Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 80


__ADS_3

satu jam perjalanan....


Pria itu sampai di bangunan tinggi sebuah rumah sakit yang berada di salah satu sudut kota tersebut setelah berjibaku melawan kemacetan hingga kurang lebih satu jam lamanya.


Setelah memarkirkan kendaraan nya. Pria yang sebenarnya belum dikaruniai momongan sejak menikah dengan sang istri lima tahun yang lalu itu nampak berlari memasuki lobby rumah sakit.


Setelah bertanya pada pihak informasi tentang keberadaan sang putri, pria berkulit putih dengan tato di sekujur tubuh nya itu kembali mengayunkan kakinya lebar, panjang dan cepat. Menuju ruang IGD tempat dimana sang putri kecil darah daging Aliya itu kini tengah mendapatkan perawatan.


Zack sampai di depan pintu ruang IGD. Dokter masih berada di dalam ruangan. Sedangkan di luar ruangan tampak sepi. Tak ada siapapun yang menunggu disana.


Zack mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi tunggu yang berderet di sana. Di usapnya wajah itu kasar. Pikirannya kacau. Wajahnya terlihat gusar. Ada kekhawatiran sekaligus kepanikan di sana.


Entah bagaimana nasib sang putri kini di dalam sana. Seberapa parah lukanya..? Sudah lebih baikkah ia...?


Zack kembali mengusap wajahnya kasar. Ada rasa bersalah dalam dirinya. Cerobohnya ia meninggalkan Aliya dan Tiger di halaman. Jika sampai terjadi sesuatu pada bocah itu, entah akan seberapa menyesalnya ia...!


drrrrttt....drrrrtt...


ponsel di saku celana Zack bergetar. Di raihnya benda itu. Dilihatnya di sana nama seorang wanita yang sudah menemani hidupnya selama lima tahun terakhir ini kini tengah melakukan panggilan telepon.


Ya, itu Azizah...!


Zack mengucap istighfar. Ia sampai lupa mengabari ibu angkat Aliya itu.


Zack mengusap layar ponsel itu. Lalu menempelkan benda pipih tersebut di telinganya.


"ya, peri" ucap Zack.


"sayang, kamu dimana?" tanya Azizah terdengar panik.


"Aliya gimana?!" tanya wanita yang dulu pernah mengalami kesulitan berbicara itu terdengar menangis.


"peri, kamu tenang dulu. Aliya masih ditangani dokter. Ini aku udah ada di rumah sakit buat jagain dia. Kamu tenang ya.." ucap Zack.


"aku udah di jalan. Aku mau nyusulin kamu ke sana" ucap Zizah.


"kamu tau dari mana kalau Aliya dibawa ke rumah sakit?" tanya Zack.


"tadi Roky telfon aku. Makanya aku buru buru mau kesana. Aku khawatir sama Aliya...!" ucap Zizah.

__ADS_1


"kamu tenang, semua baik baik aja kok. Kamu kesini, hati hati, aku tunggu kamu di depan ruang IGD" ucap Zack.


"iya..." Azizah mengangguk dari seberang sana.


Sambungan telepon pun terputus.


Zack kembali memasukkan ponselnya itu ke dalam sakunya. Tak beberapa lama, pintu ruang IGD itu terbuka. Seorang dokter yang menangani Aliya nampak keluar dari ruangan tersebut.


Zack segera bangkit dari posisi duduknya. Didekatinya dokter pria itu dengan wajah penuh harap


"dok, bagaimana kondisi putri saya?" tanya Zack.


Sang dokter tak langsung menjawab. Ia nampak mengamati pria yang kini berdiri di hadapannya itu.


"lho? kok beda? bapak yang tadi mana?" tanya sang dokter.


Zack mengernyitkan dahinya.


"bapak yang tadi? siapa? saya dari tadi di sini sendirian, dok" ucap Zack.


"bapak yang tadi membawa adek yang didalam. Ayahnya..! dia yang mendonorkan darahnya untuk gadis kecil di dalam...!" ucap si dokter.


"donor darah? bapak bapak?" tanya Zack mulai diliputi perasaan yang tak enak.


"ya, bapak bapak yang tadi menggendong bocah ini kesini. Dia juga yang membayar administrasi dan mendonorkan darah nya untuk bocah malang itu, karena tadinya bocah itu kehilangan banyak sekali darah. Beruntung ayahnya dengan sigap bersedia mendonorkan darahnya. Dan alhamdulillah, nyawa si adek bisa tertolong" ucap si dokter menjelaskan.


Zack nampak bergetar.


Bapak bapak. Mendonorkan darah. Untuk Aliya?


Siapa? tak mungkin kan jika laki laki itu adalah............


ah, tidak..! laki laki itukan sudah meninggal, pikir Zack.


Zack menggelengkan kepalanya.


"maaf, dok. Aliya yang sekarang terbaring di dalam itu adalah putri saya. Bukan putri orang lain.." ucap Zack membuat si dokter nampak bingung.


"oh ya? lalu siapa yang tadi mendonorkan darahnya untuk si kecil...? golongan darahnya sama...! wajahnya juga sekilas nampak mirip..! saya pikir tadi ayahnya...!" ucap si dokter membuat Zack semakin berfikir yang tidak tidak.

__ADS_1


"ah, tapi ya sudahlah...! itu tidak penting. Yang terpenting, sekarang si kecil sudah lebih baik setelah mendapatkan transfusi darah. Luka luka yang lain juga tidak terlalu parah. Saat ini, dia masih belum sadar. Biarkan dia istirahat dulu ya..." ucap si dokter singkat.


"iya, dok. Boleh saya melihat kondisi nya sebentar..?" tanya Zack.


"boleh, silahkan..." ucap sang dokter.


"terima kasih, dok" jawab Zack.


Sang dokter pun berlalu pergi meninggalkan Zack yang masih diam di depan pintu IGD.


Zack pun masuk ke dalam ruangan IGD itu. Suami Azizah itu nampak tak bersemangat. Di satu sisi ia merasa lega, lantaran Aliya sudah dikatakan mulai membaik. Namun di sini lain, ia juga merasa khawatir tentang sosok yang mendonorkan darahnya untuk Aliya. Siapa laki laki itu? kenapa dokter mengatakan laki laki itu mirip dengan Aliya dan memiliki golongan darah yang sama? pikir Zack.


Ribuan kekhawatiran berkecamuk dalam diri Zack Andreaz.


Ditatapnya wajah cantik milik bocah mungil yang kini terbaring tak sadarkan diri itu. Bocah cantik yang sudah ditinggal mati oleh ibunya sejak saat pertama ia melihat dunia.


Zack menatap sendu sekaligus khawatir ke arah Aliya.


"tidak mungkin Moreno, kan?" ucapnya...


Tanpa ia sadari,


dibalik pintu IGD. Seorang pria dengan lengan yang tertempel kain kasa di salah satu bagiannya itu nampak berdiri menghadap pintu ruangan tersebut.


Sorot matanya tajam mendelik. Di amatinya lengan itu. Lengan yang menjadi saksi, tersalurkannya darah seorang penjahat untuk menyelamatkan nyawa gadis kecil yang tak berdosa.


Ya, itu Moreno...!


Di tatapnya pintu bertuliskan IGD itu.


"darahku mengalir di tubuhnya...!" ucap pria itu.


"who is she?" tanya Moreno dengan sorot mata mendelik.


...----------------...


Selamat malam


up 21:52

__ADS_1


semoga nggak bosan ya..! yuk dukungan dulu, 🥰😘🥰


__ADS_2