
Di dalam mobil mewah yang di kendarai Zack Andreas.
Pemuda berparas tampan itu nampak kembali memasang wajah kesalnya.
Pertemuan nya dengan sang rival kembali membuat darahnya mendidih. Mengingat betapa busuknya kelakuan Black Moon yang sudah menjebak nya dengan seorang wanita di dalam kamar hotel hingga berimbas pada kesalahpahaman yang kini terjadi antara dirinya dan sang Bintang Kejora.
Angkasa benar benar muak. Membuatnya ingin sekali untuk menghajar Galaksi yang tadi sudah berdiri di hadapannya.
"harusnya bisa gue patahin tuh leher si brengs*k...!" ucap Angkasa.
"omongannya di filter..! ada bocah tuh dua lagi dengerin" ucap Zack santai sembari terus fokus pada kemudinya.
Angkasa hanya melirik ke arah spion dalam mobil itu singkat, lalu kembali membuang pandangannya ke luar jendela.
"den...! kalau menurut saya kayaknya bukan black Moon deh yang jebak aden" ucap Zack.
"terus siapa kalau bukan mereka..?! orang yang selalu rese' ama gue ya cuma dia doang, mas..!" ucap Angkasa.
"tapi kalau memang mereka, trus apa motifnya..? ngejatohin nama aden? nyatanya ampe sekarang nggak ada pemberitaan yang muncul tentang penggerebekan di hotel itu. Atau Gala mau ngerusak hubungan aden sama Bintang? buat apa? Gala sekarang malah terlihat deket sama gurunya Aliya..!" ucap Zack.
"satu satunya motif yang kuat dalam kasus ini adalah, ada orang yang nggak suka sama hubungan aden dan Bintang. Dan orang itu pengen Bintang salah paham ama aden..! udah...! itu aja...! makanya nggak ada berita yang tersebar...! dia cuma pengen hubungan kalian rusak..! itu doang...! dan pertanyaan, ada nggak, orang yang mungkin nggak suka sama hubungan kalian...! dan orang itu, pasti orang orang terdekat kalian. Karena dia sampai tau, kapan waktunya Bintang pulang dan sampai di bandara...!" ucap Zack mencoba memecahkan teka teki drama percintaan anak muda ini. Sebagai seorang mantan kaki tangan sang Moreno, insting menyelidik nya juga masih cukup mumpuni.
Angkasa hanya diam. Sebagai anak kandung Adrian Tama, adik ipar Zev Smith Anderson, majikan dari Roky dan Zack Andreaz, seperti nya ia tak mewarisi jiwa kriminal dari para pria pria itu. Ia hanya laki laki pujaan para gadis yang sedikit emosian, sembrono, gegabah dan tak pernah berfikir panjang sebelum bertindak.
Angkasa nampak mengusap wajahnya kasar. Laki laki itu benar benar frustasi. Ia lelah. Ia tak tahu harus berbuat apa.
Sementara di jog belakang...
"sssstt...! Aliya..." bisik Tiger yang nampak duduk berdekatan di pojokan dengan si gadis mungil nan cantik.
"apa?" tanya Aliya.
"kayaknya uncle lagi ada masalah sama kakak Bintang" ucap Tiger.
"iya..! ada apa ya? padahal kan kita pengen di ajak ketemu sama kakak Bintang...! kenapa malah belantem sih..! huuuhh...!" ucap Aliya sedikit kecewa. Ia berucap sembari melipat kedua lengannya di depan dada di ujung kalimat nya.
"olang dewasa itu emang pada libet, Aliya...! apa apa ngambek..! apa apa malahan..! dikit dikit belantem...! dikit belantem..! kamu nanti kalo kita udah gede jangan gitu ya...! ntal aku pusing mikilin kamu ngambek...! kayak uncle tuh..! malah malah mulu gala gala kakak Bintang ngambek..! ampe mau belantem ama mas bule..!" ucap Tiger.
"aku itu bukan pemalah, Tigel..! aku itu olangnya penyabal..! kayak bunda aku..! gimana sih kamu..!" ucap Aliya sambil menggelengkan kepalanya.
"oh iya, aku lupa..!" ucap Tiger sembari menepuk jidatnya.
Aliya hanya menghela nafas panjang. Tak lama berselang, mobil itupun sampai di kediaman Adrian Tama.
__ADS_1
"ayah, kok kita ke lumah opa sih?" tanya Tiger.
"daddy ada di sini, nak. Kita mampir sini bentar ya, jemput daddy" ucap Zack.
"oke deh, nggak apa apa" jawab Tiger kemudian.
Kendaraan roda empat itupun melintasi gerbang, hendak masuk area halaman luas rumah megah itu.
Aliya yang menatap ke luar jendela nampak memiringkan kepalanya. Dilihat nya disana, tak jauh dari posisinya saat ini, sesosok manusia berhoodie hitam nampak menatap tajam ke arah rumah Adrian Tama, opa dari Tiger Smith Anderson.
Aliya nampak menyipitkan matanya.
Sepertinya ia pernah melihat orang itu. Tapi dimana ya...?! pikir gadis kecil tersebut.
Mobil pun sampai di halaman. Zack dan Angkasa turun. Aliya dan Tiger pun ikut turun.
Angkasa melangkah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah. Sedangkan Zack kini nampak mendekati Roky yang berdiri di samping pintu utama sembari menghisap rokoknya.
"ndrong...!" ucap Roky pada pria yang sebenarnya kini sudah tak gondrong lagi itu.
"ape?" tanya Zack.
"masuk yuk, tuan Adrian nyariin..!" ucap Roky.
"nggak tau...! suruh masuk katanya tadi" ucap Roky.
Zack pun hanya mengangguk. Kedua pria itupun masuk ke dalam rumah megah tersebut meninggalkan dua bocah yang masih berdiri di samping mobil mewah milik Zev.
"Aliya, ayo masuk..!!" ucap Tiger.
"Tigel, ikut aku yuk ..!" ucap Aliya.
"kemana?" tanya Tiger.
"aku tadi liat olang. Om om..! kayaknya aku pelnah liat, dia lagi liatin lumah opa kamu..!" ucap Aliya.
"olang jahat?" tanya Tiger.
"enggak tauk..! makanya ayo lihat dulu...!" ucap Aliya lagi.
"oke..! bental bental..!" ucap Tiger kemudian berbalik badan, membuka pintu mobil di bagian belakang itu lalu merogoh kantong yang berada di bagian belakang jog kemudi.
Diambilnya sebuah kacamata hitam, lalu mengenakannya. Bocah itupun kembali berbalik badan, menatap ke arah depan dengan kepala terangkat sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
"kamu ngapain?" tanya Aliya.
"pakai kacamata..! bial kelen...! bial kayak olang olang yang suka pelang ama olang jahat..! kayak di tipi tipi itu..! kamu gimana sih, Al. Banyak nggak ngeltinya...!" ucap Tiger.
Aliya menepuk jidatnya.
"capek aku sama kamu..! aneh aneh aja...! ya udahlah, suka suka kamu aja...! ayok, kita ke depan liatin..!" ucap Aliya.
Tiger pun mengangguk.
Kedua bocah itu lantas berjalan menuju gerbang yang ditinggal satpamnya mengambil jatah makan siang ke dapur itu.
Aliya dan Tiger nampak celingukan. Mencari sosok om om yang Aliya sebutkan tadi.
Hingga, mata Aliya terbelalak. Di lihatnya disana, di bawah pohon di samping sebuah batu, seorang pria yang tadi Aliya lihat kini nampak melakukan panggilan telepon.
"om...!!" ucap Aliya dengan suara lantang nan cempreng, membuat pria itu pun menoleh ke arah bocah tersebut.
Aliya berlari mendekati laki laki yang berdiri di seberang jalan itu.
"Aliya, tunggu...!!!" ucap Tiger. Bocah itupun berlari mengejar Aliya.
Si pria berhoodie, Moreno, yang menyaksikan dua bocah itu berlari ke arahnya pun nampak buru buru berbalik badan. Berjalan dengan sedikit cepat berniat menjauh dari kejaran dua bocah itu. Namun tiba tiba....
.
.
.
.
daaaaaaaggggggghhhhh.....
"ALIYAA.....!!!!!"
...----------------...
Selamat malam,
up 20:49
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰