatan untuk menyingkirkan saya.”


“Iya itu lah yang paling di khawatirkan om. Dan satu lagi om, dia lumayan jago juga dalam bidang IT. Jadi om juga harus berhati-hati takutnya dia melakukan kejahatan melalui dunia maya terhadap om.”


“Ok Menara, saya sangat berterima kasih sekali sama kamu atas semua informasinya.”


Mereka berbicara banyak mengenai hal-hal yang mungkin akan di lakukan Arash kedepannya. Sampai tak terasa waktu sudah menunjukan waktunya makan siang.


“Baiklah om, mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, sepertinya saya harus kembali pulang.” Kata Menara.


“Kamu tidak sekalian makan siang dulu disini Menara?.” Tawar Jodi pada Menara.


“Tidak om terima kasih, saya di tunggu teman.”


“Baiklah kalau begitu. Sekali lagi terima kasih atas semua informasinya ya menara?.”


“Sama-sama om. Saya permisi dulu.” Kemudian Menara pergi meninggalkan Jodi di rumah itu setelah mereka bersalaman untuk berpamitan.


Setelah Jodi mengantarkan menara sampai hilang dari pelupuk matanya, kemudian ia berlalu ke dalam rumahnya menuju kamar, dimana Berlian berada di dalamnya.


Sesampainya ia di dalam kamar,


“Tadi ada tamu sayang, jadi papa menemui tamu dulu sebentar.” Jawab Jodi yang tidak mengatakan siapa sebenarnya yang datang.


“Oh, aku pikir papa kemana.”


“Kamu lagi apa sayang?.” Tanya Jodi menghampiri Berlian yang fokus pada laptopnya.


“Aku lagi lihat-lihat jadwal ujian papa.”


“Oh.. papa kira lagi nonton drakor hehe.”


“Aku lagi gak mood lihat drakor papa.”


“Ya sudah. Kalau begitu papa keruang kerja dulu ya sayang?.”


“Iya papa.”


Kemudian Jodi berlalu ke ruang kerjanya di lantai tiga. Sesampainya di ruang kerja, ia langsung menghubungi Riksa.


“Hallo Rik. Gimana hasil retas ponsel si Arash?.”


“Udah Boss, nanti gue kirimin hasilnya.”

__ADS_1


“Ok gue tunggu. Oya barusan ada si Menara kesini, cerita banyak mengenai si Arash.”


“Tumben itu anak ngasih info, bocorin sahabatnya sendiri.”


“Sepertinya hubungan mereka sedang renggang sekarang, makanya si Menara merapat ke gue. Katanya mereka berantem kemaren, gegara si Menara ngingetin dia. Terus ketahuan juga ternyata yang bikin si Faradina datang kesini karena ulah si Arash.”


“Ya gue juga lihat ada percakapannya di nomor dia Boss. Boss bisa lihat apa yang mereka bicarakan. Rekaman teleponnya juga udah kita retas, itu baru gue kirimin Boss, Boss bisa lihat dan dengar sendiri.”


“Ok kalau gitu gue lihat dulu ya? Makasih ya Rik.” Kata Jodi seraya menutup sambungan ponselnya.


Lalu Jodi langsung membuka pesan yang di kirim oleh Riksa, dan mulai melihat hasil retas pada nomor Arash tersebut.


Setelah beberapa waktu Jodi mengamati hasil retas itu, ia kini semakin mengerti bahwa seperti apa yang di sampaikan oleh Menara tadi, memang benar bahwa dia harus berhati-hati pada Arash. Bukan hal yang tidak mungkin kalau Arash dapat melakukan hal-hal yang berbau kejahatan untuk merebut Berlian darinya. Mengingat dari hasil retas, Jodi melihat Arash sangat terobsesi sekali dengan Berlian istrinya itu.


Jodi terdiam seperti memikirkan sesuatu. Namun cacing-cacing di dalam perutnya menggugah lamunannya.


Kemudian ia berlalu meninggalkan ruang kerjanya menuju ruang makan, sebelum sampai di ruang makan, ia melintasi kamar Berlian dan masuk kedalamnya mengajak Berlian makan.


“Sayang ayo kita makan siang dulu.” Ajak Jodi pada Berlian.


“Papa aku gak nafsu makan. Aku bau mencium makanan.”


“Ya terus kamu makan apa dong sayang? Perutmu kan harus di isi.”


“Ya udah aku temenin papa makan ya? Aku makan buah sama sayur aja.” Kata Berlian seraya beranjak dari atas tempat tidur menghampiri Jodi yang berdiri di depan pintu kamar.


Dan mereka berdua pun melangkah bersama ke ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, Berlian mengambilkan makan siang untuk suaminya ke atas piring dan ia hanya mengambil buah yang sudah di potong dan sayuran yang sudah di rebus.


Mereka berdua pun menikmati santap makan siangnya sembari berbincang.


............


Sementara itu di tempat lain nampak Arash tengah sibuk di depan laptopnya. Ia tengah melihat-lihat perusahaan Berlian Group. Ternyata dia baru tahu kalau Jodi sudah tidak memimpin lagi disana. Kini yang memimpin adalah opa nya Berlian, begitu pun dengan induk perusahaan Berlian Group yaitu Harv Company juga di pimpin oleh opa nya Berlian.


‘Kenapa ya dia tidak menjadi pimpinan di perusahaan Berlian lagi? Apa memang opa nya Berlian tidak percaya sama si Jodi lagi? Atau memang dia sendiri yang resign dari perusahaan itu? Terus dia kerja apaan dong? Sementara sekarang kan dia sudah jadi suaminya Berlian. Kelihatan betul kan? Kalau dia memang ingin menguasai Berlian. Hehe… dasar benalu luh Jod. Bisa-bisa nya elo cuma ongkang kaki doang menikmati segalanya. Lihat saja! Elo gak akan lama bertahan. Gue yang akan gantiin posisi elo disana haha…’ Bathin Arash.


Arash betul-betul tidak tahu pekerjaan Jodi yang sebenarnya, bahwa Jodi adalah seorang pimpinan agen rahasia, dan tak seorang pun yang tahu selain Budi opanya Berlian dan Ferry ayahnya Jodi. Sehingga dia menganggap kalau Jodi menjadi benalu dalam pernikahannya dengan Berlian.


Tadinya Arash melihat-lihat Company profil perusahaan Berlian adalah ingin melihat agenda kegiatan Jodi. Tujuannya untuk apa? Tentunya ia akan mengikuti perjalanan kemana Jodi bergerak dan ia berniat memata-matai guna melancarkan aksinya untuk memberikan racun itu.


Tapi sepertinya ia tidak bisa melakukan hal itu jika di sangkut pautkan dengan perusahaan Berlian, akhirnya ia mencari cara lain untuk melancarkan aksinya.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Terima kasih untuk readers yang selalu meninggalkan jejaknya😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2