
Ciiiiiiiiiiitttttt.....!!
Rain menghentikan laju mobilnya secara tiba tiba. Simon yang berada di kursi belakang pun nampak kaget dan reflek berpegangan pada sandaran jog di hadapannya.
Ada apa itu?
Rain dan Simon menajamkan pandangannya. Dilihatnya disana, tepat di depan kendaraan roda empat nya, sebuah mobil nampak terparkir melintang menghadang jalan dengan mesin yang masih menyala, membuat mobil milik Moreno pun tak bisa melewatinya.
Sepertinya mobil itu memang sengaja menghadang laju kendaraan Simon.
"apa apaan mobil itu...?!!" ucap Rain kesal.
Di ambilnya sebuah pistol dari dalam dashboard. Pria itupun lantas turun dengan membanting pintu mobilnya. Didekatinya mobil itu dengan langkah penuh emosi. Simon hanya mengamati pergerakan anak buahnya itu dari dalam mobil.
"hei....!! buka...!! siapa kau?!" tanya Rain sambil menggedor gedor pintu mobil itu.
Tak ada sahutan. Pintu mobil pun nampak gelap tak bisa dilihat sosok didalamnya dari luar.
dokk...dokkk....dokk....
"hei...!! buka...! siapa kalian...!" ucap Rain.
Klek...
Pintu pun dibuka dari dalam. Rain mundur. Dua orang pria dewasa beda usia turun dari kendaraan roda empat tersebut.
Ya, itu adalah sepasang mertua dan menantu, Adrian dan Zev.
Moreno alias Simon yang berada di dalam mobil nampak mengangkat dagunya melihat siapa yang datang menghadang nya. Pria ayah kandung Angkasa yang beberapa waktu terakhir ini ia mata matai rumah dan aktivitas seluruh keluarganya.
__ADS_1
Ya, semenjak berita tentang Angkasa dan Pelangi menjalin hubungan tersebar, Simon mengerahkan semua anak buahnya untuk mengintai tiap gerak gerik Angkasa dan Pelangi. Apa saja yang mereka lakukan, siapa saja yang dekat dengan mereka dan benarkah mereka menjalin hubungan selama ini.
Semua Simon selidiki. Hingga tibalah saatnya ia mengetahui tentang rencana Bram memisahkan Angkasa dan Bintang melalui seorang anak buah yang menyamar sebagai petugas kesehatan saat Gala di rawat di rumah sakit pasca kecelakaan ketika sedang balapan.
Moreno kemudian menjadikan Galaksi dan Black Moon sebagai sasaran penyadapan ponsel. Tanpa para pemuda itu ketahui semua pesan dan panggilan yang masuk dalam ponsel mereka semua dapat terdeteksi oleh sang Moreno. Termasuk percakapan dan balas pesan antara Gala dengan Bram, Gala Pelangi dan semuanya.
Tak ada satu hal pun yang luput dari seorang Moreno yang agung.
Penyadapan pada anggota Black Moon terus berlanjut, alih alih menghentikan pengintaian nya pada Angkasa, pria itu justru makin di buat penasaran dengan silsilah keluarga pemuda tampan berparas nyaris sempurna itu.
Tak lain dan tak bukan, adalah lantaran Moreno menemukan sesosok bocah cantik yang terlihat begitu dekat dengan seorang pria yang sangat ia kenal, Zack Andreaz.
Ya, gadis itu adalah gadis kecil yang tertabrak mobil beberapa hari yang lalu. Gadis yang di panggil Aliya, yang parasnya mengingatkan dirinya dengan sosok seorang wanita yang teramat sangat ia kenal, yang masih sering ia kunjungi makamnya, yang pernah mengandung benih dari tindakan bejatnya, yang kini sudah kembali ke hadapan sang Maha Kuasa.
Ia adalah Aliya...!
Bocah itu berhasil mengusik pikiran Simon. Membuatnya seolah ingin tahu lebih banyak lagi tentang gadis mungil itu. Membuat nya seolah tak bisa berhenti untuk terus mengintai kediaman Adrian dan keluarganya.
"ada apa ini? kenapa kalian menghalangi jalanku?" tanya Rain.
Zev tersenyum angkuh.
"bisa kau minta tuan mu untuk turun?" tanya Adrian.
"untuk apa? bicara saja denganku..!" ucap Rain tegas.
Adrian tersenyum.
"saya hanya ingin bertemu dengan tuan anda. Ingin membicarakan masalah kecil" ucap Adrian.
"tuanku terlalu sibuk...! kau hanya mengganggu perjalanan kami..! lebih baik kalian menyingkir...!" ucap Rain.
"kami hanya ingin berbicara sebentar, mengenai Bintang" ucap Adrian.
__ADS_1
Rain diam sejenak. Moreno nampak menatap penuh selidik dari dalam mobilnya. Ia tak dapat mendengar apa yang orang orang itu bicarakan.
Pria itu lantas bangkit, turun dari mobilnya lalu mendekati sekumpulan manusia tersebut.
Adrian menoleh, lalu tersenyum smirk.
"selamat pagi, tuan Moreno.." ucap Adrian. Moreno tak menjawab. Ia berjalan mendekati pria pria itu.
"anda rajin sekali jam segini sudah rapi. Mau kemana? ke rumah sakit?" tanya Zev membuat Moreno mengangkat dagunya.
Mereka tahu tentang aktifitas nya? pikir Moreno.
"mau apa kalian?" tanya Moreno.
"bisa kita bicara sebentar, tuan?" tanya Adrian.
"untuk apa?" tanya Moreno.
Adrian tersenyum lagi.
"saya yakin anda akan tertarik" ucap Adrian.
Moreno mengangkat dagunya. Apa maunya dua manusia ini?
...----------------...
Selamat siang....
mohon maaf banget ya ini, author belum bisa up banyak. Soalnya mata bener bener belum bisa di ajak kompromi.
insyaallah besok mulai up efektif lagi ya
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1