Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 94


__ADS_3

Kehebohan terjadi di jagat maya.


Semua sibuk menjelajahi akun media sosial mencari tahu tentang kebenaran berita yang pagi ini begitu menggemparkan pagi ini. Pencarian dengan judul 'skandal polisi' menjadi tranding topik. Semua berburu berita tentang si oknum polisi yang kini jadi bulan bulanan warga net. Semua berusaha menguak siapa sosok aparat tak pantas ditiru yang di maksud dalam video pengakuan seorang pemuda di jagat maya itu. Juga artis yang diduga di jebak dalam sebuah kamar hotel oleh sang oknum. Serta siapa sebenarnya pemuda yang berbicara dalam vidio itu. Semua berlomba lomba untuk mencari tahu.


Membuat jagat maya kini dibuat gaduh olehnya.


Namun rupanya kegaduhan itu terjadi bukan hanya di media sosial. Di kehidupan nyata pun semua ikut heboh. Berita sudah tersebar. Semua sudah tahu akan gosip yang berkembang.


Di kediaman Adrian, pria itu nampak menghela nafas panjang. Bersama sang istri dan putra tercinta serta Dodo yang pagi ini kebetulan berkunjung ke kediaman sang sahabat, para anak manusia beda generasi itu nampak fokus menyaksikan sebuah acara berita di televisi yang masih terus menayangkan pemberitaan tentang skandal sang polisi yang viral pagi ini.


Bukan hanya satu kasus yang terungkap. Tapi banyak..!


Mulai dari skandal dengan sejumlah wanita penghibur, penerimaan uang dari berbagai pihak dengan imbalan kebebasan tahanan, percobaan penjebakan yang dilakukan pada seorang artis, dan sebagainya.


Sungguh, berita ini benar benar menggemparkan negara itu.


Semua dibuat terperangah oleh sikap tak terpuji si polisi. Membuat akun media sosial resmi kepolisian kini pun ikut di serbu warga net. Mereka menuntut untuk pihak terkait mengusut kasus ini dan memecat salah satu anggota nya itu jika memang terbukti bersalah.


Adrian menghela nafas panjang. Laki laki itu mengucap istighfar sambil mengusap wajahnya.


Adinda yang duduk di sampingnya nampak meremas ujung hijabnya.


"aku bener bener berterima kasih sama Moreno" ucap Adinda membuat semua yang ada di sana menoleh.


"andai dia nggak ngelarang kamu untuk ikut menguak kejahatan Bram, nama kamu pasti akan terseret, mas. Aku yakin polisi pasti memburu semua pihak yang terlibat dalam kasus ini. Karena ini menyangkut nama baik institusi mereka, dan melibatkan salah satu anggotanya." ucap Adinda.


Adrian menghela nafas panjang.


"dan mungkin ini belum selesai, Din. Moreno kayaknya nggak mungkin kerja setengah setengah, menghancurkan nama baik Bram aja. Kayaknya nggak mungkin" ucap Adrian.


"dia mau ngapain lagi?" tanya Adinda.


"aku nggak tau" ucap Adrian.


Mereka kembali fokus pada layar televisi. Angkasa yang juga ikut menyaksikan acara itu nampak diam mematung.


Terjawab sudah. Jadi ini berita yang dimaksud Gerald yang mungkin akan mengembalikan nama baiknya di mata Bintang.


Meskipun tak yakin tapi entah mengapa ia percaya bahwa pemuda dalam vidio itu adalah Gerald. Pemuda yang hilang berhari hari yang lalu. Pemuda yang ikut terlibat dalam kasus penjebakan dirinya. Dan kini ia tiba tiba kembali muncul dengan sebuah pengakuan yang mengejutkan.


Angkasa tak bergerak.


Jadi apakah selama ini Gerald disembunyikan oleh Moreno..? Dan ia memutuskan pergi ke luar negeri serta meminta maaf pada Angkasa karena ia tahu ia pasti akan diburu oleh banyak orang setelah berita ini tersebar...?


Jika memang ia, hebat sekali seroang Moreno dalam bertindak. Tak terbaca, tak terdeteksi, sekali gerak semua borok di kupas habis.


Angkasa menghela nafas panjang. Bintang dan ibunya pasti sedang sedih sekarang. Pikiran mereka pasti kacau karena ulah ayahnya yang tak bertanggung jawab. Ingin sekali rasanya ia berlari kerumah sang pujaan hati dan menemui wanita itu. Memeluknya erat dan menenangkan tangisannya. Tapi apalah daya, keluarga nya masih melarang ia melakukan hal itu. Ia masih harus menjaga jarak dengan Bintang sampai waktu yang belum bisa dipastikan.


...****************...


Sementara itu ditempat terpisah,

__ADS_1


Disebuah bengkel yang menjadi markas besar sebuah Genk motor yang dikenal urakan di kota itu, Black Moon.


Para anggota Black Moon nampak berkumpul. Duduk di sebuah sofa panjang dengan raut wajah yang terlihat tak seperti biasanya.


Jika setiap hari aktifitas perkumpulan mereka selalu di penuhi dengan tawa dan berbagai celotehan celotehan kasar menjurus dewasa, kali ini para pemuda itu nampak diam, lesu, dan tak bersemangat.


Joe, salah satu anggota Black Moon baru saja menerima sebuah pesan dari salah satu anggotanya yang beberapa hari lalu hilang tanpa kabar.


Gerald...!


Laki laki itu mengirimkan pesan perpisahan dan permintaan maaf serta terima kasih. Karena sudah mau menjadi teman sekaligus keluarga bagi seorang Gerald yang kesepian. Pemuda itu pamit. Ia mengatakan dalam pesannya bahwa mulai hari ini ia keluar dari genk Black Moon. Ia meminta maaf karana tak bisa menemui teman temannya secara langsung. Ia berpesan, meminta kepada para teman temannya untuk berhenti membuat onar. Berhenti membuat kegaduhan. Berhenti mengganggu orang orang yang meraka anggap lemah. Karena menurut Gerald dalam pesannya, tidak ada yang pernah tahu, siapa yang menjaga di lemah di belakangnya.


Joe yang kaget dengan keputusan tiba tiba dari Gerald pun mencoba menghubungi pemuda itu. Namun sayang, setelah mengirim pesan terakhir untuk Joe, Gerald memutuskan untuk mem blokir semua nomor anggota Black Moon. Ia juga menghapus semua akun media sosial pribadinya. Gerald seolah memilih untuk menjauh dari hingar bingar dunia. Entah apa yang terjadi padanya, tak ada yang tahu.


Galaksi yang juga berada di markas Black Moon nampak menghela nafas panjang.


"sebenarnya ada apa sih ini? kenapa semua jadi aneh kek gini? Gerald mendadak berubah. Hari ini ada berita, vidio seseorang yang membongkar tentang skandal seorang polisi..! itu Gerald kan?" tanya Wisnu.


"iya, gue yakin itu Gerald...!" ucap salah seorang anggota Black Moon lainnya.


Galaksi tak bergeming.


"Gal, apa lo tahu sesuatu tentang hal ini?" tanya Joe pada Galaksi yang sejak tadi hanya diam.


Gala menoleh ke arah Joe. Wajahnya terlihat kalut. Entah mengapa semua jadi serumit ini. Semua berawal dari dia yang egois ingin bebas dari penjara. Membuatnya terjebak di antara para mafia dan penjahat gila yang seolah bisa membalikkan dunia dalam sekejap mata.


Gala mengusap wajahnya kasar.


"what?! terus?" tanya Joe.


Gala menarik nafas panjang.


"guys, asal kalian tahu. Saat ini kita, terutama gue, sedang berada di tengah tengah permainan para iblis kelas atas.." ucap Gala.


"maksud lo?" tanya Wisnu.


"orang yang membongkar borok polisi itu adalah ayah kandung dari Bintang, pacarnya Angkasa" ucap Gala.


"wait...!" ucap Joe menghentikan ucapan Gala.


"bukannya justru bapaknya Bintang yang sekarang jadi sorotan? bapaknya Bintang kan polisi itu kan?" imbuh Joe.


"dia bukan bokap kandung Bintang. Bokap kandung Bintang adalah seorang mafia yang dulu bekerja sebagai pembunuh bayaran. Laki laki itu yang membuka borok bapak sambungnya Bintang."


"asal kalian tahu, ada kemungkinan, dia udah memata matai gue, Angkasa, Pelangi, bapak sambungnya Bintang, dan genk kita juga mungkin sejak awal. Makanya dia bisa tahu semua rahasia tentang polisi sinting itu. Bahkan bukti chat bokap gue yang minta gue di bebasin pun juga kesebar kan di sosmed?" ucap Gala.


"guys, orang orang disekitar Bintang dan Angkasa bukan orang orang sembarangan. Keluarga Angkasa juga bukan keluarga yang bisa kita remehkan. Kalian tahu sendiri siapa bapaknya Angkasa..! Adrian..! dan bukan hanya itu, iparnya, bahkan sampai supir supirnya, mereka mantan penjahat semua, guys..?"


"Bener kata Gerald. Mungkin akan lebih baik kalau untuk sementara kita diem. Kita lihat perkembangan kasus ini. Karena gue yakin, polisi akan mengusut masalah ini sampai ke akar akar nya. Dan kalian tahu kan, kita semua terlibat dalam penjebakan Angkasa" ucap Gala.


"masih mending kalau cuma polisi yang gerak. Kalau orang orang di belakang Angkasa dan Bintang ikut bertindak? ini bukan cuma masalah polisi, hukuman dan penjara. Tapi ini tentang kebangkitan para mafia mafia yang lama beristirahat. Kita salah udah mengusik anak anak mereka...!" ucap Gala.

__ADS_1


Semua hanya diam. Kenapa semua jadi serumit ini sih?


Ini baru pihak Moreno yang bergerak. Kubu Adrian Tama masih diam dan mengamati situasi. Entah bagaimana jadinya setelah ini.


Galaksi mengusap wajahnya kasar. Ia benar benar pusing dibuatnya. Saat ia tengah larut dalam pemikirannya sendiri, tiba tiba......


drrrrttt..... drrrrttt......


ponsel bergetar.


Sebuah panggilan telepon masuk dari sebuah nomor yang tidak dikenal. Gala pun mengusap tombol hijau yang berada di sana, lalu menempelkan benda pipih itu di telinga sebelah kanannya.


"halo" ucap Gala.


"bangs*t kau, bocah...!!" ucap seorang pria dari seberang sana.


Itu suara Bram...! sepertinya laki laki itu ganti nomor ponsel. Gala terperanjat mendengar suara itu.


"berani kau main main dengan ku bocah tengik...??!!" tanya Bram.


"eh, gue nggak tau apa apa ya, anj*nk...!!!" ucap Gala keras.


"tidak tahu apa apa kau bilang? kau pikir aku bodoh tidak mengenali laki laki dalam vidio itu?!! bedeb*h kau anak setan...! gara gara ulahmu aku kena sanksi...! polisi sekarang tengah menyelidiki kasus ku...! ini semua gara gara ulahmu...!" ucap Bram.


"eh, anj*nk lu denger ya...! bud*g lu ya...?? gue udah pernah bilang kan ama lo, satu teman gue ilang setelah kejadian di hotel itu. Gue nggak tau kalau dia tiba tiba muncul dan bikin video kek gitu.. ! bab* lu emang ya...!!" ucap Gala.


"kau pikir aku percaya?! dengar, Gala...! kau sudah mengusik ketenangan ku...! kau sudah berani bermain main denganku...!! lihat saja...! apa yang akan aku lakukan padamu...! kau seperti nya memang belum tahu siapa aku...!!!" ucap Bram mengancam kemudian mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.


Gala panik sekaligus murka. Sambungan telepon terputus. Gala memanggil manggil nama Bram namun tak ada sahutan. Pemuda itu kalut. Kini keselamatan ayahnya yang ia pikirkan. Ia tak mau Bram sampai nekat melakukan hal hal yang tidak diinginkan.


Black Moon yang melihat kepanikan dari sang leader pun nampak bingung.


"lu kenapa, Gal?" tanya Wisnu ikut panik. Gala menoleh kearah para anggotanya.


"bokap gue...!" ucap Gala terlihat begitu kalut.


"lu tenang dulu..! bokap lo kenapa?!" tanya Wisnu.


Gala tak bisa berkata kata. Di raihnya kontak motor di atas meja rendah di hadapannya itu.


"ikut gue sekarang...! kita kerumah bokap gue...!!" ucap Gala lalu dengan cepat menyambar motornya.


Para anggota Black Moon yang lain pun mengikuti langkah Galaksi. Mereka kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan bersama sama menuju kediaman ayahanda sang Galaksi.


...----------------...


Selamat malam


up 20:04


ini up malam ya...nggak tahu kapan lolosnya...

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰😘🥰🥰


__ADS_2