
Di lahan parkir restoran mewah itu,
.
.
.
"Gala...!" ucap Pelangi sambil setengah berlari mengimbangi langkah Galaksi yang kini menarik tangannya sambil berjalan cepat dan lebar.
"Gala, tunggu...!! Gala....!!!!!" pekik wanita itu setengah teriak. Gala berbalik badan. Dihempaskan nya lengan itu dengan kasar membuat Pelangi memekik dibuatnya.
"aawww...!!sakit..!" ucap wanita itu sambil memegangi lengannya. Sepertinya tempramental dan angkuh sudah menjadi tabiat laki laki itu. Ia meluapkan emosinya pada siapa pun dan apapun yang ada di dekatnya. Tak peduli laki laki atau perempuan, tua atau muda, semua bisa jadi sasaran pria itu jika ia sedang marah.
Ingat kan, bagaimana awal mula Black Moon membully Dodo? semua juga berawal dari buruknya mood si leader itu akibat pertengkaran nya dengan sang ayah.
Dan kini, Pelangi yang berada di sampingnya juga jadi sasarannya. Ia menarik narik tangan wanita yang tahu apa apa itu.
Raut wajah angkuh itu kini berubah menjadi garang penuh kebencian. Dadanya naik turun dengan sorot mata menatap nyalang ke arah Pelangi.
Pelangi menunduk, tak berani bertanya pada laki laki yang sepertinya memang sedang tidak baik baik saja tersebut.
"kalau kamu lagi ada masalah, mending kita pulang aja..." ucap Pelangi.
Gala membuang nafas. Ia mengusap wajahnya kasar sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.
"lu bisa nggak sih diem? lu kira gue selemah itu?!!" tanya Gala justru marah marah.
"bukan gitu maksudnya. Aku cuma.........."
"lu tuh cuma perlu diem..!! jadi perempuan nggak usah banyak bac*t...!! bisa kan...?!!!" bentak Gala penuh emosi memotong ucapan wanita itu. Pelangi seketika itu juga diam. Ia menunduk tanpa menjawab ucapan laki laki tersebut.
Dada Galaksi bergerak naik turun. Entahlah, setiap pertemuan nya dengan sang ayah selalu saja membuat emosi laki laki itu meledak ledak.
Ketika kedua anak manusia itu tengah sibuk dengan pemikiran mereka sendiri, tiba tiba....
.
.
.
"Gal...!!" ucap seorang pemuda yang tiba tiba datang entah dari mana sambil menepuk pundak Galaksi. Pemuda itupun menoleh.
"Joe?" ucap Galaksi pada salah satu anggota Black Moon tersebut.
Joe melirik sekilas ke arah Pelangi, wanita itupun reflek menunduk.
"lu ngapain disini?" tanya Galaksi.
"gue dari minimarket sebelah, gue liat lo disini makanya gue nyamperin lo.." ucap Joe.
"ada apa?" tanya Galaksi.
"lu gimana sih, kan hari ini ada balapan. Lo nggak ikut?" tanya Joe.
Gala diam sejenak.
__ADS_1
"duit nya lumayan bro..! sayang kalau di lewatin...!" ucap Joe.
Gala mengangkat satu sudut bibirnya.
"tempat biasa?" tanya Gala.
"yo i..!" jawab Joe.
Gala mengangkat dagunya.
"oke, gue ikut...! ntar gue nyusul...!" ucap Gala.
"oke..! kalau gitu gue duluan ya..!" ucap Joe sambil melakukan tos dengan sang leader. Pemuda yang juga ikut terkena skorsing dari pihak kampus itu melirik sekilas ke arah Pelangi, kemudian berlalu pergi, meninggalkan dua anak manusia yang masih berada di parkiran restoran itu.
Gala tersenyum smirk. Balapan di waktu yang tepat...! di saat mood nya tiba tiba hancur karena kedatangan ayahnya, membuat nya bersemangat untuk memenangkan balap liar itu dan menjelma jadi raja jalanan malam ini.
Ya, memang beginilah kehidupan seorang Galaksi Ardhanata. Club malam, alkohol, **** bebas, balap liar, tawuran adalah obat kepenatan nya. Media untuk menyalurkan emosinya. Ia tak punya teman yang benar benar bisa membuatnya meluapkan emosi nya, ia tak punya kawan. Ia hanya punya dunia malam, ketampanan, dan popularitas yang membuat para wanita mendekat sebagai penghibur untuk si anak konglomerat yang tak bahagia.
Gala berbalik badan. Dilihatnya Pelangi masih menunduk seperti biasanya.
"ikut gue..!" ucap Gala dingin.
Pelangi mendongak. Galaksi meraih helm nya dan mengenakannya.
"kamu mau balapan?" tanya Pelangi.
Gala tak menjawab. Ia menatap malas ke arah wanita itu.
"aku pulang aja, Gal..." ucap Pelangi.
"kenapa?" tanya Gala.
Gala diam sejenak. Lalu....
"naik...!" ucap Gala dingin.
Pelangi diam
"aku pulang aja, Gal.." ucap Pelangi.
"bisa nggak sih kalau gue lagi kesel lu tuh nurut..??! gue bilang naik ya naik...!!!" ucap Gala kembali meluapkan emosinya pada orang yang sebenarnya tak tahu apa apa.
Pelangi mengernyitkan dahinya. Ia kemudian menggelengkan kepalanya cepat. Merasa Galaksi mulai tak bersahabat, dengan segera wanita itu berbalik badan, hendak berlari menjauh dari Galaksi namun dengan kecepatan yang tak main main Galaksi menarik tangan Pelangi. Membuat tubuh wanita itupun berputar dan berbalik menghadapnya.
"Gal...!!!" pekik Pelangi sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Galaksi.
"Gala, apa apaan sih..?!!* pekik Pelangi sambil mencoba menghempaskan tangan Galaksi.
"ikut...!!!" bentak Galaksi dengan mata melotot.
"nggak mau..! kamu kenapa...?! kamu nggak berhak ya ngatur ngatur aku...! kamu pikir kamu siapa....?!!" ucap Pelangi tegas membuat netra pria yang kini tengah di kuasai amarah itupun menajam menatap sang wanita.
"gue cuma mau lo ikut ya...!" ucap Gala.
"tapi nggak kayak gini caranya...! kamu kenapa sih?!!" ucap Pelangi kesal.
Galaksi menghempaskan tangan Pelangi dengan penuh kebencian. Ia lantas naik ke atas motornya, lalu menatap angkuh ke arah Pelangi.
__ADS_1
"naik atau gue akan nekat ama lu...! jangan bikin mood gue tambah rusak....!" ucap Galaksi.
Pelangi mulai memasang mode awas.
"NAIK....!!!!" bentak laki laki itu kembali membuat Pelangi terjingkat kaget.
Pelangi menatap sedikit takut ke arah Gala. Laki laki itu benar benar mengerikan. Ia benar benar egois, tempramental, dan urakan. Membuatnya jadi takut berdekatan dengan laki laki yang sepertinya mulai nyaman tinggal di toko Pelangi.
Mau tak mau wanita itu pun naik ke atas motor besar tersebut. Ini sudah cukup malam. Lagipun ia tak punya tumpangan untuk pulang. Semoga saja Galaksi tak berbuat yang aneh aneh atau ngamuk ngamuk tak jelas lagi.
...****************...
Sementara itu di dalam restoran...
Wanita berpenampilan sexy itu nampak mengusap usap dada laki laki paruh baya di sampingnya dengan penuh kelembutan. Wajahnya terlihat panik, seolah begitu khawatir pada kondisi laki laki yang kini menyandang status sebagai kekasih nya itu.
"mas, udah dong, jangan marah marah terus..." ucap Rachel.
"gimana aku nggak marah marah, sayang. Gala itu makin hari makin tidak bisa di atur..! mau jadi apa dia nantinya ..?! padahal dia adalah anakku satu satunya..! tapi sifat dan sikapnya selalu saja mengecewakan...!!" ucap Hendrawan.
"namanya juga ABG, mas. Kamu yang sabar aja ya, sayang. Aku takut kondisi kamu drop lagi. Kamu kan kuga harus jaga kesehatan kamu, mas..." ucap Rachel..
Hendrawan hanya bisa menghela nafas panjang. Mengatur emosinya agar tak menggebu gebu.
Rachel tersenyum. Ia lantas merogoh tas nya dan mengeluarkan sesuatu. Sebuah botol kecil berwarna coklat.
"oh, ya...aku kemarin ke apotik, beliin obat kamu. Kan obat kamu udah mau abis di rumah. Jadi aku beliin ini.." ucap Rachel sambil menyerahkan sebotol obat berjenis pil berwarna kuning. Pil yang bentuk dan warnanya sama seperti obat jantung yang sering di konsumsi Hendrawan di rumah.
Hendrawan tersenyum.
"terimakasih, sayang. Memang cuma kamu yang selalu perhatian sama aku..." ucap Hendrawan.
Rachel tersenyum manis, lalu menyandarkan tubuhnya ke tubuh pria paruh baya itu dengan
manjanya.
"semua aku lakukan karena aku sayang sama kamu, mas. Aku pengen jadi istri kamu secepatnya" ucap Rachel.
Hendrawan tersenyum, di rengkuhnya pinggang Rachel lalu kecupnya pucuk kepala wanita itu dengan lembut.
"sabar ya, kita masih perlu restu dari Gala" ucap pria itu.
Rachel tersenyum kecut.
"ya, aku tahu. Meskipun sebenarnya aku nggak masalah loh mas, kalau kita nikah siri dulu. Yang penting kita ada ikatan" ucap Rachel manja sambil memainkan dasi Hendrawan.
"jangan dong. Aku nggak suka nika siri. Aku maunya kita menikah secara sah, baik agama ataupun negara. Kamu yang sabar ya..." ucap Hendrawan sambil mengusap usap lembut pundak sang wanita.
Rachel hanya bisa menghela nafas panjang. Ia pun mengangguk mengiyakan ucapan sang kekasih.
...----------------...
Selamat malam
up 19:54
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰