Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Human Trafficking


__ADS_3

Satu hari telah terkikis tanpa kehadiran Berlian bagai tahunan rindu yang membawa mimpi buruk pada hati seorang kekasih.


Yang sangat menyedihkan adalah kini sang kekasih seperti tengah berada di dunia lain yang kosong dengan bayangan yang mencekam.


Berlian tengah berada di tempat seorang dokter yang bernama Darius Ordones. Dokter Darius adalah seorang dokter ahli anatomi tubuh manusia. Ia bekerja sama dengan mafia human trafficking / perdagangan manusia bertaraf internasional.


Mereka melakukan perdagangan manusia melalui jaringan internet yang sulit terdeteksi, karena mereka melakukan transaksi di dalam situs dark web. Perdagangan manusia yang mereka lakukan adalah bervariasi dari anak-anak hingga perempuan dewasa.


Biasanya jika korbannya seorang wanita mereka memperdagangkannya untuk kebutuhan bermacam-macam, seperti untuk kebutuhan prostitusi, atau sebagai bahan alat kecantikan yang diambil dari organ tubuhnya dan kulitnya atau otaknya yang sengaja mereka ambil untuk kebutuhan cangkok otak.


Dan nasib Berlian kini di pertaruhkan di dalam sana.


Berlian masih tidak sadarkan diri di ruang observasi setelah seluruh anatomi tubuh dan anatomi otaknya telah di periksa oleh orang-orang dokter Darius.


Setelah beberapa jam di lakukan pemeriksaan terhadap Berlian, ia di tinggalkan di dalam ruang observasi tersebut, karena dua orang yang telah memeriksanya menghadap dokter Darius ke ruangannya untuk melaporkan hasil pemeriksaan pada tubuh Berlian.


“Selamat siang dokter Darius kami telah selesai memeriksa gadis itu.”


“Bagaimana hasilnya?.”


“Laporan tertulisnya sedang di rekap dan setelah lengkap akan kami berikan pada dokter.”


“Baik, laporannya gampang, sekarang saya ingin mendengar secara garis besarnya dari hasil pemeriksaan kalian, tolong ceritakan pada saya.”


“Baik dokter, dari hasil pemeriksaan anatomi otaknya, kami menemukan sesuatu yang unik dan tentunya berbeda dengan struktur otak orang kebanyakan dimana pada gadis ini kami menemukan lipatan wilayah abu-abu otaknya, tempat pikiran sadar (concious) berada, secara khusus, lobus frontal (frontal lobes), wilayah yang berkaitan dengan pikiran abstrak dan perencanaan, tak biasanya memiliki lipatan yang unik. Ini adalah sangat istimewa dokter, artinya ini adalah sesuatu yang canggih dalam otak manusia. Karena jika semakin tebal materi abu-abu pada otak seseorang akan semakin tinggi IQ seseorang tersebut. Artinya otak gadis ini sangat sangat berkualitas dan masuk kategori jenius. Kemudian pada anatomi tubuh gadis ini kami tak menemukan kecacatan dan masalah sedikit pun, dari sel, jaringan, organ dan sistem organ, secara keseluruhan semua baik tanpa cela sedikitpun dan bahkan darah yang mengalir di tubuhnya pun merupakan darah yang paling sehat, dan kulit yang ia miliki setelah saya teliti dan saya bandingkan dengan struktur kulit ratusan gadis dari berbagai negara, bahwa kulit milih gadis ini adalah kulit yang sangat berkualitas tinggi, dan satu lagi tentunya organ intim nya, dia betul-betul masih perawan dokter.”


Mendengar penjelasan dari kaki tangannya tentunya membuat dokter Darius bahagia tiada terkira karena korbannya yang baru ia dapatkan tentunya korban yang sangat berbeda dari korban-korban sebelumnya sehingga dapat di pastikan bahwa Berlian akan bernilai tinggi.


Sementara itu, pada ruang obsevasi terlihat Berlian mulai siuman dari ketidak sadarannya. Perlahan ia membuka matanya, ia merasakan kepalannya sedikit pusing, pandangan buram nya menangkap ke atas langit-langit lalu mengitari sekeliling, dimana ia melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Kemudian ia teringat terakhir kali pada saat ia melakukan perlawanan pada seseorang berbadan kekar di pantai itu, dan ia ingat betul pada saat setelah merasakan sakit pada area lehernya ia sudah tidak ingat apa-apa lagi.


‘Ya Tuhan… dimanakah aku ini? Tempat ini sama sekali tidak aku kenal. Apakah aku sedang berada di rumah sakit? Atau seseorang telah melakukan sesuatu padaku?.’ Bathin Berlian dalam kebingungan.


Kemudian ia raba tubuhnya, terasa oleh nya tubuhnya tak memakai apa pun, hanya di tutupi oleh selimut putih.


‘Papa… hiks hiks… papa dimana? Aku takut sendiri disini, sepertinya orang jahat akan melakukan sesuatu padaku. Tolong aku papa.’ Bathin Berlian kembali.

__ADS_1


Namun tiba-tiba terdengar derap langkah orang menuju kearahnya dari luar ruangan tersebut, dengan cepat Berlian. Menghapus air matanya dan kembali memejamkan mata berpura-pura kalau ia belum siuman.


Terlihat masuk dua orang tadi suruhannya dokter Darius.


Pada saat mereka berdua berbincang jelas sekali terdengar oleh Berlian,


“Gadis ini memang istimewa dan dapat menghasilkan uang puluhan kali lipat dari korban-korban sebelumnya.” Kata seorang yang perempuan sembari memakaikan pakaian pasien pada Berlian.


“Iya gadis ini membawa keberuntungan pada dokter Darius Ordones. Aku menduga gadis ini akan di lelang pada acara lelang akbar tahunan di negara X sana. Bukan seperti korban-korban yang kemarin, yang nasibnya sangat mengerikan harus dijual pada pengelola tambang di negara Y, hanya di jadikan pemuas nafsu bagi pekerja tambang. Dan pastinya orang yang akan mendapatkan gadis ini adalah orang yang akan membelinya dengan harga pantas.” Jawab yang lelaki.


Mendengar percakapan mereka betapa terkejutnya hati Berlian di buatnya. Betapa sedihnya ia yang kini tengah berada di dalam jaringan kejahatan human trafficking sebagai korban yang akan di perjual belikan ke luar negeri. Dalam bathinnya ia menjerit, mengharap pertolongan Tuhan akan nasib yang menimpanya.


Ia bingung dan prustasi. Entah apa yang bisa ia lakukan sekarang selain mencari kesempatan untuk kabur dari tempat tersebut. Lalu akankah ia dapat dengan mudah keluar dari tempat tersebut seperti mudahnya ia kabur dari acara pertunangannya?. Sungguh kemalangan telah ia rasakan kini.


Yang teringat dalam pikirannya adalah penyesalan dalam dirinya. Seandainya saja ia mengikuti kata-kata kekasihnya tentu ia tak akan sampai di tempat terkutuk seperti ini.


Tak ada yang dapat ia lakukan selain mencari celah bagaimana caranya ia meminta pertolongan agar bebas dari tempat tersebut.


Ia merasakan tubuhnya di pindahkan dari velbed ruang observasi ke atas velbed dorong. Kemudian di bawa seseorang di atas velbed itu kedalam ruangan lain yaitu ke dalam ruangan dokter Darius. Setelah dua orang itu meletakan tubuh Berlian. Mereka meninggalkan Berlian diruangan tersebut.


Melihat laptop itu Berlian ingat akan kekasihnya. Tiba-tiba muncul dalam otaknya kalau ia harus meminta pertolongan pada kekasihnya tersebut.


Dengan cepat ia bangkit dan berjalan mendekat kearah laptop tersebut, ia memanfaatkan waktu yang ada untuk mengirim pertolongan pada Jodi melalui emailnya.


Dengan cepat ia menggunakan alamat email dokter Darius sebagai alamat pengirim dan mengirimkan pesan itu kepada Jodi berharap alamat email tersebut dapat di jadikan sebagai jalan untuk menguak dimana kini ia berada.


Namun samar-samar ia mendengar suara derap langkah seseorang mendekat dan semakin jelas terdengar, dengan cepat ia menutup pesannya dan kembali berbaring di atas velbed tersebut.


Ia bersyukur saat seseorang itu masuk, ia sudah memposisikan dirinya di atas velbed sehingga seseorang itu tidak curiga kalau Berlian telah mengirim pesan pada Jodi melalui email. Dan harapannya kini sedikit terbuka, ia hanya berharap semoga kekasihnya dapat cepat menerima pesannya dan dengan cepat pula dapat membebaskannya dari tempat tersebut.


Yang masuk kedalam ruangan dokter Darius ternyata orang lain suruhan dokter Darius yang akan membawa Berlian ke tempat lain. Di bantu dengan salah seorang asisten ia membawa Berlian keluar dari ruangan tersebut dan entah akan di bawa kemana lagi.


‘Ya Tuhan… akan kemana lagi mereka membawaku… papa bukalah pesan yang aku kirimkan kepadamu… cepatlah selamatkan aku papa hiks.’ Kembali Bathin Berlian menjerit.


Ia merasakan tubuhnya berhenti pada suatu ruangan, terlihat seseorang hendak menyuntikan sesuatu pada tangan Berlian, dan memang benar satu suntikan menancap pada lengannya, karena tanpa adanya aba-aba, sehingga tusukan jarum itu membuat sedikit ada pergerakan dari tangan Berlian.

__ADS_1


“Dokter sepertinya dia akan siuman. Pada saat saya menyuntikan jarum infus barusan tangannya sedikit bergerak.” Kata salah seorang.


“Ya sudah, tambah obat biusnya. Pastikan dia harus tersadar setelah sampai di negara X.” Jawab salah seorang dokter.


“Baik dok.”


Kemudian salah seorang itu memasang infus pada tangan Berlian dan menambahkan obat bius pada cairan infus tersebut. Dalam kebingungan perlahan kesadaran Berlian lambat laun kabur dan kembali ia tidak sadarkan diri.


..........


Mendung masih menyelimuti hati sang kekasih. Terlihat Jodi di dalam ruangannya masih mematuk diri di atas sofa tanpa bersuara hanya pandangan kosong dan mata merahnya yang membuat wajahnya terlihat kusut.


Pagi itu Riksa masuk kedalam ruangan Jodi dan masih menemukan Jodi duduk di tempat seperti semalam dengan makanan yang ia tinggalkan tanpa terlihat tanda bekas menyentuhnya.


Riksa menghela nafas panjang dan duduk di depan Jodi. “Boss, sampai kapan akan seperti ini? Tidak makan dan tidak tidur. Bagaimana kalau sebelum sampai Boss menemukan kekasih Boss, Boss udah mati duluan.” Kata Riksa sedikit kesal.


“Rik gue gak bisa tidur, gue ingat terus sama dia. Gue belum bisa tenang sebelum gue dapat kabar pasti tentang dia.”


“Gue akan tunjukan sesuatu, tapi Boss harus mandi dulu dan makan.”


“Mana Rik? Elo mau tunjukin apa?.”


“Gue gak akan bilang sekarang, sebelum Boss mandi dan makan dulu, yang jelas apa yang gue tunjukan berhubungan dengan kekasih Bos.”


“Ok gue mandi sekarang.” Kata Jodi seraya masuk kedalam kamar mandi. Kemudian Riksa berlalu ke luar ruangan dan kembali lagi membawa dua porsi makanan untuk dirinya dan Bossnya.


Ia duduk menunggu Boss nya yang sedang membersihkan diri.


“Kasihan juga ya kalau lihat Boss kayak gini. Udah seperti orang gila aja gak kenal makan dan mandi.” Bathin Riksa.


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Jangan lupa tinggalkan jejaknya readers tersayang🥰


Makasih😍

__ADS_1


__ADS_2