
"Tiger...!! Aliya....!!!!" teriak Pelangi memanggil manggil nama kedua muridnya itu.
Kemana dua bocah itu. Kok nggak ada? padahal belum lama mereka keluar dari gerbang sekolah, kenapa dua bocah itu malah tidak ada?
"Aliya, Tiger..! Kalian di mana, sayang?!" ucap Pelangi dengan suara tinggi. Ia berjalan mengelilingi sekolah untuk mencari kedua bocah itu tapi tak ada hasil.
Galaksi mendekat.
"ada apa?" tanya pemuda itu.
"Aliya sama Tiger kok nggak ada, Gal. Kemana ya mereka?" tanya Pelangi mulai panik. Tolonglah, itu anak orang..! kalau ilang gimana?
"ke mana? bukannya baru aja keluar tadi?" tanya Galaksi kini mulai celingukan mencari kedua sosok bocah itu.
"ya makanya itu, kok tiba-tiba ilang. Bolanya juga masih ada di situ..!" ucap Pelangi sambil menunjuk ke arah sebuah bola plastik yang terletak di dekat gerbang sekolah. Itu adalah bola yang tadi di kejar oleh Aliya.
"mereka pasti masih di sekitar sini..! ngejar apa kek gitu...! namanya juga anak-anak...! kamu jangan panik, kita cari dulu, yuk" ucap Galaksi mencoba menenangkan Pelangi. Wanita itu hanya mengangguk meskipun perasaannya kini mulai tidak enak.
Sepasang kekasih itu lantas berkeliling area sekolahan sambil memanggil-manggil nama kedua bocah itu. Mencari keberadaan mereka Yang tiba-tiba hilang padahal belum lama mereka keluar dari area gerbang sekolah.
Cukup lama Gala dan Pelangi berkeliling, namun Tiger dan Aliya sama sekali tak terlihat batang hidungnya. Hingga sebuah mobil hitam nampak berhenti di depan gerbang sekolah taman kanak kanak itu.
Dua orang muda mudi keluar dari dalam mobil. Mendekati ke arah Pelangi dan Galaksi yang nampak diam.
Ya, itu Angkasa dan Bintang..! mereka datang untuk menjemput dua bocah kecil itu. Hari ini mereka sudah janjian mau jalan jalan berempat.
"Angkasa, Bintang..." ucap Pelangi.
Galaksi diam. Menatap datar ke arah pemuda yang dikenal sebagai rival abadinya itu.
Bintang nampak menatap Pelangi dari atas sampai bawah. Ia lantas merapatkan tubuhnya pada sang kekasih sambil meraih tangan pria itu seolah ingin menunjukkan bahwa laki laki di sampingnya ini adalah miliknya.
Pelangi tak menyadari hal itu. Ia masih sibuk memikirkan dua muridnya yang belum jelas dimana keberadaan nya. Sedangkan Galaksi, netra tajam pria itu dapat menangkap dengan mudah gerak gerik wanita itu.
Lebay banget, takut amat lakiknya di embat...! pikir Galaksi.
"Ngi, kalian ngapain disini?" tanya Angkasa. Pelangi nampak panik.
"maung mana?" tanya Angkasa sambil celingukan mencari keberadaan keponakan nya itu.
"eemmm....Tiger ...." ucap Pelangi sedikit bingung mau menjelaskan bagaimana.
"apa ada masalah?" tanya Angkasa mulai curiga.
Pelangi nampak meremas jari-jarinya. Wajahnya terlihat begitu panik. Sesuatu yang dapat dilihat dengan jelas oleh mata Bintang yang memang sejak awal tak terlalu suka dengan kedekatan Angkasa dengan wanita yang merupakan guru sekolah dari Tiger dan Aliya itu.
"tadi Aliya sama Tiger main bola. Terus bolanya nge gelinding ke sini. Aku samperin mereka kesini, tapi tau tau mereka udah nggak ada. Tapi bolanya masih di sini..! Aku nggak tahu mereka ke mana..!" jawab Pelangi bingung. Terlihat jelas ia begitu khawatir dengan dua bocah itu.
__ADS_1
"maksud lo? maung ilang?!!" tanya Angkasa mulai ikut panik.
"enggak tahu..! mereka enggak ada..? aku sama Gala udah cari ke mana-mana, tapi enggak ketemu..!" ucap Pelangi lagi.
"kok bisa mau hilang..?!" tanya Angkasa nampak berfikir keras.
"nggak tahu, aku juga bingung..! padahal nggak lama aku langsung samperin ke sini..!" ucap Pelangi lagi.
"ya kalau begitu mah, berarti ada yang ceroboh..!" ucap Bintang tiba-tiba membuat semua yang ada di sana menoleh ke arah wanita itu.
"Bintang...!!" ucap Angkasa mencoba menghentikan ucapan wanita itu.
"bener dong...! bisa-bisanya jaga dua bocah aja nggak bisa..! sekolah macam apa kayak gini...?! kalau sampai ada apa apa sama Tiger gimana? harusnya tanggung jawab dong...! minimal ya guru-gurunya...!!" ucap Bintang kesal.
Galaksi mengangkat dagunya. Ia tak suka dengan ucapan wanita itu.
"maksud lo apa ngomong kayak gitu..?!" tanya laki-laki itu tak suka. Pelangi yang sudah sangat hafal dengan gelagat Gala pun nampak menyentuh dada pria itu. Menghalangi langkahnya yang mulai maju mendekati Angkasa dan Bintang. Angkasa menghela nafas panjang.
"Bintang...! udah...! nggak usah salah salahan...!" ucap Angkasa tegas.
"tapi, By...!!"
"udah...! mending sekarang kita cari anak anak...! mungkin ada warga yang lihat mereka di sekitar sini...!" ucap Angkasa.
"iya, aku setuju, Sa. Kita cari sama sama..." ucap Pelangi.
Bintang terus menggandeng erat Angkasa sambil bertanya kepada warga. Sesekali ia melirik ke arah Pelangi dan Galaksi. Gala nampak begitu posesif pada sang Pelangi. Ia tak lepas merengkuh pundak wanita itu sambil sesekali menatap tajam ke arah Bintang yang di rasanya sejak tadi menatap Pelangi dengan sorot mata yang begitu menyebalkan tersebut.
Bintang terlalu takut Pelangi menggoda Angkasa. Sedangkan Gala tak suka kekasihnya di usik oleh wanita itu. Sedangkan Pelangi dan Angkasa tak menggubris. Yang terpenting bagi mereka adalah keberadaan Tiger dan Aliya sekarang. Kemana perginya dua bocah itu.
Satu jam berkeliling di sekitar sekolah, namun tak ada hasil. Tak ada yang melihat dua bocah berkeliaran di sekitar daerah itu. Membuat empat pemuda pemudi itu kini makin di buat bingung olehnya. Dimana keberadaan bocah bocah itu.
"kita harus cari ke mana lagi ya sekarang?" tanya Pelangi begitu cemas.
"aku takut terjadi apa-apa sama mereka..!" ucapnya lagi.
Gala mengeratkan rengkuhan tangannya pada pundak sang Pelangi.
"mereka baik-baik saja, sayang. Udahlah, kamu tenang.. kita pasti bakal nemuin mereka" ucap Gala. menenangkan sang kekasih.
"apa kita lapor polisi aja?" tanya Bintang.
"nggak bisa diproses kalau belum 2x 24 jam..." ucap Angkasa nampak bingung. Laki laki itu mengusap wajah nya kasar. Ia terlihat kalut. Kemana perginya dua bocah itu..!
Saat mereka tengah sibuk dengan pemikiran mereka sendiri...
Tiba tiba....
__ADS_1
drrrrttt....drrttt.....
Ponsel di saku Angkasa bergetar. Dengan segera pemuda berparas tampan nyaris sempurna itu lantas merogoh saku celana miliknya. Dikeluarkannya benda pipih canggih itu dari sana.
Kak Zev....
memanggil......
"duh...! mampus..! bapaknya telfon..!" ucap Angkasa. Di usapnya layar benda persegi panjang itu, lalu menempelkan nya di telinga sebelah kanannya.
"ha...halo, kak. Assalamualaikum..." ucap Angkasa gugup
"wa alaikum salam..." jawab Zev.
"kamu di mana, Sa? kok belum pulang?" tanya Zev.
"masih di sekolahnya maung, kak. Emang ada apa?" tanya Angkasa yang berbohong itu.
"Tiger belum mau diajak pulang?" tanya Zev
"be..belum..! masih pengen main katanya..!" ucap Angkasa.
"oh, ya udah kalau gitu. Emm.... nanti kalau dia udah mau pulang, kamu ajak langsung ke rumah sakit aja ya" ucap Zev
"emangnya ada apa, kak?* tanya Angkasa
"kakak mau bawa kakak kamu ke dokter. Katanya perutnya mules, kayaknya udah mau lahiran. Kakak lagi di perjalanan ke rumah sakit ini di antar Zack. Nanti kamu susul ke sini aja ya, ajak Tiger..." ucap Zev terdengar begitu santai meskipun istrinya yang kini berbaring di pangkuannya tengah merasakan kontraksi. Laki laki itu terlihat sangat tenang sambil sesekali mengusap usap rambut Nabila.
"o...ok, kak..! nanti aku langsung ke rumah sakit" ucap Angkasa makin panik.
"ya udah, makasih ya... assalamualaikum..."
"wa alaikum salam" jawab Angkasa.
Sambungan telepon pun terputus. Angkasa nampak mengusap wajahnya kasar. Ia makin panik. Ke mana lagi ia harus mencari Tiger dan Aliya..?
...----------------...
Selamat siang
up 10:40
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰
yang belum mampir, mampir yuk, biar rame....🥰
__ADS_1