
"Aliya adalah putri kandung dari Moreno" ucap Zack.
.
.
.
"APA??!!"
semua yang berada di sana pun dibuat kaget dengan penuturan Zack.
Zack menghela nafas panjang. Pria itu lantas menceritakan tentang masa lalunya dan istri. Sepasang anak yatim piatu dengan kehidupan yang suram. Gadis bisu yang dijadikan tumbal keserakahan keluarganya, bertemu dengan seorang pria putus sekolah yang menjadi penebus hutang sang ayah. Menjalin cinta secara sembunyi sembunyi di bawah tekanan sang Moreno yang bengis dan kejam.
Cinta tumbuh, berbagai upaya dilakukan oleh Zack dan Roky untuk menyelamatkan si gadis bisu nan malang, serta diri mereka sendiri dari cengkeraman sang raja iblis.
Singkatnya, Azizah berhasil dikeluarkan dari cengkeraman Moreno, namun Zack dan Roky masih bersandiwara seolah tetap menjadi pengikut setia sang Moreno.
Hingga pada suatu ketika, sepupu Azizah datang pada Moreno, dengan meminta imbalan sejumlah uang wanita cantik bernama Aliya itu berinisiatif memberitahu kan tentang persembunyian sang sepupu bisu.
Moreno menyanggupi, namun bukan Moreno namanya jika tak meminta lebih. Melihat wanita cantik dengan suka rela datang padanya membuat jiwa liar sang Moreno yang agung pun bergejolak.
Mahkota Aliya terampas, ia ternoda di tangan sang Moreno. Alih alih bertanggung jawab, pria itu justru berkata tak mengenal wanita itu. Hingga di ujung usia Aliya ketika berjuang melahirkan Aliya kecil, Moreno sama sekali tak menampakkan batang hidungnya.
Aliya kecil yang ditinggal mati ibunya saat terlahir ke dunia pun akhirnya di rawat oleh Zizah dan Zack yang kala itu baru saja menikah. Hingga saat ini, tak ada yang mengetahui tentang jati diri Aliya kecil yang sebenarnya selain Zack, Zizah, dan keluarga mereka.
Dan untuk kali pertamanya, hari ini mereka membuka tentang masa lalu Aliya di depan beberapa orang yang mereka percaya. Yang mereka anggap baik dan mungkin bisa membantu melindungi putri mereka jika suatu saat Moreno datang untuk mengambil nya.
Karena sebagai seorang ayah yang membesarkan Aliya sejak kecil, Zack seolah memiliki ketidak relaan jika Aliya harus jauh darinya, meskipun ia bukan lah ayah kandung dari bocah itu.
Adrian dan yang lainnya menghela nafas panjang.
"jadi begitu ceritanya..." ucap Adrian.
__ADS_1
"saya minta maaf, tuan. Saya menyembunyikan identitas Aliya selama ini. Karena saya hanya nggak mau orang orang tahu siapa Aliya sebenarnya. Siapa ayahnya. Karena tuan juga tau sendiri, seperti apa Moreno itu" ucap Zack.
"aku paham. Aku mengerti bagaimana perasaan kalian, Zack, Azizah..." ucap Adrian.
Semua hanya mengangguk.
"oh, ya. Galaksi, bagaimana dengan ayahmu?" tanya Adrian.
"nggak tahu. Gue nggak pernah pulang" ucap Gala.
Roky dan Zack kembali melirik sinis ke arah pemuda tak paham etika itu. Gaya bicaranya benar benar memuakkan, membuat Roky seolah begitu geram. Ingin sekali ia menggampar mulut pemuda itu.
Pelangi yang menyadari tatapan sinis dari dua pria itu pun diam diam kembali mencubit paha Galaksi. Seolah meminta pemuda itu untuk lebih memperhalus ucapannya.
Gala hanya menunduk menyadari kesalahannya.
"kalau kau bersedia, pulanglah dulu. Temani ayahmu, mau dengan cara apa kau membebaskan ayahmu dari wanita itu jika kau saja jauh darinya?" ucap Adrian
Galaksi hanya mengangguk.
Adrian hanya tersenyum. Para manusia itupun kembali melanjutkan perbincangan mereka...
...****************...
Sementara itu,
beberapa jam kemudian di tempat terpisah. Di sebuh rumah megah berpagar besi tinggi kediaman Bram, Grace dan Bintang.
Seorang wanita berpenampilan anggun yang nampak elegan di usianya yang sudah tidak muda lagi itu nampak sibuk menata beberapa potong baju sang suami ke dalam ransel hitam.
"kamu berapa hari di luar kota, mas?" tanya Grace pada sang suami.
"cuma dua hari, kok. Nggak apa apa ya aku tinggal" ucap Bram sembari mengancingkan kancing kancing seragam coklatnya.
__ADS_1
Grace tersenyum. Ia yang selesai dengan ransel itupun lantas bangkit dan mendekat ke arah sang suami.
"nggak apa apa, mas. Yang penting kami hati hati disana. Jangan lupa ngabarin aku kalau udah sampai, ya" ucap Grace.
"iya, sayang. Pasti aku ngabarin kamu" ucap Bram lembut sembari tersenyum dan menyelipkan beberapa helai rambut Grace ke belakang telinga wanita itu
Pria itupun lantas meraih ranselnya. Grace mencium punggung tangan suaminya itu sebagai tanda bakti dan ritual melepas kepergian sang suami yang katanya ditugaskan melakukan pengamanan di luar kota tersebut.
Sepasang suami istri itu turun dari lantai dua tempat dimana kamar pribadi mereka berada. Grace lantas mengantar pria itu untuk keluar menuju mobil dinas yang sudah terparkir rapi di halaman.
"aku pamit, ya" ucap Bram.
"iya, mas" jawab Grace.
"dirumah baik baik, titip anak anak" ucap pria itu lagi begitu lembut penuh cinta.
Grace hanya mengangguk. Bram mengecup kening istrinya. Lalu masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Grace hanya tersenyum. Ia lantas masuk kembali ke dalam rumahnya.
Seperginya Bram. Sebuah mobil hitam dengan kaca gelap nampak berjalan menjauh dari tempat parkirnya yang semula tak jauh dari kediaman Bram.
Dengan kacamata hitam dan pakaian serba hitam, pria yang kali ini berkendara sendiri tanpa bantuan sopir itu nampak melajukan kendaraannya mengikuti laju mobil seorang perwira polisi yang kini nampak mengotak atik ponselnya, saling berbalas pesan dengan seorang wanita yang baru saja dikenalnya dari aplikasi booking online semalam.
Moreno mengangkat satu sudut bibirnya.
"mau kemana kau bedeb*h? kehancuran mu sudah didepan mata...!" ucapnya.
,
...----------------...
Selamat siang
__ADS_1
up 11:54
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰😘