Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 09


__ADS_3

Hari berganti,


Mentari perlahan mulai memancarkan sinar terangnya mengusik ketenangan para umat manusia yang tengah asyik dalam buaian mimpi mimpi nya.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Di sebuah rumah megah kediaman Adrian Tama, para anggota keluarga bahagia itu sudah siap dengan kegiatan nya masing masing. Angkasa menuruni tangga rumahnya. Sebuah tas ransel sudah terselampir di bahu kanannya. Tak lupa, helm hitam kombinasi hijau juga sudah berada di tangannya, lantaran ia akan pergi ke kampus menggunakan motor hari ini.


Di ruang tamu, Adrian sudah rapi dengan kemeja putih dan celana bahannya. Hari ini ia akan ke cafe nya terlebih dahulu, setelah itu akan menjemput cucunya, Tiger, dan mengajaknya ke lokasi pemotretan serta membawa bocah itu pulang ke rumahnya nantinya, itupun kalau Tiger nya mau.


Sementara Adinda,


wanita berpenampilan syar'i itu nampak serius membantu sang suami menggulung lengan kemejanya hingga ke siku. Ia yang juga sudah rapi, untuk segera pergi menuju toko kue milik nya yang menjadi salah satu dari beberapa bisnis dirinya dan sang suami.


Angkasa mendekati kedua orang tuanya.


"pa, ma..." ucap Angkasa.


Adinda dan Adrian menoleh.


"udah mau berangkat?" tanya Adrian.


"iya pa, Angkasa duluan ya," jawab pemuda itu sambil meraih punggung tangan kedua orang tuanya dan menciumnya sebagai tanda bakti.


"assalamualaikum...."


"wa Alaikum salam...."


"ati ati..! jangan ngebut..!" ucap Dinda setengah teriak mengantar berlalu nya Angkasa.


"iya,!!" jawab Angkasa sambil berlalu.


Adrian tersenyum,


"tahu tahu udah gede aja dia.." ucap Adrian.


Adinda tersenyum,

__ADS_1


"iya, mas. Kayaknya baru kemarin aku gendongin dia kemana mana. Eh, sekarang udah bujang aja.." ucap Adinda sambil tersenyum.


"aku berharap walaupun dia laki laki, dia nggak mewarisi sifat ku di masa lalu, Din" ucap Adrian.


Dinda tersenyum.


"dia tetap perpaduan dari kita, mas. Karena ada darah kita dalam diri Angkasa. Sekarang tinggal kita aja, harus pandai pandai mengawasi dan menjaga dia walaupun dia udah se dewasa ini sekarang.." ucap Adinda.


Adrian tersenyum ke arah sang istri.


"iya, kamu bener, Din. Kita hanya bisa membekali dia dengan ilmu agama yang cukup sebagai pedoman hidup dia, Din. Agar dia nggak salah memilih jalan hidup dan pergaulan nya" ucap Adrian seolah memiliki kekhawatiran tersendiri pada putranya itu. Ia yang merupakan mantan penjahat kelas kakap seolah memiliki ketakutan yang cukup besar. Ia takut putranya itu terjerumus ke hal hal yang salah di luar sana. Mengingat kini Angkasa makin tumbuh besar dan dikenal banyak orang. Tentu saja godaan duniawi pasti akan sangat sering pemuda itu jumpai.


Adrian seolah begitu takut putranya salah langkah. Ia tak mau Angkasa jadi seperti dirinya di masa muda. Hidup di tengah hingar bingar kemaksiatan dan bisnis bisnis haram. Membuatnya tak mengenal Tuhan dan jauh tersesat dari ajaran agama.


Beruntung ia bertemu wanita yang kini berada di hadapannya. Ditangan wanita sederhana anak penjual soto inilah sosok Adrian Tama yang bengis dan keji bak seorang singa garang luluh dan menjadi kucing jantan yang penurut. Hebat bukan wanita ini?


Adinda selesai dengan aktifitas nya.


"dah, selesai..." ucap Adinda.


"makasih, sayang" ucap Adrian sambil mengecup kening wanita cantik tersebut.


"dah yuk, keburu siang.." ucap Dinda sambil meraih tas selempang nya yang berada di atas sofa.


"kamu bareng aku kan?" tanya Adrian.


"iya lah, tapi nanti pulangnya biar aku di jemput Roky aja" ucap Adinda.


"oke..." jawab Adrian lagi.


Keduanya pun lantas pergi dari tempat itu. Meninggalkan rumah megah mereka dan mulai menjalankan aktifitas mereka masing masing.


...****************...


Sementara di tempat lain,

__ADS_1


Motor sport merah itu melaju tak terlalu kencang menembus padatnya jalanan ibu kota. Seperti lalu lintas tiap pagi pada umumnya. Jalan beraspal itu nampak dipenuhi kendaraan para masyarakat yang akan memulai aktifitas nya di luar rumah. Entah itu ke sekolah, kampus, ataupun ke tempat bekerja. Semua sudah punya tujuan sendiri sendiri.


Lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Pertanda para pengguna jalan diwajibkan untuk menghentikan laju kendaraan nya tepat di belakang garis putih jalanan beraspal itu.


Begitupun Angkasa. Pemuda itu berhenti di baris paling depan, berjajar dengan beberapa motor lain dan sebuah mobil di sana.


breeeeemmm.....breeeeeeemmm......


suara bising itu terdengar memekakkan telinga. Membuat Angkasa yang tengah fokus menatap lampu lalu lintas itu pun menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya di sana, sekelompok pemuda berpakaian dan ber motor dengan tipe dan warna senada nampak berhenti di samping Angkasa. Hanya ada satu motor milik seorang bapak bapak yang menjadi penghalang di antara mereka.


Ya,


itu Black Moon pimpinan Galaksi. Genk motor itu memenuhi jalan raya. Dengan suara bising yang mereka buat, sukses membuat pengguna jalan lainnya terganggu.


Angkasa menatap risih ke arah mereka. Terlebih lagi saat melihat leader Black Moon, Galaksi.


Pemuda itu nampak memboncengkan seorang wanita berkulit putih nan seksi. Dengan t shirt crop hitam tanpa lengan yang memperlihatkan punggung bagian bawahnya yang bertato sayap di sisi kanan dan kiri. Wanita berambut sebahu itu nampak begitu nyaman di bonceng Galaksi sambil sesekali menghisap sebatang rokok di sela sela jari kanannya.


Angkasa menggelengkan kepalanya. Wanita macam apa modelan begitu, pikir Angkasa.


Lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Kendaraan yang semula berhenti tertib kini satu persatu mulai kembali melanjutkan perjalanan mereka. Black Moon menguasai jalan raya. Rombongan motor motor hitam itu berjalan terlebih dahulu seolah tak mengizinkan kendaraan lain mendahului rombongan mereka.


Angkasa memilih jalan belakangan. Ia berkendara dengan santai sedikit menjaga jarak dari para anggota Black Moon itu.


Angkasa mulai berbelok ke kiri, memasuki kawasan jalanan yang cukup sepi untuk menuju kampusnya. Namun tiba tiba.....


"astaghfirullah haladzim...!!" ucap Angkasa spontan sambil membelalakkan matanya.


...----------------...


Selamat pagi,


up 05:31

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰


__ADS_2