
Di dalam sebuah mobil mewah milik Angkasa Wildan Tama...
Pemuda itu nampak kembali menenggak air mineral di tangannya.
"heemmh, tiati.. jangan lu telen juga tuh botol..!" ucap Dodo yang duduk di samping Angkasa.
Satu botol air mineral ukuran tanggung ludes dalam satu tegukan. Saking kesalnya pemuda itu pada sosok Galaksi, membuat nafsu minum Angkasa memuncak tak terkendali.
"istighfar jang, nyebut..! astagfirullah hal adzim, astaghfirullah haladzim, gitu Sa, ayo Sa..." ucap Dodo lagi seolah membimbing Angkasa untuk mengucap istighfar.
"astaghfirullah haladzim..." ucap Angkasa lirih sambil mengusap wajah nya kasar.
"nah gitu..." ucap Dodo lagi.
"*** uuuu...!" ucap Angkasa kemudian membuat Dodo reflek menoleh ke arah Angkasa.
"astaghfirullah...!!" ucap Dodo reflek.
Abis istighfar langsung misuh dong🙈
"kesel tahu nggak gue Do..! si Gala tuh kayak nggak ada capek capeknya cari masalah ama kita..!" ucap Angkasa lagi.
"ya mungkin emang wataknya kayak gitu..! ya udah sih, Sa, di anggap wajar aja, anak orang kaya, semua serba ada, serba punya, kepengenan nya selalu diturutin, makanya dia selalu merasa bisa melakukan apapun yang dia mau dan mendapatkan apapun yang dia pengen.." ucap Dodo.
Angkasa hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan kesal. Sedangkan tangan dan matanya masih fokus mengemudi.
"eh tapi lu udah denger kabar belum, katanya dia abis putus sama ceweknya yang DJ itu.." ucap Dodo.
"nggak tahu dan nggak mau tahu! bukan urusan gue ini.." ucap Angkasa.
"iya juga sih..." ucap Dodo.
"tapi parah lo Sa mereka Sa, lo tahu kan gosip yang beredar yang katanya si DJ itu, siapa ya namanya...Viola apa ya..katanya dia pernah hamil trus di gugurin loh Sa..ya kemungkinan ya anaknya si Gala" ucap Dodo.
"bukan urusan gue Do..! mau pacar nya bunting kek, beranak kek, si Gala yang bunting sekalian, bodo amat...! gue paling males tahu nggak kalau harus berurusan ama dia." ucap Angkasa.
Dodo menepuk pundak Angkasa.
"ya udah sabar..." ucap Dodo.
"nggak ada hukum udah gue banting tuh manusia..!" ucap Angkasa pelan namun penuh emosi. Dodo hanya bisa menepuk nepuk pundak sang sahabat untuk sedikit menenangkan diri nya.
Mobil terus melaju menembus padatnya jalanan ibu kota. Menuju sebuah cafe yang akan menjadi tempat manggung Angkasa siang ini.
...****************...
__ADS_1
Satu jam perjalanan,
Mobil berwarna merah bernilai fantastis itu sampai di depan sebuah cafe elite di kota i
tersebut. Kedua sahabat itupun turun dari dalam mobilnya. Keduanya lantas masuk ke dalam bangunan yang nampak cukup ramai itu. Sayuk sayuk alunan musik menggema dari atas panggung rendah yang berada di dalam ruangan cafe itu. Seorang pemuda tampan nampak tengah menyanyikan sebuah lagu di iringi petikan gitar dan iringan musik dari para pemusik yang ada di belakangnya.
Sebagian pengunjung nampak melambaikan tangan, menikmati suara dan paras tampan pemuda yang kini menjadi salah satu idola baru para muda mudi di negara itu. Ya....itu adalah Galaksi Ardhanata. Si angkuh yang baru saja terlibat perdebatan dengan Angkasa Wildan Tama di parkiran kampus.
Angkasa masuk ke dalam cafe. Ditatapnya datar rival abadinya itu. Adik Nabila itu sepertinya masih cukup kesal dengan Gala.
Angkasa memilih untuk tak ambil pusing. Ia berjalan mendekati seorang pria paruh baya yang nampak duduk di salah satu bangku cafe itu setelah melewati sekumpulan fans nya yang meminta foto dan tanda tangan pria dua puluh satu tahun tersebut.
"om Marco," ucap Angkasa pada seorang pria yang juga merupakan seorang sutradara, produser dan pembisnis itu, Merco namanya. Ia adalah salah satu sahabat ayah Angkasa, Adrian.
"eh, Angkasa..! apa kabar?" tanya Marco sambil merentangkan kedua tangannya memeluk pria berparas nyaris sempurna itu.
"Alhamdulillah, baik om.." ucap Angkasa.
"papa, mama, sehat semua?" tanya Marco.
"semua sehat, om, Alhamdulillah..." ucap Angkasa.
"Alhamdulillah..." jawab Marco sambil mengusap pundak pemuda yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri itu.
"makasih loh, kamu udah mau datang ke cafe om.." ucap Marco.
"lagi butuh modal buat khitan, om" ucap Dodo yang sejak tadi berdiri di samping Angkasa itu nyamber.
Angkasa dan Marco reflek menoleh.
"siape?" tanya Angkasa.
"elu, kan katanya mau sunat dua kali, " ucap Dodo memancing keributan.
Angkasa menipiskan bibirnya.
"buat ape gue tanya? lu kira nih pentungan gue lemper bisa bolak balik di potong, makin gede kagak, abis iye..!" ucap Angkasa kesal membuat Marco terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
"canda, Sa..jan marah marah mulu nape sih, kek emak emak di tagih rentenir lu..!" ucap Dodo.
"elu rentenir nye..! gue sedot ubun ubun lo lemes lu..!" ucap Angkasa kesal.
"udah, udah, udah, kalian ini malah berantem. Kamu siap siap gih Sa, bentar lagi giliran kamu tampil loh.." ucap Marco melerai pertikaian dua sahabat itu.
"iya om," jawab Angkasa.
__ADS_1
Pria itupun berniat untuk segera mempersiapkan diri.
"gue tunggu di sini ya, Sa.." ucap Dodo.
"jangan! jangan tunggu sini. Sono noh....di Nusa Kambangan, tungguin deket pintu tol" ucap Angkasa.
"emang di Nusa Kambangan ada tol?" tanya Dodo polos.
"ada, semalem baru gue bikin, minta bantuan gue ama jin jin piaraan gue. Kan elu ikut semalem" ucap Angkasa.
"bangkee lu..! maksud lo gue jin nya?!" ucap Dodo kesal membuat Marco makin terkekeh.
"mirip..!" ucap Angkasa sembari pergi meninggalkan Dodo.
"kampret emang lu ye..! untung ganteng, untung artis, nggak ada hukum gue mutilasi lu..!" ucap Dodo kesal sembari berjalan menuju meja kosong di cafe itu.
Riuh tepuk tangan menggema. Gala yang sejak tadi berada di atas panggung kini nampak turun usai menuntaskan penampilan nya.
Beberapa fans nampak berkerumun. Meminta tanda tangan sang idola sembari meminta foto selayaknya rakyat jelata yang bertemu artis kenamaan di negaranya.
Selesai dengan fans, Gala pun bergegas mendekati teman teman Black Moon nya.
Seorang MC wanita naik ke atas panggung.
"oke, setelah tadi kita melihat penampilan dari Galaksi, sekarang kita akan melihat lagi nih, penampilan dari bintang tamu spesial kita. Idola kalian semua pastinya, siapa lagi kalau bukan...Angkasa....!!!!"
Suara riuh kembali menggema. Para anak muda yang didominasi kaum hawa itu nampak berteriak girang.
"Angkasa...Angkasa...Angkasa..."
suara itu menggema dibarengi suara tepuk tangan yang beraturan. Seolah menandakan betapa putra Adinda dan Adrian itu kini benat benar menjelma menjadi sosok bintang di kalangan muda mudi negara ini.
Suara riuh menggaung mengagungkan nama sang Bintang. Makin riuh lagi kala pemuda dengan paras nyaris sempurna itu nampak menaiki panggung rendah tersebut. Para wanita histeris, membuat sosok idola lainnya itu nampak mengepalkan tangannya menahan cemburu.
Lagi lagi, Angkasa berada selangkah di depannya. Sambutan yang ia terima tadi tak semeriah ini. Apasih kelebihan Angkasa dibanding dirinya? bisa bisanya ia selalu berada di bawah bayang bayang laki laki itu. Gala benci hal itu..! ia tidak suka..!
...----------------...
Selamat pagi
up 05:36
yuk dukungan dulu 🥰
mampir juga di sini
__ADS_1