
Waktu terus berjalan,
lima belas menit sudah Galaksi dan Pelangi menghabiskan waktu dengan bercengkerama di teras bangunan taman kanak kanak itu.
Kini sebuah mobil mewah berwarna hitam nampak berhenti di area halaman gedung sekklah TK itu. Seorang pria berkulit putih turun dari dalam mobil tersebut dan mendekati Pelangi, Galaksi, dan dua bocah yang kini tengah asyik bermain di halaman tersebut.
"Ayaaahh....!!!" ucap Aliya sembari berlari ke arah sang ayah dan menabrakkan tubuhnya ke tubuh tegal suami Azizah Rahmaniar itu. Hal yang sama pun Tiger lakukan. Zack sudah seperti ayah bersama bagi dua bocah itu.
Pelangi tersenyum. Ia bangkit, di ikuti Galaksi yang nampak melakukan hal yang sama dengan wajah cueknya.
"makasih ya, bu. Sudah mau nemenin anak anak. Maaf sering ngerepotin ibuk, karena saya jemput nya sering telat" ucap Zack sambil tersenyum.
"nggak apa apa, pak. Saya maklum. Lagian ini juga sudah tugas saya sebagai pengajar di sini" ucap Pelangi sambil tersenyum.
Galaksi menatap sinis ke arah Pelangi dan Zack secara bergantian.
Zack tersenyum lembut sembari mengangguk.
"ya sudah, kalau begitu kami pamit pulang dulu, buk. Terima kasih sudah menemani anak anak" ucap Zack.
Pelangi hanya mengangguk sambil tersenyum ramah.
"Tiger, Aliya, salim dulu sama bu guru" ucap Zack pada kedua putra putrinya.
Dua bocah itupun menurut. Keduanya mendekati Pelangi. Meraih punggung tangannya dan menciumnya sebagai tanda hormat seorang murid kepada gurunya. Hal yang sama pun keduanya lakukan pada Gala. Namun setelah bersalaman, tiba tiba....
"weeeeeeekkkk..."
Tiger dan Aliya kembali menjulurkan lidahnya pada Galaksi membuat laki laki itu kembali melotot di buatnya.
"Aliya, Tiger, nggak boleh, nak" ucap Pelangi begitu sabar. Kedua bocah itupun hanya cekikikan mendengar nya.
Kedua bocah itu kembali mendekati Zack.
Laki laki itupun pamit undur diri bersama dengan kedua bocah menggemaskan itu.
Seperginya Zack...
Gala menoleh ke arah Pelangi.
"mau langsung pulang?" tanya Gala.
"eemm, iya kayaknya" ucap Pelangi.
"makan dulu yuk, ini kan udah siang. Lo pasti belum makan kan?" tanya Galaksi.
"belum sih..." jawab Pelangi.
"ya udah, cari makan yuk..." ucap Galaksi.
Pelangi tak menjawab. Ia hanya tersenyum manis menatap laki laki di hadapannya itu.
"nape lo? sakit lo cengengesan nggak jelas dari tadi?!" tanya Gala judes.
Pelangi tak lantas menjawab. Ia masih sibuk mengembangkan senyumannya semanis mungkin.
"diih...! gila lu?! buruan..! pake motor lo, gue ngikut dari belakang...! serah lo cari makan dimana..! asal nggak murahan aja...!" ucap Galaksi membuat Pelangi terkekeh.
"makasih ya, Gal.." ucap Pelangi membuat Galaksi mengulum senyum tipis.
"paan sih lo..! nggak jelas...! buruan pakai jaket lo..!" ucap Gala.
__ADS_1
Pelangi pun hanya bisa menurut. Ia lantas mengenakan jaket serta helmnya. Lalu menuju motor kesayangan nya dan segera melesat menuju tempat makan favorit nya untuk makan siang bersama Galaksi.
Gala tersenyum. Ia pun menaiki motornya dan mengenakan helmnya, bersiap mengikuti laju kendaraan roda dua milik Pelangi.
Namun saat hendak menyalakan mesin motornya, tiba tiba....
tingg....
ponsel di sakunya berbunyi pertanda sebuah pesan masuk.
Gala merogoh sakunya. Mengeluarkan ponselnya dan membukanya.
1 pesan masuk,
Bram..
"temui aku sore ini di cafe X. Pastikan kau menurut..." tulisnya.
Gala menipiskan bibirnya. Di ketiaknya sesuatu disana.
"lu mau apa sih, nj*nk...?!" tanya Gala.
"seperti yang tadi ku jelaskan di telepon. Aku hanya mau kita bekerja sama dengan baik. Jangan coba coba bermain main denganku, atau kau akan menyesal. Ingat, ayahmu saat ini bisa di katakan sebagai pengguna narkoba, nak" tulisnya.
Gala menipiskan bibirnya. Di tinjunya tangki motor itu dengan keras seolah ingin menyalurkan kekesalan nya.
Ia harus mencari jalan tengahnya. Ia memang membenci Angkasa. Tapi entah mengapa mendengar curhatan Pelangi baru saja seolah membuat kerasnya hati seorang Galaksi perlahan mencair.
Ia seolah tak sampai hati untuk melakukan nya. Terlebih lagi ada Pelangi yang mungkin akan terlibat dalam rencana ini. Ia tak mau. Ia tak mau menghancurkan mental wanita itu lagi. Pelangi sudah cukup menderita dengan masa lalunya selama ini.
Tidak, Pelangi tidak boleh masuk dalam masalah ini. Ia harus mencari cara lain...!
...****************...
Sebuah mobil hitam nampak memasuki halaman luas rumah megah kediaman Adrian Tama.
Siang ini, Tiger minta di antar kerumah opa dan oma nya. Kangen uncle katanya.
Mobil pun berhenti di halaman luas itu. Tiger dan Aliya turun dari dalam mobil, disambut hangat oleh seorang pria paruh baya dan istri tercintanya.
"oma, opa..!!" ucap Tiger sambil berlari mendekati sepasang suami istri itu.
"halo, ganteng...!!" ucap Adinda sambil berjongkok dan merentangkan kedua tangannya.
Tiger menghamburkan pelukannya kepada sang oma. Adinda memeluk erat bocah tampan dengan tas ransel bermotif macan itu.
"eeemmmhh...! bauk acem..!" ucap Adinda.
"iya, dong..! kan aku abis lali lalian di sekolah. Namanya juga laki" ucap Tiger percaya diri membuat Adinda dan Adrian terkekeh.
Adrian mengarahkan pandangannya ke arah gadis kecil yang nampak tersenyum melihat interaksi nenek dan cucunya itu.
"Aliya, sini, sayang" ucap Adrian sambil menggerakkan tangannya seolah meminta Aliya untuk mendekat. Gadis itu nampak malu malu. Ia kemudian mendongak menatap sang ayah yang berdiri di sampingnya. Zack pun mengangguk seolah memperbolehkan Aliya untuk mendekati bos besarnya itu.
Aliya pun mendekat. Adrian merangkul pundak bocah kecil itu.
"tuan, nyonya. Kalau begitu saya pamit dulu, harus kembali ke kantor.." ucap Zack sopan.
Adrian mengangguk.
"terima kasih ya, Zack" ucap Adinda.
"sama sama, nyonya. Saya permisi dulu. Assalamualaikum"
__ADS_1
"wa alaikum salam"
Pria itupun berlalu pergi. Adinda yang berjongkok pun berusaha bangkit, namun rok panjangnya terinjak kakinya sendiri membuat wanita itupun kesulitan untuk bangkit..
"aduh..." ucap Adinda.
"udah tua nggak usah jongkok, susah berdiri kan?!" tanya Adrian mengejek.
"apasih, rok ku ke injek, mas. Susah berdiri..! bantuin kek..! malah ngeledekin..!" ucap Dinda kesal.
Adrian hanya terkekeh. Ia pun mengulur kan tangannya membantu sang istri untuk bangkit.
"besok besok pakai bikini aja biar nggak ribet..!" ucap Adrian lagi.
"tiap hari prasaan juga pake...!" ucap Dinda.
"iya, jadi keliatan kan lemak perutnya" ucap Adrian meledek lagi.
"apasih, maaaasss.." ucap Dinda kesal.
Adrian terlihat santai. Tiger dan Aliya menatap opa dan omanya bergantian.
"udah yuk masuk.." ucap Adinda.
"oma, opa, aku mau beli bakpao..! aku tadi liat ada olang jual bakpao di depan situ..." ucap Tiger sambil menunjuk arah gerbang.
"oh, ya? Tiger sama Aliya mau bakpao?" tanya Dinda.
"mau...!!" jawab kedua bocah itu.
"ya udah, kita cari tukang bakpao nya yuk" ucap wanita itu.
Ke empat manusia itupun lantas melangkah kan kakinya. Menuju ke luar gerbang untuk mencari sosok si tukang bakpao yang Tiger maksud.
"itu tukang bakpao nya, oma" ucap Tiger sambil menunjuk seorang pedagang bakpao yang berada di ujung jalan.
"oh, iya..kita susul yuk" ucap Adinda.
"ayo, oma" ucap Tiger sambil menarik tangan omanya..
Adinda menurut. Sedangkan Adrian yang menggandeng tangan Aliya hanya mengikuti dari belakang.
Namun tiba tiba..
seeeeetttt...
Gadis kecil itu menghentikan langkahnya. Adrian yang menggandeng tangan mungil itupun menoleh di buatnya.
"ada apa, nak?" tanya Adrian.
"Opa, itu siapa? kok dari tadi liatin kita terus?" tanya Aliya sembari menunjuk ke arah sebuah pohon yang cukup besar, di mana sesosok manusia berhoodie nampak menatap ke arah mereka berdiri saat ini.
Adrian menyipitkan matanya. Merasa di perhatikan oleh Adrian, manusia ber hoodie hitam itupun dengan segera berbalik badan. Lalu berjalan cepat pergi meninggalkan tempat tersebut.
siapa itu?
...----------------...
Selamat pagi
up 04:20
hari ini kayaknya masih up 1x. Insyaallah besok up efektif lagi ya, efek mata minus yang kambuh jadi gampang pusing.
__ADS_1
yuk, dukungan dulu🥰🥰🥰