
Hati-hati dengan konten 21+
Harap bijak dalam membacanya!!!
Terima kasih😘
Selamat membaca!!!!
.......
Kuba adalah negara multikultural, sebagian besar perkotaan, meskipun hanya memiliki satu kota besar yaitu Havana (La Habana), ibu kota dan pusat komersial negara, di pantai barat laut. Havana memiliki tepi laut yang indah dan di kelilingi oleh pantai yang indah, daya tarik untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari luar negeri.
Sengaja Jodi memilih negara itu untuk melakukan pertemuan rahasia dengan kliennya, karena ia ingin membawa serta sang istri untuk sekalian berbulan madu di negara itu.
Berlian memang menyukai sejarah-sejarah dunia dan menurut Jodi mungkin tempat ini lah yang akan membuat istrinya suka. Karena negara ini merupakan negara unik yang dapat menyenangkan mata bagi pengunjungnya.
Setelah menempuh penerbangan kurang lebih 23 jam antara Jakarta - Mexico - Kuba. Akhirnya mereka sampai di negara tersebut, terlihat pancaran suka cita dari wajah cantik sang istri kala suaminya membawa ia ke sebuah tempat yang bernama Old Havana. Sebuah kota yang sangat cantik kala mata mengitari sekitarnya.
Mereka akan tinggal di salah satu hotel yang bernama hotel Nacional de cuba. Sengaja Jodi memilih tempat itu karena gedung hotelnya merupakan salah satu bangunan yang bersejarah dan di lestarikan untuk rakyat negara tersebut. Dan tentunya akan membuat sang istri tambah bersemangat.
“Waah…Papa…. Ini indah sekali.” Decak kagum terlontar dari mulut sang istri yang tiada henti memandang sekitar.
“Kau suka sayang?.”
“Suka sekali papa.”
“Di taman sana nanti kau dapat menyaksikan indahnya sunset.” Tunjuk Jodi pada salah satu area taman di sekitar gedung hotel tersebut.
“Benar kah??.” Waw… ini sangat menyenangkan. Terima kasih papa, sudah bawa aku ke tempat ini.” Ia memeluk suaminya dengan penuh suka cita.
“Nanti juga papa akan membawamu ke beberapa tempat wisata yang akan membuatmu tambah bahagia.” Jodi membalas pelukan sang istri seraya mencium pucuk kepalanya.
“Papa nanti akan membawamu ke Castillo El Morro, itu adalah daerah pesisir dermaga terbaik untuk menyaksikan matahari tenggelam, kemudian nanti papa akan membawamu ke museum sejarah negara ini dan tempat wisata lainnya.” Sambung Jodi.
“Wah.. itu sangat menyenangkan sekali papa.” Betapa bahagianya ia kala sang suami mengatakan kata museum yang memang tempat itu adalah kegemarannya.
“Ya sudah sekarang kita istirahat dulu, oya, papa besok akan melakukan pertemuan dengan klien, kau ikut ya sayang?.”
“Baik papa.”
“Rik, kamar elo di sebelah ya?.” Tunjuk Jodi pada asistennya sebelum ia masuk ke dalam kamar bersama istrinya.
“Ok. Siap Boss.”
Kemudian mereka masuk kedalam kamar hotel mereka masing-masing. Untuk beristirahat sejenak menghilangkan lelah sisa perjalanan panjang mereka.
Singkat waktu, setelah mereka beristirahat akhirnya mereka pergi keluar hotel untuk berjalan-jalan menunggu malam.
Mereka mengunjungi suatu tempat yang bernama Fabrica de arte cubano, dimana tempat itu merupakan sebuah tempat studio pameran foto dan lukisan. Sembari melihat pameran lukisan mereka pun menikmati live music di sana. Tentu saja sang istri merasa senang di bawa ketempat tersebut.
Berlian mengamati setiap lukisan dan foto yang ia lihat, di ikuti Jodi dan Riksa di belakangnya.
“Oya Rik, Bagaimana pengusaha cina itu? Apa mereka sudah ada di sini?.”
“Tadi mereka ngasih kabar katanya udah sampai Mexico, sepertinya sekarang lagi on the way ke sini dari Mexico.”
__ADS_1
“Siapa namanya?, gue lupa.”
“Tuan Shen biasa kita panggil dia, lengkapnya Fu Shen.”
“Oh ya tuan Shen.”
“Perusahaan mereka merasa di curangi oleh pihak lawan, asalnya mereka partner. Konon lawannya meluncurkan virus dan vaksin yang tidak ada dalam daftar yang di lampirkan pada nota perjanjian kerja sama mereka, dan gilanya seperti pemberontak saja, mereka main belakang dengan pengusaha dari negara super power.” Jelas Riksa.
“Pasti ada sesuatu di balik semua itu. Bisa jadi memang partner nya pernah kecewa kali sama tuan Shen, jadi dia melakukan cara ini untuk saling menghancurkan.”
“Iya, cuman ngeri juga ya? kalau seandainya kita di suruh tuan Shen buat ngelawan pihak dari negara super fower itu?.” Ujar Riksa.
“Tugas kita kan gak sampai sana Rik, kita cuma nyari tahu aja kemana saja partner tuan Shen itu mendistribusikan virus dan vaksinnya?. Udah selesai!.”
“Iya sih.”
Di tengah perbincangan mereka Berlian menghampiri mereka.
“Sudah puas sayang lihat-lihat lukisannya?.” Tanya Jodi pada istrinya yang baru saja menghampirinya.
“Sudah papa… sekarang kita kemana lagi?.”
“Sekarang kita ke Castillo El Morro untuk melihat matahari tenggelam.”
“Ok”
Akhirnya mereka betiga berlalu meninggalkan studio pameran lukisan itu menuju tempat selanjutnya.
Singkat waktu mereka telah sampai di tempat yang bernama Castillo El Morro itu, salah satu tempat wisata di Kuba yang sering di pakai untuk lokasi shooting, salah satunya pernah di pakai shooting drama Korea Encounter.
“Ini benar-bene indah.” Decak kagum terlontar kembali dari bibir indah Berlian.
“Tidak salah kan papa membawamu kemari?.”
“Iya papa… papa the best deh pokonya.”
“Oya? Besok papa mau mengajakmu ke tempat lain yang tak kalah serunya. Kau mau?.”
“Tentu saja aku mau papa.”
“Ok. Nanti papa akan bawa kamu ke taman kota dan tempat yang menjual barang antik.”
“Yeah… aku suka… aku suka papa.” Istrinya nampak senang dan bersemangat.
“Oya? Kapan ibu, opa dan oma nyusul kita ke sini?.” Pertanyaan istrinya itu membuat Jodi sedikit harus berbohong.
“Papa belum tahu… nanti kita tanyakan ya sayang.”
Mereka sangat menikmati pemandangan alam sekitar, bermesraan berdua semakin menambah kebahagiaan honeymoon mereka.
Sementara Riksa yang berada tidak jauh dari tempat mereka pun begitu menikmati pemandangan sekitar meskipun ia menikmatinya sendiri.
Hingga tak terasa, malam pun menjelang seakan melambaikan tangannya menjemput mereka untuk kembali beristirahat. Meluangkan waktu untuk sejenak rehat dari kenyataan indah yang mereka rasakan, menuju alam mimpi yang tak kalah indahnya bagi mereka yang mendapatkan bunganya.
Dan mereka pun akhirnya telah sampai di hotel tempat mereka tinggal, mereka akan tinggal di hotel tersebut sampai beberapa hari ke depan.
Berlian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur hotel itu dengan membawa kesan yang membuatnya bahagia.
__ADS_1
Perlahan sang suami mendekatinya seraya berbisik, “Sekarang aku akan membawamu ke pintu surga.”
“Kenapa hanya sampai pintu surganya papa?.”
“Karena untuk memasuki surganya belum saatnya sayang. Kita harus bersabar sampai kau benar-benar siap.”
“Baiklah. Kalau begitu… bawa aku sekarang menuju pintu surga itu.” Pinta sang istri.
Keduanya merasakan keindahan yang tak terelakkan, belaian lembut itu membuat dirinya melayang melambung tinggi hingga nyanyian cinta menggema ke segala sisi.
Sang cinta tak kuasa merasakan sensasi indah yang membuatnya melambung jauh ke angkasa raya hingga membuncah.
Deru nafas masih terasa kala bibir kokoh sang suami mengecup kening basah bersimbah peluh. Lalu dipeluknya tubuh itu dengan erat. Hingga perlahan keduanya terlelap menyambangi alam mimpi.
*
Sementara itu di tempat lain, yaitu di rumah mewah yang berada di sudut ibukota tepatnya di negara kita tercinta. Nampak tiga wanita senior terkejut karena mereka kehilangan sosok kesayangannya.
“Loh! Mereka kemana ya? Kok gak ada di kamarnya?.” Kata Irma yang saat itu memasuki kamar cucu dan menantunya.
“Mungkin mereka lagi olah raga kali ya?.” Sahut Delima yang berada di sampingnya.
“Mungkin juga, tapi bukannya ibu hamil dilarang capek-capek gitu ya?.” Eva berujar yang datang dari arah belakang mereka.
“Tapi kalau cuma jalan santai gak apa-apa kali ya?.” Sambung Delima.
“Ada apa kalian ribut-ribut!.” Budi yang tiba-tiba datang ke tengah-tengah mereka.
“Pasti sedang mencari pengantin baru ya?.” Kata Ferry yang menyusul dari belakang Budi.
“Kalian tahu? Mereka sekarang lagi honeymoon.” Kata Budi. Sontak membuat wanita-wanita senior itu terkejut.
“Honeymoon.” Jawab mereka kompak.
“Kok kita gak tahu!.” Kata Irma.
“Mereka mendadak pergi. Sekalian ada kerjaan di luar kota.”
“Ah padahal kita pengen ikut sama mereka.”Delima menimpali.
“Alah kayak gak pernah muda saja. Biarkanlah mereka honeymoon berdua. Jangan ganggu mereka.”
“Kita bukan mau mengganggu tapi mendampingi mereka.” Jelas Delima.
“Ah sama saja.”
“Mereka bulan madu kemana pak?.” Tanya Irma pada suaminya.
“Bapak juga kurang tahu kemana-mananya. Yang jelas mereka ke luar negeri.”
Kemudian mereka sama-sama meninggalkan kamar sang pengantin menuju taman samping rumah itu.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Jangan lupa Like, vote, komen dan favorite nya😍
Makasih😘
__ADS_1