Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 122


__ADS_3

Hari berganti,


Saat mentari perlahan mulai naik,


pagi ini di sebuah rumah berlantai dua dengan desain minimalis yang nampak elegan.


Seorang wanita cantik dengan mata sembab terlihat sibuk dengan kedua bocah kecil yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya itu. Seperti biasa, pagi ini Tiger dan Aliya akan bersiap berangkat sekolah, menimba ilmu di sebuah taman kanak-kanak yang berada di kota itu.


Azizah sejak tadi nampak murung. Mata sembabnya terlihat begitu jelas setelah menangis semalaman. Dengan cekatan tanpa banyak bicara, wanita itu nampak sibuk mengurus dua bocah menggemaskan di hadapannya.


Mommy dan daddy Tiger belum pulang. Mereka masih berada di rumah sakit bersama baby Dragon sambil menunggu kesehatan Nabila pulih sebelum akhirnya pulang ke rumah.


Aliya menatap wajah sang bunda yang nampak sembab.


"bunda, kok bunda kayaknya sedih? bunda kenapa?" tanya Aliya polos.


Azizah yang kini nampak memakaikan sepatu pada kaki mungil gadis kecil itu pun nampak tersenyum lembut.


"bunda nggak apa apa" ucap Azizah.


Zack muncul dari garasi mobil, mendekati sang istri tercinta dan dua bocah mungil yang nampak sudah cantik dan tampan itu.


"udah siap berangkat?" tanya Zack pada Tiger dan Aliya.


"udah, ayah..!" jawab Tiger.


Aliya bangkit.


"ayah, bunda..." ucap Aliya.


"ya, sayang.." jawab Zack.


"gimana, yah? hari ini boleh nggak pergi sama Om baik lagi?" tanya Aliya polos.


Zack nampak diam sejenak. Ia lantas menatap ke arah Azizah yang nampak menunduk dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


Zack kembali menoleh ke arah sang putri. Ditatapnya wajah itu dengan lembut.


"Alia suka jalan sama om Simon?" tanya Zack.


"suka..! om Simon baik banget loh, ayah..!" jawab Aliya polos membuat Azizah makin pilu.


Zack tersenyum lembut.


"ya udah, sekarang kita berangkat dulu. Nanti biar ayah bicara dulu sama om Simon kalau mau bawa Aliya jalan jalan lagi" ucap Zack.


Aliya mengangguk patuh.


"dah yuk, salim dulu sama bunda.." ucap Zack.


Kedua bocah itupun menurut. Aliya dan Tiger kemudian mendekati Azizah yang sejak tadi hanya diam. Tiger meraih punggung tangan wanita itu lalu mengecupnya sebagai tanda hormat nya kepada seorang yang lebih tua. Hal yang selalu diajarkan oleh ayah ibu serta nenek dan kakeknya. Aliya pun ikut melakukan hal yang sama. Aliya mencium punggung tangan Zizah selaku ibundanya.


Zizah berjongkok. Dipeluknya gadis menggemaskan itu dengan penuh kasih sayang.


"bunda kenapa?" tanya Aliya dengan polosnya. Azizah tak menjawab terus memeluk erat gadis manis berparas menggemaskan itu dengan sangat erat.


Aliya memeluk tubuh wanita itu. Diciuminya pipi mulus sang ibunda dengan lembut beberapa kali.


"bunda, jangan nangis telus..! Aliya sayang sama bunda. Kalau bunda nggak ngijinin Aliya main sama om baik, nggak apa apa kok. Aliya nggak akan main sama orang baik hari ini. Ntal Aliya cepet pulang deh, bunda tungguin Aliya di lumah ya.." ucap bocah itu seolah ingin menghibur bundanya.


Azizah melepaskan pelukannya.


"bunda nggak apa apa kok, kamu nggak usah khawatirin bunda" ucap Azizah.


Aliya tersenyum manis hingga memperlihatkan gigi giginya yang sebagian keropos itu.


"ya udah, Aliya belangkat sekolah ya, bunda. Bunda ati ati di lumah..." ucap Aliya.


"bunda jangan khawatil..! aku siap kok jagain Aliya..! Aliya aman sama aku..!" ucap Tiger seolah ingin menenangkan hati wanita yang sudah ia anggap seperti bundanya sendiri itu.


Azizah tersenyum manis.

__ADS_1


"makasih, ya, sayang" ucap Azizah.


"sama sama, bunda. Kami pamit ya, Assalamualaikum...."


"wa alaikum salam" jawab Azizah.


Zack tersenyum. Di dekatinya wanita cantik istri tercintanya itu.


"kamu di rumah baik baik, ya" ucap Zack.


"sayang," ucap Azizah.


"kamu nanti pulang sama Aliya kan?" tanya Zizah seolah meminta untuk di tenangkan hatinya. Memastikan ia masih bisa melihat putrinya saat sang suami pulang nanti.


Zack tersenyum,


"aku akan pulang dengan keadaan yang sebaik mungkin untuk kita dan Aliya" ucap Zack sambil mengusap lembut pipi Zizah


Azizah menarik nafas panjang sembari mengucap istighfar.


"aku berangkat, sayang" ucap Zack.


Zizah meraih punggung tangan sang suami lalu menciumnya.


"assalamualaikum"


"wa alaikum salam"


...----------------...


up 18:15


maaf up telat.


hari ini ini dulu ya, lanjut besok soalnya author agak repot hari ini

__ADS_1


yuk dukungan dulu 🥰😘


__ADS_2