
“Papa!!!.” Berlian membulatkan bola matanya. Ia sangat sangat terkejut pada saat melihat siapa yang memasuki ruangan kelasnya. Ternyata yang menjadi dosen istimewa di kelasnya adalah Jodi. Ya, Jodi akan menjadi penceramah di kelasnya membawakan materi ilmu pengantar rekayasa dan desain.
“Kenapa papa gak bilang kalau mau jadi dosen istimewa di sini.” Bathin Berlian.
“Berli…. Bukan kah itu papamu?.” Tanya Maurin membuyarkan lamunan Berlian.
Sementara mahasiswi yang lain begitu terpana melihat ketampanan Jodi yang menghipnotis mereka semua.
“Coba tiap hari aja dosennya kayak gini, gue mah rela gak pulang juga.” Ujar salah satu mahasiswi.
“Ya Tuhan… ketampanan yang paripurna, rela gue jadi yang kedua juga.” Mahasiswi B.
“Ckckck… udah ganteng pimpinan perusahaan lagi… pepet ah hihi.” Mahasiswi C.
“Wih… sempurna banget ni bapak-bapak.. harus dapat nih nomor ponselnya hehe.” Mahasiswi D.
Dan banyak lagi beragam ungkapan kekaguman lain dari mahasiswi yang berada di kelas itu. Kemudian Jodi mulai memperkenalkan diri.
“Hallo Class!.” Sapa Jodi. Di jawabnya dengan riuh oleh seluruh mahasiswi. Swit… swiw….!!
“Ok. Terima kasih atas sambutannya yang begitu meriah. Perkenalkan nama saya Jodi Pratama. Menjadi suatu kehormatan bagi saja dapat bekerjasama dengan salah satu Universitas ternama di negeri ini. Dan ini merupakan kali pertama bagi saya sebagai dosen istimewa, sehingga membuat saya merasa menjadi orang yang sangat istimewa terutama di ruangan kelas ini. Saya adalah seorang pimpinan di sebuah perusahaan dan…. untuk mencapai titik ini tidaklah mudah. Banyak waktu, keringat dan darah yang telah saya korbankan, karena untuk mencapai level tertinggi dari suatu tujuan, tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Tetapi di butuhkan kejujuran dan kerja keras serta kepercayaan diri yang tinggi. Saya akan membagi pengalaman saya dengan anda. Dan saya harap anda semua dapat mengambil pelajaran yang tentunya dapat membawa manfaat dalam hidup kita semua. Saya mengawali karier saya menjadi seorang asisten dari seorang CEO yang sangat handal dalam mengusai ilmu manajemen. Darinya saya belajar banyak, hingga beliau mempercayakan kepada saya untuk memimpin beberapa perusahaan miliknya. Lalu bagaimana beliau bisa mempercayakan segalanya pada saya? sehingga beliau memilih saya untuk membangun perusahaannya yang lain? Jawabannya hanya satu. Yaitu jadilah orang yang mengerti. Karena di dalam sebuah team work, hal yang utama agar kita dapat menjalani segala urusan dengan baik dan membangun team work yang kompak, pintar saja tidak cukup, tetapi kita harus menjadi orang yang mengerti. Mengerti akan bagaimana membangun perusahaan dengan baik, mengerti akan bagaimana menghadapi datangnya tantangan dari luar dan dari dalam, mengerti bagaimana cara mencari solusi di atas solusi dan banyak hal lain lagi yang harus kita mengerti. Lalu bagaimana agar kita menjadi orang yang mengerti? Jawabannya pun hanya satu, yaitu membaca. Jika anda ingin menjadi orang yang mengerti, jadilah orang yang pandai membaca, selain membaca buku, anda juga harus dapat membaca diri, dan membaca situasi. Karena dari membaca, selain akan menjadikan diri anda pintar, anda juga akan dapat membuat diri anda menjadi pribadi yang mengerti. Dan hanya sekedar membaca pun itu tidaklah cukup, tetapi dari apa yang kita baca itu usahakan selalu untuk menelaah, mengkaji dan mempelajarinya, dengan begitu kalian akan tahu dari apa yang kita baca itu bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Prinsip hidup saya adalah, I hear I forget, I see I know, I do I Understand. Jadi mendengar dan melihat saja tidaklah cukup untuk membuat kita menjadi pribadi yang mengerti, tetapi anda harus masuk kedalamnya, dalam arti, kajilah apa yang kita lihat dan kita dengar, maka kita akan mampu menjadi pribadi yang mengerti.” Jelas Jodi. Dan itu adalah perkenalan yang sangat membuat mereka takjub terutama bagi mahasiswi yang dari awal kedatangan Jodi membuat mereka semua terhipnotis.
Kemudian Jodi melanjutkan ceramahnya. “Baik. Disini… di hadapan anda semua saya berdiri. Dan saya akan sharing mengenai ilmu pengantar rekayasa dan desain. Apa anda semua tahu tujuan dari ilmu ini? Ilmu pengantar rekayasa dan desain tujuannya adalah agar anda semua setelah lulus nanti menjadi manusia yang siap bersaing dalam industri dan dunia kerja, kenapa ilmu ini penting? Karena ilmu ini adalah merupakan dasar-dasar keilmuan yang integratif dan penerapannya pada masalah rekayasa dan desain sederhana, pemahaman dan pengalaman tentang bidang multidisipliner dan bekerja dalam team. Motivasi belajar pada tingkat lanjut, dan pengetahuan tentang isu kontemporer. Lalu apa itu isu kontemporer yang di maksud? Ada yang bisa menjelaskan? Silahkan?.” Tanya Jodi pada mahasiswi dan mahasiswa yang hadir di kelas itu. Semuanya terdiam, jangankan untuk berbicara untuk membuka mulut saja membuat mereka kaku karena karisma Jodi masih mempengaruhi pikiran mereka.
“Baik. Akan saya jelaskan kembali Isue kontemporer adalah suatu pokok persoalan yang terjadi pada masa sekarang atau menjadi trending topik pada saat ini, jadi solusi penyelesaiannya harus sesuai dengan masa kini atau masa modern. Lalu apa yang menjadi masalah saat ini dalam industri dan dunia kerja? Ada yang bisa menjawab?.” Tanya Jodi kembali. Namun kembali mahasiswi dan mahasiswa di buat terdiam.
“Hehe.. apa cara saya memberikan materi kurang baik? Atau sepertinya anda semua tidak faham?.” Sambung Jodi.
“Tidak Mr. Saya sangat terkesan sekali bagaimana anda menyampaikan materi. Hanya saja saya malu mau bertanya hehe… kami terpukau dengan wajah anda hehe..” Ujar salah satu mahasiswi. Huuuuu…. Semua bersorak.
“Baik, terima kasih atas pujiannya, saya merasa tersanjung… Kita lanjut ya? Karena setelah ini saya akan memberikan study kasus pada anda semua.”
Kemudian Jodi melanjutkan ceramahnya hingga selesai.
Setelah Jodi selesai memberikan ceramahnya, ia pun meninggalkan kelas tersebut. Sementara Berlian hanya memandangi kepergian Jodi dari kelas itu sampai tubuhnya luput dari pandangannya.
“Maurin! Kamu jangan bilang-bilang pada yang lain ya? Kalau tadi adalah papaku.”
“Kenapa? Kau malu?.”
“Bukan begitu Rin. Aku gak enak saja sama temen-temen yang lain.”
“Harusnya kamu bangga Berli, papamu menjadi dosen istimewa di sini.”
“Iya sih… tapi papaku gak bilang sebelumnya kalau dia mau jadi dosen istimewa di sini.”
“Mungkin mau ngasih kejutan sama kamu kali Berli.”
“Ya mungkin.”
Kemudian mereka melanjutkan mata kuliah lain sampai mereka selesai mengikutinya.
Siang itu Berlian sudah di jemput oleh Riksa asisten Jodi karena sudah tidak ada lagi mata kuliah yang ia ikuti.
__ADS_1
“Maurin, kau mau kemana sekarang?.” Tanya Berlian sembari keluar dari lingkungan kampus.
“Aku ada janji Berli.”
“Kapan-kapan main ya ke rumah ku ya?.”
“Siap! Nanti aku main deh ke rumahmu.”
“Baiklah, aku duluan ya? Asisten papaku tuh lihat, sudah menungguku.” Berlian menunjuk ke arah mobil yang sudah menunggunya.
“Ok. Sampai ketemu besok ya Berli.”
“Ya.” Kemudian Berlian masuk ke dalam mobilnya. Sementara Maurin berlalu menuju mobilnya yang sedikit jauh dari mobil Berlian.
“Papa kemana kak?.” Tanya Berlian pada Riksa setelah ia duduk pada jok belakang.
“Papa tuan putri lagi ada meeting. Tadi pulang dari kampus ini langsung ditunggu di ruang rapat.”
“Oh… terus aku pulang kemana ini?.”
“Kata Boss tuan putri ke kantor dulu nanti pulangnya sama-sama dari kantor.”
“Oh baiklah.”
Kemudian mobil yang Riksa kendalikan meluncur meninggalkan halaman parkir kampus.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan, akhirnya mereka sampai di kantor Jodi dan langsung masuk ke dalam gedung kantor itu.
“Tuan putri langsung ke ruangan Boss saja ya?menunggu Boss di sana, saya mau langsung keruang rapat.” Kata Riksa.
“Baiklah.” Ujar Berlian dan ia langsung masuk kedalam lif, setelah sampai di lantai tujuan, ia langsung melangkahkan kakinya ke ruangan Jodi.
“Boss menyuruh saya urung mengantar makan siang ini buat anda.” Kata Riksa yang kemudian menyimpan nasi box di atas meja sofa itu.
“Papa udah makan belum ya kak?.” Tanya Berlian pada Riksa.
“Kebetulan Boss makan bersama relasinya karena sebentar pagi rapatnya akan di lanjutkan.”
“Oh baiklah. Makasih kak.”
“Ya tuan putri, saya permisi kembali ke ruang rapat.”
“Baiklah.”
Setelah Riksa meninggalkannya di ruangan itu, Berlian membuka nasi box yang di letakan oleh Riksa tadi. Lalu ia memakannya karena cacing di dalam perutnya sudah meronta-ronta.
Ia sangat menikmati makan siangnya. Sampai melahap habis paket nasi box tadi. Selesai melahap habis, ia membaca buku di atas sofa tersebut hingga ia tertidur pulas.
Entah sudah berapa lama ia tertidur di atas sofa itu hingga sampai akhirnya Jodi masuk ke dalam ruang tersebut dan melihat penampakan putrinya tengah tertidur pulas.
Kemudian Jodi membuka jas nya dan memberikannya pada Riksa, lalu melonggarkan dasinya dan menggulung lengan bajunya.
Perlahan ia angkat tubuh gadis itu ala bridal style dan membawanya ke kamar pribadi dan membaringkannya di atas tempat tidur.
Sementara Riksa berlalu dari ruangan Jodi menuju ke dalam ruangannya.
Ia pandangi wajah yang tertidur pulas itu lalu mengecup keningnya. Dan ia pun merebahkan tubuhnya di samping gadis itu.
__ADS_1
Di saat Jodi memejamkan matanya Berlian malah terjaga, di pandanginya lelaki yang terbaring di sampingnya itu.
“Kau tahu? Betapa cemburunya aku tadi, pada saat teman-temanku mengagumimu dan memujimu. Ingin rasanya aku berteriak dan mengatakan pada mereka, bahwa kau adalah kekasihku, agar mereka berenti memujamu.” Gumam Berlian.
Hening sejenak, namun tiba-tiba terdengar suara yang keluar dari mulut lelaki itu dengan mata yang masih terpejam. “Hehe.. kenapa tak kau lakukan saja tadi sayang.” Ucapannya.
“Papa!!.” Teriak Berlian sembari menggoyang-goyangkan tubuh lelaki itu. “Papa jahat!!.”
“Hey… memangnya kenapa sayang?.” Jodi membuka matanya rupanya dia belum tertidur.
“Kenapa papa tak bilang padaku kalau akan ngisi mata kuliah di kampusku?.”
“Surprise!!! Hehe.” Kata Jodi seraya memeluk gadis itu dan membenamkan wajahnya di perut ramping itu.
“Kenapa papa gak bilang!.”
“Kalau papa bilang padamu pasti kamu melarang papa, papa gak bilang saja kamu sudah cemburu pada teman-temanmu itu hehe.”
“Tentu saja aku tak akan mengijinkan papa. Papa genit ya sama cewek-cewek di kampus?!.” Rajuk Berlian.
“Hehe… harusnya kamu bangga sayang… berarti kamu tidak salah pilih.”
“Tentu saja aku bangga tapi papa nya genit. Aku gak suka papa ada di kampusku.”
“Tapi papa udah kontrak sama pihak kampus sayang.. gimana coba?. Jangan cemburu gitu dong sayang, biarkan saja mereka begitu yang penting kan papanya gak macam-macam sama cewek-cewek disana. Lagian gak tiap hari juga papa ngasih ceramahnya cuma sesekali saja.”
“Awas aja ya kalau papa genit depan cewek disana.”
“Gak akan sayang.”
“Janji?!.”
“Iya janji… cup dulu dong hehe.” Kemudian Jodi mengecup bibir mungil itu.
“Oya papa, tadi waktu mau masuk kelas, kak Menara menghadang aku.”
“Ngapain dia?!. Awas aja kalau dia berani menyentuhmu.”
“Dia narik aku ke ruangan olah raga papa.”
“Apa?! Mau apa dia membawamu kesana?! Apa yang dia lakukan hah?!.” Tanya Jodi dengan wajah sedikit kesal.
“Dia cuma bilang katanya dia tahu rahasiaku, kalau papa sebenarnya bukan papa biologisku dan dia bilang kalau papa adalah pacarku. Dan aku disuruh berhati-hati sama papa.”
“Apa maksudnya itu bocah bilang gitu sama kamu! Macam-macam saja itu anak.” Jodi terlihat semakin kesal.
“Lalu kamu percaya gitu sama omongan si Menara itu?.”
“Gak papa. Cuma aku heran saja kenapa dia mengatakan kalau aku harus berhati-hati sama papa.”
“Sayang… dengar baik-baik! Kalau kau sayang sama papa, jangan percaya omongan orang lain apalagi omongan si Menara itu. Lain kali jika dia mengajakmu bicara, kau harus bisa menghindar darinya. Kau paham?! Papa akan cari tahu kenapa dia sampai bilang begitu. Pasti ada sesuatu di balik ini.” Selidik Jodi.
“Iya papa, aku sayang papa dan aku tak akan percaya apa yang di katakannya.”
“Bagus! Sekarang Istirahatlah disini. Papa ada urusan dulu di ruangan.” Kata Jodi kemudian dia menghubungi Riksa untuk datang ke ruangannya.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
Terima kasih yang sudah Like, vote, favorite, hadiah dan komennya… eh bintang limanya juga jangan lupa ya😍😘🥰