Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 136


__ADS_3

Di sebelah rumah berdesain minimalis kediaman Zev Smith Anderson.


Di dalam sebuah ruang televisi yang cukup luas,


Sepasang bocah kecil menggemaskan itu nampak asyik berjoget joget, menggoyangkan tubuh mungil mereka yang energik di iringi alunan musik yang menggema tak terlalu keras di ruang televisi rumah elegan yang tak terlalu luas milik Zev Smith Anderson.


Ya, itu adalah Tiger dan Aliya. Kedua bocah itu kini tengah berada di ruang televisi bersama Azizah yang nampak menunggu baby Dragon.


Nabila sedang membersihkan diri di kamar mandi kamar pribadinya. Membuat bayi mungil nan tampan mewarisi ketampanan ayahnya itu kini diasuh oleh pembantu rumah tangga mereka, Azizah.


Tiger dan Aliya begitu bersemangat menggoyang goyangkan tubuh mereka sembari bernyanyi asal. Niatnya sih ingin menghiburnya baby Dragon yang sejak tadi hanya diam tanpa ekspresi, namun mereka seperti nya justru jadi asyik sendiri. Sampai sampai tak menyadari jika sejak tadi baby Dragon hanya diam tak menanggapi.


Yah, namanya juga anak anak...🤦


Tiger dan Aliya merasa lelah. Sudah cukup lama mereka berjoget ria disana. Membuat keduanya pun kini nampak kelelahan dibuatnya.


Kedua bocah itupun lantas mendudukkan tubuh mereka di samping Azizah.


"huuh...! telnyata joget palgoy capek juga..! fyuuuuhh....!" ucap Tiger sembari mengusap keringat di dahinya.


"iya, capek. Mana yang di hibul diem aja lagi...! Dlagon..! senyum dong...! ketawa...!' ucap Aliya.


"iya, minimal ikut goyangin jali kek...!" ucap Tiger membuat Zizah terkekeh.


"dedek nya kan masih kecil, ganteng. Mana bisa goyangin jari" ucap Azizah.


"oh, iya ya...! lupa akutuh...!" ucap Tiger sembari menepuk jidatnya.


Tiger mendekati sang adik. Lalu mengungkung bocah yang kini terbaring di atas kasur bayi tanpa kerudung itu.


"adek, adek ganteng tapi lebih gantengan aku...! cepet gede ya...! ental kalau udah gede, kita main baleng." ucap Tiger seolah mengajak baby Dragon yang sejak tadi hanya diam asyik memainkan saliva nya.


"kita bikin tlio...!" ucap Aliya menyahut sembari ikut mendekati dua kakak beradik itu.


"iya, tlio...tlio apa ya enak nya...?" ucap Tiger seolah berfikir.


"eeemm....tlio hello Kitty...!!" sahut Aliya.


"ih, Aliya, hello Kitty itu mah cewek...! nggak cocok...! masa seganteng ini punya tlio namanya hello kitty..!" ucap Tiger tak setuju.


"eeemmm, telus apa dong?" tanya Aliya.

__ADS_1


"gimana kalau tlio....kucing...?!" usul Tiger.


Aliya menepuk jidatnya.


"hello kitty juga kucing keleezz...!!" ucap bocah cantik itu membuat Zizah terkekeh.


Tiger nampak mendengus kesal.


"telselah kamu lah, Aliya..! suka suka kamu aja bikin tlio apa...! tlio malmut juga boleh. Tlio belalang, capung, gulita..! boleh semua..! suka suka kamu aja ..! cewek emang libet...! usul apa apa salah..!" ucap Tiger membuat Azizah makin gemas dibuatnya.


Empat manusia beda generasi itupun kembali menghabiskan waktu kebersamaan mereka di ruangan itu.


...****************...


Sementara di tempat terpisah,


Sebuah mobil nampak berjalan menyusuri jalanan kota besar itu dengan kecepatan sedang.


Sepasang ayah dan anak nampak terlibat sebuah perbincangan ringan disana. Itu adalah Galaksi dan Tuan Hendrawan.


Gala baru saja menjemput ayahanda nya dari rumah sakit tempat dimana tuan Hendrawan melakukan terapi dan rehabilitasi dari kecanduan obat obatan terlarang yang tanpa sengaja sering ia konsumsi selama berpacaran dengan mantan kekasih nya, Rachel.


Ya, kian hari hubungan antara sepasang ayah dan anak yang dulu sempat renggang itu kian membaik saja. Setiap hari sepulang dari berbagai aktifitas nya sebagai publik figur, Gala selalu menyempatkan diri untuk mengantar, menjemput, hingga menemani sang ayah untuk menjalani rehabilitasi dan pengobatannya.


Sebagai seorang wanita yang dulu pernah menyia nyiakan waktunya dengan kedua orang tuanya, Pelangi selalu mengingatkan Galaksi untuk memanfaatkan waktu kebersamaan Gala dengan sang ayah itu dengan sebaik mungkin. Jangan sampai Gala menyesal di kemudian hari seperti yang dulu wanita itu alami saat kedua orang tuanya telah tiada.


Mobil itu terus melaju tenang menyusuri jalanan ibu kota. Sebuah lampu lalu lintas di tepi jalan perempatan nampak menunjukkan warna merahnya. Menandakan semua kendaraan yang lewat di sana di wajibkan untuk menghentikan laju kendaraan nya sejenak.


Gala pun menghentikan laju mobilnya.


"Gal," ucap tuan Hendrawan.


"iya, pa" jawab Gala.


"kamu inget nggak, dulu kalau kita sama mama kamu main ke taman itu, kamu pasti susah banget kalau di ajak pulang. Kamu betah banget kalau main disana. Larian larian, ngejarin burung burung disana. Tapi kalau giliran ada badut lewat, kamu nangis kejer banget.." ucap tuan Hendrawan mengingat masa masa kecil Galaksi.


Gala terkekeh.


"kamu masih takut badut sekarang?" tanya tuan Hendrawan.


"ya nggak lah, pa. Masa iya segede ini takut sama badut" ucap Gala.

__ADS_1


Tuan Hendrawan tertawa ringan.


Kedua laki laki beda usia itu nampak diam sejenak. Hingga....


Fokus mata Galaksi tiba tiba tertuju pada sesosok manusia disana. Seorang wanita yang berada di trotoar jalan. Wanita dewasa yang nampak mengenakan pakaian compang camping. Duduk berjongkok di samping tempat sampah sembari memangsa sebuah roti dari dalam tong berisi benda benda kotor yang di buang para manusia itu.


Gala menyipitkan matanya.


"itukan.............." ucap Gala menggantung.


Tuan Hendrawan menoleh ke arah Galaksi.


"apa, Gal?" tanya tuan Hendrawan yang belum menyadari fokus mata Galaksi.


"pa....itukan...." ucap Gala masih menggantung.


Tuan Hendrawan mengikuti arah pandang sang Galaksi. Dan...


.


.


.


.


"Rachel???" ucap tuan Hendrawan.


Gala dan sang ayah nampak melongo melihat wanita di seberang jalan itu. Tampilannya acak-acakan, lusuh, kumuh dengan pakaian yang nampak sobek sana-sini. Sangat jauh berbeda dari Rachel yang ia kenal. Yang glamour, anggun dengan penampilan nya yang full make up.


Kini wanita itu terlihat sangat jauh berbeda. Ia nampak memangsa sebuah roti di samping tong sampah dengan sorot mata awas dan tak tenang. Menatap ke segala arah seolah dipenuhi ketakutan tersendiri yang menyelimuti dirinya. Padahal di situ sangat ramai banyak orang lalu lalang.


Apa yang terjadi dengan wanita itu?


...----------------...


Selamat malam


up 18:39


yuk dukungan dulu. Tinggal beberapa bab sebelum end.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel author yang lain 🥰🥰🥰


__ADS_2