Aku Hanya Inginkan Om

Aku Hanya Inginkan Om
Kehangatan di puncak asmara


__ADS_3

Warning!!!


Khusus malam Jumat😂


Hanya untuk orang dewasa!!!


Terdapat konten 21+


Harap bijak memilih bacaan!!!


Selamat membaca!!!


...........


Dua hati yang tengah di mabuk cinta melemas di atas pembaringan. Peraduan kasih yang mesra semakin mempererat pertautan dua hati yang tengah di landa gairah.


Jodi mengalihkan pandangannya ke sisi kiri, di lihatnya tubuh polos Berlian tengah beristirahat membelakangi tubuhnya. Sepertinya ia sangat lelah dengan permainan ranjang yang baru saja usai.


Jodi mendekatkan tubuhnya kemudian memeluknya dari arah belakangnya, ia kecup tengkuk mulus itu dengan lembut. Sedikit terasa ada pergerakan dari tubuh sang istri.


“Hm… papa, aku lelah.” Jawabnya pelan.


Melihat istrinya begitu menikmati lelahnya, Jodi tak tega mengganggunya.


“Istirahatlah sayang.” Bisik Jodi pada telinganya kemudian mengecup mesra pucuk kepalanya.


Jodi bangkit dari pembaringannya kemudian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri, ia mengambil pakaiannya di sisi lain dan memakainya, lalu menyelimuti tubuh polos sang istri dengan selimut.


Jodi keluar dari kamar pribadinya meninggalkan tubuh lelah itu menuju ruang kerjanya.


Di ruang kerja, Jodi duduk pada kursi kebanggaannya, kemudian ia meraih ponsel milik Berlian yang tergeletak di atas meja, ia lihat semua chat yang masuk dan melihat nomor siapa saja yang menghubunginya, lalu tak lama Riksa datang ke dalam ruangannya.


“Udah di bentuk tim nya Rik?.” Tanya Jodi.


“Udah Boss.” Jawab Riksa yang kemudian duduk pada sofa, “Bini tidur Boss?.” Sambung Riksa.


“Iya. Capek dia. Oya Rik lihat nih ponsel bini gue.” Kata Jodi seraya menyerahkan ponsel Berlian pada Riksa.


Riksa mengambilnya lalu melihat semua chat yang masuk ke dalam ponsel istri Boss nya itu.


Setelah sekian lama ia melihat-lihat, “Mh, sepertinya si Arash lagi berusaha deketin bini Boss nih.” Kata Riksa sembari membaca satu persatu chat dari nomor Arash yang masuk ke ponsel Berlian.


“Tolong ganti nomor ponsel bini gue Rik. Kayanya ganggu banget tuh bocah.”


“Ok.” Kemudian terlihat Riksa menghubungi seseorang untuk meminta nomor baru. “Udah Boss, bentar lagi kita ganti.” Sambung Riksa.


“Oya, Rik tolong sekalian coba retas nomornya si Arash. Kelihatan dari bahasanya, sepertinya tuh bocah nekad juga.” Titah Jodi.


“Ya udah gue ke lab dulu ya? Mumpung si Jack lagi ada di tempat.” Kata Riksa sembari berlalu dari ruangan Jodi menuju lab dengan membawa ponsel Berlian.


Jodi bangkit dari tempat duduknya, ia langkahkan kakinya ke kamar pribadinya, ia bersandar pada daun pintu sembari memandangi istrinya yang tengah tidur membelakanginya.

__ADS_1


Sesaat istrinya membalikan tubuhnya dan melihat ke arahnya,


“Kau sudah bangun sayang?.” Kata Jodi seraya menghampirinya dan duduk di sampingnya.


“Kenapa papa tadi berdiri di pintu?.”


“Aku seneng aja lihat kamu sayang. Oya, nomor ponsel kamu di ganti ya? Gak apa-apa kan?.”


Berlian mengerti kenapa nomor ponselnya harus di ganti oleh suaminya.


“Iya papa gak apa-apa.”


“Kau tahu sayang? Jika kau merasa papa mendominasi semua yang kau lakukan, itu semata-mata karena papa sayang padamu. Papa gak mau kamu kenapa-napa. Kau tidak bisa sebebas orang lain sayang, kau berbeda dari mereka. Kau menjadi incaran orang-orang yang berniat jahat padamu karena di pundakmu kau membawa sesuatu yang besar, sampai identitasmu pun harus disembunyikan, untuk apa? Untuk keselamatanmu sayang.”


“Iya papa aku mengerti. Jujur, sebenarnya aku ingin seperti orang lain, kemana pun mereka bebas pergi, bergaul dengan siapa pun mereka aman. Tapi seandainya keadaan memaksa aku untuk menjalani hidup tidak seperti mereka, tidak apa-apa. Jika saja aku boleh memilih, aku lebih baik menjadi orang biasa seperti mereka. Ternyata memiliki uang yang banyak itu tersiksa dan merepotkan, tidak hanya merepotkan diri sendiri, tetapi juga merepotkan orang lain, termasuk merepotkan suami. Apa papa menyesal telah menikah denganku?.”


“Hei… kenapa kau bicara begitu? Sama sekali aku tidak menyesal menjadi suamimu sayang… justru aku bahagia menjadi bagian dari dirimu meski pun tidak sedikit orang-orang menilaiku bahwa aku memiliki tujuan tertentu. Tapi aku tidak pernah perduli dengan apa yang mereka persangka kan. Selama aku masih dibutuhkan olehmu, aku akan selalu ada untukmu, kecuali jika kau sudah tidak menginginkan aku lagi, aku pun akan pergi dari sisimu.” Kata Jodi seraya membelai rambut indah istrinya.


“Please… jangan bicara begitu papa… jangan tinggalkan aku… aku membutuhkanmu… hanya kau yang mengerti aku… hanya kau yang tahu sisi buruk dan sisi baikku.” Ucap Berlian seraya memeluk sang suami.


“Aku tidak akan meninggalkanmu sampai maut memisahkan kita sayang.” Bisik sang suami.


“Papa… aku ingin ke perkebunan, aku rindu oma dan opa, apa kau mau mengantarku kesana?.”


“Tentu saja aku mau sayang, kapan pun kau ingin ke sana, papa akan antar kamu. Besok kita ke sana ya?. Tapi, kenapa kau masih memanggil mereka opa sama oma? Bukan kah mereka sudah menjadi mertuamu sekarang? Panggilah mereka papa dan mama, seperti aku memanggil mereka.”


“Hehe… baiklah, aku akan memanggil mereka papa dan mama.”


Betapa senangnya orang tua Jodi mendengar bahwa menantunya akan mengunjungi mereka. Dan sepertinya kehadiran Berlian di keluarga Jodi membawa pengaruh positif karena membuat hubungan Jodi dan ayahnya membaik.


“Sayang kau tahu? Kehadiranmu di keluarga kami merupakan anugerah bagi kami, karena kau dapat membuat hubunganku dengan papa membaik.”


“Syukurlah kalau begitu. Kan sudah aku bilang, papamu sebenarnya baik cuma kau saja yang egois.”


“Hei kenapa kau bilang aku egois sayang?.”


“Karena papa tidak mau mengalah pada mereka, apa susahnya sih setiap kata-kata mereka, papa iya in aja.”


“Abisnya papaku itu selalu emosi kalau ngomong sama aku, jadi aku terbawa emosi juga sayang. Tapi sekarang, sejak aku menikah denganmu dia menjadi baik hehe… terima kasih sayang, kau telah merubah duniaku.” Kata Jodi seraya mengecup kening istrinya. Kemudian, “Kau mandilah sana, jangan terlalu lama telanjang seperti ini, nanti kamu masuk angin.” Sambung Jodi.


“Baiklah, tapi bawalah aku ke kamar mandi.”


“Ok.” Kemudian Jodi menggendong Berlian membawanya ke kamar mandi. Setelah ia menurunkan Berlian dari pangkuannya, lalu ia menggulungkan lengan kemejanya karena berniat untuk memandikan istrinya itu.


Begitulah Jodi dalam memperlakukan istrinya. Begitu indah dan menghangatkan membuat Berlian nyaman bersamanya.


............


Keesokan harinya, sesuai dengan waktu yang telah Jodi janjikan bahwa hari ini ia akan membawa Berlian ke rumah orang tuanya di kawasan perkebunan puncak.


Mereka telah bersiap untuk berangkat, hanya saja mereka pergi berdua tanpa di temani oleh Riksa, Riksa tidak bisa ikut karena ada keperluan pribadi, sepertinya Riksa tidak bisa mendampingi mereka karena akan berkencan dengan Maurin.

__ADS_1


.......


Singkat cerita, Jodi dan Berlian telah sampai di kediaman orang tua Jodi. Mereka di sambut hangat oleh Eva dan Ferry orang tua Jodi.


“Oma… eh mama hehe… aku mau menginap disini, aku rindu sama kalian.” Kata Berlian ketika menyalami kedua mertuanya.


“Kami juga rindu padamu sayang… bagaimana perjalanannya?.” Tanya Eva sang ibu mertua.


“Sangat menyenangkan oma.” Jawab riang Berlian.


“Syukurlah.”


“Oya? Kalian hanya berdua saja? Kemana asisten kalian?.” Tanya Ferry.


“Riksa lagi ada kesibukan lain pa, jadi dia tak bisa mengantar kita.” Sahut Jodi.


“Ya sudah kalian istirahat saja dulu, kalian pasti lelah.” Kata Eva.


Kemudian Jodi dan Berlian masuk kedalam kamar yang sudah disediakan oleh Eva untuk mereka berdua.


Sesampainya di dalam kamar, Berlian membuka pakaiannya hendak membersihkan diri, tapi belum sampai ia ke kamar mandi, Jodi sudah menarik tangannya dan menjatuhkan tubuh istrinya di atas tempat tidur kemudian ia mengukung tubuh istrinya dengan tubuhnya yang hanya berbalut pakaian dalam saja.


“Papa… aku mau mandi dulu.”


“Sebelum mandi kita pemanasan dulu sayang.”


“Tapi aku gak enak, badanku lengket keringetan papa.”


“Di bikin enak aja sayang.” Kata Jodi yang langsung menghujamkan bibirnya pada wajah dan tubuh molek istrinya itu.


Jodi terus menyerang tubuh itu dengan serangan bibirnya hingga Berlian tak kuasa menolak rasa yang begitu membuatnya melayang.


“Papa….” Desis Berlian saat sang suami melancarkan aksinya.


Rasa lelah hilang seketika, tertutup oleh gelora yang membara.


“Hm… papa..” Sang istri menyuarakan nyanyian sorgawinya membuat sang suami semakin mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu memainkan tongkat komandonya.


Hujaman itu semakin dalam dan semakin cepat membuat suasana semakin riuh melagukan keindahan yang mereka rasakan bersama.


Sesaat mereka terdiam merasakan sensasi yang luar biasa.


Tak lama Sang suami bangkit memangku istrinya membawanya ke kamar mandi untuk melanjutkan ronde ke dua.😂


................


Jangan lupa Like, komen, vote dan favorite nya😍


Terima kasih😘


Selamat bermalam jum’at😂

__ADS_1


__ADS_2