Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 102


__ADS_3

Mobil mewah itu berhenti di tengah jalan setapak menuju sebuah gudang yang akan mereka kunjungi. Zev dan Adrian yang berada di dalam mobil itu nampak menyipitkan kedua bola mata mereka.


Sebuah mobil berhenti di depan mereka, menghadang laju kendaraan roda empat yang kini mereka tunggangi. Lima orang pria kemeja hitam nampak berdiri dengan gagahnya di tengah jalan. Menatap angkuh ke arah kendaraan yang kini mereka tunggangi itu.


Ya, itu adalah Moreno dan anak buahnya. Sepertinya mereka sudah mencium kedatangan sepasang menantu dan mertua itu.


"kita turun, pa?" tanya Zev.


Adrian hanya mengangguk. Kedua pria dewasa beda usia itu pun lantas turun dari kendaraannya mendekati para manusia-manusia berkemeja hitam dengan postur tubuh tinggi besar tersebut.


Morena menatap aku angkuh ke arah dua pria di hadapannya.


"Ada apa lagi kalian datang kemari?" tanya Moreno alias Simon.


Adrian tersenyum.


"tidak ada. Hanya saja ada sesuatu yang mengusik pikiranku" ucap suami Adinda Zahra ity.


" apa?" tanya Moreno.


" menantuku baru saja menemukan beberapa potong tubuh manusia di dalam hutan. Waktunya bersamaan dengan hilangnya seorang laki-laki ayah kandung dari teman putraku, dan bertepatan juga dengan tersebarnya berita mengenai Bram di media massa."


" Entah kenapa aku berkesimpulan bahwa kau terlibat di belakang ini semua. Apa aku benar?" tanya Adrian menduga duga.


Moreno mengangkat satu sudut bibirnya.


"bukankah sudah kubilang, Adrian. Aku tidak suka kau ikut campur urusanku..! apa yang akan kulakukan pada para biadab biadab itu, itu semua adalah urusanku..! karena ini menyangkut dengan putriku, jadi kuminta, kau tidak perlu ikut campur..!" ucap Moreno.

__ADS_1


"Aku bukan bermaksud ikut campur, Moreno. Tapi apa yang kau lakukan, ini semua ada hubungannya dengan Angkasa, serta Galaksi dan Pelang,i sahabat putra ku" ucap Adrian.


Moreno mengangkat dagunya.


"mereka tidak tahu apa-apa" ucap pria itu lagi.


"kau tenang saja. Aku tidak akan melukai mereka selama mereka tidak menyentuh dan menyakiti putriku. Apa yang aku lakukan justru akan menyelamatkan bocah bodoh itu. Perempuan sialan yang kini menjadi kekasih ayahnya itu sedang berusaha bekerjasama dengan si bangs*t Bram..! Menguras harta laki-laki tua itu kemudian menyekapnya..! mengancam si bocah goblok itu dan membunuh laki laki itu pada akhirnya. Atau mungkin akan memanfaatkan laki laki tua yang sudah ku buang di toko itu untuk tindakan tindakan busuk lainnya nantinya..! kau jangan lupa, aku tidak pernah setengah-setengah dalam melakukan aksiku..! siapapun yang berani bekerja sama dengan Bram maka dia akan mati di tanganku" ucap Moreno.


"jadi kau yang melempar tuan Hendrawan ke toko Pelangi?" tanya Adrian.


" ya..!" jawab Moreno tenang.


"Aku juga yang sudah memenggal kepala laki-laki biadab itu. Selingkuhan dari jala** yang sedang berada di markasku saat ini. Aku yang membuang semua berkas-berkas penting yang akan dibawa kabur oleh mereka itu, karena aku tahu bocah bodoh itu dan teman-temannya sedang menuju ke tempat itu berdasarkan lokasi yang kau kirimkan" ucap Moreno menjelaskan.


Adrian tak bereaksi. Ada jiwa peduli juga rupanya dalam diri Moreno. Ia yang sekarang sedikit lebih manusiawi dibandingkan ia lima tahun yang lalu.


Adrian mengangkat dagunya.


"Bram adalah urusanku, Bintang juga urusanku..! Aku minta kau dan keluargamu tidak ikut campur dalam masalah ini. Cukup pastikan saja putramu bisa menjaga Bintang jika mereka sudah kembali bersama lagi nantinya..! Karena aku percaya dia adalah laki laki yang tepat untuk putriku..!"


"setelah masalahku dengan polisi busuk itu selesai, aku akan mendatangimu..! Karena ada sesuatu yang ingin ku selesaikan denganmu dan juga supir mu itu..! mengenai bocah kecil yang sekarang sedang terbaring di rumah sakit..!" ucap Moreno.


Zev diam tak bergerak. Sepertinya ia tahu apa maksud dari ucapan Moreno tersebut.


Ayah kandung Bintang Kejora itu kemudian masuk ke dalam mobilnya. Lalu melesat pergi meninggalkan dua pria yang tidak hanya diam di tengah jalan sempit itu. Moreno benar benar tidak mau di usik. Ia hanya ingin bekerja sendiri dengan caranya sendiri tanpa melibatkan kelompok lain.


hmmmh...baru kali ini jasa seorang Adrian Tama di tolak mentah mentah..! cuma Moreno yang bisa melakukan ini..!🙈

__ADS_1


Zev menoleh ke arah Adrian.


"dia hanyalah seorang ayah yang ingin melindungi putrinya" ucap Adrian.


"Apa mungkin dia sudah tahu bahwa Aliya adalah putri kandungnya, pa?" tanya Zev.


Adrian menghela nafas panjang.


" sebagai seorang ayah dan anak, mereka pasti punya ikatan batin yang kuat. Kalaupun Moreno tahu tentang siapa Aliya ebenarnya, papa harap tidak akan ada perselisihan diantara Moreno dengan Zack ataupun Azizah.." ucap Adrian.


Zev mengangguk.


"kita pulang, pa?" tanya suami Nabila itu.


"kita kembali ke toko Pelangi dulu. Papa ingin melihat kondisi tuan Hendrawan dulu" ucap Adrian.


" iya, pa" jawab Zev Smith Anderson.


Kedua pria beda usia itu pun lantas pergi meninggalkan tempat tersebut menggunakan kendaraan roda empat mewah yang menjadi tunggangan mereka.


...----------------...


Selamat siang,


up 10:59


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2