Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 113


__ADS_3

"mami.....!!!" pekik Bintang membuat sepasang pria wanita yang dahulunya pernah menjadi sepasang suami istri itupun menoleh ke arah sumber suara itu.


Dilihatnya disana gadis manis bermata sipit itu nampak menatap tajam namun tersirat sedikit ketakutan ke arah dua manusia di sana.


Bintang refleks membuka mulutnya. Ia mundur lalu menutup mulut yang terbuka itu dengan kedua telapak tangannya.


Dilihatnya di sana, sosok seorang laki-laki berdiri tepat dihadapan sang bunda. Satu tangannya terlihat mencekik leher ibundanya sedangkan satu lagi sudah berada di udara seolah hendak menghantam wajah wanita yang telah melahirkan Bintang ke dunia itu. Membuat Bintang pun takut di buatnya.


Ia masih ingat betul siapa laki-laki itu. Laki-laki kejam dan bengis yang dulu pernah menculik dirinya dan hampir melakukan pelecehan terhadapnya. Beruntung kala itu ada Angkasa dan keluarganya yang datang untuk menyelamatkannya.


Laki laki itu adalah Moreno. Laki laki gila yang menurut penuturan ibunya adalah ayah kandung nya. Laki laki yang berjasa menyumbang benih di rahim ibunya hingga terbentuklah sesosok Bintang Kejora.


Tapi seingatnya bukankah laki-laki itu sudah mati. Bram yang mengatakan nya. Moreno tewas saat kabur ketika hendak ditangkap di sebuah hutan beberapa tahun lalu. Bram sendiri yang memimpin penangkapan itu. Tapi kenapa dia masih bisa ada di sini? jadi dia belum mati?? pikir Bintang.


"Bintang..!" ucap Grace sedikit terkejut dengan kedatangan putrinya. Justru ia tak berharap gadis itu melihat adegan yang kini terjadi padanya. Ia takut Moreno berbuat macam macam pada putri kesayangannya itu.


"kamu...?!! ngapain kamu di sini..?!! jangan ganggu mami aku..!" ucap Bintang bergetar takut.


Moreno menatap tajam ke arah Bintang. Laki-laki itu lantas dengan kasarnya melepaskan cekikikan nya atas leher mantan istrinya tersebut. Dia merapikan kemeja hitamnya. Lalu dengan sorot mata angkuh ia menatap ke arah gadis yang berdiri ketakutan di hadapannya tersebut.


"mau apa kamu ke sini?! Jangan ganggu mami aku...!!" ucap Bintang.


Moreno mengangkat satu sudut bibirnya.


"kenapa sepertinya kau takut sekali denganku, Bintang?" tanya Moreno


Bintang tak menjawab. Laki-laki itu maju satu langkah mendekat ke arah gadis tersebut. Bintang pun reflek mundur.


"Jangan mendekat..!" ucap Bintang.


"kenapa..?! apa kau tidak mengenal siapa aku..? apa ibumu tidak memperkenalkan ku kepadamu?" tanya Moreno.


Bintang menatap takut ke arah laki laki itu.


"sebuas-buasnya seekor singa, ia tidak akan pernah memangsa darah dagingnya sendiri" ucap Moreno


Bintang menghentikan langkah mundurnya mendengar ucapan itu. Untung sesaat matanya terkunci. Saling beradu pandang dengan laki laki berperawakan gagah di hadapannya itu. Sepasang ayah dan anak itu seolah larut dalam suasana hening untuk beberapa saat.


"kamu mau apa?" tanya gadis itu.


"aku hanya ingin bertemu denganmu. Sebelum aku pergi..." ucap Moreno. Grace yang melihat pemandangan itu nampak diam di belakang Moreno. Walau bagaimanapun juga darah Moreno mengalir dalam diri Bintang Kejora. Selama laki laki itu tidak menyakiti Bintang dan dia masih bisa mengawasi gerak gerik Moreno dan putrinya maka mungkin tidak akan ada masalah jadi membiarkan dua manusia yang merupakan ayah dan anak itu untuk saling berbicara sebentar saja.


"kamu mau bicara apa..?" tanya Bintang.


Moreno mengangkat satu sudut bibirnya.

__ADS_1


"tidak ada..! aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja setelah apa yang terjadi padamu pasca kepulanganmu dari luar negeri" ucap Moreno.


"hanya itu..! karena yang terpenting bagiku adalah keselamatan dan kebahagiaanmu. Tidak ada yang lain" ucap pria itu lagi.


"kau tahu semuanya?" tanya Bintang


"ya, bukan hanya tahu. Tapi aku juga yang membereskan semuanya. Aku yang membuka semua yang perlu dibuka dan menyingkirkan semua yang perlu disingkirkan"


"asal kau tahu, anakku. Aku tidak butuh pengakuan. Aku tidak butuh kau mengakui aku sebagai ayah. Yang aku butuhkan hanya kau bahagia dan aku bisa melihatmu tersenyum. Karena aku tidak suka air matamu. Aku hanyalah ayah yang darahnya mengalir dalam dirimu. Aku hanyalah ayah yang ingin melihat putriku bahagia. Aku tidak peduli apakah putriku menyayangiku atau tidak. Aku tidak peduli apa kau mau melihatku atau tidak. Apakah putriku menyadari keberadaanku atau tidak. Karena yang terpenting bagiku lagi-lagi hanyalah kebahagiaan mu, bukan pengakuan darimu."


"Laki laki yang sekarang kau cintai adalah laki-laki yang tepat. Jangan sia-siakan dia. Dan orang yang sekarang kau tunggu tunggu kepulangannya itu adalah orang yang tidak pantas untuk kau akui sebagai ayah. Dia terlalu busuk dan aku tidak akan mengizinkan dia untuk dekat-dekat lagi denganmu


"Apa maksudmu?!!" tanya Grace yang mencoba mendekati Moreno


"diam kau, perempuan jahan*m..!!" ucap pria itu sambil menunjuk ke arah wanita itu tanpa menoleh. Seolah tidak mengizinkan Grace untuk mendekat dan ikut campur perbincangan nya dengan Bintang.


"kau membawa pergi ayahku?" tanya Bintang.


"bukan hanya membawa pergi, aku akan memaksanya untuk mengakui semua perbuatannya...! Apa yang disampaikan di media itu benar adanya..! aku sudah mengamati kehidupanmu sejak 5 tahun terakhir. Mengamati keluarga barumu, mengamati keluarga pacarmu, dan orang-orang di sekitarnya..! Sebagai seorang ayah aku bisa memastikan bahwa laki-laki itu adalah laki-laki yang tepat untukmu. Tapi tidak untuk laki laki yang kini menyandang status sebagai ayahmu..! dia bukanlah orang yang baik untukmu..!" ucapnya


"biarkan kep*rat itu pergi..! dan kau, jaga hubunganmu dengan laki-laki pacarmu itu. Dia adalah laki-laki yang bisa diandalkan. Baik pribadinya maupun keluarganya. Ingat, Bintang, sebagai seorang ayah aku hanya ingin melihatmu bahagia. Setelah ini aku akan pergi. Jaga dirimu baik-baik dan jangan sia-siakan apa yang sudah ada di depanmu, terutama kekasihmu. Karena dia adalah laki-laki istimewa. Kau akan menyesal jika kau melepaskannya."


"katakan pada ibumu...! berhenti untuk melanjutkan kebodohannya mencari laki-laki yang salah untuk menjadi suaminya...! kau bisa bahagia dengan ibu dan adikmu..! katakan pada ibumu, berhenti untuk meminta di cintai..karena dia terlalu bodoh dalam hal itu...!" ucap Moreno angkuh. Grace nampak menunduk. Secara tidak langsung ia pun ikut tertampar. Ia memang terlalu bodoh dalam memilih pasangan.


" dan untuk polisi tolol itu, biarkan laki-laki itu menanggung karma atas semua perbuatannya. Dia berani membuatmu menangis itu artinya dia berani melawan seorang Moreno..! dia lupa, dari benih siapa kau tercipta."


"jaga dirimu baik-baik, Bintang. Jadilah wanita yang kuat. Yang pintar. Jangan jadi wanita lemah. Aku tidak meminta kau mengakui aku sebagai ayahmu. Kau sudah dewasa. Setidaknya kau tau, bahwa darah Moreno ada dalam dirimu. Aku ayahmu, aku akan pergi..." ucap Moreno kemudian berjalan mundur meninggalkan tempat itu.


Mata iblis itu masih belum lepas dari Bintang Kejora. Pria itu berjalan mundur namun netranya masih fokus menatap ke arah gadis yang kini nampak mengembun.


Ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Ada rasa yang belum pernah sang Moreno rasakan sebelumnya. Dada itu bergetar namun bukan getaran amarah. Dada itu sesak namun bukan karena kebencian.


Moreno berbalik badan. Menyeberang jalan raya menuju sebuah mobil mewah yang terparkir di seberang sana.


Kepalanya terangkat. Menatap lurus kedepan menggambarkan seorang Moreno sang penguasa yang tak gentar dan tak takut oleh apapun.


Hingga tiba tiba....


"PAPA...!!!!!!!"


deeeeegggghhhh......


Jantung itu seolah berhenti berdetak manakala ia mendengar suara teriakan melengking dari gadis cantik itu. Papa...! ya, Bintang memanggilnya dengan sebutan papa..! sesuatu yang belum pernah Moreno dengar dari siapapun.


Tak ada satu manusia pun di dunia ini yang memanggil nya dengan sebutan itu.

__ADS_1


Gadis itu berlari dengan langkah yang cepat. Ia mendekati pria yang kini berdiri tepat di tengah jalanan kompleks perumahan yang sepi itu.


buuuuuggghhhh.......


Bintang menjatuhkan tubuhnya di punggung kokoh laki laki itu. Tangannya mendekap erat tubuh kekar pria itu. Menempelkan kepalanya di punggung kokoh pria dengan banyak tato di tubuhnya tersebut.


"apa yang kau lakukan?" tanya Moreno tanpa bergerak


"jika seorang ayah punya hak untuk melindungi putrinya tanpa perlu meminta pengakuan, maka aku juga punya hak untuk memeluk ayah kandungku tanpa perlu adanya penolakan darimu" ucap Bintang tanpa mengubah posisinya. Ia mendekap se erat mungkin pria itu dari belakang. Air matanya menetes. Ia merasakan sebuah kehangatan yang lain. Yang belum pernah ia dapatkan selama dua puluh empat tahun hidupnya.


"aku sayang papa. Terima kasih sudah menunjukkan yang benar dengan cara papa..." ucap wanita itu lagi.


Moreno tak bergerak. Dadanya makin sesak. Ia makin bergetar hebat.


"boleh aku minta dipeluk papa?" tanya Bintang lagi tanpa melepaskan dekapannya.


Moreno tak bereaksi. Pria itu masih diam, berdiri tegak tak bergerak.


"lepaskan" ucap Moreno pelan dengan suara bergetar.


Alih alih melepaskan pelukannya. Bintang justru makin erat memeluk pria itu.


Moreno menarik nafas panjang. Tangan bertato dan berbulu halus itu lantas tergerak. Menyentuh lengan ramping yang kini melingkar di pinggang nya tersebut. Bintang mengangkat kepalanya. Moreno berbalik badan. Kini posisi tubuhnya berdiri tepat menghadap sang Bintang. Laki laki itu kembali menggerakkan tangannya menangkup wajah manis dengan mata sipit itu. Diusapnya lelehan air mata yang nampak membasahi pipi mulus Bintang Kejora menggunakan ibu jarinya. Usapannya begitu lembut dibarengi sebuah senyuman tipis dari bibir yang dikelilingi jambang dan kumis lebat itu. Sebuah senyuman yang sangat jarang diperlihatkan oleh seorang Moreno yang agung.


Bintang ikut tersenyum bahagia. Laki-laki gagah itu kemudian mendekatkan wajahnya. Mengecup lembut kening gadis muda itu dengan mata terpejam. Bintang ikut memejamkan matanya. Merasakan sensasi kehangatan dan ketenangan yang berbeda yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Cukup lama, keduanya seolah larut dalam suasana hening yang berbeda kala permukaan bibir sang Moreno menempel di permukaan kulit Bintang Kejora. Bintang merasakan sebuah kebahagiaan yang lain. Kebahagiaan sebagai seorang anak yang mendapatkan sentuhan cinta dari ayah biologisnya.


Sepasang ayah dan anak itu hanyut dalam kebahagiaan mereka. Moreno menggerakkan tangannya lagi. Memeluk erat gadis itu sambil sesekali mengecup pucuk kepala sang putri tercinta yang puluhan tahun tak pernah tersentuh tangannya.


Grace yang menyaksikan pemandangan itu nampak meneteskan air matanya. Mereka tetaplah ayah dan anak. Apapun yang terjadi, sekeras apapun Grace berusaha menjauhkan Bintang dari Moreno, ikatan batin dan hubungan darah antara mereka tidak akan pernah bisa di rubah. Se kejam kejamnya seorang manusia tetaplah ada sisi baiknya walaupun hanya secuil.


Laki laki itu misalnya.


Sudah berapa nyawa yang ia habisi..? Sudah berapa kejahatan yang ia geluti..? Sudah berapa kepala yang ia penggal..? sudah berapa wanita yang ia rusak..?


Tapi kini, di hadapan gadis belia itu, ia luluh...!! Ia memerankan peran ayah yang baik, meskipun dengan caranya sendiri.


Bersyukurlah kamu, Bintang. Kamu mungkin satu dari dua manusia di dunia ini yang bisa menyentuh hati sang Moreno yang agung.


Selamat pagi menjelang siang...


up 10:04


yuk, dukungan dulu πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ₯°


YANG BELUM MAMPIR SINI MAMPIR DULU YUK...

__ADS_1


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



__ADS_2