
"anj*nk...!!" ucap Galaksi dengan sorot mata menajam seolah hendak keluar dari tempatnya. Dilihatnya disana, sosok wanita yang sangat ia kenal tengah berjalan menyeberang jalan, menggandeng tangan seorang laki laki berpenampilan casual dengan sebatang rokok di tangan kanannya.
Gala mengepalkan telapak tangannya. Itu adalah Rachel..! kekasih Hendrawan, papanya. Tapi yang kini di gandeng wanita itu bukanlah ayahnya..! laki laki itu terlihat jauh lebih muda dari Hendrawan. Penampilan dan usianya juga seperti nya tak jauh beda dari Galaksi.
Pemuda itu bergemuruh. Wanita itu benar benar wanita ular. Ia menenteng beberapa paper bag bertuliskan brand brand kenamaan, berbelanja barang barang mahal bersama laki laki lain. Sedangkan uang yang ia gunakan pastilah uang dari Hendrawan. Benar benar licik...!
Galaksi berniat untuk turun. Mengejar wanita dan kekasihnya itu. Namun sayang, belum sempat ia melakukan nya, lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau. Pertanda ia harus segera melajukan kendaraannya meninggalkan tempat itu.
.
.
.
Galaksi pun kembali berkendara. Pria dengan satu tangan yang masih di gips itu nampak berubah mimik wajahnya. Ia yang semula begitu bersemangat untuk menuju TK tempat dimana Pelangi mengajar kini nampak menunjukkan raut wajah kesal.
Melihat Rachel bergandeng mesra dengan laki laki lain di belakang papanya berhasil membuat darahnya mendidih.
Apa yang harus ia lakukan. Untuk pulang ke rumah nya saja ia sangat malas. Sebagai seorang anak terkadang juga ada rasa kasihan pada sang papa. Laki laki se tua itu hanya di manfaatkan oleh wanita ular sejenis Rachel. Tapi jika melihat perlakuan Hendrawan padanya selama ini, hal itu membuatnya jadi begitu enggan untuk sekedar mengingatkan laki laki tersebut.
Entahlah, salah satu alasannya menerima tawaran Bram juga karena ayahnya. Mungkin ia akan kembali memikirkan akan hal itu setelah ini.
Mobil pun terus melaju menembus padatnya jalanan ibu kota dan rintik hujan yang mulai mengguyur bumi.
Tak berselang lama, Galaksi sampai di sebuah bangunan sekolah TK. Pemuda itu menepikan mobilnya di luar gerbang di samping pagar rendah ber cat warna warni itu. Galaksi menatap ke arah halaman TK. Di lihatnya disana, gerbang sudah tertutup rapat. Tak ada scooter matic yang terparkir di halaman yang cukup luas itu. Gala celingukan di dalam mobilnya. Biasanya selalu ada sebuah motor matic yang menjadi satu satunya kendaraan yang selalu pulang paling akhir dibandingkan yang lainnya.
Gala masih sibuk mengamati bangunan itu dari balik kaca mobilnya.
Dimana Pelangi nya? pikir pemuda itu. Apa ia sudah pulang?
Galaksi meraih ponselnya. Sudah hampir jam sebelas.
Ck...! dia pasti terlambat. Pelangi sudah pulang..!
Galaksi makin berdecak kesal. Mood nya hancur lagi. Dengan segera ia pun melajukan mobilnya menuju toko sang Pelangi untuk menyusul gadis cantik itu, sekedar untuk mengamati paras ayunya dari kejauhan.
__ADS_1
...****************...
Sementara di tempat terpisah,
Sebuah aktifitas mencurigakan terlihat. Di sebuah gang sempit di pinggiran kota, seorang pria berpenampilan serba hitam nampak berdiri berhadap hadapan dengan seorang pria berpenampilan preman.
"duitnya..!" ucap si pria berkemeja hitam.
Pemuda berpenampilan preman, berusia kurang lebih dua puluh delapan tahun yang diketahui bernama Andra itu lantas merogoh jaket jeansnya. Mengeluarkan segepok uang seratus ribuan lalu menyerahkan nya pada di pria berkemeja hitam.
Si pria berkemeja hitam itu lantas menyerahkan sebuah paper bag berwarna coklat pada pemuda berpostur tinggi itu.
Andra pun menerimanya. Ia membuka sekejap paper bag itu lalu mengulum senyum smirk.
"main yang rapi. Tuan Simon tidak mau jejaknya terendus polisi" ucap si pria berkemeja hitam itu.
Andra menyeringai.
"gue bukan pemain baru" ucap Andra sambil tersenyum angkuh. Kedua pria beda usia itu lantas berpisah. Si pria berkemeja yang merupakan anak buah Simon alias Moreno itu masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Andra kini berjalan dengan paper bag di tangan nya menuju sebuah mobil mewah yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.
Andra masuk ke dalam mobil itu, mendudukkan tubuhnya di kursi kemudi tepat disamping seorang wanita cantik berpenampilan super seksi yang sudah menunggu nya sejak tadi.
Andra mengangkat paper bag ditangannya.
"kita party, baby...!!" ucapnya sambil tertawa di ikuti tawa yang tak kalah bahagia dari wanita yang harusnya berstatus calon ibu tiri Galaksi itu.
"kita kemana sekarang?" tanya Andra.
"kita cari hotel aja yuk. Jangan di rumah di tua bangkotan itu. Walaupun sekarang dia lagi ke luar kota, masih ada cctv di rumah dia. Aku nggak mau dia sampai mergokin kita...!" ucap Rachel.
"ck..! kamu lama, baby..! kapan matinya sih dia?!" tanya Andra.
"dia udah mulai ketergantungan, sayang. Kita porotin aja pelan pelan. Kalau semua udah di tangan kita, kita stop ngasih dia obat obat ini. Biarin aja dia mati sendiri..!" ucap Rachel sembari mengulum senyum.
Andra menyentil pucuk hidung wanita itu.
__ADS_1
"kamu pinter banget sih..?!" tanya Andra.
"siapa dulu dong pacarnya...!" ucap Rachel. Sepasang kekasih itu lantas melakukan ciuman bibir singkat. Keduanya lantas bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Menggunakan mobil Hendrawan, menghabiskan uang pemberian Hendrawan dan bersenang-senang di belakang Hendrawan.
Ya, Rachel dan Andra adalah sepasang kekasih. Keduanya sudah menjalin cinta sejak lama. Jauh sebelum Rachel mengenal Hendrawan ataupun Leo, sahabat Galaksi yang dulunya juga anggota Black Moon.
Galaksi dan Leo bisa dibilang cukup dekat. Leo juga adalah teman curhat Gala kala itu. Orang yang paling dekat dengan Galaksi di bandingkan anggota Black Moon yang lain.
Namun kehadiran sosok wanita yang digadang gadang kekasih Leo berhasil membuat pria itu perlahan lahan berubah.
Leo menjalin asmara dengan Rachel yang kala itu di kenal sebagai penari stript*s di sebuah club malam (search google ya apa itu penari stri*tis).
Hubungan yang terjalin di antara kedua anak manusia itu berhasil membuat Leo berubah. Leo yang memang sudah nakal berubah makin liar. Jika Black Moon hanya identik dengan alkohol dan balap liar, maka Leo sudah merambah ke arah obat obatan terlarang.
Yang menjadi satu satunya anggota Black Moon yang akrab dengan narkoba. Semua tak lepas dari peran Rachel yang memang mengenalkan pria itu pada barang haram tersebut.
Leo makin tak karu karuan. Harta benda nya terkuras demi narkoba dan sang kekasih. Modus yang Rachel gunakan sama persis seperti apa yang ia lakukan pada Hendrawan. Berpura pura jatuh cinta dan memberikan perhatian yang begitu besar. Namun diam diam membunuh laki laki itu dengan mencekokinya obat obatan haram itu.
Singkatnya,
Leo meregang nyawa karena over dosis. Jasadnya di temukan di sebuah kamar hotel dalam kondisi tak berbusana. Sedangkan Rachel, wanita itu hilang bak di telan bumi. Sebelum pada akhirnya ia muncul kembali setelah beberapa tahun menghilang. Dan parahnya, kini wanita itu mengincar Hendrawan, ayah dari sahabat Leon sendiri.
Bukan sebuah kebetulan. Rachel memang sudah tahu siapa dan seperti apa hubungan Galaksi dengan ayahnya memalui Leo kala itu. Mengingat Leo adalah teman curhat Galaksi.
Hubungan yang kurang baik antara ayah dan anak itupun Rachel manfaatkan untuk menggaet sang duda. Dengan perhatian dan kasih sayang palsu yang ia berikan, membuat pria yang lebih pantas jadi ayahnya itu pun terbuai dengan pesona si cantik berhati iblis itu.
Itulah sebabnya Galaksi begitu membenci Rachel. Hubungan nya dengan sang ayah yang memang sudah renggang kini di buat makin renggang lagi dengan kehadiran wanita ular itu.
Entah bagaimana nasih keluarga Gala nantinya. Mengingat Hendrawan kian hari kian tak bisa hidup tanpa Rachel, dan Galaksi pun seperti juga masih enggan untuk menyadarkan sang ayah.
Entahlah...
...----------------...
selamat sore
__ADS_1
maaf telat. Agak repot hari ini. Insyaallah nanti up lagi. Tapi kalau nggak sempet ya lanjut besok ya....
yuk, dukungan dulu yuk 🥰😘🥰😘