Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 22


__ADS_3

Hari berganti,


Di sebuah kantin di universitas kenamaan kota itu.


Sekelompok anak muda berandalan terlihat duduk bergerombol di sebuah bangku di kantin tersebut. Dengan jaket hitam yang menjadi ciri khas nya, mereka nampak bercanda dan tertawa selayaknya orang dewasa. Kata kata yang keluar dari mulut mereka juga terdengar cukup kasar. Kadang membully dan menghina mahasiswa mahasiswi lain yang lewat dan makan di kantin itu. Tak jarang mereka berseloroh tentang hal hal tabu yang berkaitan dengan dunia malam dan pergaulan bebas. Sesekali juga mereka menghentikan beberapa mahasiswa lain yang lewat di depan mereka, lalu merampas makanan mereka dan mengusirnya setelah berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Ya, seperti kebanyakan anak anak berandalan pada umumnya lah..


Karena memang ya begitulah kelakuan Black Moon dimana pun berada. Hal hal demikian pula lah yang membuat genk motor yang satu ini begitu di benci banyak orang.


Membuat onar, rusuh, malak, sok berkuasa. Seolah tak ada hal positif dari dalam diri para anggota genk motor urakan tersebut.


Black Moon masih sibuk dengan ke berandalan mereka. Tiba tiba...


"Gal..!" ucap Joe, anggota Black Moon pada sang leader yang sejak tadi hanya diam tak bersuara.


Gala mengarahkan pandangannya ke arah Joe. Ia mengangkat dagunya seolah bertanya "ada apa?"


"lu ngapain dari tadi diem aja?" tanya Joe.


"siapa?" tanya Gala.


"ya elu lah..! lu pikir dari tadi kita nggak merhatiin lu ?" tanya Joe lagi yang hanya di balas sorot mata malas dari bibir Gala


"mikirin apa, lo? mikirin bokap lo?" tanya Gerald.


Gala hanya tersenyum simpul lalu menggeleng kan kepalanya.


"udahlah, Gal. Nggak usah lu pikirin..! biarin aja bokap lo seneng seneng ama tuh peerek. Entar kalau udah ketahuan belangnya juga pasti di tendang tuh perempuan...!" ucap Joe.


Gala menenggak minuman kaleng di tangannya.


"gue nggak peduli. Sama dia, perempuan itu dan siapapun..! terserah..!" ucap Gala dengan sorot mata menatap lurus ke depan.


Para anggota yang lain tak menyahuti. Ia tahu, Gala sangat sensitif terutama jika menyangkut masalah keluarga. Akan lebih baik jika perihal ayah Gala dan pacarnya saat ini itu tak perlu di bahas di tongkrongan. Karena akan sangat mengusik emosi Galaksi dan pasti akan berujung uring uringan untu pemuda dua puluh satu tahun tersebut.


"eh, ntar siang trek-trek an yuk..!" ucap Wisnu mengalihkan pembicaraan.


"boleh tuh. Gimana, Gal?" tanya Gerald.


"kalian aja. Gue ada urusan..!" ucap Gala lagi.


"urusan? urusan apa?" tanya Gerald.


Gala tak menjawab. Ia hanya mengulum senyum sinis sambil menatap lurus ke depan seolah tengah membayangkan sesuatu yang indah.


Ketika para mahasiswa badung itu tengah asyik dengan candaan mereka. Tiba tiba,


"ssstt...!whoe...whoe..!" ucap salah satu anggota Black Moon yaitu Wisnu dengan suara pelan sambil menyenggol anggota lainnya yang duduk di sebelahnya. Laki laki berambut kriting itupun mengangkat dagunya, mengarahkannya ke arah seorang mahasiswa yang nampak berjalan menuju sebuah bangku kosong dengan sebuah nampan di tangannya.


Black Moon menyeringai. Itu Dodo..! sahabat Angkasa. Pria bertubuh subur, berkacamata tebal dan berambut belah tengah. Sahabat sang idola para anak muda saingan seorang Galaksi Ardhanata.


Gala tersenyum sinis. Sang leader yang sepertinya hari ini tengah kurang berbahagia itupun lantas bangkit dari posisi duduknya. Ia menemukan mainan untuk mengembalikan mood nya.


Didekatinya Dodo di ikuti oleh para anggota yang lain.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


braaaaaakkkk....!!!!!!!


"kuntilanak...!!!" pekik Dodo latah saat dengan tiba tiba Galaksi menggebrak meja yang Dodo tempati itu dengan kerasnya dari belakang.


Bahkan bukan hanya Dodo. Para pengunjung kantin yang lain pun sebagian juga ikut terjingkat karena ulah Galaksi.


"ngapain braderr..?!!" tanya Galaksi sambil merangkul pundak Dodo dan mendudukkan tubuhnya di samping mahasiswa yang kini nampak bergetar ketakutan.


Black Moon yang lain pun ikut duduk di bangku tersebut, mengelilingi Dodo yang nampak menunduk menahan rasa takutnya.


Gala menggerakkan tangannya. Sambil merangkul pundak Dodo, pria itu nampak memijit mijit pundak laki laki bertubuh subur itu.


"empuk banget tubuh lu, bray..!" ucap Gala mengejek membuat Dodo makin ciut


"lo...lo mau apa, Gal?" tanya Dodo terdengar lirih dan bergetar. Pria yang memang di kenal cupu itu terus menunduk seolah tak berani menatap para pemuda berandalan yang kini mengelilingi dirinya itu.


"nggak ngapa ngapain..! emang kita ngapain. Kita cuma pengen duduk di sini aja. Ngobrol ama lu, kan kita brader. Ye nggak?!!" tanya Gala sembari meminta persetujuan dari anggota genk nya.


"beeuuhh...! rambut lo rapi amat kek jalan tol baru..!" ucap Joe sambil dengan beraninya mengacak acak sambut Dodo yang rapi.


Dodo makin ketakutan.


Gala menatap angkuh dan remeh ke arah Dodo. Diliriknya sekilas nampan kayu berisi dua porsi bakso dan dua es jeruk di atas meja itu.


"lu beli dua bakso? kok rakus amat?" tanya Gala di susul tawa dari para anggota yang lain.


"bu...buat gue sama...Angkasa, Gal..."


"oooooo.....Angkasaaaaaa.....!!!" ucap Black Moon bersamaan.


"emang ya, lu berdua, sepasang kekasih yang tak bisa di pisahkan..!hahaha....!!" ucap Wisnu di susul gelak tawa anggota yang lain.


Gala masih menatap angkuh ke arah Dodo.


"makan dong. Ntar keburu dingin loh..!" ucap Gala sambil tersenyum manis namun terlihat mengerikan di mata Dodo.


"na...nanti aja, Gal. Nungguin Angkasa..!" ucap Dodo.


"gue makan nanti aja, Gal..!" ucap Dodo kini terlihat makin ketakutan, makin bergetar dan sepertinya mulai menahan tangis.


"ude sih makan aja..! timbang makan doang..! sini gue kasih kecap ama sambel nya..!" ucap Gerald kemudian bangkit dan meraih botol kecap, saus serta sambal. Di raihnya mangkok milik Dodo. Sahabat Angkasa itu hendak menahannya namun di hardik oleh anggota Black Moon yang lain membuat nyali Dodo ciut seketika.


Black Moon kembali melanjutkan aksinya. Sedikit kecap, setengah botol penuh saus dan setengah mangkok sambal cabe dituangkan di atas mangkok bakso milik Dodo. Membuat kuah bakso itu merah seolah menandakan betapa pedasnya makanan itu.


Black Moon terlihat bahagia. Dodo terlihat makin pucat.


"makan...!" ucap Gala dingin dengan senyuman angkuh yang sejak tadi tak luntur.


"jangan, Gal..! pedes..! gue punya penyakit lambung..!" ucap Dodo.


"gue bilang makan..! gue nggak peduli ama penyakit lo..! makan...!!!" ucap Gala tegas di akhir kalimat nya.


"makan buruan..!" ucap anggota Black Moon yang lain


"timbang makan doang susah banget lo..! makan..!!" sahut yang lainnya.


Suasana di bangku itu makin riuh. Dodo jadi bulan bulanan aksi bullying yang Black Moon lakukan siang ini. Sebagian mahasiswa yang tengah berada di kantin itu memilih pergi, takut kena imbas dari ulah para pria pria berandalan tersebut.


Dodo pucat pasi. Ia makin tak bisa menyembunyikan ketakutannya. Ia tak mungkin memakan makanan itu. Tapi ia tak punya cukup nyali untuk menolak ataupun melawan. Mana Angkasa tak datang datang lagi. Pria itu pamit ingin ke perpustakaan sebentar katanya. Tapi sampai sekarang ia tak kunjung datang menemui nya di kantin.


"BURUAN MAKAN...!!!" bentak Galaksi keras membuat Dodo terjingkat kaget dan makin ketakutan.


"Gaal...!!" ucap Dodo ketakutan.


"GUE BILANG BURUAN MAKAN, ANJIINNK..!!!"


BRAAAAAAKKKK.....!!


PYAAAARRRR....

__ADS_1


Gala membentak tepat di samping telinga Dodo membuat sahabat Angkasa itu terjingkat kaget. Tak puas dengan itu Gala menampik mangkok bakso beserta nampan dan gelas di atasnya membuat semua makanan pesanan Dodo itupun jatuh kelantai dan pecah. Semua menjerit. Para pengunjung kantin reflek menjauhi para pemuda itu. Kuah bakso yang panas dan pedas sebagian mengenai wajah dan tubuh Dodo membuat laki laki itupun kaget dan ikut menjerit.


Gala bangkit.


braaaaaakkkk.....


buuuuuggghhhh.....


"aaaaakkkkhhh...!!"


Gala menendang kursi panjang yang Dodo duduki hingga bergeser bahkan terbalik, membuat tubuh gempal sahabat Angkasa itu jatuh terjerembab ke lantai.


Black Moon mengelilingi laki laki cupu yang tertindas itu. Mereka menatap angkuh pada Dodo yang ketakutan.


"makan..!!" titah Gala dingin.


Dodo menggelengkan kepalanya cepat. Mana mungkin ia memakan bakso yang sudah jatuh berceceran di lantai itu.


Gala meraih kepala Dodo. Menjambak nya dan menekannya ke bawah seolah meminta pemuda malang itu untuk memakan bola bola bakso yang pastinya sudah kotor tersebut.


"makan nggak lo..?!! gue patahin leher lo nggak mau makan...! MAKAN BURUAN...!!!!" bentak Gala dengan mata melotot seolah hampir keluar dari wadahnya.


buuuuuggghhhh....


buuuuuggghhhh...


"buruan makan...!!" ucap anggota yang lain. Bahkan dengan teganya mereka melayangkan tendangan tendangan kaki ke tubuh pria berpostur subur itu. Dodo benar benar di buat mainan oleh anak anak badung tersebut.


"ayo makan....!!!"


Dodo pun tak bisa menyembunyikan tangisnya. Dengan berat hati ia menggerakkan tangannya meraih sebutir bakso yang tercecer di lantai dan berniat memakannya. Namun....


buuuuuggghhhh.....


Kaki Gala kembali mendarat di tangan Dodo. Bakso yang sudah berada di tangan pun terlepas.


"siapa suruh pakai tangan?" tanya Gala.


Dodo mendongak.


"langsung pakai mulut..!!" ucap Gala dingin dan terdengar mengerikan.


Dodo makin menangis.


"nggak usah nangis...! buruan makan, gendut bab*..!!" bentak Gala kasar.


Dodo tak berani berbuat apa apa. Dengan berat hati ia pun membungkuk. Mendekat kan wajahnya ke sebutir bakso di hadapannya. Posisi tubuhnya persis seperti seekor binatang yang hendak memangsa makanan nya.


Black Moon tertawa lebar. Dodo mulai menjulurkan lidahnya hendak memakan butir bakso itu.


Namun tiba tiba....


.....


.


.


.


.


Bersambung....


,


...----------------...


Selamat sore,

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰


__ADS_2