Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 47


__ADS_3

Di dalam sebuah mobil merah milik Angkasa Wildan Tama..


Ketiga muda mudi itu nampak ngos ngosan. Ketiganya berlari menjauhi wartawan seolah tak ada puasnya itu dan kini memilih untuk bersembunyi di dalam mobil milik Angkasa. Entah dari mana datangnya berita yang mereka dengar. Bisa bisanya mereka menyebut Pelangi adalah pacar Angkasa..! mentang mentang pemuda itu tak pernah menunjukkan siapa sosok kekasih hatinya.


Angkasa menyandarkan kepalanya di sandaran jog mobil mewahnya. Nafasnya ngos ngosan. Pelangi yang berada di jog samping kemudi serta Dodo di jog belakang pun melakukan hal yang sama. Kabur kaburan dari wartawan sukses membuat mereka kelelahan.


"hadeeehh...! gila tuh wartawan..! capek banget gue...!" ucap Angkasa dengan dada naik turun. Pelangi hanya diam tak bersuara. Dodo nyengir merasakan lelah sambil sesekali menelan ludahnya guna membasahi kerongkongan nya yang kering.


"heran gue, dapat info dari mana coba mereka, sampai sampai bilang kalau lo cewek gue, Ngi?" ucap Angkasa.


Pelangi tak menjawab, ia menoleh ke arah Angkasa lalu ke arah Dodo yang duduk di belakang secara bergantian, kemudian menunduk.


Dodo nampak celingukan. Ini semua pasti bermula dari mulut lemesnya yang lantang menyuarakan Pelangi adalah pacar Angkasa tadi.


Gawat..! padahal cuma beberapa kali ucapan saja, bisa bisanya membuat para wartawan langsung menyerbu sahabatnya itu.


Dodo membenarkan posisi duduknya. Ia kemudian ber dehem, mencoba mengumpulkan keberanian nya untuk mengatakan perihal keteledoran nya pada sang sahabat. Agar Angkasa tahu yang sebenarnya dan bisa menentukan, apa yang harus ia lakukan setelah ini. Mengingat ia pun juga tahu, bahwa Angkasa sebenarnya sudah memiliki kekasih yang jauh di negeri orang.


Dodo nampak menatap Angkasa dengan ragu ragu melalui kaca spion dalam mobil.


"Sa,..." ucap Dodo.


Angkasa yang masih menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kemudi pun menatap si sahabat dari pantulan kaca spion.


"hmm..." jawab pemuda berparas nyaris sempurna itu.


"sebenarnya, tadi...pas gue sama Pelangi baru sampai kan...gue ama Pelangi nggak bisa lewat buat nyamperin lo di back stage. Soalnya rame banget. Buat masuk ke baris penonton paling depan aja itu susah banget, Sa..." ucap Dodo setengah takut mencoba menjelaskan awal mula pewarta mengira Pelangi adalah pacar Angkasa.


Anak Adrian Tama itu mulai mencium gelagat tak baik. Ia menatap penuh selidik ke arah Dodo dari pantulan kaca spion. Si pemuda bertubuh subur itu nampak menunduk setengah takut.


"trus kan, karena kita uyel uyelan. Kita desek desekan, gue mulai mikir, gimana caranya biar gue ama Pelangi bisa melewati lautan fans lo dengan cepat dan aman"

__ADS_1


"ya udah, akhirnya gue punya inisiatif buat teriak. Gue bilang 'misi, pacar nya Angkasa mau lewat' gitu, Sa" ucap Dodo dengan raut wajah menyesal membuat Angkasa langsung tepok jidat karena ulah si teman akrab.


"niat gue cuma buat cari jalan, Sa. Soalnya kasihan Pelangi. Dia kejepit jepit. Makanya gue teriak gitu. Biar kita dapet jalan dan bisa keluar dari kerumunan massa dengan aman" ucap Dodo lagi kini membuat Angkasa nampan menutupi wajahnya frustasi.


Ceroboh sekali sahabat nya itu.


Angkasa mengusap wajahnya kasar. Dengan kesalnya di lepasnya kedua sepatu di kaki kanan dan kirinya dan dilemparkan nya ke arah Dodo dengan penuh kekesalan. Tak hanya sepatu, saking kesalnya,bantal leher yang berada di sandaran kursi pun juga tak lepas dari amukan Angkasa. Pemuda itu melepaskan nya dan melemparnya ke arah Dodo membuat laki laki berkacamata itupun terus meringsut di pojokan sembari memohon ampun.


"gentong lu..! kudanil..! galon bekas..! ubur ubur..! kenape lu ceroboh banget sih jadi manusia...!!" ucap Angkasa kesal sambil terus melempari tubuh sahabatnya itu dengan segala macam benda yang berada di dekatnya.


"ampun, Sa..! ampun..! gue salah..!!"


"emang lu salah..!!" ucap Angkasa ngegas.


"udah...! udah...! jangan berantem..!!" ucap Pelangi melerai.


"tapi dia ceroboh banget, Ngi..! ngeselin banget lu, Do..!" ucap Angkasa terlihat begitu kesal menahan amarah. Andai bukan teman sejak lama, pasti sudah dimaki makinya pemuda itu.


"lu harusnya mikir dulu dong, Do..! ini tuh tempat umum..! banyak mata liat, banyak kuping denger...! bisa bisanya lu seenak jidat ngomong kek gitu...!" ucap Angkasa kesal.


"sorry, Sa..! gue bener bener nggak tahu kalau bakal jadi kayak gini..!" ucap Dodo begitu menyesal.


"udah dong, kalian jangan berantem. Kita pikirin jalan keluarnya sama sama. Kamu bisa jelasin nanti sama media, Sa.." ucap Pelangi mencoba menengahi.


Angkasa berdecak kesal. Tangannya memukul kemudi mobil. Ia menatap lurus ke depan dengan wajah dongkol membuat Dodo makin merasa bersalah.


Pelangi menatap dua sahabat itu secara bergantian. Cukup lama, lalu....


"turun lo...!" ucap Angkasa pada Dodo.


Dodo mendongak.

__ADS_1


"kok lo gitu, Sa..?!" tanya Dodo.


"gue lagi kesel ya ama lo..! jangan bikin gue makin emosi ama lo..! lu turun bawa tuh motor Pelangi ke tokonya..! biar Pelangi ama gue..! jangan sampai lo masih di disini...! gue lempar lo ke tengah tol..!" ancam Angkasa dengan wajah kesalnya.


Dodo hanya menunduk. Pelangi menoleh ke arah Dodo.


"udah, Do. Biar kalian sama sama bisa tenang" ucap Pelangi lagi.


Dodo menghela nafas panjang. Pelangi menyerahkan kunci motornya pada pemuda berkacamata itu. Dodo hanya bisa pasrah. Pemuda itupun akhirnya menerima kunci itu.


"makasih ya, Do" ucap Pelangi.


Dodo tersenyum simpul dan terlihat malas. Ia pun turun dari mobil itu, menuju parkiran motor dan mencari keberadaan kendaraan roda dua milik sang guru TK tersebut.


Seperginya Dodo.


Angkasa pun menyalakan mesin mobilnya. Ia lantas membawa kendaraan roda empat itu pergi dari tempat tersebut bersama Pelangi.


Baru keluar area parkir dan memasuki jalan raya. Angkasa sudah mengeluarkan ponselnya. Ia menghubungi sang pujaan hati melalui sambungan vidio. Ia butuh ketenangan. Ia butuh Bintang. Ia juga harus menjelaskan sesuatu pada wanita itu sebelum nantinya berita tentang dirinya dan Pelangi tersebar dan sampai ke telinga Bintang.


Ia tak mau wanita itu salah paham. Bintang harus tahu terlebih dahulu tentang apa yang terjadi langsung dari mulut Angkasa.


...----------------...


Selamat pagi....


up 02:42


Ada yang masih bangun nonton Pildun?😁😁


yuk, dukungan dulu🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2