
Beberapa jam kemudian di sebuah rumah sakit,
Pelangi nampak membantu pemuda dengan kaki di perban itu keluar dari ruangan dokter. Ya, Pelangi baru saja mengantar Gala ke rumah sakit pasca kecelakaan yang menimpa pemuda itu. Dan kini, setelah mendapat kan pemeriksaan dan penanganan medis, pemuda dua puluh satu tahun itupun di perbolehkan untuk pulang.
Dengan satu kaki di perban, Gala nampak berjalan dari ruangan dokter itu sambil di papah oleh wanita berparas rupawan tersebut.
"Gala..!!"
Suara itu sukses membuat Galaksi dan Pelangi menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya disana beberapa pemuda dengan jaket senada dengan yang Gala gunakan itu nampak bangkit dari kursi tunggu yang mereka duduki.
Ya, itu adalah anggota Black Moon. Kurang lebih ada empat orang disana. Joe, Wisnu, Angga dan Gerald namanya. Mereka adalah anggota Black Moon yang juga teman se kampus Gala. Ke empat pria itupun mendekati sang leader.
"lo nggak apa apa, bro?" tanya Gerald.
Gala hanya menatap kesal ke arah para anggotanya itu.
"sorry, Gal. Kita baru sempet kesini, soalnya tadi kita ada urusan.. " ucap Wisnu.
"urusan apa? penting banget sampai kalian ngabaiin pesan gue?! udah pada bosen punya kepala lu semua?!!" tanya Gala garang dan angkuhnya. Pelangi hanya diam menunduk masih dengan posisi memapah tubuh Gala.
"bu...bukannya gitu, bro. Kita cuma..............." ucap Wisnu yang tiba tiba terhenti dengan suara deheman dari Pelangi. Para pria itupun menoleh ke arahnya.
"em, maaf. Berhubung kalian udah dateng buat jemput temen kalian ini, kalau begitu saya mau izin pamit. Soalnya toko saya nggak ada yang jagain.." ucap Pelangi sedikit sungkan.
Pelangi seolah ingin cari aman. Ia merasa mungkin akan ada sedikit adu argumen antara Gala dan teman temannya. Ia pun lebih memilih untuk segera pergi saja, dari pada harus terjebak dalam perdebatan anggota genk motor itu nantinya, pikir Pelangi.
"oh, iya mbak. Sini, biar Gala sama saya aja..!" ucap Wisnu sambil bergerak mengambil alih tubuh pria yang nampak bengong melihat Pelangi itu. Gala nampak menatap Pelangi dengan tatapan mata berat seolah tak rela wanita itu pergi terlalu cepat darinya.
"kalau begitu saya permisi," ucap Pelangi.
"iya mbak, silahkan.." ucap salah satu anggota Black Moon yang lain.
"assalamualaikum..." ucap Pelangi
"wa Alaikum salam...!!!" jawab para pemuda itu cukup lantang.
Wanita cantik berparas rupawan yang lebih banyak menunduk itu pun menjauh pergi. Para pemuda berandalan itu hanya menatap kepergian Pelangi dengan sorot mata menilai. Salah satu di antara mereka bahkan bahkan bersiul melihat tubuh ramping wanita yang kini berjalan menjauh dari mereka itu.
"beeeuuhh, mantap kali itu..!" ucap Joe sambil menyapu bibir bawahnya menggunakan lidahnya.
"bisa aja lo dapet ikan seger, Gal" imbuh Gerald.
__ADS_1
"apa sih? dia cuma nolongin gue tadi...!" jawab Gala mencoba menepis berbagai pikiran kotor yang kini berkecamuk dalam otak para teman temannya itu.
"halaaah..! oke, gue percaya dia cuma nolongin lo. Tapi nggak bakalan mungkin lo sia siain kan? itu bening banget, bro...!" ucap Angga di susul ungkapan persetujuan dari rekan rekannya yang lain.
"eh tapi bentar deh. Mukanya kek nggak asing nggak sih?" tanya Wisnu.
"maksud lo?" tanya Gerald memperjelas.
"ya, kek gue hafal aja. Kayak pernah liat sebelumnya. Tapi gue lupa dimana..." ucap Wisnu lagi sambil mencoba mengingat ingat.
"halusinasi lo aja kalik..! mentang mentang ada yang bening aja sok kenal lo..!" ucap Joe meledek di susul tawa dari rekan rekannya yang lain. Bahkan kata kata menjurus dewasa dengan makna sedikit merendahkan martabat kaum wanita pun terlontar dari bibir mereka.
Gala hanya tersenyum simpul mendengar ucapan ucapan kawannya itu. Wanita itu memang cantik. Menarik pula.
Seperti wanita wanita lainnya yang pernah ia jumpai, ia tak akan melepaskan wanita itu begitu saja. Terlebih lagi wanita itu terlihat polos dan pendiam. Pasti mudah untuk mendekatinya.
...****************...
Ditempat terpisah,
Mobil merah milik Angkasa Wildan Tama sampai di kediaman Zev Smith Anderson.
"assalamualaikum...!!" ucap Tiger girang sambil berlari mencari keberadaan kedua orang tuanya.
"wa alaikum salam..." jawab kedua orang tua Tiger, Zev dan Nabila yang kini tengah menghabiskan waktu berdua di ruang keluarga.
"hai boy...!!" ucap Zev sambil tersenyum dan merentangkan kedua tangannya melihat kedatangan bocah tampan yang kini berlari girang ke arahnya itu.
"Daddy..! mommy...!!" ucap Tiger riang. Ia pun segera menjatuhkan tubuhnya dalam dekapan sang ayah. Zev memeluk putra yang semalam tak tidur di rumah itu dengan hangat sambil menciumi pucuk kepalanya. Nabila pun nampak tersenyum. Di usapnya punggung sang putra dengan penuh kasih sayang.
"kok udah pulang? opa mana?" tanya Nabila.
"aku nggak pulang sama opa..!" ucap Tiger.
"terus?" tanya Nabila.
"ama gue...!!!" ucap pemuda tampan berparas nyaris sempurna itu yang tiba tiba datang dengan kantong belanjaan nya. Di letakkan kan nya kantong itu di atas meja lalu ia pun menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di sofa empuk di ruangan tersebut.
"kok elu?" tanya Nabila pada sang adik. Baru saja Angkasa hendak menjelaskan apa yang terjadi. Tiba tiba...
"aku kena bolanya uncle, mommy..! sakit..!!" ucap Tiger mengadu membuat Angkasa, Nabila dan Zev pun sontak melotot.
__ADS_1
"ASTAGHFIRULLAH HALADZIM ANGSAAAA....!!! LU APAIN ANAK GUUUEEEEHHH....??!!" ucap Nabila dengan mata melotot ke arah sang adik.
"apesih..?! nggak gue apa apain, burung ababil..!!" ucap Angkasa kesal.
"nggak lo apa apain gimana? orang dia ngadu kena bola..!!" ucap Nabila tak terima.
"itu bukan salah gue..! salah anak lu ndiri noh, bocah kelakuan kek kutu sapi loncat sana loncat sini. Ya jangan salahin gue kalo kena bola, orang gue lagi maen basket direcokin ama dia...!!" ucap Angkasa membela diri membuat Nabila menipis kan bibirnya.
"lagian lu bocah ya..udah gue beliin jajanan segini banyak, udah di bilangin diem jangan ngadu masih aja lu ngadu..! lu nggak tau nih emak lu kalo ngomel udah kek knalpot racing...?!!" ucap Angkasa kesal.
Tiger tak peduli. Ia masih asyik berlindung dalam dekapan ayahnya yang hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar pertikaian antara istri dan adik ipar nya itu.
Tiger bangkit dari pelukan sang ayah.
"udah mommy, jangan malah malah. Aku nggak apa apa kok.." ucap Tiger seolah ingin melerai pertikaian ibu dan uncle nya itu.
Nabila meraih tubuh sang putra.
"Tiger ada yang sakit nggak nak?" tanya Nabila.
"enggak. Aku kan kuat..! kayak daddy..! iya kan, daddy?" tanya Tiger pada sang ayah.
"iya dong. Kan anak cowok nya daddy..!" ucap Zev memuji.
Angkasa nampak mengangkat satu sudut bibir nya tinggi tinggi dengan sorot mata sinis.
"udah ah, aku mau nemuin Aliya. Dia pasti nyaliin aku.." ucap Tiger sambil bangkit mengangkat kantong belanjaan miliknya dan membawanya pergi menuju rumah belakang tempat dimana Aliya dan keluarga nya tinggal sebagai pegawai Zev dan Nabila.
"buseeet, tuh bocah, Aliya mulu lu..!" ucap Angkasa tak habis pikir pada bocah lima tahun yang seolah begitu menggandrungi sosok gadis kecil cantik anak pegawai nya itu.
"bialin..! aku kan punya ayank, emang uncle jomblo..!" ucap Tiger lagi membuat Angkasa melotot di buatnya.
...----------------...
***Selamat pagi,
up 05:35
pada bingung nggak sih sama alur ceritanya sejauh ini?
yuk, dukungan dulu 🥰***
__ADS_1