
ceklek....
pintu utama rumah berlantai dua itu terbuka..
Seorang gadis cantik dengan mata sembab itu keluar dari dalam rumah bersama sang ibunda tercinta. Grace yang sejak tadi membujuk Bintang agar bersedia keluar kamar itu kini akhirnya berhasil juga membawa sang Bintang keluar dari kamarnya meskipun awalnya Bintang menolak seolah begitu enggan bertemu dengan Angkasa.
"mami tinggal dulu, ya" ucap Grace pada putri cantiknya itu.
Bintang hanya mengangguk. Grace pun berlalu pergi masuk ke dalam rumahnya
Angkasa bangkit. Bintang mendekati laki laki itu
"Bintang ..!" ucap pemuda itu.
Bintang membuang muka.
"mau apa?" tanya Bintang.
"Bi, aku mau minta maaf." ucap Angkasa.
Bintang menoleh.
"minta maaf? kamu udah mengakui kalau kamu salah? kalau kamu memang selama ini udah selingkuh selama aku nggak ada?!" tanya Bintang mulai emosi.
Angkasa menghela nafas panjang. Ia memang harus ekstra sabar menghadapi marahnya seorang perempuan.
"duduk dulu, yuk. Biar enak ngomongnya" ucap Angkasa.
Bintang menatap kesal ke arah pria itu. Ia kemudian mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi. Angkasa menyusul di kursi lain berdampingan dengan wanita cantik itu.
"Bintang, bukan gitu maksudnya. Aku minta maaf karena aku nggak bisa jemput kamu dan justru malah bikin kamu nangis hari ini." ucap Angkasa.
Bintang tak sudi menatap wajah Angkasa. Ia kembali meneteskan air mata nya.
"Bintang, aku tahu kamu pasti kecewa sama aku. Tapi sumpah demi Allah aku nggak tau kenapa aku bisa ada di tempat itu. Aku nggak tahu siapa perempuan itu dan kenapa tiba tiba dia bisa ada sama aku...!" ucap Angkasa.
__ADS_1
Bintang masih tak menjawab.
"Bintang, kamu tau kan gimana sayangnya aku sama kamu. Aku nggak mungkin main main di belakang kamu..." jelas Angkasa.
"tapi apa yang aku lihat itu bikin aku sakit, By..! gimana aku bisa percaya sama kamu kalau berita kamu deket sama perempuan lain selain aku itu bukan kali ini aja aku denger..! selama aku di luar negeri udah berapa kali coba aku denger kamu deket sama perempuan lain...! sering tau nggak...! dan hari ini aku lihat pakai mata kepala aku sendiri kamu tidur sama perempuan itu...! sakit, By..!" ucap Bintang menangis.
"terus aku harus gimana biar kamu percaya sama aku..?! aku harus ngapain?!!" tanya Angkasa tak tahu harus berbuat apa.
Bintang kembali sesenggukan di sampingnya membuat Angkasa makin merasa bersalah.
Tanpa keduanya sadari, seorang pria paruh baya diam diam mengintip dari balik jendela rumah mewah itu. Tepat di samping pintu utama bangunan berlantai dua tersebut. Melihat gelagat Angkasa yang seolah terus mencoba meyakinkan sang putri, membuat pria paruh baya itu ketar ketir dibuatnya.
Ia tak mau Bintang luluh dengan kata kata Angkasa. Ia sudah bisa membuat Bintang dan Angkasa salah paham, itu artinya rencananya untuk menjauhkan dua manusia itu hampir berhasil.
Bintang harus membenci Angkasa. Wanita itu harus dijauhkan dari pemuda itu. Sumpah demi Tuhan ia tak sudi jika harus berbesan dengan Adrian Tama. Laki laki yang memegang kartu As nya di masa lalu.
Bram menjauh dari jendela. Menuju kolam renang yang berada di belakang rumah sambil memainkan ponselnya
Di telfonnya nomor seseorang disana.
"halo" ucap seorang pemuda dari seberang sana.
"sebarkan foto foto dan video nya ke media..!" ucap Bram.
"foto foto apa?" tanya pemuda itu dari seberang sana, Galaksi.
"tentu saja foto foto Angkasa dan Pelangi..!" ucap Bram mulai kesal.
"foto apaan sih, nyet...! gue nggak ngerti..!!" ucap Galaksi.
"bangs*t kau, bedeb*h...! sebarkan foto hasil penjebakan mu siang ini...! sekarang juga..!" ucap Bram.
"gue nggak foto..!!" jawab Galaksi santai membuat Bram melotot mendengarnya.
"maksud mu apa?!!" tanya Bram.
__ADS_1
"ya masalahnya gue nggak ada di sana, nj*nk..! gue seharian abis bikin anak ama istri baru gue..! semua gue serahin ama anak buah gue..! gue nggak tahu masalah foto..! lo tanya aja ama mereka...!" ucap Galaksi begitu tenang.
"kau jangan main main denganku, Gala..! aku bisa saja memerintahkan anggotaku untuk menangkap ayahmu malam ini juga...!! sebarkan foto foto Angkasa dengan wanita yang kau umpankan itu..! hancurkan nama baik laki laki itu malam ini juga atau kau akan menyesal...!" ucap Bram.
"ck...! eh tolol..! gue udah bilang ya..! gue nggak tau soal foto itu ada apa nggak..! sekarang aja temen gue nggak ada kabar dari siang nggak tau kemana..! kalau lo mau cari foto, lu hubungin temen temen gue..! minta ama mereka...! bac*t banget lu, ganggu orang lagi malam pertama aja lu, anj*nk..!" ucap Galaksi kemudian mematikan sambungan ponselnya secara sepihak.
Bram mengumpat hebat. Berani berani nya Galaksi mempermainkannya.
Pria paruh baya itu nampak berang. Pemuda brandalan itu rupanya sama sekali tak bisa di andalkan..! benar benar kurang ajar.
...****************...
Sementara di tempat terpisah.
Di sebuah rumah mewah tempat dimana Galaksi menumpang akhir akhir ini.
Pemuda berparas kebarat baratan itu nampak kembali memainkan ponselnya. Mencoba menghubungi seseorang yang sejak siang tadi hilang tanpa jejak maupun.
Galaksi berdecak kesal.
Gerald tak ada kabar. Pemuda itu hilang tanpa jejak setelah terakhir kali melakukan kontak dengannya.
Kemana pria itu. Apa yang terjadi padanya. Kenapa tiba tiba menghilang. Galaksi khawatir Gerald berbuat macam macam di luar perintahnya. Mengingat kini nasib Angkasa bukan lagi ditangan Galaksi ataupun Bram melainkan ditangan Gerald.
Adakah foto foto yang diambil oleh pria itu..? Patuh kah pria itu pada perintahnya..? Sungguh, hal itu membuat Galaksi makin tak tenang di buatnya.
"lu dimana sih, Ge...!! kenapa tiba tiba ilang nggak ada kabar gini sih?!" tanya Galaksi sembari terus mencoba menghubungi nomor kawannya itu.
...----------------...
selamat sore
up 15:17
yuk, dukungan dulu🥰
__ADS_1