
Angkasa Wildan Tama 👇
Hari terus berlanjut,
Kini malam mulai mengambil alih dunia. Sebuah motor merah nampak memasuki halaman luas kediaman keluarga Adrian Tama.
Pemuda berparas nyaris sempurna itu melepaskan helm yang membungkus kepala nya. Pria tampan itu membuang nafas kasar melalui mulutnya. Lelah sekali rasanya. Jadwal nya cukup padat hari ini. Setelah kuliah pagi hari, pemotretan siang hari, menjelang sore istirahat sebentar di rumah Dodo, lalu kemudian ia harus mengisi sebuah acara televisi.
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dan Angkasa baru pulang dari serentetan aktifitasnya sebagai publik figur.
Lelah, sudah pasti. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga tuntutan pekerjaan.
"huuuuufftt...! capek banget gue..! guling mana guling gue mau tidur..!!" ucap Angkasa pada angin malam yang tak memiliki kemampuan untuk menjawab.
Angkasa turun dari motornya. Dengan langkah yang nampak lelah ia berjalan menuju pintu utama rumah megahnya.
"beeeuuuhhh....artis papan atas baru pulang..! emh, emh, emh, capek banget kayaknya..!"
suara itu sukses membuat Angkasa menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang. Dilihatnya di sana seorang pria nampak menuntun motor yang tadi ia tinggal menuju garasi rumahnya.
Itu Roky..! supir sekaligus bodyguard Adinda.
"paan sih mas..?! capek nih..! nggak usah ngeledekin..!" ucap Angkasa pada supir yang memang sudah seperti keluarga sendiri itu. Bahkan sudah seperti kakak sendiri bagi Angkasa.
Roky adalah orang kepercayaan Adrian yang ia tugaskan untuk menjaga sang istri dan membantu wanita itu dalam berbagai hal. Roky sendiri adalah adik ipar dari Zack, supir sekaligus bodyguard keluarga Zev dan Nabila, anak pertama Adrian.
"dih, sensi amat kek nenek nenek baru lahiran" ucap Roky menggoda. Ia memang suka sekali memancing emosi Angkasa. Mengingat ucapan ucapan yang terlontar dari bibir pemuda itu memang suka bikin ngakak kalau lagi ngomel ngomel.
Dulu Roky juga di tugaskan menjaga Angkasa saat pemuda itu masih remaja. Pria itu juga yang mengajari Angkasa berkendara hingga se mahir saat ini. Ia juga yang mengenalkan Angkasa pada motor yang dulu sangat sulit sekali untuk Angkasa kuasai.
"iye gue lagi sensi, makanya jan mancing mancing emosi gue, kalau nggak gue rubuhin noh gunung merbabu..!" ucap Angkasa kesal.
"jauh amat..! Krakatau deh Krakatau..!" ucap Roky.
"ogah, dingin, di tengah laut gue takut ketemu duyung..!"
"ah elah, kalau duyungnya cakep mah nggak apa apa, den. Siapa tahu jodoh, nikah...!" ucap Roky.
"lah iya kali gue di suruh kawiin ama duyung..!tiap hari disuruh nyelem ke dasar laut cuma buat ketemu bini. Bahagia kagak kembung iye..! Mending gue nungguin Bintang..!" ucap Angkasa membuat Roky terkekeh.
Pemuda itu pun segera masuk ke dalam rumah nya. Ruang tamu sudah sepi. Angkasa tak peduli. Ia lantas menaiki tangga menuju lantai dua dan segera mendekati kamar pribadi miliknya.
__ADS_1
ceklek.....
pintu kamar terbuka..
"uncle...!!" suara itu membuat Angkasa terbelalak. Dilihatnya di sana seorang bocah tampan nampak sudah menunggu di atas kasur dengan sprei motif bola itu. Bocah dengan piyama bergambar salah satu tokoh super hero dengan celana dalaaam di luar itu nampak tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya menyambut sang paman.
"lu ngapain disini?!" tanya Angkasa kaget.
"aku di ajak tidul di sini sama opa. Tapi aku nggak bisa tidul kalau sama opa sama oma. Soalnya jenggot opa bikin geli. Aku mau tidul sama uncle aja .." ucap Tiger polos.
Angkasa menghela nafas panjang.
"gue capek, maung..! gue mau tidur napa malah lu di sini sih...?! pulang aja sono..!" ucap Angkasa seolah tak rela tempat tidurnya yang tak terlalu luas itu di kuasai sang keponakan.
Ya, Angkasa memang lebih suka kamar yang tak terlalu luas dengan ranjang yang juga tak terlalu besar.
"ih, uncle..! akutuh cuma pengen bobok sama uncle aja. Masak nggak boleh..! sehali doang" ucap Tiger tanpa berpindah dari posisi nya yang tidur terlentang di atas ranjang.
Angkasa berdecak kesal. Di letakkan nya ransel miliknya di atas kursi meja belajarnya. Ia kemudian melepas jaket serta kaos nya hingga kini hanya bertelanjang dada dengan celana panjang membungkus tubuh bagian bawah nya.
"dek.." suara itu mengalun lembut dari arah pintu kamar Angkasa. Pemuda itupun menoleh.
Itu Adinda, ibundanya.
"ma.." ucap Angkasa.
Angkasa berdecak kesal lagi.
"ck..! lagian ngapain di bawa kesini sih nih bocah..!" ucap Angkasa kesal.
"papa yang bawa kesini. Tapi dia nggak mau tidur sama kita. Maaf ya..." ucap Adinda begitu lembut dan keibuan.
"ya udah lah..!" ucap Angkasa akhirnya meskipun agak dongkol.
Adinda tersenyum.
"titip Tiger ya.." ucap Dinda.
"iya.." jawab Angkasa.
"kamu udah makan belum?" tanya Dinda.
"udah, ma. Tadi udah beli makan di jalan" ucap Angkasa.
__ADS_1
Dinda tersenyum lagi.
"ya udah, kamu istirahat ya. Mama juga mau tidur" ucap Adinda.
"iya, ma.." jawab Angkasa.
Adinda tersenyum, lalu menoleh ke arah sang cucu yang masih dalam posisi terlentang di atas kasur.
"ganteng, bobok sama uncle ya. Jangan rewel, jangan ngompol" ucap Adinda.
"oke, oma..!!!" ucap Tiger bersemangat sambil mengacungkan jempolnya.
Adinda tersenyum lembut. Ia pun berlalu pergi meninggalkan tempat itu sambil menutup pintu kamar tersebut.
Seperginya Adinda. Angkasa meraih ponsel nya yang berada di dalam ransel, lalu mulai men charge ponsel tersebut guna mengisi daya baterainya yang hampir habis.
Angkasa berbalik badan.
"lu tunggu di situ. Jangan pegang aneh aneh..! gue mau mandi dulu..!" ucap Angkasa mewanti wanti sang keponakan. Mengingat bocah itu adalah bocah yang super aktif. Ia takut kalau Tiger menyentuh yang aneh aneh selama ia tinggal mandi.
"iya, iya ..!" jawab Tiger.
Angkasa pun berlalu pergi. Masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan diri.
......................
Sepuluh menit berselang, Angkasa keluar dari kamarnya. Dengan bertelanjang dada dan celana pendek menutupi tubuh bagian bawahnya, pemuda itu nampak membawa sebuah handuk putih guna mengeringkan rambut nya yang basah.
Angkasa mendekati ranjangnya. Dilihatnya disana Tiger sudah terlelap tidur. Bocah itu nampak tidur tengkurap sambil memeluk sebuah boneka bola yang berada di atas kasur pemuda dua puluh satu tahun itu.
Angkasa tersenyum.
"Nih bocah kalau diem imut juga. Tapi kalau udah nyerocos bawaannya pen nabok aja..!" ucap Angkasa seorang diri.
Angkasa bangkit. Di dekatinya ponsel yang masih terpasang kabel charger. Belum ada pesan dari kekasih pujaan hatinya Bintang Kejora.
Ya sudahlah, mungkin malam ini mereka tak akan melakukan vidio call dulu. Angkasa sudah terlalu lelah dan mengantuk.
Pemuda itupun melempar handuk di tangannya asal. Ia lantas menuju ranjangnya. Merebahkan tubuhnya di samping Tiger dan menarik selimutnya. Keduanya pun tidur dalam satu selimut. Angkasa memeluk tubuh bocah kecil itu seolah ingin memberikan kehangatan untuk anak kandung dari kakak perempuan nya tersebut.
...----------------...
Selamat siang,
__ADS_1
up 11:35
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰