Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 54


__ADS_3

Malam menjelang,


Di sebuah kamar yang tak terlalu luas milik Pelangi.


Wanita cantik dengan mata sembab itu nampak diam. Duduk di atas sajadah yang baru saja ia gunakan untuk sembahyang isya'.


Matanya menatap nanar ke depan, ke arah sebuah jendela besar yang tak tertutup gorden nya. Menampakan suasana malam yang terlihat tenang dengan hujan rintik rintik yang masih terlihat turun membasahi bumi.


Pelangi mengusap lelehan air matanya. Diliriknya sebuah ponsel di sampingnya yang kembali bergetar. Memperlihatkan sebuah nomor baru yang sejak tadi tak henti mencoba untuk menghubungi nya namun ia abaikan.


Ya, itu adalah nomor ponsel Wisnu, salah satu anggota Black Moon. Galaksi sengaja menghubungi Pelangi dengan nomor salah satu temannya itu, lantaran nomor ponsel Gala yang pernah Pelangi simpan kini sudah ia blokir.


Dua kali Gala mencoba bersikap kurang aj*r padanya. Pelangi sudah terlalu sakit hati. Ia memilih untuk untuk tak mau lagi berhubungan dengan laki laki itu.


Sejak tadi Galaksi mencoba mengubungi Pelangi dengan nomor telepon salah sstu anggota Black Moon tersebut, awalnya Pelangi mengangkat nya, namun setelah mengetahui bahwa itu Gala, dengan cepat wanita itupun mematikannya dan tak sudi lagi mengangkat nya.


Beberapa pesan pun juga Gala kirimkan, tapi Pelangi hanya membukanya sebagian dan tak berniat untuk membalasnya.


Kata kata yang laki laki itu tulis juga cukup kasar. Ia memaki maki Pelangi. Mengatainya dengan berbagai umpatan umpatan kasar akibat berita kedekatan nya dengan Angkasa.


Pelangi benar benar dibuat bingung. Sebenarnya apa sih mau nya laki laki itu..?


Ia bersikap seolah olah menjadi orang yang paling berhak atas Pelangi. Ia bersikap seolah olah ia yang paling tersakiti akibat hubungan yang kabarnya terjalin antara Pelangi dan Angkasa. Padahal siapa sih Galaksi?


Ia bahkan tak memiliki hubungan apapun dengan Pelangi.


Teman bukan, suami bukan, keluarga bukan, pacar juga bukan...! tapi kenapa ia bersikap seolah menjadi pria yang paling berhak atas wanita itu..?!


.


.


.


Pelangi menggerakkan tangannya menyentuh tombol merah di layar tersebut. Menolak panggilan dari laki laki aneh dengan sikapnya yang arogan dan angkuh itu lagi.


Pelangi mengusap wajahnya kasar. Di edarkan nya pandangan mata lentik itu menyapu ruangan yang tak terlalu luas tersebut.


Sepi sekali, selalu seperti ini.


Pelangi menghela nafas panjang. Dilepaskan nya mukenah putih itu. Lalu dilipat dan di letakkan di atas rak kayu yang berada di sana.


drrrrttt.... drrrrttt.....


ponsel yang kini berada di atas ranjang kembali bergetar. Wanita itu melongok menatap ke layar itu.


Angkasa


memanggil...


Pelangi pun mendekat. Di raihnya ponsel itu lalu menyentuh tombol hijau yang berada di sana.


"halo, assalamualaikum, Sa" ucap Pelangi.


"wa alaikum salam, Ngi. Gue udah nyuruh mas Roky buat stay di depan toko lo. Katanya dia udah sampai. Coba lo cek deh, dia pakai mobil hitam. Nungguin di depan toko lo katanya..." ucap Angkasa dari seberang sana.


Pelangi mendekati jendela. Ia melongok ke bawah, ke arah halaman tokonya yang cukp luas itu. Dilihat nya di sana seorang pria nampak bersandar di bodi samping mobil hitam tunggangannya. Menyadari sosok wanita cantik mengintip dari balik jendela kamarnya, pria yang baru saja menyalakan rokoknya itu pun mengangkat tangannya, seolah berkata 'hai..!'


Ya, itu Roky..! asisten sekaligus sopir keluarga Adrian. Hari ini Angkasa sengaja mengirim Roky ke toko Pelangi. Meminta laki laki itu untuk menjaga wanita itu agar tetap aman.


Mungkin saat ini Pelangi tengah menjadi incaran Gala dan kawan kawannya. Hal itu membuat Angkasa selaku sahabat tergerak hatinya untuk melindungi wanita itu. Ia pun mengirimkan Roky. Ia menugaskan pria itu sebagai bodyguard sementara Pelangi hingga situasi di rasa aman untuk wanita cantik tersebut.


Pelangi tersenyum ke arah Roky sambil membungkuk kan kepalanya.


"iya, Sa. Supir kamu udah dateng. Makasih ya. Aku jadi lebih tenang sekarang..." ucap Pelangi memelui sambungan telepon. Ia berbalik badan, mendekati nakas dan menyandarkan tubuhnya di sana.

__ADS_1


"iya, santai aja. Itu namanya mas Roky. Kalau lo butuh apa apa. Lo minta tolong aja ama dia. Dia bisa di andelin kok.." ucap Angkasa.


Pelangi tersenyum.


"sekali lagi makasih ya, Sa. Kamu sama keluarga kamu baik banget.." ucap Pelangi.


"sama sama. Ya udah, tidur gih. Besok kan lo harus ngajar" ucap Angkasa perhatian membuat Pelangi tersenyum.


"iya" jawab nya singkat.


"assalamualaikum"


"wa alaikum salam..."


Sambungan telepon pun terputus. Pelangi tersenyum. Baik sekali keluarga Adrian. Angkasa juga begitu perhatian. Andai ia bisa menjadi salah satu bagian dari keluarga itu.


Ah, rasanya impiannya itu terlalu tinggi. Ia cukup sadar diri. Ia hanyalah pendosa yang di tolong oleh para manusia manusia baik hati itu. Sangat tidak pantas baginya untuk mengharapkan ikut masuk ke dalam keluarga yang bisa dibilang nyaris sempurna itu.


Pelangi menghela nafas panjang. Diletakkannya ponsel itu di atas nakas. Ia lantas bergegas menuju ranjang lalu bersiap untuk tidur.


...****************...


Di tempat terpisah..


Di sebuah jalanan lengan yang tiap malam di gunakan sebagai sarana ajang balap liar.


Geberan motor motor besar saling bersahutan. Para muda mudi dengan tampilan sangar, bau alkohol, wanita wanita berpenampilan seksi menjadi pemandangan lazim yang kini menghiasi jalanan yang sepi di tiap siang hari itu.


Di sebuah bangku di salah satu sudut tempat itu,


Pemuda bonyok itu kembali menenggak alkohol di tangannya. Sorot matanya menatap tajam penuh kebencian ke arah layar ponsel yang kini tengah berada di genggaman nya. Ya, itu adalah ponsel Wisnu yang ia gunakan untuk menghubungi Pelangi.


Entah sudah keberapa kali ia mencoba menelfon Pelangi namun wanita itu terus saja menolak panggilan nya. Membuat Gala yang arogan pun makin murka dibuatnya.


"apa mau lo, jalaangg..?!" ucap Gala mengerikan


"apa mata lo buta?! sampai sampai lu nggak bisa liat kalau gue mulai tertarik ama lu?!"


"anj*nk tau nggak lu..!!"


"kenapa harus bedebaah itu yang lu pilih..?!! lu benar benar wanita sampah..!! gue benci ama lu...! lu liat aja, akan gue bikin lu nyesel karena udah bikin gue kecewa ama lu..!" ucap Gala penuh dendam.


Suara geberan motor bersahutan, beradu dengan riuh suara penonton yang kini mulai memadati sisi kanan dan kiri jalan yang menjadi titik start ajang balap liar yang digelar malam ini.


Gerald mendekati Galaksi.


"Gal, siap siap yok....!" ucap Gerald pada sang leader.


Gala menatap tajam ke arah Gerald.


"udah, kita balapan dulu. Abis ini kita party..! lupain cewek murahan itu...! kita seneng seneng malam ini..!" ucap Gerald sambil menepuk pundak Galaksi.


Gala menyeringai. Di lemparnya ponsel milik Wisnu yang sejak tadi dibawanya untuk menghubungi Pelangi. Dengan mudah Gerald pun berhasil mengangkapnya.


Gala bangkit. Dengan botol alkohol ditangan nya ia berjalan menuju motornya yang sudah terparkir tak jauh dari garis start.


Riuh para penonton menyambut kedatangan sang idola kedua kaum muda mudi itu (karena yang pertama tetaplah Angkasa😁)


Di serahkan nya botol alkohol itu pada salah satu anggota Black Moon yang menyambutnya. Dengan wajah bonyok yang masih terlihat angkuh, Galaksi pun naik ke atas motor itu lalu mengenakan helmnya. Ia lantas melajukan kendaraan roda dua itu ke garis start dimana seorang lawan sudah menunggu nya.


Kedua nya pun bersiap di posisi. Suara bising dari knalpot masing masing saling bersahutan. Suara riuh bercampur tepuk tangan menggema dari para penonton.


Seorang gadis cantik ber tato di bagian dada dengan busana serba minimnya nampak bersiap dengan bendera nya. Dengan percaya diri, ia berdiri didepan garis start, di tengah tengah antara dua pembalap yang kini sudah bersiap di posisi masing masing.


Bendera diangkat....

__ADS_1


"ready...?!" ucap wanita cantik itu.


"three......"


.


.


.


.


"two......................."


.


.


.


.


.


"one......."


.


.


.


.


.


doooooooooorrrrrrr......!!!


.


.


.


"jangan bergerak..! tempat ini sudah di kepung...!!"


.


.


.


"mampus...!"


.


.


bersambung dulu ya 🤭😁


...----------------...


Selamat sore....


up 15:07

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰


__ADS_2