
WARNING...!
MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK UNTUK DITIRU..!
BUKAN UNTUK PEMBACA DI BAWAH UMUR..!
BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN..!
......................
"lepaskan aku....!!!!" ucap pria paruh baya itu meronta ronta.
Disana, pada dua buah tiang pancang yang berdiri tegak berjajar. Pria itu nampak terikat. Tak berbusana, hanya mengenakan sebuah celana d*lam berwarna hitam yang membungkus benda berharganya. Pria itu nampak berteriak teriak minta di lepaskan.
Sedangkan di hadapannya, seorang pria dewasa nampak berdiri gagahnya. Dengan hanya bertelanjang dada, melepaskan kemeja hitam yang sejak tadi membungkus tubuh tegap nya, pria dengan sebuah tato ular berukuran besar di bagian punggung nya itu nampak menatap angkuh ke arah Bram yang sudah ketakutan.
Sungguh, ia sangat mengenali laki laki itu. Entah bagaimana bisa pria ini masih berdiri dihadapannya. Sedangkan pada lima tahun lalu, ia sendiri dan para anak buahnya lah yang mengatakan bahwa seorang Moreno sudah dinyatakan tewas lantaran terseret arus sungai saat pelariannya dari kejaran polisi lima tahun silam.
Sebuah keajaiban atau nasib apes yang kini menimpa Bram? laki laki itu bertemu dengan mantan suami dari istrinya sekaligus ayah biologis dari sang putri, Bintang Kejora.
Laki laki penyumbang benih cikal bakal kekasih Angkasa Wildan Tama itu tak terima dengan ulah Bram yang mencoba memisahkan Bintang dengan anak kedua Adrian Tama itu. Ia murka. Hingga akhirnya memutuskan untuk memberikan pelajaran pada sang oknum polisi yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Entah apa yang akan di lakukan laki laki itu. Baru berdiri belum melakukan apa apa saja sudah se mengerikan ini. Apa lagi jika bergerak..!
Moreno menyeringai. Ia menatap laki-laki yang nampak ketakutan di hadapannya itu dengan sorot mata tajam mengerikan bak seorang iblis yang siap untuk menerkam apa saja yang ada di hadapannya. Dilihatnya di sana pria itu nampak menggulung ujung rantai besi dan paku tangannya. Sebuah rantai berukuran besar, dengan sisi lancip di beberapa bagiannya.
Moreno mengayunkan kakinya. Mengelilingi Bram yang di ikat dalam posisi terlentang itu. Langkahnya tenang, namun terasa mematikan. Suara derit rantai bergesekan dengan lantai gudang yang kotor menambah nuansa seram dalam bangunan itu.
"mau apa kau..?!! apa yang ingin kau lakukan...?!" tanya Bram bergetar.
Moreno tal menjawab. Tak suara yang keluar dari mulut sang raja iblis itu barang sedikitpun. Ia terus berjalan. Mengayunkan kakinya dengan tenang, mengamati setiap inchi tubuh pria paruh baya itu seolah mencari cari, dimana posisi yang tepat untuk ia menancapkan paku paku di rantai yang ia bawa itu..!
"Moreno..! Jangan gila kau...! lepaskan aku..! Aku adalah seorang polisi..! kau bisa dihukum berat atas apa yang kau lakukan padaku sekarang...! lepaskan aku bilang...!" ucap Bram nampak murka. Meskipun dalam dirinya ia merasa sangat takut.
__ADS_1
"HAHAHA....!!" Moreno tertawa lebar. Tawanya menggema menggelegar memenuhi ruangan luas itu. Tawa itu terdengar begitu mengerikan membuat siapapun pasti akan merasakan takut mendengarnya.
"lepaskan aku, bedeb*h...!! aku adalah aparat..!" ucap Bram.
"kau bukan aparat..!" ucap Moreno dingin dan mengerikan.
"kau adalah penjahat..!"
"seorang aparat tidak akan pernah menggunakan jabatan dan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya..! aparat yang baik adalah aparat yang menegakkan keadilan seadil-adilnya dan tegak tegaknya...! bukan manusia-manusia sampah sepertimu..! yang menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri..!"
"seorang aparat haruslah bisa menjadi contoh yang baik untuk masyarakat luas..! seorang aparat yang baik haruslah bisa diandalkan dalam setiap situasi oleh siapapun, kapanpun, dan dimana pun..! tidak berpihak pada yang lebih beruang dan semena mena pada orang yang tidak memiliki kemampuan..! dan seorang aparat yang baik, dia tidak akan pernah menjual belikan hukum pada orang-orang tertentu..! tidak akan pernah menukar kebebasan dengan imbalan sejumlah uang dan materi..! itu sangat menjijikan..!" ucap Moreno membuat Bram di seketika.
Moreno menggerakkan rantai di tangannya.
"apa yang akan kau lakukan?!! kau akan menyesal jika berani melukaiku, Moreno...! Bintang pasti akan membencimu...! Dia tidak akan menyukaimu...!! dia akan malu mengakui kau sebagai ayah kandungnya..!!" ucap Bram.
"Aku tidak pernah meminta pengakuan dari siapapun..! termasuk dari putriku sendiri..! apa yang aku lakukan adalah bentuk rasa sayangku pada Bintang...! Lebih baik aku tidak diakui sebagai ayah asalkan aku bisa memastikan bahwa hidupnya aman..! jauh dari manusia manusia bermuka dua seperti mu...!!"
srreeeeeettt......!!!
Bram memekik...! Sebuah rantai besi dan paku dicambukkan ke arahnya. Sebuah luka sayatan menganga di pinggang bagian kirinya. Beberapa paku berhasil menggores tubuhnya, membuat darah pun menetes disana.
Sakit, perih, sangat menyiksa..!
Moreno mengeluarkan tawa iblis nya. Sudah lama ia tak menyiksa manusia. Tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuhnya terasa kaku. Ia butuh asupan darah.
Moreno belum puas meskipun Bram sudah merasakan kesakitan. Di ayunkannya lagi rantai itu....
Srreeeeeettt......!!!
Srreeeeeettt......!!!
"aaaaakkkkhhhh...! stop...! hentikan...!! cukup...!"
Srreeeeeettt......!!!
__ADS_1
Srreeeeeettt......!!!
buuuuuggghhhh....!!
buuuuuggghhhh....!!
Lagi dan lagi...!!
tubuh itu penuh darah...!
Raga itu dipenuhi luka menganga di sana sini akibat hantaman rantai besi itu. Tak puas dengan nya, Moreno kembali menghantam tubuh Bram dengan kakinya. Dengan tendangan kungfu ia melompat. Menggerakkan kaki kokohnya menghantam tepat di bagian dada dan kepala suami Grace itu.
Moreno bukanlah manusia seperti manusia pada umumnya. Jiwa menghabisi nya tidak pernah main main. Kekejaman nya tidak bisa diragukan. Mencari masalah dengannya sama artinya dengan menyerahkan nyawanya cuma cuma.
Bram babak belur meskipun nyawa masih berada di dalam raganya. Laki laki itu lemah. Moreno mengusap area bawah hidungnya yang basah.
"sebenarnya Aku sangat ingin menghabisimu malam ini juga..! Tapi aku masih ingat, ada putriku yang pasti sedang mencari-cari keberadaan mu...!
"akan ku biarkan kau tetap hidup, bodoh..! tapi semua itu tidak gratis..! kau harus mengikuti permainanku, maka akan ku panjang kan sedikit umurmu..!" ucapkan Moreno.
Bram yang sudah tak berdaya itu nampak mengangkat kepalanya. Mencoba menatap wajah laki-laki di hadapannya itu.
" kau mau apa lagi bajing*n..?! apa yang kau mau dariku..?!" tanya Bram membentak dengan sisa sisa tenaga nya.
"kau hanya perlu mengikuti perintahku..! dan aku tidak pernah memberikanmu pilihan..! kau harus mau..! atau akan kubuat kau menyesal seumur hidupmu...!" ucap Moreno mengerikan.
Pria berjambang lebat itu lantas melempar rantai besi itu ke arah Bram. Laki laki itu menjerit lagi.
Moreno lantas meraih kemeja hitam yang tadi ia lepaskan. Lalu pergi meninggalkan tempat itu diikuti para anak buahnya di belakangnya.
...----------------...
Selamat siang
up 12:19
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰😘😘