Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 59


__ADS_3

Hari terus berganti hari....


Semua berjalan seperti sebagaimana mestinya.


Dua minggu sudah berlalu,


Angkasa masih menjalankan perannya seperti sebagaimana yang seharusnya. Sembari menunggu kepulangan sang wanita kesayangan yang sudah tidak lama lagi, kini ia terus disibukkan dengan berbagai kegiatan sebagai seorang mahasiswa sekaligus idola kaum muda. Job nya kian hari kian padat saja. Gosip yang beberapa waktu lalu sempat beredar kini perlahan mulai hilang.


Sama hal nya dengan Angkasa,


Pelangi pun kembali menjadi Pelangi yang seperti biasanya. Sebagai seorang yatim piatu yang menyambung hidup dengan membuka toko aksesoris sekaligus nyambi sebagai seorang guru TK. Hari harinya hanya di isi dengan mengajar dan berjualan.


Dua minggu berselang, kini Pelangi kembali hidup sendiri. Roky yang sempat beberapa hari di kirim Angkasa untuk menjaga wanita itu kini pun sudah tidak lagi bertugas di rumah sang wanita mandiri. Pelangi sudah merasa lebih aman sekarang. Dua minggu berselang ia sudah tak melihat lagi sosok laki laki yang seolah kini menjadi momok baginya itu.


Ya...sudah dua minggu lamanya Pelangi tak berjumpa dengan Galaksi. Entah bagaimana kabar pria itu, tak ada yang tahu. Laki laki itu juga sudah tak lagi terlihat di layar televisi. Entah kemana perginya laki laki itu, tak ada yang tahu.


Tapi ya sudahlah, akan sangat lebih baik jika ia tak lagi berurusan dengan laki laki itu. Pemuda itu terlalu mengerikan dan egois untuk seorang Pelangi.


.....


Siang menjelang,


Di sebuah kamar mewah bernuansa rock n roll yang nampak di penuhi beberapa gambar vulgar.


Pemuda itu nampak sibuk dengan laptopnya.


Dengan salah satu lengan yang masih di pasangi gips, pemuda itu nampak sibuk dengan ponsel yang berada di tangannya. Dengan tubuh bersandar di sandaran ranjang, pemuda itu nampak sibuk mengetikkan sesuatu. Mencoba mengirim kan DM pada sebuah akun Instagram seorang wanita berparas cantik bernama Bintang Kejora.


Ya, dua minggu yang lalu Gala akhirnya menerima tawaran dari Bram. Ia bersedia mendekati Bintang dengan imbalan kebebasan nya.


Sejak saat itu, ia pun mulai melakukan tugasnya di bantu oleh Bram. Mencoba mendekati Galaksi dengan cara memberikan perhatian perhatian yang lebih pada kekasih Angkasa Wildan Tama itu. Galaksi kini bahkan sudah memiliki nomor ponsel Bintang dan semua hal hal detail tentang Bintang. Mulai dari apa yang gadis itu sukai dan tidak sukai dan hal hal yang lainnya. Tentu saja, semua itu Galaksi dapatkan dari Bram yang begitu mendukung hubungan nya dengan Bintang. Bram bahkan sama sekali tidak menggubris pendapat Grace yang menentang cara Bram menjodohkan Galaksi dengan Bintang.


Entahlah, Grace tak mengenal siapa Galaksi. Yang ia tahu Gala juga seorang artis yang dulu pernah bersitegang dengan Angkasa. Menjodohkan Bintang yang notabene adalah pacar Angkasa, dengan laki laki yang merupakan rival abadi Angkasa, bukankah itu seolah seperti memposisikan Bintang selayaknya piala yang diperebutkan?

__ADS_1


Grace tak suka itu. Namun sepertinya Bram tak peduli. Ia keukeuh dengan pendiriannya. Dengan dalih keluarga Galaksi bukanlah keluarga penjahat. Sifat Galaksi bisa dirubah nantinya. Dan ia yakin Bintang bisa melakukan nya. Begitu yang selalu menjadi jawaban seorang Bram. Entah, itu benar benar dari hatinya, atau memang ada sesuatu lain yang melatarbelakangi nya untuk menjodohkan Bintang dengan Galaksi.


.


.


.


ceklek...


pintu kamar terbuka ..


Gerald si pemilik kamar datang sambil membawa dua gelas jus jeruk dan meletakkan nya di atas meja di samping ranjang. Dua minggu Gala keluar dari rumah sakit, ia sama sekali belum pulang ke rumahnya. Hendrawan dan Rachel pun bahkan mungkin tidak tahu jika Gala ternyata tidak jadi dipenjara. Karena setahu mereka, Gala memang tengah mendekam dalam sel namun tidak di publish.


Galaksi juga belum pernah menerima job apapun, mengingat kondisinya juga belum pulih sepenuhnya. Selama dua minggu ini, ia tinggal bersama Gerald yang kebetulan tengah di tinggal kedua orang tuanya yang merupakan seorang pembisnis itu ke luar negeri. Gerald dan beberapa anggota Black Moon lainnya juga lolos dari kejaran polisi saat penggerebekan aksi balap liar beberapa waktu yang lalu.


Gerald mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.


"berhasil dari mana? DM ama WhatsApp gue cuma dibaca doang nggak ada yang dibales..! sok cantik banget tuh perempuan...! kalau bukan karena perjanjian udah gue samperin gue kangk*ngin tuh perempuan..!" ucap Gala kesal membuat Gerald tergelak.


"tapi lumayan lah, bro..! dia cantik loh..!" ucap Gerald.


Galaksi hanya berdecih. Karena jika di tanya apakah Galaksi menyukai Bintang, maka jawabannya adalah tidak. Ia tak tertarik pada kekasih Angkasa itu. Justru kini satu satunya wanita yang menari nari dalam pikirannya adalah Pelangi. Wanita cantik yang lagi lagi kembali ia amati dari jauh setelah kesalahan yang pernah ia buat beberapa waktu pada gadis malang itu.


Seperti sebelumnya, Galaksi terlalu gengsi untuk sekedar datang pada wanita itu lalu mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Sebegitu tingginya harga diri seorang Galaksi. Bahkan untuk sekedar mengucap kata maaf dan terima kasih pun rasanya tak pernah ia lakukan seumur hidupnya.


Gerald menyesap minumannya.


"ntar malem keluar yok...! kek nya lo dah lama banget nggak ke club..!" ucap Gerald.


"ck, males gue...! nggak ada peraw*n nya...!" ucap Gala sambil terus sibuk dengan ponselnya.


"njiiir..! ya kalik ada praw*n masuk club..!" ucao Gerald membuat Gala tergelak.

__ADS_1


Gala menoleh ke arah jam dinding..!


"anj*nk..! udah jam segini kenapa lo nggak ngomong, bangs*t...!" ucap Galaksi sambil buru buru bangkit saat melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.


"napa? Rebecca lagi..?! kawinin aja sono..! keburu diembat Angkasa...!"


"gue tel*njangin duluan si Bintang..!" ucap Galaksi sembari meraih sebuah kontak mobil milik Gerald yang tergeletak di atas meja.


"gue bawa...!" ucap Gala sambil mengangkat kotak mobil itu. Gerald hanya mengangkat jempolnya sembari menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.


Putra Hendrawan itupun berlalu pergi meninggalkan kamar itu. Ia lantas membawa salah satu mobil sport milik Gerald dan membawanya menembus padatnya jalanan ibu kota.


Alunan musik menggema cukup kencang di dalam mobil itu. Gala menggerak gerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik sembari menikmati perjalanan nya.


Lampu berwarna merah di perempatan jalan menyala. Pertanda para pengendara diwajibkan untuk menghentikan laju kendaraan mereka sejenak.


Mobil yang dikendarai oleh sang Galaksi pun berhenti di barisan paling depan. Pemuda dengan satu tangan di gips itu nampak mengangguk angguk kan kepalanya mengikuti alunan musik yang ia putar. Hingga tiba tiba....


Netra itu menajam. Dua sosok manusia lewat tepat di depan mobilnya, melewati zebra cross. Kedua makhluk yang terlihat menjijikkan di mata Galaksi nampak bergandengan tangan. Si wanita terlihat bergelayut manja sembari menenteng beberapa paper bag dengan tulisan brand kenamaan di sana.


Galaksi mengepalkan tangannya. Dadanya naik turun melihat sepasang pria wanita yang terlihat begitu mesra itu berlalu menyebrangi jalan raya tepat di hadapannya. Sepertinya dua manusia itu tidak menyadari bahwa salah satu mobil yang berhenti disana adalah tunggangan sang Galaksi.


Gala menatap penuh kebencian ke arah dua manusia itu.


"anj*nk...!" ucap nya dengan gigi mengetat.


...----------------...


Selamat malam,


up 18:38


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2