
"assalamualaikum...."
Suara itu berhasil membuat Bintang dan Angkasa menoleh. Dilihatnya disana, seorang pria paruh baya dengan kopiah putih nampak berdiri bersama seorang wanita paruh baya.seusianya, dua orang pria mungkin seusia Zev atau Zack, seorang wanita yang nampak mengendong bayi, dan seorang wanita lagi yang nampak sibuk makan buah jambu biji.
Angkasa bangkit. begitu pula Bintang Kejora.
"ustad Hanif...." ucap Angkasa dengan raut wajah sumringah...
Ya, itu adalah keluarga Zev. Ibu tiri Zev, umi Atikah namanya besama sang suami, ustad Hanif, dua orang putra putri mereka, Bryan dan Hanum, serta dua menantu mereka, Jordan dan Ruby.
"ustad..! aduh, maaf, ustad, ke asyikan ngobrol ampe nggak sadar kalau ustad udah dateng" ucap Angkasa.
Ustad Hanif tersenyum.
"assalamualaikum...." ucap sang Ustad mengulangi kembali salamnya.
"wa alaikum salam, ustad.." jawab Angkasa. Pemuda itu lantas meraih punggung tangan ustad Hanif, lalu menciumnya sebagai tanda hormat. Hal yang sama pun Angkasa lakukan pada umi Atikah.
"ustadz Hanif dan umi Atikah tersenyum.
"Kamu apa kabar, Angkasa?" tanya umi Atikah lembut dan keibuan.
" Alhamdulillah baik, umi. Sehat banget..!" jawab Angkasa.
Umi Atikah tersenyum.
" Papa, mama, nenek, sehat semua?" tanya ustadz Hanif lagi
" Alhamdulillah, sehat semua ustadz" jawab pemuda berparas nyaris sempurna itu.
Sepasang pria wanita paruh baya itu tersenyum lembut. Wanita berhijab syar'i itu lantas menoleh ke arah seorang gadis berkulit putih yang nampak menunduk malu-malu di samping Angkasa.
" ini siapa?" tanya umi Atikah.
Angkasa menoleh ke arah Bintang yang nampak tersipu. Laki-laki itu nampak tersenyum sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya yang tak gatal.
"ini, anu, umi... pacar" jawab Angkasa malu malu. Jordan yang merupakan sahabat dekat Zev sejak lama nampak mengulum senyum mendengar jawaban Angkasa. Ia ingat betul siapa gadis itu. Seorang gadis yang usianya lebih tua dari Angkasa. Yang sudah dipacari oleh adik Nabila Brygita Tama itu sejak si pemuda masih menginjak usia lima belas tahun.
Langgeng juga hubungan mereka. Ternyata bocah petakilan dan cerewet itu pandai juga menjaga hubungannya.
Umi Atikah tersenyum mendengar jawaban Angkasa.
"assalamualaikum, cantik. Namanya siapa?" tanya umi Atikah pada Bintang sembari mengulurkan tanganmu.
__ADS_1
Bintang menjabat tangan itu dengan malu-malu.
" nama saya Bintang, umi.." jawab Bintang Kejora.
" Bintang dan Angkasa. Cocok sekali kalian berdua..." jawab umi Atikah dengan senyuman yang begitu lembut dan tulus. Bintang kembali menunduk malu-malu. Adegan jabat tangan pun selesai.
Angkasa melongok menatap ke belakang umi Atikah dan ustadz Hanif.
Dilihatnya di sana, seorang laki-laki berkacamata nampak berdiri dengan tenang menatap lurus ke depan. Tak ada senyum yang laki laki itu tunjukkan. Terkesan cuek dan sedikit dingin. matanya sekilas mirip dengan mata serigala Zev Smith Anderson.
Ya, itu adalah Bryan Pradhana Hanif. Laki-laki yang merupakan adik seayah dari Zev Smith Anderson. Anak dari umi Atikah dan suami pertamanya, James Smith Anderson.
Di samping Bryan, seorang wanita berhijab syar'i nampak sibuk menggendong seorang bayi yang terlelap. Itu adalah Ruby, istri Bryan. Wanita yang dulu pernah dicintai oleh iparnya sendiri. Sedangkan bayi yang kini ia gendong adalah anak kedua mereka yang belum genap berusia satu tahu. Sedangkan anak pertama mereka tak ikut, ia berada di kota M bersama orang tua Ruby lantaran tengah sibuk sekolah.
Di samping Ruby dan Bryan, nampak sepasang suami istri yang sejak tadi saling diam. Berdiri saling membelakangi. Itu adalah Jordan dan Hanum. Hanum adalah adik Bryan. Anak dari umi Atikah dan ustad Hanif. Sedangkan suaminya, Jordan, adalah sahabat dari Zev sendiri.
Sejak tadi Hanum tak henti mengunyah jambu biji dan tangannya. Wanita itu terlihat begitu cuek berdiri membelakangi Jordan suaminya.
"mas Bryan, mas Jordan. Kak Ruby, Hanum" ucap Angkasa sembari melambaikan tangannya. Dari empat yaitu hanya Ruby yang nampak tersenyum manis dan lembut. Bryan hanya tersenyum simpul dengan cueknya. Jordan menatap datar tanpa senyuman. Sedangkan Hanum Ia juga tersenyum simpul sembari kembali mengunyah jambu nya.
"pade asem banget tuh muka?" gumam Angkasa.
Hening sejenak. Lalu...
"gimana umi, abi..? kita ke langsung rumah sakit atau istirahat di rumah dulu aja?" tanya Angkasa memberikan penawaran.
"terserah abi aja.." jawab umi Atikah.
"gimana, Bi?" tanya wanita itu lagi. Ustad Hanif nampak berpikir.
"Kita istirahat dulu aja, Bi. Kasihan baby Moza, ini kan perjalanan pertama dia dengan jarak yang cukup jauh. Kita juga perlu istirahat dulu. Nanti sore baru kita ke rumah sakit" ucap Bryan.
"iya umi, abi. Kita istirahat di rumah dulu aja. Hanum pasti juga capek. Dia kan harus menjaga kesehatan nya juga. Kasihan kandungan nya kalau kecapekan" ucap Ruby.
" Ya udah, kalau gitu kita ke rumah dulu aja, ya" jawab Umi Atikah di sambut anggukan kepala dari keluarga yang lain.
Angkasa tersenyum.
"mas Jordan, kuncinya..." ucap Angkasa.
Jordan mendekat. Ia reflek menggandeng tangan sang istri yang sibuk dengan jambunya.
"yuk, pet..!" ucap Jordan.
__ADS_1
Namun....
"ihh...! apa sih mas..!!" ucap Hanum sambil menghempaskan tangan laki laki itu.
"astaga Gusti...! gue laki lu, bocil..!" ucap Jordan.
"iya, tauk..! tapi nggak usah pegang pegang...! kan bisa jalan sendiri...!!" ucap Hanum mulai mengomel membuat Ruby, Bryan, umi Atikah dan ustadz Hanif pun terkekeh.
Selama masa kehamilan Hanum yang kini menginjak usia empat bulan, wanita itu memang seolah begitu jijik dengan sang suami. Sama sekali tak mau disentuh.
Umi Atikah tersenyum.
"udah, nggak usah berantem. Sini umi aja yang gandeng kalau begitu" ucap sang umi yang kemudian meraih lengan putrinya itu.
Jordan berdecak kesal. Ia lantas mendekati Angkasa, meriah kunci di tangan pemuda itu lalu segera pergi dari tempat tersebut disusul yang lainnya.
Bryan Pradhana Hanif,👇
Kalia Ruby Azzani 👇
Keith Jordan Edward👇
Hanum Permadani Hanif👇
...----------------...
Selamat malam...
up 19:46
yuk dukungan dulu 🥰 🥰🥰🥰
mampir sini juga boleh...👇👇
__ADS_1