Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 64


__ADS_3

Motor besar itu melaju kencang menembus padatnya jalanan ibu kota. Pemuda yang baru saja sembuh tangannya itu nampak berkendara dengan kecepatan yang cukup tinggi. Menuju sebuah sekolah taman kanak kanak guna menemui wanita cantik yang sudah beberapa hari tak ia jumpai itu.


Pikirannya cukup kacau. Ia mungkin butuh obat penenang. Ia ingin menemui Pelangi. Mungkin dengan bertemu wanita itu bisa membuat pikiran nya sedikit jernih.


Tak lama, sepuluh menit perjalanan, pemuda tampan berparas bule itu pun sampai di tempat tujuan. Galaksi memarkirkan kendaraan nya di halaman gedung sekolah dan melepaskan helm nya. Dilihatnya di sana, Pelangi nampak duduk di teras sekolah, mengawasi dua bocah yang nampak asyik bermain perosotan. Senyuman mengembang dari bibir nya menyaksikan dua bocah laki laki dan perempuan itu nampak asyik bermain disana sambil tertawa riang.


Galaksi mengulum senyum. Ia lantas turun dari kendaraan nya. Di dekatinya wanita cantik itu lalu duduk di sampingnya, di sebuah kursi kayu dengan cat warna warni itu.


"Gala.." ucap Pelangi sambil menoleh. Sudah beberapa hari ia tak melihat laki laki itu. Sekarang pemuda itu datang lagi.


Lama lama jadi kek jelangkung nih orang, datang tak di jemput pulang tak diantar 🤣


Galaksi tersenyum. Di tatapnya wajah wanita itu dengan sangat lembut, seolah ingin menikmati pemandangan di sampingnya ini tanpa beban. Membuang segala pikiran yang berkecamuk dalam dirinya untuk sejenak.


"kamu kesini? kemana aja nggak kelihatan?" tanya Pelangi.


Galaksi mengulum senyum.


"kangen ya?" tanyanya membuat Pelangi seketika itu juga mengalihkan pandangannya. Menatap ke segala arah tak berani melihat wajah Galaksi.


"kalau kangen bilang. Ntar gue mati lu nangis lagi..!" ucap Galaksi membuat Pelangi seketika menoleh.


"ngomong apa sih kamu? nggak boleh ngomong kayak gitu..! pamali, Gal..!" ucap Pelangi membuat Galaksi kembali mengulum senyum.


"sorry ya, gue baru sempet kesini buat ketemu sama lo" ucap Galaksi.


Pelangi tersenyum.


"emang kamu kemana aja?" tanya Pelangi.


"ada urusan bentar." ucap Galaksi.


Pelangi hanya tersenyum.


Galaksi masih menatap wajah itu lekat lekat. Lalu....


.


.


.


"i love you" ucapnya membuat Pelangi kembali menoleh.


Wanita itu terdiam. Gala tersenyum tanpa melakukan pergerakan. Membuat si cantik di hadapannya terdiam tak mampu berkata kata.


"nggak usah di jawab. Gue nggak butuh jawaban..!" ucap Gala lagi kemudian mengubah posisi duduknya. Ia yang semula duduk menghadap Pelangi kini memilih duduk menghadap dua bocah yang kini terlihat berdiri menatap dua muda mudi yang sedang bercengkerama itu.

__ADS_1


"ape lo?!!" tanya Gala nyolot pada kedua bocah itu.


Si bocah wanita, Aliya nampak mengangkat satu sudut bibirnya. Lalu.....


.


.


.


weeeeeeekkkkk.....


Aliya dan Tiger menjulurkan lidahnya. Meledek Galaksi yang kini nampak melotot menatap kedua bocah itu.


"bangk* tuh bocah dua...! ngeledekin gue lagi...! eh, sini lo...!!!" ucap Galaksi ngegas membuat Aliya dan Tiger makin menjadi jadi meledek laki laki itu.


Pelangi hanya terkekeh dibuatnya.


"udah, namanya juga anak anak. Jangan di ambil ati" ucap Pelangi


"lu bisa bisanya betah tiap hari ngadepin tuyul tuyul kek begitu..! anak siapa sih tuh?" tanya Galaksi.


"itu keponakan nya Angkasa. Anak kakaknya.." ucap Pelangi sambil menatap Galaksi.


Gala diam. Ia menoleh ke arah Pelangi. Pelangi memiringkan kepalanya sambil mengangkat kelopak matanya seolah bertanya "ada apa?"


"keluarga Angkasa itu keluarga baik semuanya loh." ucap Pelangi.


"nggak usah bahas dia..!" ucap Gala judes.


"emang kenapa sih? apa yang bikin kamu se nggak suka itu sama Angkasa?" tanya Pelangi.


Gala menoleh.


"karena dia selalu di depan gue..! dia selalu di atas gue..! dia selalu jadi yang pertama dan gue yang kedua, dan itu yang bikin gue nggak suka sama si anj*nk itu...!" ucap Gala kesal.


"dia selalu mendapatkan apa yang gue nggak bisa dapetin..!! termasuk lo..! lo orang yang gue suka tapi dia lebih dulu bisa deket sama lo..! dan gue nggak suka itu..!" ucap Gala kesal.


Pelangi diam. Ia tersenyum lembut mendengar ucapan itu. Membuat Galaksi yang semula menggebu gebu kini perlahan nampak mengubah mimik wajahnya.


"kenapa lo senyum senyum? lo pikir lucu..?! ta* tau nggak lu..!" tanya Galaksi kesal.


Pelangi menghela nafas panjang. Lalu mengubah posisinya menghadap dua bocah yang kembali asyik bermain di sana.


"aku pernah ada di posisi itu" ucap Pelangi membuat Galaksi menoleh.


"maksud lo?"

__ADS_1


"merasa tersaingi. Merasa selalu kalah dari orang lain. Merasa Tuhan nggak adil karena orang yang aku benci selalu mendapatkan apa aku suka sedangkan aku sendiri nggak bisa mendapatkan nya..!" ucap Pelangi lalu kembali menoleh ke arah Gala.


"aku juga pernah punya sifat seperti kamu, Gal. Sebelum aku jadi seperti ini sekarang.." ucap Pelangi membuat Galaksi diam tak bergerak.


"aku dari keluarga yang berada. Orang tua ku selalu bis ngasih aku segala materi. Apa yang aku mau selalu dituruti. Aku nggak pernah salah dimata mereka. Mereka meratu kan aku. Tapi ada satu hal yang nggak bisa mereka kasih ke aku. Yaitu pelajaran tentang etika, sopan santun, tata krama, dan cara hidup sebagai seorang manusia yang beragama..." ucap Pelangi.


"kehidupan ku dulu gelap. Sama seperti kamu sekarang, Gal. Aku mengenal satu perempuan. Namanya Hanum. Dia temen sekolah aku. Anak ustad. Konten kreator juga, tapi lebih ke edukasi tentang anak anak sih. Nggak kayak aku dulu, yang......ya..gitu lah..." ucap Pelangi sembari menyunggingkan senyuman getir di bibirnya.


"aku nggak suka sama dia. Popularitas nya jauh diatas ku..! dan aku nggak terima akan hal itu. Aku mau jadi yang pertama. Aku nggak mau jadi yang kedua"


"sampai akhirnya, aku berhasil bikin mentalnya hancur. Hancur banget, sampai sampai dia hampir gila karena ulahku."


"aku pikir disitu aku menang. Dia kalah. Dan dia akan terpuruk sedangkan aku akan unggul. Tapi ternyata aku salah, Gal. Aku yang hancur."


"Tuhan membalikkan keadaan secepat kilat. Keluarga ku kebongkar semua boroknya. Mamaku penjudi, papaku pembisnis kotor. Dia bahkan selingkuh sama perempuan lain. Mama ku kalah di meja judi. Semua aset keluarga kami lenyap. Mama sama papaku bahkan di bunuh selingkuhan papa tepat di depan mataku" ucap Pelangi terlihat menyedihkan.


Galaksi diam tak bergerak.


"Dengki kalau diturutin nggak akan ada habisnya, Gal. Dengki cuma akan membawa kita pada kehancuran. Aku misalnya..!"


"nggak semua hal di dunia ini harus bisa kita raih. Ada kalanya kita harus bisa nerima takdir Tuhan bahwa memang kita di ciptakan bukan untuk jadi yang pertama. Itu bukan aib kok" ucap Pelangi.


"gue nggak tau kalau kisah hidup lo se dramatis ini. Lo pasti terpuruk banget saat itu. Dimana lo kehilangan orang tua sekaligus semua yang lo punya" ucap Gala.


"iya, tapi nggak lama kok. Abis itu aku berusaha bangkit lagi. Untungnya ada keluarga Angkasa. Aku di masukin ke pesantren. Setelah keluar aku ikut mereka ke kota ini. Dan jadilah aku yang sekarang" ucap Pelangi.


Gala masih diam.


"aku berhutang budi sama mereka. Sejak kepergian orang tuaku. Aku udah dianggap anak sendiri sama orang tuanya Angkasa. Padahal salah aku ke mereka juga udah banyak banget. Tapi mereka masih aja baik sama aku." ucap Pelangi.


"jadi kalau aku deket sama Angkasa, kamu jangan salah paham. Aku sama dia cuma teman. Nggak akan mungkin diantara kami ada hubungan. Sebagai seorang perempuan aku juga cukup sadar diri, Gal. Masa laluku kotor. Sangat tidak sepadan dengan Angkasa yang lahir dari didikan orang tua yang baik. Yang di bekali dengan ilmu agama dan tata krama yang baik. Aku sadar diri untuk hal itu" ucap Pelangi.


Galaksi tersenyum lembut. Pelangi benar benar wanita yang dewasa. Masa lalunya yang hampir sama dengan kehidupan Gala saay ini berhasil membuat wanita itu menjadi sosok yang kuat.


Pelangi sepertinya juga sangat menghormati dan menyayangi keluarga Angkasa. Ia seolah merasa sangat berhutang budi pada keluarga itu.


Galaksi menunduk. Ia makin tak tega untuk melibatkan Pelangi dalam rencana Bram.


Astaga, ia harus bagaimana...🙈


...----------------...


Selamat siang....


dear readers, yuk, dukungan dulu. Klimaknya sebentar lagi. Mohon maaf jika agak menguras emosi nantinya. Di tahan ya bacanya😁, karena kalau di belokin ceritanya jadinya kurang srek🙈🙈


Yuk, dukungan dulu...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2