
daaaaaaaggggggghhhhh.....!
.
.
.
.
"ALIYAAA ...!!!!" pekik bocah laki laki itu kaget. Dilihatnya disana si gadis kecil teman sehati nya jatuh tergeletak bersimbah darah. Sebuah mobil menabrak tubuh mungil gadis itu. Membuat Tiger yang berusaha mengejar bocah cantik itupun memekik di buatnya.
Tiger berlari ke arah Aliya yang jatuh tak sadarkan diri. Moreno alias Simon yang hendak menuju mobilnya untuk segera pergi dari tempat itupun menoleh. Dilihatnya kini bocah tampan itu berjongkok, menangis, memanggil manggil nama sang sahabat yang tak bergerak. Di gerakannya pundak Aliya seolah meminta agar gadis kecil itu segera bangun, namun tak bisa.
"Aliya...! bangun....!! Aliya...!!! hwaahahahahahaha......!!!" ucap bocah pria itu menangis sejadi jadinya.
Moreno diam di posisinya. Darah mengalir. Membasahi jalan raya tempat dimana bocah itu tergeletak. Tak ada orang tua yang mendekat. Si pemilik mobil penabrak bahkan sudah lari pergi entah kemana tak mau bertanggung jawab.
Hati Moreno bergetar. Entah mengapa laju kakinya seolah tak mau melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Padahal pria itu tengah melakukan pengintaian. Harusnya ia segera pergi dan tak usah peduli dengan kondisi bocah itu. Toh ia juga tak mengenalnya.
Tapi entah mengapa semua terasa berbeda.
Moreno tak bisa melakukannya. Entah dapat bisikan dari mana pria itu justru berjalan cepat mendekati dua bocah itu. Di dekatinya si bocah. Ia berjongkok di samping Tiger yang tersedu sedu. Ditatapnya bocah cantik yang tergeletak dalam posisi miring itu. Dengan lelehan darah menetes dari salah satu sudut pelipisnya.
Moreno makin bergetar. Ia bahkan tak menggubris tangisan Tiger yang makin keras terdengar.
Moreno menggerakkan tangannya. Meraih tubuh bocah itu dan hendak membopongnya. Namun tiba-tiba.
"om mau ngapain temen aku..?!!" tanya Tiger tak rela teman nya di sentuh.
"kita bawa ke rumah sakit..! bilang pada ayahnya, suruh dia menyusul ke rumah sakit X. Aku akan membawanya ke sana terlebih dahulu sebelum semuanya terlambat...! cepat...!!!" ucap Moreno.
"tapi Aliya nggak apa apa kan om?" tanya Tiger takut.
"sudah, cepat bilang sana...!!" ucap Moreno tegas.
Tiger mengangguk. Dengan air mata yang nampak banjir ia berlari kembali ke rumah Adrian yang jaraknya dua rumah dari posisi Aliya tertabrak. Sedangkan Moreno kini membopong gadis kecil itu. Membawanya menuju mobil dan dengan segera melajukan kendaraannya itu menuju rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Tiger menangis meraung raung sembari berlari menuju kediaman opa nya.
"ayaah....!!! ayah...!!! hwaaahwhahahhahaha....!!!!' ucap Tiger sambil menangis. Ia berlarian dengan terburu buru.
"ayaaaahh....!!!!hwahahahahahaha....!!!" ucap Tiger lagi yang kini sudah sampai di ruang tamu.
Ia terus berlari menuju kolam renang, tempat di mana beberapa orang dewasa nampak berada di sana tengah melakukan pembicaraan serius.
Dilihatnya disana, ada Adrian, Dinda, Zev, Zack serta Roky.
Bocah itu mempercepat langkahnya sembari terus menangis. Hingga....
buuuuuggghhhh....
"aaaawww...!!" pekik bocah itu
Tiger tersandung. Ia jatuh di teras belakang tak jauh dari tepian kolam renang tempat dimana orang orang dewasa itu berkumpul. Membuat para manusia manusia yang tengah terlibat pembicaraan serius itupun menoleh kearah bocah itu.
"Tiger...!" ucap Zev yang melihat sang putra terjatuh.
Zev meraih tubuh Tiger yang nampak gemetar. Di peluknya bocah itu dengan raut wajah khawatir dan bingung.
"kamu kenapa, boy?" tanya Zev.
"daddy...!! Aliya...!! hwaaaaaaahahahahaa......!!!" ucap Tiger sambil terus menangis.
Zack membelalakkan matanya. Mendengar nama sang putri disebut, pria bertato hampir di sekujur badannya itu pun mendekat.
"Aliya kenapa, nak?" tanya Zack.
"ayah...! Aliya ditablak mobil..! dalahnya banyak...! aku takut Aliya meninggal...!! hwahahhaahahahahhaha.......!!!Aliyaaaaaaa......!!!" ucap Tiger sembari menangis meraung keras.
Zack dan yang lain kaget. Suami Azizah itu nampak mengembun. Kepanikan langsung terlihat jelas di wajahnya.
"sekarang Aliya dimana?!" tanya Zack.
"dibawa olang ke lumah sakit...! katanya lumah sakit X....! tolongin, ayah, daddy...!! Aliyaaaaaaa.....!!! hwahahahahaha......!!" ucap Tiger menangis
__ADS_1
Zack tak bisa berfikir panjang. Otaknya seketika dipenuhi bayang bayang tentang nasib putri tercinta nya.
Zack berlari keluar rumah. Roky sang adik ipar hendak berlari mengejar pria itu namun ditahan oleh Zev.
"Roky, udah, biarin..! sekarang kamu ambil mobil, kita ke rumah sakit sama sama...!" ucap Zev.
"baik, tuan" jawab Roky.
Pria itupun segera menuju garasi guna mengeluarkan sebuah mobil. Keluarga Adrian pun masuk ke dalam kendaraan itu, menyusul Zack yang sudah terlebih dulu menuju rumah sakit.
...****************...
Sementara di rumah sakit itu,
Pria berjambang lebat dengan banyak tatto di beberapa bagian tubuhnya itu nampak berlari masuk kedalam rumah sakit sembari membopong gadis kecil yang berlumuran darah itu.
Wajahnya terlihat panik dengan hoodie hitam yang nampak berlumuran darah milik si bocah manis.
Moreno alias Simon berteriak teriak. Memanggil manggil nama dokter agar segera memberikan pertolongan untuk si gadis malang itu.
Tak berapa lama, seorang dokter pria berkepala plontos pun datang didampingi beberapa perawat. Aliya segera di rebahkan di atas ranjang pasien, lalu dibawa masuk ke dalam IGD guna mendapatkan pertolongan.
Moreno nampak lemas. Ia berdiri di depan pintu ruang IGD itu dengan sorot mata nanar.
Entah mengapa hatinya jadi mellow. Ads rasa iba dan khawatir dalam dirinya atas keselamatan bocah yang sebenarnya tidak ia kenal itu. Laki laki itu bahkan lupa jika ia pernah bertemu dengan Aliya kecil sebelum nya.
Ya, nama bocah itu Aliya. Ia tahu dari teriakan bocah laki laki tadi yang memekik memanggil nama gadis kecil itu.
Aliya...nama yang sama dengan wanita muda yang dulu pernah ia jamah secara paksa. Namun kini sudah tenang di alamNya.
...----------------...
Selamat siang
up 11:14
yuk, dukungan dulu 🥰🥰😘🥰
__ADS_1