Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 68


__ADS_3

....


.


.


Di sebuah bandara...


Seorang gadis cantik dengan koper di tangan nampak celingukan mengedarkan pandangannya ke segala arah.



Wanita yang baru saja turun dari pesawat nya itu nampak sesekali melakukan panggilan telepon dengan seseorang yang sudah berjanji akan menjemputnya di bandara siang ini.


"ck...! hubby, kamu kemana sih?" ucap Bintang kesal. Di edarkan nya kembali pandangan mata nya. Menyapu area pintu kedatangan penumpang itu guna mencari sosok Angkasa yang katanya akan sudah berada di bandara saat Bintang turun dari pesawat. Tapi kenapa ini belum ada? kemana pria itu? apa ia masih belum selesai dengan acara manggung yang katanya berada di salah satu hotel yang tak jauh dari bandara tersebut? pikir Bintang.


Dengan raut wajah sedikit kecewa, Bintang pun berjalan keluar dari area bandara sembari menyeret kopernya menggunakan satu tangan, sedangkan tangan lainnya masih sibuk mencoba menghubungi Angkasa kembali. Entah sudah yang keberapa kalinya. Namun lagi lagi tidak di angkat meskipun nomornya sedang aktif.


Kemana pria itu? apa terjadi sesuatu dengan kekasih hatinya tersebut? kenapa tiba tiba tidak ada kabar dari Angkasa? pikir Bintang mulai tak tenang.


Sang Bintang Kejora mulai mengayunkan kakinya cepat. Mungkin ia harus menyusul Angkasa ke hotel saja. Ia takut terjadi sesuatu dengan pria itu. Entah mengapa perasaan nya tiba tiba jadi tak enak.


Bintang sampai di luar bandara. Ia berjalan menuju pangkalan taksi yang berada di area sekitar bandara. Seperti biasa, sejumlah supir taksi nampak menawarkan jasa, termasuk seorang pria yang terlihat masih sangat muda dengan kaos hitam dan celana hitam itu.


"taksi, mbak? mau di antar kemana?" tanya pemuda itu sembari mendekati Bintang.


Bintang menatap si pemuda itu dari atas sampai bawah.


"mas, supir taksi?" tanya Bintang.


"benar, mbak" jawab pria berambut ikal itu, Wisnu, salah satu anggota Black Moon yang di tugaskan untuk menjemput sang Bintang.


"anterin saya ke hotel X ya, mas" ucap Bintang.


"siap, mbak. Mari, biar saya bawain kopernya" ucap Wisnu sembari meraih koper Bintang.


"makasih ya, mas" jawab Bintang.

__ADS_1


Wanita itupun mengikuti langkah si pria yang ia ketahui adalah supir taksi tersebut. Wisnu membawa Bintang menuju mobil hitam di sana, memasukkan koper kekasih Angkasa itu ke dalam bagasi lalu membukakan pintu untuk sang Bintang.


Mobil pun melaju di atas kendali Wisnu. Pemuda itu sesekali melirik ke arah Bintang yang nampak khawatir sambil terus memainkan ponselnya mencoba menghubungi Angkasa, namun lagi lagi tak ada sahutan.


"ck...! kamu kemana sih, By?" ucap Bintang lagi dengan raut wajah khawatir.


Wisnu tersenyum smirk sembari melirik ke arah Bintang dari spion yang berada di dalam mobil.


Tak sampai sepuluh menit, taksi palsu itu sampai di depan sebuah bangunan hotel dan cafe yang berada tak jauh dari bandara. Harusnya, Angkasa manggung disini tadi.


Bintang yang masih setia dengan kopernya pun melangkah memasuki area hotel. Ia segera menuju ke dalam cafe untuk melihat kondisi di dalam. Barang kali Angkasa memang belum selesai dengan pekerjaannya.


Bintang terdiam, panggung sudah kosong, tak ada Angkasa disana. Hanya ada beberapa pengunjung yang nampak menikmati santap siang mereka.


Bintang diam tak bergerak. Perasaan nya makin tak karuan.


Seorang pria paruh baya dengan tampilan rapi mendekati putri kandung Moreno alias Simon itu.


"selamat siang, nona. Ada yang bisa kami bantu?" tanya pria itu ramah membuat Bintang pun tersadar dari lamunannya.


"oh, mohon maaf, nona. Acara sudah selesai sejak tadi. Mas Angkasa nya sekarang lagi istirahat di salah satu kamar di hotel kami" ucap laki laki itu, Josh.


"istirahat? di kamar nomor berapa ya? boleh saya tahu?" tanya Bintang


"aduh, mohon maaf, nona. Itu privasi. Apalagi Angkasa adalah artis yang kami undang, tentu saja kami sangat menjaga perihal keamanan dan kenyamanan beliau" ucap Josh.


"pak, saya itu pacarnya Angkasa..! bukan orang lain..! saya mau ketemu sama dia, dia dimana? di kamar nomor berapa?" tanya Bintang mulai kesal. Ia sudah sangat lelah menempuh perjalanan panjang dari luar negeri ke negara ini, tapi ini mau bertemu pacar sendiri saja seperti nya sulit sekali...!


"pacar? bukannya pacar mas Angkasa itu Pelangi ya? yang pernah rame di media itu? Angkasa saja yang berkali kali kesini sering membawa dia kok" ucap Josh mengarang cerita membuat Bintang makin kesal di buatnya. Apa apaan ini? Angkasa sering membawa Pelangi kesini? benarkah?? pikir Bintang mulai di kuasai kecurigaan.


"udah deh ya...! nggak usah banyak omong...! saya mau ketemu sama Angkasa sekarang...! mana dia...?!!" tanya Bintang mulai dikuasai emosi. Sisi tempramental Bintang mulai terlihat. Ia tak sabar. Ia harus segera bertemu dengan Angkasa...!


"maaf, nona. Tidak bisa..!!"


"lo mau gue bayar berapa?!! bilang sekarang, berapa mau lo, gue kasih duit tapi kasih tau dimana cowok gue...!!!!" bentak Bintang dengan mata melotot. Mata sipitnya menajam dengan sorot mata yang mengerikan. Bak titisan seorang manusia iblis yang beberapa tahun lalu pernah ramai diperbincangkan karena skandal kasus perbudakan dan pembunuh bayaran.


Josh terlihat sedikit kaget dengan perubahan yang terjadi pada gadis itu. Wanita itu mendadak berubah mengerikan. Membuatnya jadi sedikit ciut dibuatnya.

__ADS_1


Setelah melakukan perdebatan yang cukup panjang dan sengit, akhirnya Josh pun memberitahukan letak kamar tempat dimana Angkasa menginap. Sesuai dengan rencana Black Moon yang meminta laki laki itu berulah seolah ingin melindungi kebusukan Angkasa.


Bintang terlihat garang. Dengan koper yang masih di seret, sorot mata tajam, dan dada yang naik turun, wanita itu berjalan menuju lift yang akan membawanya menuju kamar 303 tempat dimana Angkasa beristirahat.


ting ...


pintu lift terbuka. Bintang berjalan dengan langkah memburu. Menengok ke kanan dan ke kiri mencari pintu bertuliskan 303.


Hingga, sampailah ia pada pintu yang di maksud. Sebuah pintu kamar bertuliskan 303. Berada di tengah tengah deretan pintu yang sama dengan nomor yang berbeda.


Bintang menyentuh handle pintu lalu memutar nya.


ceklek...


pintu kamar tidak di kunci..! Dada Bintang bergerak naik turun dengan perasaan yang campur aduk tak menentu. Masih dengan koper yang sama, ia berjalan perlahan memasuki kamar hotel itu.


Dan.........


.


.


.


.


.


bersambung 🤭😁😁😁😁


lanjut siang ya, mau masak dulu🤭🤭


...----------------...


up 05:51


yuk, dukungan dulu 🥰🥰😘🥰

__ADS_1


__ADS_2