
"toloooonngg.....!!!" pekik Pelangi sekuat tenaga. Ia menangis sejadi jadinya. Air matanya banjir. Keringatnya meleleh tak tertahan. Wajahnya nampak memar di bagian pipi akibat tamparan dari pria yang kini menindih nya itu. Lengan dan kakinya lecet akibat terguling dari anak tangga. Sakit semua badan itu. Tapi lebih sakit lagi hatinya...!.
Pria yang kini berada di atasnya itu bukanlah suaminya. Bukan keluarga nya. Bukan pula kekasih ataupun orang terdekat nya. Ia hanya orang asing. Orang yang niat awalnya ia tolong namun lambat laun seolah merasa bahwa ia adalah pemilik sang Pelangi. Ia berhak atas wanita itu.
Toxic..!
Gila..!
Gala bersikap seolah Pelangi adalah miliknya yang harus selalu menuruti kemauan nya. Ia selalu marah jika Pelangi melakukan hal hal yang ia tak suka. Padahal siapa dia?
Gila, kan?
Sinting...!
Laki laki itu bahkan tak berhak barang se inchipun atas tubuh wanita itu.
Dan kini,
Saat diluar hujan tengah deras deras nya mengguyur bumi,
Gala nampak menindih tubuh Pelangi yang terkapar di ujung tangga. Ia menyeringai. Ia menikmati tangisan wanita cantik itu. Tanpa berucap sepatah katapun, didekatkannya wajah bulenya. Nafas berhembus menerpa wajah wanita malang itu membuat sang pemilik wajah pun makin merinding.
"Gal, jangan..! hiks...! tolooongg..!" ucap Pelangi mengiba. Terdengar begitu pilu menyayat hati.
Bibir itu mendekat, bersiap untuk mengecup telinga berhias anting dengan jenis stud earrings berwarna silver tersebut.
Pelangi mencoba menjauh, memiringkan wajahnya tak mau melihat ke arah Gala. Bibir itu makin mendekat. Hingga ......
.
.
.
.
buuuuuggghhhh....!
sebuah kaki kokoh menghantam tulang rusuk Gala dengan begitu kerasnya.
Pria yang kini bertelanjang dada dengan kancing celana yang sudah terbuka itu pun terguling, ambruk di samping tubuh sang Pelangi.
Pelangi yang kalut pun dengan cepat meringsut. Menyingkir ke pojok ruangan di samping sofa sembari sesenggukan memeluk kakinya. Ia tak peduli siapa yang datang. Ia tak peduli apa yang terjadi dengan mereka. Ia tak peduli dengan tempat tinggalnya yang kini menjadi tempat perkelahian. Ia tak peduli..! yang terpenting baginya adalah bersembunyi. Apa yang baru saja menimpanya begitu mengerikan...! ia takut...! ia harus sembunyi...!!
Wanita itu menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
Dua orang pria terdengar tengah terlibat perkelahian disana. Ya, itu Galaksi dan Angkasa.
Angkasa yang baru saja menyelesaikan live Instagram nya entah mengapa tiba tiba ingin bertemu Pelangi. Sembari membawa makanan yang ia bawa dari cafe sang papa, ia lantas mengajak Dodo untuk pergi kerumah Pelangi. Niatnya sih menghabiskan waktu bertiga seperti kemarin, tapi nyatanya semua tak sesuai ekspektasi Angkasa.
Dan, disinilah mereka sekarang.
Angkasa menghajar Gala habis habisan. Gala yang masih setengah kaget dengan kedatangan Angkasa dan Dodo yang tiba tiba itu nyatanya di buat kewalahan dengan kemampuan bela diri sang putra Adrian.
Gala berkali kali tumbang. Tubuhnya berkali kali menerima hantaman dari Angkasa. Putra Adrian seolah tak memberi kesempatan untuk pria yang baru saja mencoba melecehkan Pelangi itu untuk membela diri dan bertahan.
Angkasa bak di rasuki setan.Ia tak suka laki laki modelan begini. Terlebih lagi kini yang ia lecehkan adalah Pelangi. Mantan wanita pendosa yang kini tengah meniti jalan hijrah nya.
Angkasa membabi buta. Gala babak belur. Pukulan, tendangan, hantaman, tinjuan, semua Angkasa layangkan pada sang rival.
Gala ambruk. Ia meringkuk, namun sepertinya Angkasa belum puas. Ia hendak kembali melayangkan pukulan pada Gala, namun dengan segera Dodo menahannya. Ia tak mau jika Angkasa sampai kelepasan dan berujung masalah baru untuk pemuda itu.
"Sa...!! udah, Sa..! jangan...! dia udah kalah..!" ucap Dodo sambil mendekap tubuh sahabatnya itu guna menahan pergerakan nya.
Pelangi menutup kedua telinganya. Ia takut...!
"Sa, udah...!!"
"lepasin gue, Do...!" ucap Angkasa dengan dada naik turun.
"Sa..! akhir akhir ini lo udah sering jadi sorotan banyak orang. Tahan emosi lo..!!" ucap Dodo mengingat kan.
"Sa, jangan...!!" ucap Dodo terus menahan pergerakan Angkasa.
Gala susah payah bangkit. Ia tersenyum sinis dengan wajah bonyoknya, seolah tak kapok dengan apa yang sudah ia terima dari Angkasa.
"lu datang juga ternyata. Padahal gue baru aja mau seneng seneng ama cewek lo. Ganggu banget tau nggak lo..!" ucap Galaksi.
Angkasa makin emosi. Deru nafasnya makin tak terkendali, dapat di lihat dari pergerakan dadanya yang naik turun.
"maksud lo apa, anj*nk..?! lo kira dia cewek gue, makanya lo gangguin dia...! lu denger ya, apapun masalah lo ama gue, jangan pernah libatin dia karena dia nggak tau apa apa...! dan dia bukan pacar gue..!!" ucap Angkasa emosi.
"semua orang juga tahu, nj*nk..! berita udah kesebar kemana mana..! lo mau ngelak? lo malu punya pacar kayak dia? Rebecca, perempuan murahan yang suka ngejual badan nya lewat konten konten nya...." ucap Gala angkuh dengan wajah bonyoknya yang terlihat menyebalkan.
Angkasa diam. Bagaimana bisa Galaksi tahu tentang masa lalu Pelangi?
"ciiiih....selera lo oke juga ya ternyata..! nggak nyangka gue..! gue kira lo alim, ternyata...doyan juga lo ama lon**..!" ucap Gala kasar dan angkuh.
Dodo yang kini mendekap Angkasa nampak mengernyitkan dahinya. Pelangi lon**?
"lu diem..! lu nggak tau apa apa...! nggak ada Rebecca disini..! dia Pelangi..!"
__ADS_1
Gala tertawa sumbang.
"apa bedanya?!" tanya Gala.
"gue jadi penasaran, udah berapa kali lo bikin konten panas ama dia? boleh dong gue lihat..! atau, kalian tertarik buat bikin video three**me? gue bersedia jadi pemeran pembantunya.." ucap Gala begitu tak sopan, membuat Dodo reflek mengucap istighfar mendengarnya. Pelangi makin menangis di pojok sana.
Angkasa berontak lagi. Ia hendak kembali menyerang Gala namun Dodo menahan nya.
"Gal, gue mohon lo pergi..!" ucap Dodo memberanikan diri.
"eh, bab*..! siapa lo ngatur ngatur gue..?! tanpa lo suruh pun gue juga akan pergi dari sini...!" ucap Gala.
Laki laki itu berjalan mendekati Angkasa. Kedua mata itu saling menatap tajam, sama sama mengerikan dan sama sama penuh kebencian.
Gala makin mendekat. Angkasa berontak dari dekapan Dodo. Dodo pun melepaskan nya.
Kedua pemuda itu saling membusungkan dadanya seolah menantang satu sama lain.
Gala menyeringai...
"denger ya, Angkasa..! lo selalu mengambil apapun yang harusnya jadi milik gue...! termasuk perempuan yang harusnya jadi punya gue..! gue muak, bang*at...! gue bersumpah, gue akan bikin lo hancur se hancurnya di tangan gue...! kalau lo emang mau ngambil dia, ambil, gue akan serahkan dia ke lo..! tapi ada harga yang harus lo bayar..! dan gue pastiin, tangisan lo yang akan membayarnya..! inget itu baik baik...! lo nggak akan pernah bahagia sama dia selama gue masih hidup...! " ucap Gala pelan penuh ancaman.
Angkasa tersenyum sinis,
"lu denger ya, nj*nk..! satu hal yang gue tekenin lagi ke lu..! Pelangi bukan cewek gue..! dia sahabat gue...! dan gue kenal dia jauh sebelum lu mengenal dia..! gue nggak tau ada hubungan apa lo ama dia, tapi kalau lo ngira gue ngerebut dia dari lo, lo salah..! dia bukan barang yang bisa di perebutkan dan di serah terimakan segampang itu..! kalau lu suka sama dia, harus nya lo hormati dia, bukan lo lecehin..! masa lalunya emang buruk, sama seperti kehidupan lo yang sekarang. Tapi satu hal yang harus lo tau, dia mau berubah, dia menutup rapat aibnya dan memulai hidup baru yang lebih baik..! jadi nggak sepantasnya lo merendahkan dia saat ini, karena lo sama sekali nggak lebih baik dari dia, bang*at..! ngaca..!" ucap Angkasa pelan namun mengena.
Gala mengepalkan tangannya.
Angkasa mengangkat satu lengannya. Menunjuk ke arah pintu keluar...
"pergi...! dan jangan pernah ganggu Pelangi lagi..!" ucapnya dingin.
Dada Galaksi naik turun. Ia menatap tajam pemuda di hadapannya itu. Lalu dengan satu gerakan..
cuuuuuuuiiiihhhhh....
Gala meludah tepat di jaket Angkasa. Anak Adrian itu kembali terbakar emosi. Ia kembali hendak menyerang Galaksi namum lagi lagi Dodo menahan nya.
Gala tersenyum sinis. Ia lantas pergi meninggalkan tempat itu dengan sorot mata angkuh. Sekilas ia menatap Pelangi yang sesenggukan dengan wajah terbenam di antara kaki dan dadanya.
Laki laki bergetar. Ia kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat itu .
...----------------...
Selamat sore
__ADS_1
up 15:35
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰