
"Angkasa...! Angkasa...! Angkasa..!!" sayuk riuh para penonton menggema. Menantikan kedatangan sang idola remaja yang kini masih bersiap di belakang panggung
"Angkasa...! Angkasa...! Angkasa..!!"
"Angkasa...! Angkasa...! Angkasa..!!" teriak para fans bersahut sahutan.
Pelangi berjalan bergandengan tangan dengan Dodo, membelah kerumunan manusia yang nampak berdiri memadati area depan panggung tempat dimana putra Adrian Tama akan memberikan penampilan terbaik nya.
Cukup sulit. Penonton berdesak desakan seolah tak mau bergeser barang sejengkal pun, membuat keduanya cukup kesusahan untuk mencari jalan untuk menuju ke depan panggung menyaksikan penampilan kekasih Bintang Kejora itu.
Pelangi terhimpit penonton lain, membuat wanita itu jadi tak nyaman karenanya.
Dodo mulai memutar otak. Hingga...
"misi....! pacar nya Angkasa lewat...! pacarnya Angkasa mau lewat...! kasih jalan...!!" ucap Dodo lantang membuat semua yang berada disana menoleh ke arah nya. Begitupun Pelangi yang nampak melongo.
"Do...! apa apaan sih..?!" ucap Pelangi setengah berbisik pada pria berbadan gempal itu sambil tangannya menarik tangan Dodo yang sejak tadi menjadi pegangannya.
"udah, yang penting dapat jalan...!!"no ucap Dodo lagi.
Dodo kembali berucap lantang, mengatakan bahwa pacar Angkasa mau lewat. Pelangi yang berjalan bergandengan dengan pria itupun hanya bisa menunduk. Semua mata tertuju pada wanita cantik itu. Nampak beberapa di antara mereka saling berbisik mengungkap kekagumannya pada sosok Pelangi yang memanglah begitu cantik. Ada yang diam diam mengambil foto wanita itu dengan kamera ponselnya. Ada yang merekamnya dalam bentuk vidio. Ada pula yang nampak menatap nya kesal, lantaran setau mereka sang idola belumlah memiliki kekasih. Eh, tiba tiba muncul aja sosok si cantik yang di gadang gadang sebagai pacar Angkasa. Terlebih lagi yang mengatakannya adalah Muhammad Ridho alias Dodo, sosok laki laki yang juga cukup di kenal di kalangan fans karena memang merupakan sahabat terdekat dari Angkasa Wildan Tama.
Pelangi mencoba tak menggubris. Ia terus saja menunduk seolah menyembunyikan wajahnya.
Keduanya sampai di baris depan penonton. Pelangi akhirnya bisa bernafas lega. Namun sorot mata dari banyak manusia kini mulai tertuju padanya.
Tak lama berselang. Sosok pemuda tampan berparas nyaris sempurna naik ke atas panggung. Dengan kaos putih, kacamata coklat, serta sebuah gitar yang terkalung di pundaknya, pemuda itu nampak melambaikan tangannya menyapa para penggemarnya yang sudah sejak tadi menunggu nya.
Para penonton yang didominasi anak muda itu bersorak sambil bertepuk tangan. Dodo heboh...!
"woeee..! sohib gue tuh...! Ngi, Angkasa, Ngi..!" ucap Dodo pada Pelangi.
"iya..!" jawab Pelangi sambil terkekeh melihat aksi pemuda itu.
Pelangi tersenyum ke arah panggung. Ia juga merasa bangga. Putra Adrian itu memang sempurna. Pesona sang ayah menurun padanya. Pantas saja banyak wanita tergila gila padanya. Beruntung sekali kekasih Angkasa yang bernama Bintang itu bisa dimiliki pria sesempurna Angkasa. Apalah dirinya yang hanya seorang mantan wanita malam yang pernah di jamah oleh kakak ipar Angkasa sendiri, batin Pelangi berucap sembari bibirnya tersenyum getir.
Gitar pun mulai dipetik. Berbaur dengan lantunan alat musik lain menciptakan irama indah yang begitu nyaman di telinga. Suara merdu itu ter alun dengan indah dari bibir sang Angkasa. Semua bergerak, melambaikan tangannya sembari ikut berdendang bersama sang idola. Suara penonton begitu kompak, membuat suara Angkasa seolah nyaris tak terdengar oleh mereka.
Pelangi ikut larut, ia dan Dodo ikut berbaur dengan yang lain menikmati penampilan sempurna dari sang idola.
......................
Beberapa saat berselang, setelah menyelesaikan dua lagu dengan sempurna. Angkasa membungkuk kan tubuhnya, mengucap terima kasih pada para penonton yang begitu antusias menyaksikan dirinya.
Pemuda dua puluh satu tahun itu sudah menyelesaikan tugasnya. Ia kemudian kembali ke belakang panggung untuk beristirahat.
__ADS_1
Dodo kembali menarik tangan Pelangi, mengajak wanita itu menuju ke belakang panggung menemui Angkasa. Pelangi pun hanya bisa menurut.
"Sa...!" seru Dodo.
Angkasa yang kini tengah menenggak minuman dalam botol itupun menoleh tanpa menghentikan aktifitas nya.
Dodo mendekat diikuti Pelangi yang masih digandeng Dodo.
Angkasa selesai dengan minumnya. Diletakkannya botol plastik yang sudah tertutup itu. Dilepasnya kaos putih yang nampak basah itu, dan menggunakan nya sebagai kain untuk mengusap keringat tubuhnya yang mulai bercucuran pasca penampilan nya yang luar biasa tadi.
Pelangi seketika itu menunduk kan kepalanya. Tak berani melihat pemandangan yang tersaji di hadapannya. Ini terlalu menggoda iman🙈
"kalian..! kok lo bisa bawa Pelangi ke sini?" tanya Angkasa pada Dodo.
"tadi gue ketemu dia lagi belanja. Ya udah, gue ajak aja dia ke sini buat nonton lo" jawab Dodo.
Angkasa hanya mengangguk. Ia lantas menoleh ke arah Pelangi.
"jangan nunduk mulu. Berat banget tuh pala ampe nggak bisa diangkat..?!" tanya Angkasa sambil kembali mengenakan kaosnya. Ia tahu isi pikiran wanita itu.
Pelangi mendongak, lalu tersenyum.
"penampilan kamu keren, Sa" ucap Pelangi memuji.
"iyalah, anak bapak gue..!" ucap Angkasa jumawa.
"dah yuk..! pulang..!" ucap Angkasa lagi sambil meraih ranselnya.
"kamu udah selesai?" tanya Pelangi.
"udah sih. Mau pulang gue, capek. Lo bawa motor nggak? mau gue anterin?" tanya Angkasa perhatian.
"eemm, nggak usah deh, Sa. Aku bawa motor kok." ucap Pelangi. Angkasa hanya mengangguk sambil tersenyum.
"ini yakin nih, langsung pulang nggak mampir makan dulu. Abis keluar banyak keringet gitu emang lu nggak laper? isi tenaga kek biar setrong..!" ucap Dodo.
"bilang aja lo minta di traktir makan..! dasar lu, badak..!" ucap Dodo.
"ape sih lu, jerapah bunting..!!" sahut Dodo.
Angkasa menjitak kepala Dodo dengan kesal. Keduanya tergelak sambil saling lempar candaan.
"kalian kalau bercanda agak serem ya. Main jitak jitakan ama toyor toyoran" ucap Pelangi.
"hehehe, iya. Kita emang romantis. Ini belum seberapa, Ngi. Kadang kita tonjok tonjokan ya, Sa. Baku hantam kita..." ucap Dodo sambil berjalan meninggalkan backstage.
"iya, kadang saking gemesnya gue lempar batako tuh pala nya..!" imbuh Angkasa.
__ADS_1
"abis itu gue cekek lehernya" tambah Dodo.
"trus gue congkel matanya abis itu gundulin palanya. Se gemes itu gue ama dia. Pen gue banting juga sih kadang kadang, tapi apalah daya gue nggak kuat ngangkat kontainer sendirian...!" ucap Angkasa membuat Pelangi tergelak.
Ketiga anak manusia yang kian hari kian akrab saja itupun terus berjalan, menjauhi panggung itu. Hingga....
Sekumpulan wartawan menyerbu. Menghentikan langkah ketiga anak manusia itu dengan sejumlah kamera, ponsel perekam suara, dan seperangkat nya.
Angkasa kaget. Wajahnya, Dodo dan Pelangi tertangkap sempurna oleh sorot kamera.
"Angkasa boleh minta waktunya sebentar?"
"Angkasa ini yang disamping kamu siapa, Sa?"
"pacar ya, Sa?"
"sejak kapan, Sa?"
"pacaran udah lama, Sa?"
"namanya siapa, Sa..!"
"Angkasa, statement nya dong.."
"Angkasa...."
"mampus..!" batin Dodo berucap.
Pelangi terus menunduk. Angkasa bingung. Kenapa tiba tiba ia di geruduk wartawan? menanyakan pacar? siapa? Pelangi?
Wah, nggak bener nih..!
"siapa? ini? kita cuma temen kok. Ini temen saya..." ucap Angkasa singkat mencoba menjelaskan.
Alih alih puas dengan jawaban Angkasa, para wartawan justru makin gencar memberikan pertanyaan. Semua bicara dan bertanya membuat Angkasa jadi jengkel sendiri.
Ia malas menjawab pertanyaan awak media itu Angkasa lantas tersenyum sambil mengangkat kedua telapak tangan nya rendah. Dengan segera ia menarik tubuh Pelangi, membawanya pergi menghindari kerumunan para pencari berita itu di susul Dodo di belakangnya.
Entah dapat kabar dari mana. Bisa bisanya wartawan datang dan bertanya apakah Pelangi pacarnya..! jelas bukan lah..!! Kekasih pujaan hatinya hanyalah Bintang Kejora. Satu untuk selamanya.
...----------------...
Selamat sore,
up 17:25
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1