Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Sugar Daddy


__ADS_3

Di dalam ruang kerja, Jodi terlihat sedang merenung memikirkan sesuatu, ia tengah menunggu kedatangan Riksa ke dalam ruangannya.


Tak lama Riksa pun masuk, “Ada apa Boss?.”


“Sini Rik, ada yang perlu gue bahas sama elo.” Kata Jodi kemudian Riksa duduk pada sofa di samping Jodi.


“Tadi Berlian cerita sama gue, katanya si Menara ngomong macam-macam lagi. Sepertinya anak itu nyari info tentang gue.” Sambung Jodi.


“Lah dasar bocah ingusan macam-macam saja. Terus apa yang harus gue lakuin sama dia Boss??.”


“Suruh aja team kita buat nyelidikin dia, maksudnya apa dia mencampuri urusan gue sama Berlian.”


“Ok Boss gue akan suruh team gue buat cari tahu.”


“Apa ya maksudnya tuh bocah, ganggu kenyamanan gue aja.”


“Tenang aja Boss nanti gue beresin. Biasalah selalu ada kerikil dalam setiap perjalanan.”


“Gak Rik, kalau misalkan seluruh dunia tahu cuma rahasia gue aja sih gak jadi masalah, yang gue takutkan, itu anak tahu siapa Berlian yang sesungguhnya dan elo tahu kalau misalkan dia menyebarluaskan kebenaran itu? Itu akan mengancam nyawa Berlian Rik. Akan banyak orang yang memburunya dengan berbagai macam alasan.”


“Cuman bocah mah gampang Boss nanti gue urus deh.”


“Ini gegara si Delima sih pake mau ngenalin sama orang sembarangan, gak di lihat-lihat dulu. Gue tahu dia khawatir sama Berlian, gue tahu di lakuin ini karena perhatiannya sama itu anak. Tapi harusnya cerita dulu sama gue.”


“Emang dia gak cerita dulu ya Boss?.”


“Gak, dia langsung bilang aja mau ngenalin Berlian sama putra temennya. Saat itu gue iya in karena gue pikir gak akan kayak gini, gak tahu nya itu anak bikin ulah.”


“Kalau gue boleh berpendapat sih, sepertinya si Menara nyari tahu sana sini, dan gue rasa dia punya tujuan cuma gue belum faham maksudnya apa?.”


“Coba elo cari tahu deh Rik.”


“Ok. Gue mau hubungi team gue dulu ya Boss?.”


“Ya gue tunggu secepatnya.”


“Siap.” Jawab Riksa yang kemudian berlalu meninggalkan ruangan Jodi.


*


Sementara itu di sebuah apartemen mewah nampak Narita tengah gelisah.


“Sialan! Kok si Menara sampai bisa tahu sih Hubungan aku sama papanya? Apa bener-bener dia lihat apa yang kita lakukan malam minggu kemarin itu ya?. Kalau memang dia benar melihat, bagaimana aku menjelaskannya?. Ah tapi masa bodohlah kehilangan seorang Menara tidak masalah bagiku. Yang penting aku jangan sampai kehilangan papanya, karena dia lah pohon uangku yang sebenarnya haha.” Gumam Narita.


Kemudian datang Dae Jung mendekatinya dari arah belakang dan memeluk tubuhnya.


“Apa yang sedang kamu pikirkan sayang?.” Tanya Dae Jung seraya mengecup ceruk leher Narita.


“Tidak ada sayang… aku hanya memikirkan sesuatu yang menjadi impianku selama ini.”


“Hehe.. aku tahu. Mobil sport itu kan?.”


“Tepat sekali! Kau memang mengerti impianku sayang.”


“Baiklah, aku akan mewujudkan impianmu itu. Besok asistenku akan mengirimkan impianmu itu.”

__ADS_1


“Benar kah?.”


“Apa aku terlihat sedang membohongimu?.”


“Tentu saja tidak sayang… terima kasih. Aku semakin sayang padamu Muach.” Kata Narita seraya membalikan tubuhnya lalu mencium mesra bibir Dae Jung. Dan terjadilah pergulatan dari keduanya.


“Kehilangan Menara tak Jadi masalah bagiku. Yang penting aku jangan sampai kehilanganmu Dae Jung. Kau lebih banyak memberikan apa yang ku inginkan Dea Jung. Persetan dengan cinta!!.” Bathin Narita.


“Kau telah menjeratku Narita. Tapi tubuhmu begitu menggodaku dan sangat memuaskan aku membuat aku tak bisa lepas darimu.” Bathin Dae Jung.


Keduanya membathin tatkala tengah melakukan senggama yang menggairahkan. Hingga membuat mereka berdua merasa saling terpuaskan satu sama lainnya.


*


Sementara itu, di sebuah cafe nampak Menara dan kedua temannya Arash dan Yosan tengah menikmati suasana sorenya. Setelah pulang kuliah mereka tidak langsung pulang ke rumah mereka, karena sudah menjadi kebiasaan mereka berkumpul bersama dan mereka akan pulang setelah hari sudah malam.


“Gue masih gak percaya sama kelakuan si Narita itu, kok bisa-bisanya ya dia selingkuh dari elo.” Kata Yosan sembari menikmati minumannya.


“Biasalah cewek jaman sekarang kan sukanya sama sugar daddy haha.” Kelakar Arash.


“Gak tahu lah. Memang pada brengsek tuh cewek.” Ujar Menara kesal.


“Makanya sama cewek tuh jangan serius-serius amat. Selama dia masih bisa muasin kita, kita jalanin, kalau sudah salah satu diantara kita sudah tidak cocok, ya tinggalin. Kita mah gampang tinggal nyari lagi aja, cewek banyak di dunia ini haha.” Kelakar Arash.


“Elo bisa begitu tapi gue gak bisa Ar, apalagi kalau cewek itu udah kita rusak.” Timpal Yosan.


“Buktinya noh si Narita, kurang gimana teman kita ini mencintainya, karena sudah merenggut kegadisannya. Tapi kok dia bisa seenak jidatnya selingkuh. Gilanya lagi dengan calon mertua, Cih najis gue.” Ujar Arash.


“Mungkin karena bokap gue lebih bisa memberikan dia macam-macam ketimbang gue.” Kata Menara.


“Sekarang rencana elo sama dia bagaimana?.” Tanya Yosan.


“Terus gimana reaksinya?.” Tanya Arash


“Ya gitu? Gak ngaku kalau dia ada hubungan sama bokap, padahal udah jelas-jelas gue lihat depan mata kepala gue sendiri.” Jelas Menara.


“Dasar cewek bangsat emang.” Timpal Arash.


“Udahlah cewek kayak gitu gak pantas di sayangin. Buang-buang waktu aja. Kalau suatu saat dia nyesel udah selingkuhin elo! Itu salah dia sendiri. Jangan pernah elo mau balik sama dia Ra sekali pun elo masih cinta, rugi tahu!.” Ujar Yosan.


“Oya kabar si Berlian gimana Ra?.” Tanya Arash seolah menyelidik.


“Tadi pagi gue ngomong sama dia kalau kita udah tahu tentang dia sama Jodi itu.” Jawab Menara.


“Terus?.” Arash penasaran.


“Ya dia keburu pergi karena si Narita telepon gue.”


“Gue heran sama si Berlian kok mau ya sama Jodi, secara usianya kan seumuran bokapnya kali. Terus apa yang dia cari dari lelaki itu?.” Yosan dengan mimik tak percaya.


“Udah gue bilang cewek jaman sekarang itu sukanya sama sugar daddy! Kalau cowok yang udah mapan kan udah siap segalanya, cewek minta apa saja bisa langsung di kasih. Beda sama kita-kita, yang harus berjuang dulu dari nol, dan kondisi itu yang bikin cewek gak betah.” Timpal Arash.


“Gak jauh beda sama elo! Elo juga sukanya sama tante girang!.” Balas Menara.


“Haha… sama brengseknya dong elo sama mereka haha.” Kelakar Yosan.

__ADS_1


“Eh anjir gue mah beda… emang gue idola para tante jadi gue gak mau sia-siakan kesempatan ini.”


“Ya tetap aja pada intinya kalian suka sama pasangan yang sudah tua!.” Menara menimpali.


“Elo tahu gak gimana rasanya tante?, bersama mereka tuh gak banyak masalah, tante sangat pengertian dan gak banyak tingkah, oh tante itu baik, selain bisa memberikan kita kepuasanan, dia bisa memberikan apa pun yang kita inginkan. Coba deh kawan, pasti kalian akan ketagihan haha.” Kelakar Arash.


“Najis luh!.” Ujar Yosan.


Kemudian dari pintu masuk terlihat empat orang perempuan yang usianya kira-kira 35 tahun keatas, memasuki cafe tersebut dan ke empat perempuan itu duduk tidak jauh dari tempat duduk mereka.


“Noh lihat kawan… contohnya mereka berempat, merekalah yang dapat memuaskan kita. Mari kita coba.. haha.” Kelakar Arash kembali.


Kemudian Arash mengeluarkan jurus mautnya untuk menggoda empat wanita tersebut, terlihat Arash dengan pandangannya memberikan kode pada salah satu wanita, tentunya hanya dia sendiri yang tahu arti dari kode tersebut. Alhasil terlihat salah seorang dari mereka memanggil Arash dengan bahasa tubuhnya dan Arash pun mendekat ke arah wanita yang memanggilnya itu.


“Kalian bertiga lagi patah hati ya?.” Kata salah seorang wanita itu pada Arash.


“Kok tante tahu sih.” Jawab Arash dengan tatapan menggodanya.


“Mau gak tante obatin hati yang patahnya hehe.”


“Mau dong tante, hehe.”


“Nanti malam datanglah ke rumah tante, akan ada pesta di sana.”


“Baiklah tante, kita pasti datang.”


“Ok, berikan nomor ponselmu padaku.”


Kemudian Arash meraih tangan tante itu dan mengambil ponsel yang di pegangnya, kemudian mengetik nomor ponselnya pada ponsel wanita itu.


“Sudah tante.. nomor ku sudah di save pada ponsel tante.”


“Baiklah… tante tunggu nanti malam ya??.”


“Baik tante.” Jawab Arash seraya mencium punggung tangan tante itu dan berlalu meninggalkannya menuju mejanya semula.


“Tunggu mereka menghubungi kita kawan… nanti malam kita edan kan haha.” Tawa Arash.


“Gila luh ya! Dasar gigolo edan.” Ujar Yosan.


“Tidak ada salahnya elo mencoba hal baru Yos, elo akan rasakan sensasi yang berbeda. Gue jamin elo akan ketagihan haha.”


“Anjir! Dasar me*um luh!.” Kata Menara.


“Elo gak mau Ra?.” Tanya Arash. Terlihat Menara terdiam seperti tengah menimang perasaannya, lalu setelah lama berfikir akhirnya, “Ok. Gue mau coba!.” Ucapnya mantap.


“Haha… bagus! Dan elo Yos, elo bakal nyesel kalau elo gak ikut kita!.” Kata Arash pada Yosan.


Dan Yosan pun berfikir yang akhirnya dia memutuskan, “Ok. Siapa takut! Gue juga mau coba! Puas luh!.” Geram Yosan.


“Haha… selamat datang di dunia baru kawan!.” Kelakar Arash.


Dan mereka bertiga pun mengakhiri pertemuan di cafe tersebut dengan membawa harapan bahwa nanti malam akan membuat mereka melupakan kepenatan dan dapat merasakan sensasi baru yang telah Arash katakan tadi pada mereka.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


Jangan lupa Like & vote juga hadiahnya ya kawan😍


Makasih😘


__ADS_2