
Di halaman ruko berlantai dua itu,
Sepasang menantu dan mertua itu nampak tengah sibuk dengan obrolan mereka. Zev mendudukkan tubuhnya dengan posisi menyamping di kursi kemudi mobil miliknya yang terbuka pintunya itu. Disampingnya, ada Zack yang berdiri menyandarkan tubuhnya di bodi samping kendaraan roda empat tersebut, berhadapan dengan Adrian yang juga berdiri di bodi samping mobil miliknya yang terparkir berdampingan dengan kendaraan roda empat sang menantu itu sembari menghisap rokoknya.
"jadi apa saja yang kalian temukan di hutan?" tanya Adrian.
"potongan tubuh, tuan. Berserakan, di beberapa titik. Selain itu juga ada surat surat penting yang di bungkus plastik, ada hp dan dompet milik tuan Hendrawan juga." ucap Zack.
"dan Hendrawan nya justru ada disini, sangat jauh dari hutan" ucap Adrian.
Zack, Zev dan Adrian nampak berfikir keras.
"Zack, bagaimana dengan Aliya?" tanya Adrian.
"Roky sudah berada di sana menjaga Zizah dan Aliya, tuan. Sesuai perintah tuan sebelum saya dan tuan Zev pergi ke hutan" ucap Zack.
Adrian mengangguk.
"papa mencurigai Moreno?" tanya Zev.
"ada banyak alasan yang membuatku mencurigai dia adalah sosok di balik semua teka teki hari ini" ucap Adrian.
"tapi apa hubungan Moreno dengan papa Gala?" tanya Zack
Adrian menegakkan posisi tubuhnya.
"Zack, kau jaga anak anak disini. Aku dan Zev akan pergi. Kalau ada apa apa, kamu kabari saya ya" ucap Adrian.
"siap, tuan" ucap Zack paham.
__ADS_1
Zev bangkit dari duduknya. Ia masuk ke dalam mobil sang ayah mertua. Kendaraan roda empat itupun lantas berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sementara itu di pantai atas ruko dua lantai itu.
Galaksi sudah menenggak habis air putih dalam gelasnya. Perasaannya sudah cukup tenang. Setidaknya baik ayah, maupun wanita kesayangan nya semua dalam kondisi baik baik saja. Meskipun ia belum tahu apa yang terjadi sebenarnya hari ini, tapi setidaknya ia sudah bisa sedikit bernafas lega.
Galaksi menatap ke arah Black Moon. Para pemuda itu nampak duduk. Sebagian di sofa, sebagian nya lagi di lantai lantaran jumlah sofa yang tidak memadai.
Suasana sedikit lebih tenang. Gala lantas menatap ke arah sang ayah. Pria itu masih tertidur pulas. Pelangi juga masih sibuk dengan aktivitas nya membersihkan luka sang ayah bersama seorang pemuda di sampingnya.
Eeh....
tunggu..!!
Kenapa dua manusia itu malah kelihatan akrab dari tadi?! kan harusnya cuma Gala yang boleh duduk di samping Pelangi??
Kurang aj*r tuh si Angkasa...!!
"minggir lu...!" ucap Gala sembari menggerakkan kakinya menyentuh paha Angkasa. Pemuda itupun menoleh. Begitu juga Pelangi yang ikut mendongak menatap ke arah Galaksi yang kini berdiri dengan sorot mata tak suka menatap ke arah Angkasa.
"apaan sih lu?!" tanya Angkasa tak suka.
"minggir..! ini tempat gue..!!"
"eh, ini rumah Pelangi..! sejak kapan lu punya daerah teritorial disini?!!" tanya Angkasa tak suka. Apa lagi Gala berlagak sok mengusirnya menggunakan kaki. Sama sekali tidak sopan..!
"eh, lu nggak usah banyak bac*t..! pergi lu..! gue nggak suka lu deket deket ama istri gue..! mingg*t..!!" ucap Gala keras.
Pelangi menipiskan bibirnya. Mulai lagi nih ributnya...!
__ADS_1
Angkasa bangkit.
"lu bisa nggak sih, kalau ama orang lain tuh sopan dikit..! lu tuh nggak punya etika, nj*nk..!!" ucap Angkasa kesal. Kedua pemuda itu pun kini kembali berdiri saling berhadap hadapan seolah bersiap siap untuk berduel.
Pelangi bangkit. Menarik tangan Galaksi agar mendekat padanya.
Pelangi menatap Angkasa dan berucap pelan
"maaf ya, Sa. Biar Gala aja yang bersihin luka papanya. Dia pasti khawatir. Tolong maklumin ya, Sa. Gala emang keras orangnya" ucap Pelangi mencoba memberi pengertian pada Angkasa yang memiliki hati lebih lembut.
Angkasa pun mengangguk.
"ya udah, kalau gitu gue turun aja ya. Kalau ada apa-apa lo bilang aja ama gua" ucap Angkasa
Pelangi pun mengangguk. Angkasa pun turun ke lantai bawah meninggalkan Pelangi bersama dengan para anak-anak Black Moon.
Seperginya Angkasa, Galaksi duduk disamping Pelangi. Mereka kembali fokus pada Tuan Hendrawan yang masih tak sadarkan diri sembari menunggu dokter yang masih dalam perjalanan menuju toko Pelangi.
"makasih ya, Ngi, udah mau jagain papa. Aku tadi udah takut banget kalau sampai terjadi apa-apa sama papa"
Pelangi tersenyum
"udah, tenang aja. Tadi papa kamu pingsan di depan toko aku. Ya udah, aku tolongin aja. Kamu yang sabar ya." ucap Pelangi mencoba memberi semangat pada Galaksi
Pemuda itu hanya tersenyum. Mereka pun bersama-sama membersihkan luka di sekujur tubuh Tuan Hendrawan
...----------------...
selamat sore,
__ADS_1
up 15:02
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰😘