
"hai..Rebecca..!"
Suara itu sukses membuat Pelangi mendongak. Dilihatnya disana seorang pria seusia Gala dengan jaket hitam khas Black Moon berdiri di hadapan nya yang terduduk di aspal.
Itu Joe...!
Dalam hati Pelangi bertanya tanya, siapa laki laki ini? ia kan temannya Gala...? tapi bagaimana bisa ia mengenali dirinya. Wanita itu nampak memiringkan kepalanya, mencoba bersikap biasa saja dan pura pura bodoh seolah tak mengerti apa yang dimaksud pemuda itu.
Pelangi bangkit. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri pura pura bodoh.
"siapa?" tanya Pelangi.
"lo Rebecca kan? konten kreator itu?" tanya Joe.
Pelangi pura pura bodoh, namun jantung nya berdebar cepat seolah takut hal hal buruk terjadi padanya malam ini. Sekuat tenaga ia mencoba menyembunyikan kepanikan nya.
"saya?" tanya Pelangi sambil menunjuk dirinya sendiri.
"iya..! lo kemana aja? dulu gue sering banget loh liat konten lo, liat live lo. Sumpah lo seksi banget..! gue bahkan masih punya satu vidio lo waktu live..! Foto foto lo gue juga punya...! sumpah gue nge fans banget ama lo..!" ucap pria itu membuat Pelangi seolah ingin menangis. Antara malu dan takut, semua berbaur menjadi satu.
"Lama nggak ada kabar, ternyata lo di kota ini? rumah lo dimana?" tanya Joe lagi begitu antusias.
Pelangi kembali mencoba tersenyum lembut,
"maaf, mas. Kayaknya mas nya salah orang. Nama saya Pelangi, bukan siapa tadi yang mas sebut. Saya cuma guru TK, bukan artis.." ucap wanita itu berlagak tak paham.
"masak sih? tapi lo mirip banget kayak Rebecca..! Gala nggak mungkin lah deket sama guru TK. Selera Gala nggak sekelas itu. Lo Rebecca kan?" tanya Joe masih ngeyel.
Pelangi tersenyum tenang.
"tanya aja sama Gala nya langsung. Saya cuma guru TK. Gala tahu kok. Saya bukan artis, selebgram, konten kreator atau apapun itu. Saya aja jarang main sosmed kok.." ucap Pelangi mencoba menepis pemikiran Joe.
" Dan satu lagi, saya nggak ada hubungan apa apa sama Gala. Dia cuma numpang tidur aja di toko saya. Saya datang kesini cuma karena kebetulan aja. Nggak lebih.." ucap Pelangi apa adanya membuat Joe jadi ragu dengan dugaannya. Apa ia salah orang? tapi wanita itu benar benar mirip dengan Rebecca Violetta. Wanita cantik idolanya. Wanita yang merupakan seorang konten kreator, yang dulu sering ia tonton aksi aksi beraninya namun entah mengapa tiba tiba saja hilang bak ditelan bumi.
Pelangi tersenyum, ia kemudian menunduk lalu berjalan mendekati Gala yang masih nampak asyik berbincang dengan teman temannya. Lembaran uang taruhan dalam jumlah yang cukup banyak kini berada dalam genggaman nya.
"Gal," ucap Pelangi.
Wisnu bersiul sambil mengamati wanita itu dari atas sampai bawah, membuat Pelangi jadi risih sendiri dibuatnya.
__ADS_1
Gala menatap sinis ke arah Pelangi.
"pulang yuk..." ucap Pelangi begitu lirih namun masih dapat di dengar oleh anak anak Black Moon. Ucapan itupun di sambut dengan berbagai celetukan nyeleneh dari para pemuda mabuk tersebut.
"Gal, pulang Gal..! mau di kasih hadiah tuh...!" ucap Wisnu.
"mumpung dingin Gal, mayan tuh...!" sahut Gerald.
"boleh ikut nggak, mbak? jadi pengen ikut pulang..!"
"anget nih...!"
Dan berbagai ucapan lain yang terdengar merendahkan bagi Pelangi terus terdengar dari bibir para pemuda itu. Pelangi terus menunduk. Gala tak menampakkan senyumnya. Ia menatap ke arah Pelangi. Terlihat jelas bahwa wanita itu sangat tidak nyaman di tempat itu.
Gala menarik nafas panjang.
"ya udah, yuk. Kita pulang...!" ucap Gala membuat Black Moon makin bak mendapat hiburan. Pikiran mereka seolah sudah menerka nerka apa yang akan terjadi setelah ini. Berbagai celotehan celotehan bernuansa dewasa terus mereka ucapkan membuat Pelangi makin tak nyaman.
Galaksi menyadari hal itu,
"gue cabut ya..." ucap Galaksi sambil melakukan tos pada sekumpulan pemuda yang sudah berada dalam kondisi mabuk tersebut.
"apa sih lo...!" ucap Gala santai. Ia lantas mengambil tiga lembar seratus ribuan dari uang taruhan yang di genggamannya. Dengan angkuhnya ia pun melempar uang itu pada teman temannya
"mabok lo sepuasnya...!" ucap pria itu sambil tertawa. Black Moon pun bersorak kegirangan. Pelangi hanya menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut.
Gala lantas naik ke atas motornya dan mengenakan helm nya. Ia pun mengajak Pelangi untuk segera naik. Keduanya pun berlalu pergi meninggalkan tempat itu, meninggalkan Black Moon yang tengah berbahagia lantaran malam ini mereka akan pesta miras sepuasnya.
...****************...
Motor itupun terus melaju memecah keheningan malam. Saat ini jak sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Jalanan kota metropolitan itu masih ramai. Seolah tak pernah sepi barang sedetikpun.
Sepanjang perjalanan, dua anak manusia itu saling diam. Tak ada pembicaraan yang berarti dari keduanya. Gala sibuk dengan kendaraan nya sedangkan Pelangi sibuk dengan pemikirannya sendiri. Ia pikir tak akan ada yang mengenalinya di kota ini, tapi kenapa tiba tiba temannya Gala datang padanya dan mengaku sering melihat kontennya. Itu artinya pria itu sudah pernah melihat tubuhnya yang kini selalu berusaha ia tutup rapat meskipun tanpa hijab itu. Pelangi nyengir. Entah mengapa ia merasa geli sendiri. Ia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. Sudah berapa banyak laki laki di dunia ini yang pernah menyaksikan lekuk tubuhnya? Betapa murahannya ia. Betapa tidak berharga nya tubuh itu.
Ia memang tengah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Semua chanel dan akun sosial media miliknya juga telah ia hapus. Ia fikir itu sudah cukup, tapi ternyata tidak. Jejak digital tidak semudah itu untuk di hilangkan. Mungkin ratusan bahkan ribuan pria di luar sana sudah menyimpan vidio vidio nya dulu di ponsel masing masing, dan itu artinya ia tak punya kuasa untuk menghapus dan menghilangkan nya bukan?
Pelangi meremas sweater nya di bagian dada. Malu..! entahlah, malu sekali rasanya. Ia terlanjur kotor dan selamanya akan tetap kotor. Dan mungkin taubat pun tak akan bisa mengubah hal itu. Setitik air mata menetes di pipi Pelangi.
Gala yang menyadari diam nya wanita itu sejak tadi pun mencoba menoleh sekilas ke belakang.
__ADS_1
"lo kenapa diem aja?" tanya Galaksi dengan suara yang sedikit keras lantaran ini dijalan raya.
Pelangi tersenyum sambil mengusap lelehan air matanya.
"nggak apa apa" jawab wanita itu dengan suara yang juga sedikit keras.
Tak lama, motor itupun sampai di depan toko milik Pelangi. Wanita itu turun dari kendaraan roda dua berharga fantastis itu. Hal yang sama pun Galaksi lakukan. Pelangi membuka pintu kaca ruko dua lantai tersebut dengan sedikit terburu buru.
Gala mengernyitkan dahinya melihat tingkah Pelangi yang dirasanya aneh tersebut.
"lo kenapa?" tanya Gala.
Pelangi mencoba tersenyum,
"nggak apa apa. Aku cuma ngantuk..." ucap wanita itu kemudian masuk ke dalam bangunan berlantai dua itu. Dengan segera ia berlari menuju lantai atas, meninggalkan Gala yang kini nampak bingung melihat perbedaan sikap wanita tersebut.
Apa yang terjadi pada Pelangi? apa wanita itu marah padanya karena sudah memaksanya ikut ke arena balapan?
Ya, jika diperhatikan memang sejak tadi wanita itu hanya diam tak banyak bicara. Ia juga terlihat ketakutan selama balapan.
Apa sikapnya pada Pelangi sudah keterlaluan? pikir pria itu. Ia jadi merasa bersalah.
....
Sementara di lantai dua,
Wanita itu masuk ke kamar nya. Seperti biasa, ia mengunci pintu kamar itu dari dalam, menarik sebuah bangku kecil namun berbobot dan meletakkan di belakang pintu kamar itu.
Pelangi mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Rasa ketakutan kembali mendera jiwanya. Bayangan masa lalunya yang suram penuh dosa kembali menari nari dalam ingatannya.
Bodohnya ia, menjijikkan nya ia. Kini ia seolah kembali merasa menjadi wanita paling buruk dan paling kotor. Semua mata lelaki di kota ini mungkin sudah pernah melihat lekukan tubuhnya, gerakan gerakannya yang nakal yang dulu sangat sering ia pertontonkan. Ya Tuhan, andai waktu bisa diputar kembali, maka ia bersumpah akan memperbaiki apa yang dulu pernah ia lakukan. Tak akan sudi ia berbuat demikian. Memamerkan tubuhnya hanya demi popularitas, kesenangan, dan pengakuan. Nauzubillah...😔
...----------------...
Selamat sore,
up 16:42
yuk, dukungan dulu yuk 🥰🥰🥰
__ADS_1