
Mobil dan rombongan motor gede itu sampai di pinggir hutan. Dimana di tempat itulah, jejak beberapa ban mobil berhenti. Setelah itu sudah tak nampak lagi jejaknya.
Zev dan Zack turun. Mendekati anak anak Black Moon yang masih berada di atas motor mereka.
"jejaknya cuma sampai sini, bang?" ucap Joe.
"trus mereka kemana ya?" tanya Wisnu.
"masa iya mobil mahal mahal dibawa masuk ke hutan. Keknya nggak bisa lewat deh" imbuh pemuda berambut ikal tersebut.
Zev nampak diam seolah berfikir.
"Zack" ucap Zev.
"iya, tuan" jawab Zack.
"kau sudah menghubungi papa?" tanya pria itu.
"sudah, tuan" jawab Zack.
Zev mengangguk.
"kita coba masuk ke dalam. Mungkin kita menemukan sesuatu di sana" ucap ayah kandung Tiger Smith Anderson itu.
Semua mengangguk. Zev berjalan di depan, di ikuti Zack dan Galaksi di belakangnya. Lalu para anggota Black Moon yang lain nampak mengikuti di barisan paling belakang. Semua sorot mata bergerak seolah menjelajahi seisi hutan. Mencari cari sesuatu yang mungkin bisa jadi petunjuk dari berbagai teka teki yang masih tersembunyi hari ini. Tantang kepala siapa yang tadi mereka temukan dan dimana keberadaan tuan Hendrawan.
Hingga.......
Wisnu berjongkok. Tali sepatunya lepas. Pemuda berambut ikal itu lantas memperbaiki tali sepatu itu. Hingga.....
Matanya menyipit. Terfokus pada selembar daun pisang yang terlihat masih segar tergeletak disana. Menutup sesuatu semacam gundukan yang nampak dikerubungi lalat. Entah apa itu.
Wisnu mendekat. Rasa penasaran nya mengalahkan segalanya. Dengan posisi tubuh yang masih berjongkok, sedikit tertinggal dari kawan kawannya yang sudah berada didepan semakin masuk ke dalam hutan. Wisnu menggerakkan tangannya membuka daun pisang yang masih segar itu. Dan.....
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
"hwaaaa......!!!!! hwaaaaaaaaaa......!!!!!!"
hoooeeekk........
Wisnu menjerit sejadi jadinya. Ia mundur menyeret tubuhnya sendiri. Mual. Ingin muntah. Satu bola mata, dua telapak tangan dan sebuah benda yang sepertinya alat kel*min laki laki terpampang jelas di hadapannya. Berlumuran darah. Beberapa lalat mulai mendekat mengerubungi benda menjijikkan itu.
Wajah Wisnu pucat pasi. Ia memang anak berandalan. Tapi ini terlalu mengerikan. Anggota tubuh manusia berceceran di tengah hutan bak sampah yang tak berguna. Kepala berbaur dengan sampah. Organ lainnya di buang ke tengah hutan di tutupi daun pisang dan dikerubuti lalat. Manusia macam apa yang tega berbuat seperti ini...?
Black Moon, Zack dan Zev mendekat.
"ada apa?" tanya Zack.
"gue nggak mau disini, anj*nk...! gue mau pulang...!!" ucap Wisnu histeris sambil menunjuk ke arah bagian tubuh manusia yang sudah dipotong potong itu. Ia yang pertama menemukan potongan kepala di parit. Ia juga yang pertama menemukan anggota tubuh lain yang sepertinya memang di mutilasi tersebut.
Gala dan anak anak Black Moon lainnya mengusap wajah mereka kasar. Sungguh, mereka benar benar tak bisa lagi untuk berkata kata.
Zev menghela nafas panjang. Dilihatnya benda benda menjijikkan di sebelah kakinya itu.
"sudah, kita pulang saja dulu...! seperti nya kalian butuh menenangkan diri..!" ucap Zev.
"iya, kita pulang aja dulu" ucap Zack.
"tapi bokap gue gimana?!" tanya Gala.
"kita pulang dulu, kita tenangin diri dulu. Kita cari solusinya sama sama. Kondisi mental lu dan temen temen lu ini nggak memungkinkan untuk kita nyari keberadaan bokap lo..! kita pulang dulu. Kita obrolin dirumah.." ucap Zack.
"kalian ikut ke rumahku, kita bicara disana" ucap Zev sembari berjalan menuju mobilnya.
Para anggota Black Moon pun patuh. Galaksi pun mau tak mau hanya bisa pasrah. Ia sudah sangat buntu. Tak tahu harus berbuat apa dan kemana harus mencari sosok ayahnya.
Para pria itupun kembali ke tunggangan masing masing. Hingga......
__ADS_1
drrrrttt..... drrrrttt.......
ponsel Zev bergetar. Dirogohnya saku jasnya dan mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam sana.
"papa Adrian"...
memanggil....
Zev segera mengusap tombol hijau yang berada di layar benda pipih itu. Lalu menempelkan nya di telinga sebelah kanannya.
"assalamualaikum, pa..." ucap Zev.
..........
"Pelangi? memangnya ada apa?" tanya Zev membuat Galaksi menoleh seketika ke arah ipar Angkasa itu manakala nama si wanita pujaan hatinya di sebut.
..........
"astaghfirullah haladzim...!" ucap Zev sambil mengusap wajahnya.
"oke, kita kesana sekarang" sambung pria itu lagi.
.
.
.
.
Ada apa lagi ini???
...----------------...
up 12:32
eh, jam segini udah dua aja...😁
up lagi nggak nih?
__ADS_1
yuk, banyakin dukungan dulu 🥰🥰😘🥰😘