
Hati-hati dengan konten 21+ nya😃
Bocil dilarang nengok! Skip aja biar aman🤭
Harap bijak menyikapinya ya?
Happy Reading!!!!
........
Pernikahan adalah ikatan suci bagi dua insan yang saling mencintai. Walau tidak sedikit orang melakukannya tanpa cinta. Namun seiring berjalannya waktu cinta akan tubuh dengan sendirinya.
Sementara tujuan dari pernikahan itu adalah selain perintah agama, juga untuk mencetak generasi penerus serta memperkokoh dua hati dan dua keluarga, dan yang terpenting dapat memberikan kenyaman satu dengan yang lainnya. Sehingga dapat memberikan kesenangan dalam beraktivitas dan semangat dalam menjalani hidup.
Negara mengatur mengenai batas usia pernikahan. Menurut peraturan terbaru dalam undang-undang Nomor 16 tahun 2019 menuliskan bahwa batas minimal usia menikah yakni berusia 19 tahun. Aturan ini adalah pengganti dari aturan yang tertuang dalam UU Nomor 1 tahun 1974, tentang perkawinan yang menuliskan usia minimal perempuan menikah yakni usia 16 tahun.
Namun berdasarkan UU Nomor 16 tahun 2019 di jelaskan pula terkait hal penyimpangan berupa usia. Jika terjadi penyimpangan terhadap ketentuan umur, maka orang tua pihak laki-laki dan orang tua pihak perempuan dapat meminta dispensasi kepada pihak pengadilan.
Dan perihal itu lah yang menjadi masalah atas pernikahan Jodi dan Berlian, yakni mengenai batas usia pernikahan itu sendiri, mengingat Berlian masih berusia 16 tahun, artinya meskipun pernikahan harus terjadi, mereka harus meminta dispensasi dari pihak pengadilan. Dan tentunya pengadilan akan memberikan dispensasi dengan bukti pernyataan dari kedua orang tua dua belah pihak dan bukti pendukung lainnya dengan catatan bahwa pernikahan dalam keadaan mendesak sehingga tidak ada cara lain lagi.
Munculnya masalah ini membuat pak Budi mengajak bicara Jodi dan ayahnya Jodi untuk duduk bersama membahas masalah pernikahan ini tanpa melibatkan Berlian dan oma-omanya juga ibu nya. Karena pak Budi dan ayahnya Jodi yang hafal betul bahwa Berlian tidaklah hamil, itu pun setelah Jodi menjelaskan semuanya kepada mereka.
Tanpa Berlian dan segerombolan emak-emak, mereka mencari solusi, karena jika anak dan emak-emak itu di libatkan, di khawatirkan akan memperkeruh suasana. Akhirnya mereka memutuskan untuk menikahkan mereka secara agama, karena menurut hukum agama bahwa batas usia menikah adalah batas usia akil baligh, jadi sah menurut agama atas pernikahan mereka itu. Namun pak Budi mewanti-wanti pada Jodi agar menunda dulu kehamilan Berlian sampai akhirnya mereka melaporkan pernikahan mereka pada pihak pengadilan di usia Berlian mencapai 20 tahun.
Akhirnya mereka sepakat atas solusi yang telah mereka bicarakan itu.
Dan sampailah pada hari, dimana pernikahan itu di gelar.
Pernikahan itu di gelar di kediaman Berlian dengan dekorasi sederhana namun mewah.
Terlihat taman samping dan taman belakang rumah itu di hiasi bunga potong membuat suasana rumah itu semakin tertata indah. Konsep outdoor sederhana lah yang mereka berdua inginkan.
Tak ada tenda-tenda besar terpasang disana, karena hanya keluarga dekat dari kedua belah pihak saja yang hadir, yang jumlahnya tidak sampai mencapai lebih dari 50 orang.
Singkat cerita, akhirnya mereka pun melakukan prosesi pernikahannya dengan khidmat, yang di hadiri keluarga dari kedua belah pihak.
Rasa haru dan bahagia terpancar pada keduanya juga orang-orang yang hadir di sana.
Mereka bergiliran menyalami pasangan pengantin beda generasi itu. Meski demikian, mereka begitu terlihat bahagia. Karena ini lah yang menjadi impian dan harapan mereka terutama Berlian.
“Ingat pesan saya! Tunda dulu kehamilan cucuku bagaimana pun cara nya.” Bisik pak Budi pada Jodi saat menyalaminya.
“Siap pak, jangankan menghamilinya. Segelnya pun tidak akan saya buka dulu sebelum usianya matang.” Balas Jodi pelan.
“Bagus! Saya percaya padamu Jodi.”
“Terima kasih pak, atas kepercayaan bapak dan semua kebaikan bapak pada saya selama ini.”
“Kamu adalah lelaki yang paling saya percaya Jodi makanya saya berani menikahkan cucu saya pada kamu. Saya titip dia, jaga dia dan jangan pernah kamu sakiti dia, karena jika itu terjadi, berati hari itu kamu meminta hidupmu berakhir.” Tegas Budi.
“Siap pak! Saya akan ingat kata-kata bapak dan saya akan jaga amanah bapak.”
“Baiklah..” Kemudian pak Budi berlalu menuju saudaranya yang tengah berkumpul di sisi lain.
Tak lama, Ferry mendekat dan memeluk Jodi, “Maafkan papa selama ini ya putraku, papa selalu kasar padamu. Tapi meski demikian hatiku sangat menyayangimu.” Kata Ferry dengan tangisannya.
“Iya papa… aku ngerti kok. Udah ah jangan nangis, malu tuh sama sodara yang lain. Oya berarti papa gak akan marah lagi ya? karena aku sudah punya istri sekarang hehe… tapi sepertinya perihal cucu papa harus bersabar dulu karena istriku masih bocil hehe.”
“Iya tidak apa-apa nak yang penting melihat kamu sudah menikah saja sudah membuat papa bahagia.”
Semua keluarga yang hadir begitu menikmati perjamuan makan pernikahan sederhana itu, mereka saling melepas rindu karena sebagian keluar mereka ada yang datang dari negara lain.
__ADS_1
Di saat semua keluarga tengah menikmati hidangan lengkap yang di sajikan disana, tiba-tiba Berlian menarik tangan Jodi.
“Papa… ayo kita ke kamar.”
“Eh mau ngapain sayang?.”
“Aku penat, mau bobo.”
“Apa?! Bobo? Ini kan masih banyak sodara sayang.. tunggu sebentar lagi ya?.”
“Gak mau! Aku pengen sekarang. Aku udah capek papa…”
“Ah kau ini aneh-aneh saja sayang… kalau mereka mencari kita bagaimana?.”
“Biarkan saja mereka pasti ngerti kok, kita kan penganten baru hehe.”
“Ya sudah.. tunggu sebentar sampai kita lepas dari pengawasan mereka.”
Kemudian Jodi melihat-lihat situasi, pada saat semua keluarga tengah di sibukan dengan hidangan yang mereka nikmati, saat itu lah Jodi menarik tangan Berlian dan membawanya dengan berjalan cepat ke kamar pengantin mereka.
Setelah sampai di kamar pengantin, dengan cepat Berlian mengunci kamarnya. Lalu memeluk lelaki yang telah menjadi suaminya itu.
“Kau bahagia sayang?.” Bisik Jodi pelan seraya mendekap tubuh gadisnya yang beberapa jam lalu telah menjadi istrinya itu
“Mh… aku bahagia. Dan hari ini adalah hari yang paling bahagia buatku.”
Kemudian Jodi menggendong pengantin wanitanya ala-ala bridal style, lalu membaringkan nya di atas tempat tidur yang dihiasi bunga-bunga indah.
Perlahan ia belai wajah cantiknya dan mengecup lembut setiap inci wajah cantik itu.
“Kau tahu? Kau adalah pengantin tercantik yang pernah aku lihat. Aku kira aku tak akan pernah sampai pada titik ini. Memilikimu seutuhnya, dan merubah dunia menjadi menerima kita.” Bisik Jodi, kemudian ia mengecup bibir mungil istrinya itu.
Dibalasnya kecupan itu dengan penuh kelembutan hingga mereka saling menyesap menikmati kehangatan mereka.
Keindahan yang mereka rasakan semakin membawa mereka tenggelam dalam gairah yang lebih leluasa, saling melepas hasrat tanpa ragu, saling mendekap erat dalam buaian hangat yang terlampiaskan.
*
Sementara itu di tempat lain, Delima, Eva dan Irma nampak terlihat bingung mencari pasangan pengantin yang luput dari pandangan mereka.
“Loh! Mereka kemana ya?.” Delima mencari dengan pandangannya ke setiap sisi.
“Siapa?.” Tanya Irma.
“Itu bu, pengantinnya kok gak ada, perasaan tadi mereka berdiri disana dekat meja minuman.”
“Iya ya kemana mereka perginya?.” Eva ikut mencari dengan melihat ke lain sisi.
Sejenak mereka terdiam dan saling berpandangan.
“Apa mereka melarikan diri ke dalam kamarnya ya?.” Bisik Delima.
“Ayo kita lihat.” Ide Eva.
“Eh gak usah kali! Kita jangan ganggu mereka. Mungkin mereka sedang melepaskan kerinduan hehe.” Ujar Irma.
“Dasar pasangan bucin. Gak bisa ya mereka nunggu nanti malam?.” Seru Delima.
“Mungkin mereka sudah tidak tahan hihi.” Cekikik Eva.
“Udah biarkan saja mereka. Sudah halal ini, jadi kita gak perlu khawatir.” Sambung Irma.
__ADS_1
“Iya benar. Sekarang aku sudah tenang. Putraku sudah mendapatkan jodohnya walau memang sejarahnya sangat unik hehe.” Kata Eva.
“Iya semua yang mengenal mereka pasti merasa percaya tidak percaya kalau ternyata mereka berjodoh.” Delima menanggapi.
Kemudian mereka bertiga berbaur kembali dengan saudara yang lain.
*
Kembali pada pasangan pengantin yang tengah menikmati hari pertamanya menjadi sepasang suami istri.
Nampak mereka masih saling mengeratkan pelukan dan tautan bibirnya hingga nafas yang tersengal semakin bersuara mengiringi kehangatan mereka.
Semakin dalam sang pengantin pria menyusuri lembah-lembah keindahan membuat sang istri tak mampu bertahan hingga melagukan keindahan yang melenakan angannya.
Sensasi baru yang membuatnya merasakan nikmat yang menggila membawanya terbang ke nirwana.
“Papa… a-aku…” Desis sang wanita tak kuasa dengan rasa yang menggila.
“Kenapa sayang?.”
“Aku….”
“Relaks sayang…”
“Papa…”
Semakin mesra penyatuan diri diantara mereka, semakin membuat sang istri mabuk kepayang hingga keduanya merasakan buncahan yang menghangatkan.
Perlahan Jodi melepaskan tautannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah cantik yang menatap kosong dengan keringan yang memenuhi wajahnya.
Ia basuh wajah yang telihat lusuh itu dengan jemarinya lantas mengecup dan mendekapnya.
“Kau lelah sayang?.” Bisik Jodi pelan.
“Hm..” Gadis itu mengangguk pelan kemudian mendekap tubuh kekar itu dan menyandarkan kepalanya pada dada bidangnya membawa dirinya masuk ke alam bawah sadarnya.
Jodi bangkit setelah memastikan istrinya itu terlelap pulas, kemudian ia masuk ke kamar mandi, tak lama keluar kembali dengan memakai pakaian santainya.
Jodi keluar dari kamar pengantinnya menuju kerumunan orang di taman rumah itu.
Semua mata tertuju padanya. Karena melihat penampilannya yang memakai pakaian santai.
Ia tidak perduli dengan pandangan sekitar, yang ia inginkan kini mengisi perutnya yang keroncongan lalu ia melangkahkan kakinya ke meja prasmanan mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Kemudian Riksa mendekat ke arahnya. “Udah ganti baju aja Boss hehe.”
“Panas.” Jawabnya pendek sembari menikmati makanannya.
“Panas karena habis pemanasan ya? Hehe.”
“Diem luh ah.”
“Eh menantu hehe… putriku mana?.” Tiba-tiba saja Delima mendekat bersama Eva dan Irma.
“Dia tidur, katanya capek.” Jawab Jodi.
“Oh.” Jawab mereka bertiga kompak sembari melemparkan pandangan dan saling mengedipkan mata.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Jangan lupa Like, komen, vote, favorite dan lain-lainnya ya readers tersayang🥰🥰
__ADS_1
Makasih😘