
Riksa dan Jack saling melempar pandangan kala melihat sang Boss meluapkan emosinya pada sebuah meja yang berada di sekitarnya.
Mereka sangat mengerti sekali akan kekacauan yang Boss nya rasakan itu.
“Sepertinya gak ada gunanya juga kalau kita meretas akun orang ini Boss.” Jack mencoba mengutarakan pendapatnya.
“Kenapa?!!!.”
“Yang kita cari kan istri Boss, sementara akun yang mereka gunakan hanya untuk sekedar promo untuk menarik pengikut saja, tidak akan bisa membantu menemukan dimana istri Boss, justru kalau kita retas, kita akan kehilangan banyak informasi Boss. Kita ikuti saja kemana mereka akan membawa kita sebagai membernya.” Jelas Jack.
“Ok. Terserah elo deh. Terus! Gue harus nunggu sampai kapan?.”
“Gue kira Boss bersabar dulu saja, karena gue akan mengorek-ngorek keterangan dari member lain. Siapa tahu diantara mereka ada yang mengetahui dimana si pemilik akun ini bermukim. Kalau dilihat-lihat dari nama akun di belakangnya Fred. Memang jelas itu nama belakang si Alfredo. Frederick kan, Nama belakang dia?.”
“Iya. Sudah dapat dipastikan memang dia orangnya. Sekarang kita hanya perlu tahu saja dimana sebenarnya sekarang dia menyembunyikan istri gue.”
“Karena itu gue minta Boss sabar dulu sampai gue mendapatkan keterangan dari member yang lain.”
Jodi terdiam mendengar apa yang di katakan Jack. Kemudian Riksa mendekati Boss nya itu.
“Iya Boss benar kata Jack. Kita tunggu sebentar lagi ya. Yang kita hadapi itu pembunuh berdarah dingin Boss, jadi sebisa mungkin kita harus hati-hati.” Ujar Riksa.
“Ok.” Jodi akhirnya mengalah. Lalu ia pergi hendak keruangannya di susul oleh Riksa di belakangnya.
Namun belum sampai ia pada ruangannya, saat ia melintasi TV di ruangan sebelum mengarah ke ruangannya, ia melihat tayangan sebuah berita dimana disana memberitakan sebuah panti jompo.
Tanpa sengaja Jodi melihat penampakan Krista di panti tersebut. Sontak membuat Jodi dan Riksa terkejut kala mereka menyaksikannya bersama.
“Rik, penghuni panti jompo itu mirip Krista deh.” Kata Jodi.
“Iya bener Boss.”
“Ayo cari informasi mengenai panti itu Rik.” Perintah Jodi mengajak Riksa ke dalam ruangannya.
Sesampainya di ruangan Jodi, Riksa langsung mencari-cari profil panti yang baru saja ia lihat pada berita di televisi tadi.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya Riksa menemukan data profil dari panti jompo yang mereka cari.
Jodi dan Riksa fokus mengidentifikasi data mengenai panti jompo yang mereka temukan itu.
Setelah mereka sampai pada penemuan pemilik dari panti jompo tersebut, betapa terkejutnya mereka mengetahui bahwa panti jompo itu adalah milik keluarga Frederick yang notabene itu adalah keluarga Alfredo.
__ADS_1
Tanpa berfikir panjang lagi, akhirnya Jodi menyusun strategi bersama Riksa untuk mendatangi panti Jompo tersebut.
“Gue curiga kenapa Krista ada disana Rik. Dan elo bisa lihat tadi sepertinya Krista sakit karena duduk di atas kursi roda.”
“Iya ya… kenapa Krista ada disana padahal itu kan panti jompo. Apa Krista tahu kalau panti Jompo itu milik si Alfredo?. Masa iya dia bersembunyi dari suaminya di panti jompo itu?.” Selidik Riksa.
“Kita jangan kasih tahu dulu suaminya Krista kalau Krista ada di panti jompo itu Rik, karena kita butuh keterangan dari Krista. Kalau bisa, sebelum suaminya menjemput Krista, kita harus dapat dulu informasi Alfredo dari dia.”
“Jadi bagaimana Boss? Apa yang akan kita lakukan sekarang?.”
“Kita datangi panti Jompo itu! Kita nyamar kesana jadi keluarga Krista.”
“Ok. Siap.”
Akhirnya Jodi dan Riksa bersiap hari itu juga untuk mendatangi panti jompo tersebut.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Jodi dan Riksa sampai di panti jompo milik keluarga Alfredo itu.
Sengaja Jodi dan Riksa menyamar menjadi keluarga Krista agar mereka mudah menemui Krista disana demi mendapatkan keterangan mengenai Alfredo.
Pengurus panti mengatakan bahwa mereka menemukan Krista di halaman panti mereka. Sontak membuat Jodi dan Riksa curiga bahwa Alfredo telah membuang Krista ketempat itu, apalagi setelah pengurus panti mengatakan kalau Krista lumpuh dan tidak dapat berbicara.
Jodi dan Riksa semakin yakin kalau yang membuat Krista seperti itu tentulah Alfredo. Mengingat Alfredo yang mereka kenal adalah dokter ahli saraf yang dapat menyembuhkan kelumpuhan pada seseorang dan mungkin saja kalau dia dapat menyembuhkan, dia pun dapat membuat saraf-saraf pada tubuh Krista menjadi tidak berfungsi.
Singkat waktu akhirnya mereka dapat membawa Krista keluar dari panti jompo tersebut, dan hendak membawanya ke rumah sakit untuk di lakukan perawatan.
Krista terkejut melihat Jodi dan Riksa datang menemuinya dan berniat membawa pergi dari panti tersebut dengan mengakui sebagai keluarganya. Namun Krista tak mampu berbuat apa-apa selain mengikuti mereka. Mengingat ia tak dapat melakukan apapun. Meski banyak pertanyaan dalam hatinya.
Setelah Jodi dan Riksa meyakinkan pengurus panti bahwa mereka berdua adalah keluarga dari Krista akhirnya mereka dapat membawa Krista keluar dari panti tersebut.
Di dalam kendaraan Jodi menempatkan Krista duduk di belakang bersamanya dengan tujuan agar Jodi dapat leluasa menceritakan segalanya kepada Krista, Jodi yakin Krista dapat mendengar apa yang akan ia katakan meskipun seluruh tubuhnya lumpuh total dan ia kesulitan dalam berbicara persis dengan apa yang di alami oleh istrinya dulu.
“Krista aku minta maaf sebelumnya kalau kedatanganku bersama asistenku membuatmu terkejut. Pada saat kami melihat tayangan ditelevisi dan kami melihatmu di panti itu, kami tergerak menemuimu karena banyak hal yang ingin aku sampaikan padamu.” Kata Jodi membuka pembicaraan mereka.
“Krista saya tahu kamu tak bisa apa-apa, namun saya yakin kamu dapat mendengar apa yang saya katakan. Tolong jika kamu mengerti tunjukan reaksimu dengan sisa tubuhmu yang masih berfungsi.” Sambung Jodi.
Terlihat oleh Jodi Krista dapat pelan-pelan mengedipkan matanya.
“Baiklah. Saya akan membawamu ke rumah sakit untuk melakukan mengobatkan terlebih dahulu. Krista, kau tahu? Alfredo telah membawa lari istriku secara terang-terangan sejak beberapa bulan yang lalu saat kami tengah mengadakan acara 7 bulanan kehamilan istriku. Dan sampai saat ini istriku belum dapat ditemukan, entah kemana Alfredo membawa istriku pergi. Aku sangat kehilangan dia Krista, karena itu aku menemuimu, mungkin saja kau tahu kemana Alfredo membawa istriku. Aku menduga mungkin kau tidak tahu mengenai maksud dari Alfredo membawa lari istriku. Tapi minimal kamu dapat memberikan keterangan sedikit saja. Dan mungkin saja keterangan darimu dapat membawaku menemukan istriku. Aku sangat butuh keterangan darimu Krista.” Kata Jodi.
Mendengar apa yang Jodi katakan, sontak membuat Krista terkejut. Dan ternyata memang Krista dapat mendengar dengan jelas apa yang Jodi katakan baru saja.
__ADS_1
‘Ya Tuhan… aku benar-benar tidak menyangka kalau Alfredo akan melakukan hal senekad itu. Berarti selama aku tak berada disisinya ia tengah bersama istri tuan Jodi. Pantas saja dia seolah tidak perduli padaku. Aku berpikir Alfredo mencariku, tapi ternyata dia malah disibukkan dengan perempuan lain. Apa dugaanku dulu itu benar? Bahwa dia menyukai seseorang hingga dia mampu menolakku? Apa mungkin Alfredo mencintai istri tuan Jodi?. Kalau memang benar… jahat sekali kau Alfredo. Disaat aku sakit seperti ini, kau malah bersama wanita lain dan sama sekali tidak memperdulikanku’ Bathin Krista dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
“Krista maaf kalau apa yang aku katakan menyinggung perasaanmu, tapi aku tidak punya cara lain untuk menemukan istriku selain aku harus mencari keterangan dari orang-orang yang dekat dengan Alfredo. Dan maaf, sebenarnya aku ingin tahu kenapa kamu bisa sampai berada di panti jompo milik keluarga Alfredo itu?.”
Kata-kata Jodi kembali membuat Krista terkejut saat ia mendengar bahwa panti jompo itu adalah milik keluarga Alfredo.
‘Apa??! Panti jompo itu milik keluarga Alfredo? Kalau memang benar panti itu milik keluarga Alfredo, lalu kenapa aku tidak pernah bertemu dengannya disana? Bahkan aku sampai sana pun karena kecelakaan.’ Bathin Krista.
“Dan saya juga tidak mengerti Krista. Kenapa kamu sampai bisa alami kelumpuhan seperti ini? Padahal terakhir kamu bertemu dengan kami di rumah, kamu terlihat baik-baik saja dan sehat. Aku menduga Alfredo telah melakukan sesuatu padamu. Aku berpikir, kalau Alfredo mampu menyembuhkan istriku dari kelumpuhannya, tidak menutup kemungkinan dia juga mampu membuat seseorang lumpuh.”
Lagi-lagi krista dibuat terkejut dengan kata-kata Jodi. Dia tidak menampik memang awalnya dia sehat-sehat saja. Namun setelah ia kembali pada Alfredo sedikit demi sedikit kesehatannya menurut, namun Krista tak berpikiran sampai kesana karena di dalam hematnya tidak mungkin Alfredo melakukan hal sejahat itu padanya.
“Aku tahu kamu pasti meragukan semua prediksiku. Jadi untuk membuktikan kebenarannya, aku harus membawamu ke rumah sakit, agar kita tahu penyebab kamu menjadi seperti ini. Tujuannya hanya satu, pada akhirnya aku hanya ingin menemukan istriku. Kami kehilangan jejak Alfredo, kami tidak tahu Alfredo membawa istriku kemana. Untuk itu aku perlu kerjasama denganmu Krista.”
‘Ya Tuhan… aku tidak mengerti dengan semua ini… kalau benar memang Alfredo yang melakukan semua ini padaku. Betapa kejamnya dia… aku tahu dulu aku banyak melukai perasaannya. Lalu inikah pembalasannya untukku? Jika memang benar, kenapa dia begitu tega padaku hingga membuat aku seperti ini?.’ Bathin Krista dalam tangisannya.
“Beberapa waktu yang lalu, kami menggeledah apartemen Alfredo, dia sudah pergi dari sana dan barang-barangnya sudah tidak ada di apartemennya, aku hanya menemukan beberapa barang bukti di ruangan rahasianya. Salah satu bukti yang aku temukan adalah kartu nama suamimu Krista. Dan kami sempat bertemu. Suamimu menceritakan segalanya. Termasuk ia pernah mendatangi apartemen Alfredo untuk mencarimu, namun menurut suamimu, Alfredo mengatakan sejak kau menikah dengan suamimu, dia mengaku sudah tidak pernah bertemu denganmu lagi. Padahal jelas-jelas kalian berdua tinggal bersama kan?.”
Semakin deras air mata Krista kala ia mendengar Jodi menjelaskan semuanya. Krista betul-betul tak mengerti dengan jalan pikiran Alfredo yang telah melakukan kegilaan sampai sejauh ini.
Kembali Jodi mengatakan pada Krista segala yang telah ia temukan, untuk meyakinkan Krista.
“Mungkin kau tidak pernah tahu kalau Alfredo terlibat kejahatan terselubung. Ia banyak membunuh pasien-pasiennya dengan ilmu yang ia miliki, dan kau tahu? Ia menjadikan korban-korbannya manekin, aku menemukan aktivitasnya pada dark web. Bahkan istriku pun dijadikan manekin oleh Alfredo, meski istriku tidak ia bunuh tapi aku khawatir apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Aku hancur melihat sepak terjang Alfredo yang menjadikan istriku salah satu korbannya Krista. Istriku sedang hamil, lihatlah apa yang Alfredo lakukan pada istriku Krista.” Kata Jodi seraya memperlihatkan foto dan video istrinya, juga korban lain yang telah di jadikan manekin oleh Alfredo.
Benar-benar Krista semakin yakin kala ia melihat bukti-bukti yang Jodi tunjukan padanya. Ia pun sama hancurnya dengan Jodi yang mendapatkan kenyataan pahit. Mungkin seandainya ia tahu dari awal kalau Alfredo jahat seperti ini, ia tak akan mau meninggalkan suaminya demi mantan kekasihnya yang gila itu.
“Jika kamu mau, aku akan memberitahu suamimu kalau aku sudah menemukanmu Krista. Nanti setelah sampai kau di rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif, aku akan memberitahu suamimu. Dia begitu khawatir akan kehilanganmu Krista. Sama halnya sepertiku khawatir atas kehilangan istriku.” Jelas Jodi. Ia melihat Krista yang tak henti-hentinya mencurahkan air mata dengan bibir yang bergetar, kemudian, “Maaf jika aku harus mengatakan semua kenyataan pahit ini padamu Krista, tiada lain agar kamu dapat membuka pikiranmu kalau Alfredo adalah manusia jahat yang layak untuk kau tinggalkan.” Sambung Jodi.
Sesaat hening di antara mereka. Riksa yang tetap fokus menyetir namun mendengar apa yang Jodi katakan, sangat prihatin melihat keadaan Krista saat itu.
“Kita langsung ke rumah sakit Boss?.” Tanya Riksa pada Jodi memecah keheningan diantara mereka.
“Iya Rik. Langsung saja kerumah sakit. Krista butuh perawatan intensif.” Balas Jodi.
“Ok.”
Singkat waktu, akhirnya mereka pun sampai di salah satu rumah sakit terbesar di ibukota, setelah menempuh perjalan yang cukup melelahkan.
Terlihat Krista di bawa kedalam ruangan untuk dilakukan pemeriksaan oleh beberapa orang petugas kesehatan.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
Terima kasih buat reader yang selalu setia mengawal cerita ini🥰🥰