Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Makan malam romantis


__ADS_3

Hari bergulir kian cepat, mengikis hari kemarin yang semakin terlupakan.


Tak terasa waktu berganti bulan. Dan bulan ini adalah tepat bulan kelahir Berlian dimana usianya menginjak 17 tahun.


Tentunya Jodi tidak akan pernah lupa akan hari spesial wanita tercintanya.


Ia telah menyiapkan hadiah untuk kekasihnya itu, begitu setiap tahunnya, yang ia lakukan untuk kekasih tercintanya bahkan sedari gadis itu masih kecil.


Meski Jodi tak pernah membuat pesta ulang tahun untuk gadisnya, tetapi dia tak akan pernah lupa memberikan kado terbaiknya untuk wanita tercintanya itu.


Sejak kejadian kedatangan wanita yang mengaku putrinya itu, hubungan Jodi menjadi renggang dengan Berlian, tak ada lagi pelukan, kecupan hangat, apa lagi ritual gendongan sayang yang telah menjadi kebiasaan Jodi yang di lakukan terhadap Berlian sejak kecil.


Suasa selalu dingin dari hari ke hari. Bahkan mereka pun tidur terpisah di kamar masing-masing selama perang dingin itu. Tentu saja kondisi itu menumbuhkan kerinduan di hati mereka masing-masing. Namun sepertinya keduanya masih dapat menahan gengsinya sekuat tenaga.


Sampai hari ini perang dingin diantara mereka pun masih berlanjut.


Sementara karena kesibukan, Jodi pun belum sempat mendatangi kediaman Faradina dan belum dapat mempertemukan mereka untuk meng-Clear kan masalah mereka. Mungkin karena itulah yang membuat mereka masih melancarkan perang dinginnya.


Hari itu Jodi tengah sibuk di markasnya bersama Riksa, sementara Berlian tinggal dan mengikuti e-learning di rumah, karena semenjak perang dingin itu ia jarang ikut bersama Jodi, namun di rumah pun ia tidak sendiri karena oma dan opa nya tinggal untuk menemaninya.


Deert!!! Ponsel tanda pangggilan masuk pada ponsel Berlian,


“Hallo Berli, selamat ulang tahun ya?.” Suara lelaki di balik ponsel.


“Hei… siapa ini?.” Berlian tidak mengenalnya karena hanya nomor ponsel yang tertera pada layar ponselnya.


“Coba tebak! Masa lupa sama suara ku hehe.”


Terlihat Berlian seperti tengah menghafal suara di balik telepon. Sesaat ia terdiam sesaat kemudian ia tersenyum.


“Kak Arash ya?.”


“Hehe… ternyata kau kenal suaraku.”


“Tentu saja aku kenal kak. Oya kok kakak tahu hari ulang tahunku?.”


“Tahu dong… hehe, kalau aku mau merayakan ulang tahunmu kira-kira kau mau tidak?.” Kata Arash yang mulai melancarkan rayuannya.


“Serius kak?!.” Terpancar rona bahagia pada air mukanya Berlian.


“Seriuslah! Nanti malam aku jemput ya?.”


“Mh… gimana ya? Kakak harus minta ijin ke oma dan opa ku kalau mau bawa aku keluar.”


“Itu gampang Berli… kau harus belajar menyelinap, bisa tidak?.”


“Aku gak bisa kak, aku takut nanti papaku tahu. Dia pasti akan marah.”


“Kau harus bisa membohongi papamu seperti dia membohongimu.” Pengaruh buruk mulai Arash lancarkan.


“Kok kakak bilang gitu?.”


“Aku tahu kok papamu punya anak yang di sia-siakan.” Arash semakin melancarkan aksinya untuk mempengaruhi Berlian, dan sepertinya Berlian terpancing. Setelah lama Berfikir akhirnya ia memutuskan sesuatu.


“Ya sudah kakak tidak perlu menjemputku, aku langsung saja datang ke tempat di mana kakak akan mengadakan pesta untukku, kakak sharelock saja alamatnya padaku.”


“Baiklah kalau begitu. Tapi kamu jangan bilang-bilang pada siapa pun akan bertemu denganku ya?. Dan jangan lupa, dandan secantik mungkin karena ini adalah hari spesialmu, kalau bisa kau berpakaian seksi hehe.”


“Iya kak.”


Dan panggilan ponsel pun terputus.


Berlian terdiam, ia sepertinya memikirkan sesuatu, ia mencoba menimang dan membandingkan rasa, memikirkan kemarahannya pada Jodi dan memikirkan ajakan Arash yang akan membuatkan pesta untuknya, tentu saja dia merasa tersanjung dengan apa yang telah di katakan Arash yang begitu pengertian akan membuatkan pesta untuknya.


Sementara Jodi tak terlihat menunjukan tanda-tanda bahwa ia akan memberikan apa pun di hari ulang tahun Berlian, padahal ulang tahun kali ini adalah ulah tahunnya yang ke 17 tahun.

__ADS_1


‘Papa sudah tak peduli lagi padaku… apalagi setelah kedatangan wanita itu yang mengaku putrinya. Sampai dia lupa bahwa bulan ini aku ulang tahun yang ke 17 tahun. Papa benar-benar jahat. Aku menyesal telah jatuh cinta padanya. Lihat saja aku akan membalas rasa sakit hatiku… memangnya dia saja yang bisa membohongiku. Aku juga bisa!.’ Bathin Berlian dengan amarah di dalam hatinya.


............


Sementara itu di tempat lain Arash begitu senang karena malam ini ia akan membawa Berlian ke suatu tempat. Entah apa yang ia rencanakan kali ini. Benarkah dia akan membuat pesta ulang tahun untuk Berlian? Atau hanya akal-akalan dia saja?, hanya dia dan Tuhan yang tahu.


‘Haha… sebentar lagi impianku akan menjadi kenyataan. Berlian akan jatuh ke tanganku. Aku pastikan itu! Dan kau Jodi, siap-siap saja kau akan kehilangan cintanya haha.’ Kelakar Arash.


Kemudian ia terlihat menghubungi seseorang melalui ponselnya.


“Hallo San! Entar malam gue pinjem apartemen elo ya?.”


“Ngapain luh pinjem apartemen gue? Elo sendiri kan punya.” Suara di balik ponsel.


“Apartemen gue di pakai tamu bokap gue yang baru datang dari Surabaya San. Mereka baru akan kembali lusa. Malam ini gue mau ngerjain projek game, entar gue bayar deh 30 juta.”


“Hah! Seriusan Ar?! Boleh deh boleh, lumayan tuh duit buat bayar penari striptis haha.” Kelakar di balik ponsel.


“Ok, gue ke apartemen elo ya sekarang, kan mau setting lokasi. Elo kirimin PIN nya sekarang, gue transfer duitnya!.”


“Ok.”


Kemudian Arash pun menutup sambungan ponselnya. Setelah ia menerima sesuatu melalui chatnya, lalu ia transfer sejumlah uang, dengan terburu-buru ia bergegas pergi, sepertinya ia akan langsung mendatangi apartemen milik temannya itu.


Singkat waktu, ia sampai di gedung apartemen tersebut kemudian masuk kedalamnya, setelah masuk kedalam lif dan menekan tombol lantai yang di tuju, tak lama ia sampai dan keluar dari lif tersebut menuju unit apartemen milik temannya itu.


Kini ia sudah berada di dalam apartemen temannya itu, terlihat ia seperti tengah menyiapkan sesuatu. Ya… sepertinya Arash akan menjadikan tempat itu sebagai tempat spesial di hari ulang tahun Berlian.


..........


Tak terasa malam pun mulai merambah mengganti tugas sang surya yang telah menepi di upuk barat.


Di markas, Jodi dan Riksa terlihat sibuk hingga malam menjelang untuk menyelesaikan kasus kliennya.


“Boss, pulanglah duluan, bukankah sekarang istri Boss ulang tahun?.” Kata Riksa.


“Ya tapi kan sekarang sweet seventeen nya Boss, tentunya harus ada yang spesial buat dia.”


“Sama aja Rik. Lagian dia kan lagi ngambek sama gue, mana mau di ajak keluar, akhir-akhir ini di ajak ke sini juga gak mau kan? Tiap ketemu gue buang muka terus, kamar tidur di kunci dari dalam sampai gue harus tidur di ruang kerja.”


“Justru momen sekarang ini Boss, yang baik buat memperbaiki hubungan Boss dengan dia.”


Jodi terdiam sejenak, seperti tengah memikirkan sesuatu, di dalam pikirannya, mungkin benar juga apa yang dikatakan oleh asistennya itu, kemudian, “Iya sih… bentar lagi deh gue pulang. Gue gak enak sama tim.”


“Udahlah Boss pulang aja sana, bawa dia makan malam romantis, gue pesenin ya tempatnya sekarang? Mau?.”


“Gak usah Rik, entar aja malam minggu, itu juga kalau dia mau.”


“Ya deh terserah.”


Terlihat Jodi kembali terdiam, kemudian ia mengambil paper bag kecil di atas meja kerjanya dan mengeluarkan isinya. Ia buka dan ia pandangi cincin berlian untuk hadiah istrinya itu.


“Terus di pandang juga gak ada gunanya kalau belum sampai di jari manisnya Boss, bawalah ke pemiliknya. Gue yakin akan membuat hatinya meleleh.” Hibur Riksa.


Setelah lama berfikir, akhirnya Jodi memutuskan untuk pulang lebih dulu.


“Ya udah kalau gitu, gue pulang duluan ya Rik?.”


“Siap. Hati-hati ya Boss.”


“Ok. Gue pergi dulu ya.”


Jodi pun pergi meninggalkan Riksa dengan membawa paper bag yang berisi berlian itu. Ia langkahkan kakinya menuju kuda besinya yang sudah menunggu di luar gedung markasnya.


Dan kuda besi itu pun ia pacu dengan kecepatan sedang meninggalkan markasnya menuju kediamannya.

__ADS_1


Berharap sang istri tengah menantinya di rumah dan mau di ajak keluar untuk merayakan hari spesialnya.


Namun Jodi tidak tahu ternyata Berlian sudah di janjikan oleh Arash merayakan ulang tahunnya di suatu tempat.


..........


Di ceritakan Berlian yang sudah berdandan cantik sesuai dengan arahan Arash, ia telah bersiap di kamarnya untuk pergi keluar rumah menemui Arash di suatu tempat.


Karena ia tahu Jodi sedang sibuk di markasnya, ia akan berbohong pada oma nya bahwa ia akan menemui papanya di tempat kerjanya.


Ia pakai jaketnya untuk menutupi pakaian lengan terbukanya agar oma nya tidak banyak bertanya.


“Loh mau kemana sayang? Udah rapi aja.”


“Suruh papa ke tempat kerjanya.”


“Oh, sendiri?.”


“Gak, diantar Maurin oma, Maurin nunggu di depan rumahnya.”


“Oh baiklah… hati-hati ya sayang. Jangan kelamaan ngambek sama papanya hehe.”


“Iya oma. Ya udah aku berangkat ya oma.”


“Ya.”


Kemudian Berlian meninggalkan oma nya setelah pamit, ia keluar dari pintu samping menuju garasi dan menaiki mobilnya yang akan ia setir sendiri.


Setelah di dalam mobil ia buka jaketnya dan menyalakan mobilnya dan mobil yang ia bawa pun keluar meninggalkan rumahnya.


Ia lihat ponselnya kemudian melihat sharelock yang Arash kirim padanya. Lalu ia pun menuju lokasi tersebut.


Singkat cerita Berlian sampai pada sebuah apartemen mewah, ia parkirkan kendaraannya dan masuk kedalam gedung apartemen tersebut.


Sesampainya di pintu salah satu unit apartemen, ia menekan bel dan tak lama pintu terbuka, nampak di hadapannya Arash dengan penampilan terbaiknya tersenyum padanya.


“Masuklah.” Kata Arash.


Kemudian Berlian masuk di bawa Arash menuju balkon, betapa terkejutnya Berlian saat melihat penampakan yang baru ia lihat seumur hidupnya.



“Wow… ini indah sekali kak.” Decak kagum Berlian.


“Duduklah.” Kata Arash yang mempersilahkan Berlian duduk pada salah satu kursi yang telah ia settting untuk makan malam romantisnya.


“Makasih.”


Sesaat mereka saling berpandangan.


“Kau suka?.” Tanya Arash lembut.


“Hm um. Ini romantis sekali hehe.” Jawab Berlian.


“Ya… aku ingin mempersembahkan sesuatu yang istimewa padamu di usia spesialmu.” Kata Arash.


“Terima kasih kak.”


Arash begitu manis memperlakukan Berlian malam itu, tentu saja karena ia memiliki maksud lain untuk merebut hati Berlian. Namun semuanya hanya manipulasi belaka. Ia tak benar-benar melakukannya dari hati melainkan karena memiliki tujuan lain.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Bagaimanakah kelanjutannya?


Tinggalkan jejak dulu ya say🥰🥰🥰

__ADS_1


Makasih😘


__ADS_2