Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 104


__ADS_3

Di dalam sebuah bangunan ruko berlantai dua,


sepasang muda-mudi nampak menikmati santap malam mereka. Malam ini Gala baru saja membeli box makanan dari salah satu restoran di kota itu untuk ia dan Pelangi.


Di depan televisi, duduk di atas lantai keramik beralaskan karpet, kedua anak manusia itu nampak asyik menyantap santap malam mereka. Sembari menunggu tuan Hendrawan yang masih terbaring tak sadarkan diri, sepasang muda mudi itu terlihat begitu akrab. Duduk bersebelahan sembari berbincang kesana kemari dan menikmati tayangan televisi.


Pelangi menoleh ke arah pria paruh baya yang masih terlelap itu.


"Gal," ucap Pelangi.


"ya..." jawab Galaksi.


"Gal, rencana kamu setelah ini apa?" tanya wanita cantik itu.


"rencana apa?" tanya Galaksi.


"ya, rencana kamu buat papa kamu..! Kasihan, Gal. beliau udah tua. Udah waktunya kamu menunjukkan bakti kamu sama papa.kamu." ucap Pelangi.


" selama masih ada jala** itu, gue nggak akan sudi pulang ke rumah lagi...!" ucap Galaksi.


" emang sekarang perempuan itu ke mana?" tanya Pelangi lagi


"mana gue tahu..!" jawab Galaksi.


"sekarang papa nggak sadar di sini. Tadi siang gua nemuin kepala manusia di tengah hutan dan berkas-berkas penting keluarga gue juga ada di sana."


"jujur ya, gua nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi sama papa. Jala** itu juga pergi..! ngilang..! nggak tahu ke mana sampai sekarang.! nggak ada kabar juga..!" ucap Galaksi.


"Sebenarnya gue curiga, Ngi..? jangan-jangan ini semua ulah dia?? tapi kalau emang ulah dia kenapa berkas-berkas penting keluarga gue ditinggal gitu aja di tengah hutan?! harusnya kan di bawa?? itu kan yang dia cari selama ini?! tapi ini nggak..! di tinggal gitu aja...! mana ada potongan tubuh manusia lagi disana..!" ucapin galaksi seolah bingung dengan apa yang terjadi.


Pelangi menghela nafas panjang.


"ya udah, nggak usah terlalu dipikirin. Sekarang kan yang terpenting dia udah nggak ada di samping papa kamu, Gal. Kamu bisa gunain kesempatan itu untuk mendekati papa kamu..! merawat dia, jaga dia, lebih dekat lagi sama dia..? mumpung gak ada wanita itu di samping dia, berikan perhatian kamu sama dia. Kasihan dia. Udah waktunya kalian memperbaiki hubungan sebagai sepasang ayah dan anak. Beliau udah tua, Gal. Udah nggak punya siapa-siapa lagi selain kamu. Kalau bukan kamu yang rawat dia siapa lagi? Takutnya setelah ditinggal pacarnya nanti malah ada orang lain lagi yang coba deketin dia kalau kamu nggak jagain dia..!"


"apapun yang terjadi, dia tetap orang tua kamu. Orang yang ikut andil dalam melahirkan kamu kw dunia ini. Kamu wajib untuk hormat sama dia berbakti sama dia selagi dia masih hidup. Jangan sampai kamu menyesal seperti aku. Saat orang tua kita udah nggak ada, kita nggak bisa melakukan apa-apa untuk membahagiakan mereka" ucap Pelangi.


Wanita itu menatap sendu ke arah Gala.


"perbaiki diri kamu ya, sayang" ucapnya membuat Galaksi menoleh.


"mulai sekarang kamu harus bisa menjadi laki-laki yang lebih baik lagi. Yang bisa dibanggakan oleh orang tua kamu. Baik itu ayah kamu yang masih hidup, ataupun ibu kamu yang sudah meninggal......."


"dan juga untuk calon istri kamu nantinya. Wanita manapun pasti akan sangat bahagia jika memiliki seorang laki-laki bisa menjadi imam yang baik untuk dia......."


"termasuk aku, mungkin.." ucap Pelangi membuat Galaksi diam tak bergerak. Seolah ingin mencerna kata kata yang baru saja ia dengar dari wanita itu.


"maksudnya gimana?" tanya Galaksi


Pelangi tersenyum. Ia nampak menunduk sesaat menyembunyikan rona wajahnya yang memerah kemudian mengangkat kepalanya kembali. Ia menatap dalam ke arah Galaksi yang menunggu jawaban dari wanita cantik itu.


"Gal,' ucap Pelangi.


"ya.." jawab Galaksi.


"kata-kata i love you waktu itu masih berlaku nggak? Kalau masih, aku pengen jawab, boleh nggak?" tanya Pelangi malu-malu.


Seutas senyum terbentuk dari bibir Galaksi.

__ADS_1


"masih, dong..! masih banget..!" jawabnya.


"mau diulang lagi?" tanya pria itu kemudian.


Wajah Pelangi nampak merah karena malu. Wanita itu lantas mengangguk membuat Galaksi makin gemas dibuatnya. Lalu...


.


.


.


.


Galaksi mendekat kan wajahnya, kemudian berbisik lembut...


"i love you.."


Sorot mata itu menatap dalam ke arah wanita yang kini posisinya cukup dekat dengan dirinya itu. Pelangi menatap lembut ke arah Galaksi sambil menyunggingkan senyum manisnya, kemudian....


"love you more" jawabnya.


Galaksi tersenyum lebar. Antara senang dan gemas serta salah tingkah ia memalingkan wajahnya sambil menggigit bibir bawahnya.


Pelangi menunduk malu lagi. Wajahnya makin merah merona.


"jadi sekarang gimana?" tanya Galaksi.


"gimana apanya?" jawab Pelangi kembali bertanya.


"ya, kita..! kita udah resmi pacaran sekarang? lu jadi cewek gue sekarang?!" tanya Galaksi bersemangat.


"kok pacar sih?" tanya Pelangi.


Gala mengernyitkan dahi nya.


"terus apa?" tanya Galaksi kemudian.


"biasanya kan istri, kok malah jadi pacar?" tanya Pelangi malu malu sambil mengaduk aduk nasi dalam box di hadapannya dengan menggunakan sendok di tangannya.


Galaksi serasa ingin terbang.


"oke....! ya udah, kalau gitu kita suami istri ini ya?" tanya Gala.


"tapi belum sah..! nggak boleh aneh aneh...!" ucap Pelangi.


"mau di sah in sekalian?" tanya Gala menggoda dengan wajah full senyum 😝


"bentar dong, ah..! buru buru amat...! masih kecil juga...!" ucap Pelangi.


"gue udah gede...!" ucap Gala.


"iya, tapi jangan sekarang..!" ucap Pelangi.


"trus kapan? besok ya?" tanya Galaksi membuat Pelangi kembali mendongak.


"ih, Gala...!!!" rengek wanita itu. Galaksi makin tersenyum lebar. Lalu....

__ADS_1


buuuuuggghhhh....


Gala menjatuhkan kepalanya di pangkuan Pelangi.


"nggak jadi makan ah...! tiba tiba kenyang gue..! pen rebahan..!" ucapnya membuat wanita itupun gemas dibuatnya.


Sepasang kekasih baru itu lantas kembali menghabiskan waktu mereka bersama sama sembari menunggu tuan Hendrawan bangun dari tidur panjangnya.


...****************...


Sementara itu di tempat terpisah....


Seorang wanita dengan kresek putih bertuliskan nama salah satu minimarket ternama nampak berjalan terburu buru memasuki lobby rumah sakit tempat sang putri tengah di rawat.


Ia terlambat untuk segera kembali ke rumah sakit setelah membeli beberapa camilan untuk sang putri. Lantaran sempat ada insiden di depan minimarket tadi. Ia tak sengaja menabrak seorang laki-laki. Membuat nya terlibat percekcokan kecil dengan pria tersebut. Meskipun ia sudah berkali-kali minta maaf, tapi sepertinya laki-laki tersebut kurang puas jika tidak memaki-maki Azizah terlebih dahulu.


Alhasil istri Zack Andreaz itu harus rela mengulur waktunya sejenak untuk meladeni perdebatan dengan si pria.


Azizah segera menuju lantai tempat di mana sang putri di rawat. Dengan langkah yang terburu buru, ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit besar itu sambil membawa kantong plastik putih di tangan nya. Tak lama, ia pun sampai di depan kamar rawat inap sang putri.


Dilihatnya di sana, Aliya tengah duduk di bersandar di atas ranjang. Gadis itu tersenyum melihat kedatangan sang ibunda.


"Aliya" ucap Azizah.


"maaf ya, nak. Bunda lama..! tadi ada urusan dikit" ucap Azizah.


"nggak apa apa, kok, bunda." ucap Aliya.


"kamu pasti kesepian selama bunda tinggal..." ucap Zizah.


"nggak kok, bunda..! Tadi ada yang ke sini jenguk aku


..! Om Om, baik banget! katanya fans aku..! aku dikasih boneka beluang sama dia..!" ucap Alia polos.


Azizah terdiam. Dilihatnya disana sebuah boneka beruang berwarna merah muda nampak tersandar di atas nakas di samping ranjang sang putri.


"ini?" tanya Azizah.


Aliya hanya mengangguk sambil tersenyum manis.


"Om Om nya namanya siapa?" tanya Azizah penasaran.


"namanya..? siapa ya tadi..? aku lupa, bunda..! ucap gadis Itu polos.


"olangnya badannya gede kayak ayah. Tatonya juga banyak...! tapi mukanya banyak bulunya kayak daddy...! tapi baik loh, bunda. Katanya kapan kapan dia mau kesini lagi jenguk aku..!" ucap Aliya sambil tersenyum.


Azizah terdiam. Jantungnya berdetak lebih cepat. Di letakkan nya kresek itu di atas ranjang dan dengan cepat memeluk sang putri dan mendekapnya erat..!


"bunda kenapa?" tanya Aliya polos.


Azizah tak menjawab. Ia terus memeluk sang putri seolah tak mengizinkan bocah itu untuk lepas dari dekapan tangannya.


...----------------...


Selamat pagi


up 09:24

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰😘


__ADS_2