Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Penghianat yang manis


__ADS_3

Hari-hari yang terlewati begitu menyesakkan dada dan menyita pikiran namun semuanya dapat terlewati dengan baik.


Hari ini Jodi dan Berlian juga tim, mereka akan kembali ke tanah air.


Lalu bagaimana dengan kabar keluarga Berlian di tanah air? Tentunya Jodi sudah mengabari pada pak Budi opa nya Berlian mengenai keadaan Berlian. Jodi menceritakan semua yang terjadi pada Berlian dari awal penculikan hingga ia membebaskannya dari peristiwa lelang serta mengenai pengobatan Berlian di negara X.


Namun Jodi tidak mengabari akan kepulangannya hari ini, karena ia akan membawa gadisnya itu ke rumah orang tuanya terlebih dahulu di bilangan perkebunan puncak. Karena jika ia memberi tahu, tentunya opa Berlian akan menyuruhnya langsung membawa Berlian ketempat tinggalnya. Karena permintaan Berlian, Jodi terpaksa berbohong pada pak Budi bahwa mereka akan pulang dalam beberapa hari lagi menunggu Berlian pulih.


“Kau tahu? Seumur hidup aku tidak pernah berbohong pada opa mu itu, karenamu kali ini aku berani melakukan dosa padanya.” Kata Jodi seraya memakai singlet nya.


“Hehe.. berbohong sekali saja tidak apa-apa kali papa… lagian kita berbohong pada opa demi kebaikan.”


“Kebaikan apa? Mana ada berbohong yang baik hah!.”


“Hehe… papa sudah janji mau ikuti aturan mainku jadi harus ikuti perintahku.”


“Ah kau membawaku pada kesesatan saja sayang.”


“Hei kalau tidak begini kita akan sulit papa. Pokoknya papa diam saja, ikuti saja mauku dan jangan membantah.”


“Baiklah… aku mengalah.”


“Hehe… bagus!.”


“Hah… kalau bukan karena cinta, aku malas mengalah pada keadaan.” Jodi menghela nafas panjang.


“Ya sudah kalau tidak mau mengalah, aku akan….” Belum sempat Berlian menyelesaikan kata-katanya, Jodi langsung memotong.


“Akan apa? Kabur lagi hah! Sana kau kabur lagi… dimana pun kau bersembunyi aku pasti akan menemukanmu kembali.”


Perlahan Berlian mendekat kearah Jodi dan mendorongnya ke atas tempat tidur dan naik keatas tubuhnya.



“Hei sayang… apa yang akan kau lakukan?.”


“Aku senang berada di atas sini.”


“Turunlah! Nanti mereka melihat kita. Coba kau lihat pintunya terbuka lebar.” Jodi dengan tampang gugup.


“Biarkan saja mereka melihat kita, apa peduli mereka.” Berlian malah sengaja menantang.


“Sayang kenapa kau jadi seperti ini? Kau tahu? Aku takut melihat kau liar seperti ini.”


“Waktu kecil aku sering tidur diatas tubuhmu kenapa sekarang kau takut?.”


“Sekarang beda sayang… saat kau berada di atas sini kau membangunkan sesuatu.”


“Coba aku lihat!.”


“Oh no… no… baby, sekarang belum saatnya. Nanti akan ada saatnya dimana kau akan merasa ngeri-ngeri sedap karenanya.” Kata Jodi seraya membanting tubuh Berlian dan kini ia yang berada diatas tubuh gadisnya.


“Hehe… aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu.” Tantang Berlian kembali.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Riksa masuk kedalam kamar mereka, dan melihat penampakan mereka yang tengah tumpang tindih, melihat Riksa masuk, dengan cepat Jodi bangkit dari atas tubuh gadis itu.


“Oops! Sorry Boss, gue gak tahu kalau lagi…. Hehe.” Riksa salah tingkah dibuatnya ia merasa malu sendiri.


“Gak apa-apa, ada apa luh kesini?.”


“Mana barang-barangnya Boss? Gue mau rapikan langsung ke mobil.”


“Ambil aja tuh.” Tunjuk Jodi pada sekumpulan paper bag dan koper miliknya.


Kemudian Riksa mengambil barang-barang tersebut. Sementara Jodi mengambil kemejanya di atas tempat tidur yang sudah di siapkan Berlian.


“Ayo.” Ajak Jodi pada Berlian yang tengah merapikan rambutnya.


Setelah Berlian siap, mereka keluar dari kamarnya. Terlihat di ruangan depan, Riksa, Tomy dan beberapa tim sudah menunggu mereka. Kemudian mereka berlalu menuju mobil mereka yang sudah terparkir di halaman rumah tersebut.


Dan Kendaraan yang membawa mereka pun berlalu meninggalkan tempat itu menuju jet pribadi yang telah menunggu mereka.


.........


Di tempat lain yaitu di kampus tempat Berlian kuliah, nampak Maurin tengah di brendel pertanyaan oleh teman-teman satu kelasnya.


“Eh Maurin, bener kabar tentang Berlian kabur di acara pertunangannya itu?.” Tanya salah seorang teman wanita.


“Bodoh sekali dia! Disaat kita mengharapkan Menara jadi pasangan kita, dia malah menolak, gue gak ngerti apa yang ada dalam isi kepala si Berlian itu.” Kata salah seorang lainnya.


“Cinta tidak bisa di paksakan.” Kata Maurin.


“Lalu dia mencari yang seperti apa lagi hah?! Kalau menurut kita kak Menara itu lelaki yang ideal dan sempurna, apa kurangnya coba?.” Ujar seorang penggemar Menara lainnya.


“Iya juga sih. Cuma gue heran aja sih sama Berlian.”


“Iya ya? Kalau kita yang di jodohin malah bersyukur banget.”


“Tapi memang benar sih, kalau gak cinta segimana itu cowok ganteng, ya tetap aja gak bisa di paksakan.”


“Kenapa bukan gue ya yang di jodohkan sama kak Menara hehe.”


“Kalian tahu? Berlian bilang padaku, dia menolak Menara demi kalian penggemarnya Menara biar kalian gak kecewa. Baik kan dia?.” Kata bohong Maurin.


“Benar dia bilang begitu Maurin?.”


“Benar lah. Nanti kalau dia sudah kembali, kalian tanya langsung saja sama dia, kalau kalian gak percaya.” Sambung Maurin.


“Ok nanti kita tanyakan sama dia. Oya ada kabar juga dia waktu kabur di culik orang. Benarkah itu Maurin?.”


“Ya itu Benar, tapi sekarang dia sudah ketemu dan sedang di jemput sama papanya ke negara X.” Jelas Maurin.


“Lagian pake kabur-kabur segala. Jadi nya di culik tuh.”


“Ah sudahlah… yang terpenting dia sudah selamat sekarang. Dan yang lebih penting lagi, kak Menara bukan milik siapa-siapa jadi kita masih bisa memiliki dia haha.”


Tawa mereka terhenti saat melihat sosok yang di bicarakannya masuk kedalam kelas mereka.

__ADS_1


Menara menghampiri Maurin dan meminta Maurin untuk mengikutinya, sepertinya Menara akan mengatakan sesuatu.


Kemudian mereka berdua berbincang di taman kampus.


“Maurin, aku mau tanya sama kamu. Sebelum Berlian kabur apa yang dia katakan padamu? Jawab dengan jujur.” Kata Menara.


“Mh.. di-dia bilang padaku kalau dia tak bisa bertunangan denganmu karena dia tidak tega menyakiti papa.. eh.. om nya.” Jelas Maurin.


“Ya, sudah ku duga dia kabur karena itu. Padahal kau tahu? Aku sedang berusaha menerima dia, tapi memang dia sangat mencintai laki-laki itu, aku bisa apa?.” Kata Menara dengan pandangan menerawangnya.


“A-apa kakak suka pada Berlian?.” Selidik Maurin.


“Gak tahu sih… tapi akhir-akhir ini, aku jadi gak suka melihat kedekatan dia dengan om nya itu. Entah kenapa.” Menara menghela nafas panjang.


“Mungkin itu cinta kak.”


“Gak tahu juga sih, oya Maurin, kalau kamu dapat info terbaru tentang dia, kabari aku ya?.” Kata Menara seraya pergi meninggalkan Maurin menuju kedua temannya yang memperhatikan dari kejauhan.


Setelah dekat dengan Yosan dan Arash, Menara mengajak mereka ke kantin, lalu duduk bersama di kantin.


“Apa yang Maurin bilang ke elo?.” Tanya Arash menyelidik.


“Gak ada, dia cuma bilang belum ada kabar terbaru dari Berlian.” Jawab Menara.


“Kualat itu, dia kabur malah di culik akhirnya.” Celoteh Yosan.


“Hehe… cinta memang tidak bisa di paksakan.” Sambung Arash. Kemudian, “Eh kita ketemu tante kita lagi yuk?.” Ajakan sesat Arash.


“Ogah, gue taubat ah.” Tolak Menara.


“Apa?! Taubat? Hahaha masa baru sekali elo langsung taubat Ra?.” Ledek Arash.


“Gue juga gak lagi-lagi deh. Setiap ingat saat gue bercinta sama si tante, gue kepikiran terus muka cewek gue. Gak tega gue.” Ujar Yosan.


“Haha kalian bener-bener payah. Oya si tante Kemaren transfer duit berapa sama kalian?.”


“300jt.” Jawab Menara dan Yosan kompak.


“Sama kalau begitu. Eh apa kalian gak pengen lagi gitu? Dapat duit terus di kasih enak juga? Haha.” Kelakar Arash.


“Gak! Kapok gue!.” Jawab Yosan.


“Heh Ar! Elo kalau mau masuk gerbang neraka! Gak usah bawa-bawa kita deh. Sono elo masuk aja sendiri. Pokoknya gue gak mau lagi! Titik!.” Tegas Menara.


“Hehe.. gue tahu ya… elo mau ngejar Berlian, iya kan?.” Goda Arash.


“Terserah gue!.” Jawab Menara seraya meninggalkan Arash di susul Yosan di belakangnya.


‘Sebelum elo bisa rebut Berlian dari tangan om nya, gue akan lebih dulu mengambilnya Ra… Sorry, kalau gue udah jadi penghianat yang manis buat elo hehe.’ Gumam Arash dengan tatapan jahatnya.


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Jangan lupa Like, vote dan favoritenya ya gais😍

__ADS_1


Terima kasih😘


__ADS_2