
Hari terus berganti hari...
tanpa terasa kepulangan sang Bintang Kejora kian hari kian dekat saja. Kebahagiaan jelas Angkasa rasakan saat ini. Ia seolah sudah tak sabar untuk bisa bertemu dengan sang Bintang kembali.
Beda dengan Angkasa beda pula dengan Pelangi dan Galaksi. Setelah pengungkapan perasaan yang Gala lakukan beberapa hari yang lalu, Pelangi kini tak lagi bertemu dengan laki laki itu. Galaksi menghilang lagi. Entah kemana dan apa kesibukan nya. Pria yang terakhir kali ia lihat dalam kondisi satu tangan di gips itu seolah kembali hilang dari peredaran. Padahal Pelangi belum sempat memberi jawaban atas pengungkapan rasa yang Galaksi, tapi laki laki itu sudah hilang lagi saja. Atau mungkin memang Gala tidak butuh jawaban? ia hanya sekedar mengungkapkan perasaan? entahlah, laki laki itu memang terkadang punya prinsip hidup sendiri yang susah di tebak.
....
Siang ini, di sebuah bengkel yang menjadi markas sekumpulan anak motor berandalan itu,
Galaksi nampak memasang raut wajah kesalnya. Saat ini ia tengah menerima telepon dari Bram. Pria yang sudah memberikan kebebasan untuknya tanpa meminta imbalan uang.
Entah mengapa kini Bram seolah tak mau melepaskan Galaksi. Ia ngotot meminta laki laki itu untuk mendekati Bintang yang jelas jelas sama sekali tidak pernah merespon Galaksi. Pemuda itu sampai kesal sendiri di buatnya.
"aku harap kau tidak lupa dengan kesepakatan yang sudah kita buat, Galaksi...!" ucap Bram.
"apasi? anak lo nggak doyan ama gue..!" ucap Gala sambil menghisap rokoknya dan merebahkan tubuhnya di sebuah sofa sederhana di dalam bengkel itu.
__ADS_1
"itu bukan urusanku..! kau harus menjalankan perintahku sesuai dengan kesepakatan kita..!" ucap Bram.
"ck...! gue udah berusaha ya, nj*nk..! tapi anak lo udah terlanjur tergila gila ama Angkasa..! lah gue bisa apa?!" ucap Galaksi santai.
"aku yakin kau tidak bodoh hingga bisa secepat itu menyerah. Dua minggu lagi putriku pulang. Aku mau kau menjalankan rencana yang sudah ku susun untuk menjebak bocah sialan itu. Aku yakin kau pasti juga menginginkan kehancuran rival mu itu bukan?" tanya Bram.
Galaksi diam sejenak.
"lo punya rencana apa?" tanya Galaksi.
Bram menyeringai di seberang sana. Laki laki itupun mulai mengungkapkan rencana jahat yang sudah tersusun rapi di otaknya. Sebuah rencana yang andai dilakukan sudah pasti bisa membuat siapapun akan menaruh kekecewaan pada pemuda itu. Sebuah rencana yang pastinya akan melukai banyak orang. Mengorbankan kebahagiaan banyak orang dan menjatuhkan harkat dan martabat Angkasa dan keluarganya pastinya.
Galaksi menggelengkan kepalanya samar. Inilah sosok iblis yang sesungguhnya. Hatinya busuk. Apa yang ada dalam otak, hati dan apa yang di tampilkan di depan banyak orang beda semua. Bermuka dua. Munafik. Licik. Picik..!
Gala nampak memasang wajah serius. Ia tak suka dengan rencana itu. Ia tak peduli dengan Angkasa. Mau di apakan laki laki itu terserah Bram. Tapi ia tak mau jika sampai Pelangi ikut terseret dalam rencana jahat Bram. Ia tak suka akan hal itu.
"eh, bangs*t lu denger ya..! mau lu apain anak lu ama Angkasa, gue nggak peduli...! tapi gue nggak suka lu libatin Pelangi dalam masalah ini..!" ucap Gala murka.
__ADS_1
"oh, namanya Pelangi. Ya, aku baru ingat..! tapi memangnya kenapa? ada masalah apa kau dengan dia?! jangan bilang kau menyukainya...!" ucap Bram dari seberang sana.
"eh, lu denger ya, nj*nk..! itu bukan urusan lo..! gue nggak peduli sama masalah yang terjadi antara lo ama bapaknya Angkasa...! tapi gue nggak suka, kalau lu bawa bawa Pelangi dalam masalah ini. Berani lo sentuh dia, gue abisin lu...!" ucap Gala murka.
"kau mengancam ku? aku adalah seorang aparat jika kau lupa, Gala..!" ucap Bram.
"aparat t*i lu...! gue nggak peduli pangkat lu..! berani lu macem macem, liat aja..! abis lu beneran ama gue...!"
"dan jika kau berani macam macam dengan ku, aku akan bergerak lebih cepat darimu..! kau hanya anak ingusan, Gala. Jangan coba coba bermain denganku..! lakukan saja apa yang ku perintahkan..! maka kau akan aman..! kau belum tahu siapa aku yang sebenarnya..!" ucap Bram mengerikan.
Sambungan telepon di tutup. Galaksi meremas ponselnya.
Licik sekali polisi yang satu itu. Ini tidak bisa di biarkan. Apa yang harus ia lakukan? ia tak mau jika sampai Pelangi di libatkan dalam masalah ini...! ia harus mencari solusi atas masalah ini sebelum Bintang pulang dan Bram nekat menjalankan aksi gilanya.
...----------------...
***Selamat pag
__ADS_1
up 04:27
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰😘***