
01:30
dini hari..
Seorang wanita paruh baya nampak mondar mandir di ruang tamu rumah megah kediamannya. Wajahnya nampak tak tenang. Ia berjalan mondar mandir sembari meremas jari jemari tangannya guna menyalurkan kekhawatiran yang sejak tadi menyelimuti dirinya.
"duduk, Din. Yang ada kamu malah capek sendiri kalau kayak gitu" ucap Adrian sang suami yang duduk di sofa tak jauh dari tempat wanita cantik itu berdiri.
"mas, ini udah jam satu. Angkasa belum pulang. Hp nya juga nggak bisa dihubungi" ucap Adinda.
Adrian yang sudah merasakan sesuatu yang aneh sejak beberapa hari terakhir hanya diam. Ia tahu kekhawatiran Adinda sebagai seorang ibu.
Memang tak biasa biasanya Angkasa pulang sampai se larut ini tanpa kabar. Bahkan nyaris tak pernah. Hal itupun sebenarnya juga membuat Adrian sebagai seorang ayah ikut khawatir. Tapi sebisa mungkin ia tetap bersikap tenang di hadapan istrinya. Ia tak mau menambah beban pikiran bagi istri tercinta nya itu.
Satu jam lebih sepasang suami istri menunggu sang putra. Hingga saat jam menunjukkan tepat pukul tiga dini hari,
ceklek....
pintu rumah utama terbuka. Membuat sepasang anak manusia yang sudah lama menikah itu menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya disana pemuda tampan yang mereka nanti nantikan kepulangan nya itu nampak masuk ke dalam rumah.
Penampilan nya acak acakan. Sedikit basah terkena guyuran air hujan yang memang turun deras di luar sana. Wajah pria itu nampak bonyok. Matanya juga terlihat sembab.
Adinda mendekati sang putra.
"adek..! kamu kenapa, nak?" tanya Adinda sembari menangkup wajah tampan babak belur itu. Angkasa berusaha mengelak tanpa berucap .
"dek..! jawab mama...! kamu kenapa? kamu berantem lagi?!" tanya Dinda lagi.
Angkasa masih tak menjawab. Ia terus mencoba mengelak.
"Angkasa..!!"
"maaa...! Angkasa capek ah...!!" ucap Angkasa sedikit kesal membuat Adinda terdiam seketika. Adrian yang duduk tenang di sofa pun reflek menatap ke arah sang putra.
Pemuda itu berlalu tanpa sepatah katapun. Menaiki tangga rumah itu menuju lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya.
Adinda meremas baju bagian dadanya sembari menatap nanar ke arah lantai dua.
Adrian bangkit.
"mas, Angkasa kenapa?" tanya Adinda.
Adrian tersenyum.
"kita istirahat dulu, yuk. Ini masih terlalu pagi buat bahas masalah serius. Biarin dia istirahat dulu" ucap Adrian.
"tapi, mas...."
__ADS_1
"anak muda, Din" ucap laki laki itu. Adinda hanya menghela nafas panjang.
"kita istirahat ya. Yang Angkasa udah pulang. Dan dia baik baik aja. Iya, kan?" ucap Adrian.
Adinda hanya mengangguk. Sepasang suami istri itupun lantas masuk ke dalam kamar nya yang berada di lantai dua.
Sedangkan di dalam kamar Angkasa Wildan Tama.
Pemuda itu nampak diam menatap nanar lurus kedepan.
Pertemuan yang harusnya berlangsung indah hari ini justru berakhir memilukan. Bintang memergokinya tengah berduaan di kamar hotel dengan wanita lain. Membuat sang kekasih yang harusnya ia jemput hari ini justru salah paham dan marah padanya. Mencoba mendatangi rumahnya dan menjelaskan apa yang terjadi rupanya juga bukanlah hal yang mudah.
Dia di hajar oleh ayah Bintang. Bintang yang melihatnya babak belur alih alih mau mendengarkan penjelasan nya, wanita itu justru meminta Angkasa untuk tidak menghubunginya dulu untuk beberapa saat.
Bintang terlalu kecewa. Wanita mana yang tak sakit hati melihat kekasih pujaan hatinya bermesraan, dipeluk di atas ranjang dalam kondisi tanpa busana tepat di hadapan matanya.
Sakit, pasti..! Angkasa tahu akan hal itu.
Bintang mungkin akan sulit untuk memaafkannya. Kecuali jika ia bisa membuktikan bahwa ia tak mengenal wanita itu.
Atau mungkin, ia hanya di jebak...!
.
.
.
.
Angkasa mengangkat wajahnya.
Ia teringat akan sesuatu...!
Wanita bertato itu...!
ia pernah melihat wanita itu...!
itukan wanita yang dulu pernah beberapa kali ia temui bersama Black Moon...!
iya, kan?!!
Ya..! Angkasa ingat sekarang...!
Wanita itu adalah wanita yang pernah beberapa kali ia lihat di bonceng oleh Galaksi..!
Tidak salah lagi..! ini pasti ada hubungan nya dengan Galaksi dan Black Moon..!
__ADS_1
Angkasa mengepalkan telapak tangannya. Ia harus mencari keberadaan Galaksi dan antek anteknya besok..! lihat saja...!!
...****************...
Sementara itu di tempat terpisah....
Di sebuah tempat hiburan malam...
Seorang wanita bertato nampak kembali menenggak alkoholnya. Entah sudah berapa gelas minuman haram yang ditenggaknya malam ini. Wanita dengan pakaian serba mini itu kini sudah sempoyongan. Di liuk liukan nya tubuh putih ramping itu di atas bangku tepat di depan meja bartender.
Sofie terlihat begitu menikmati malamnya kali ini. Siang ini ia berhasil memeluk tubuh seorang pria tampan idola banyak orang. Tak hanya itu, Sofie juga berhasil mengambil beberapa foto antara dirinya dan Angkasa melalui kamera ponsel yang diam diam ia bawa menyelinap masuk ke dalam kamar hotel tanpa sepengetahuan anggota Black Moon.
Sofie merasa di atas awan. Nasib laki laki tampan itu ada di tangannya sekarang.
Kini, ia bisa memanfaatkan foto foto itu untuk memeras Angkasa. Laki laki itu kaya raya bukan?
Atau kalau tidak, ya bisa lah ia manfaatkan untuk yang lainnya. Urusan ranjang mungkin, atau pansos biar ia dikenal banyak orang. Banyak sekali manfaat yang ia dapatkan dengan foto foto itu. Mengingat Angkasa adalah artis papan atas yang dikenal banyak orang. Akan sangat menguntungkan bagi Sofie jika menyimpan foto foto vulgar laki laki itu.
Wanita itu sudah cukup puas dengan alkoholnya. Dengan langkah yang sempoyongan, wanita dengan beberapa tato di badan itu nampak berjalan keluar dari tempat hiburan malam tersebut. Menuju parkiran tempat dimana mobilnya terparkir.
Sofie sudah tak bisa menjaga keseimbangan badannya. Dengan langkah terseok-seok ia mendekati mobil merah miliknya. Namun saat hendak membuka pintu mobil.
buuuuuggghhhh...
kontak mobil itu jatuh ke tanah.
"anj*nk..!" umpat wanita muda seusia Galaksi itu. Sofie membungkuk hendak mengambil kunci tersebut.
Namun tiba tiba...
seeeeetttt....
sebuah kaki berbalut sepatu pantofel menyepak kontak itu hingga bergeser jauh masuk ke kolong mobil.
Sofie mendongak, dan....
.
.
.
.
"hai, b*tch..!"
...----------------...
__ADS_1
up 18:02
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰😘🥰