Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 36


__ADS_3

Suara suara berisik knalpot motor itu terdengar bersahutan. Sorak sorai para penonton dan pendukung dari beberapa kubu yang akan melakukan pertandingan balap liar terdengar bergemuruh. Asap rokok dan asap kendaraan roda dua berbaur, bercampur jadi satu menimbulkan aroma yang begitu tak mengenakan. Belum lagi bau bau alkohol yang ditenggak baik oleh para pengunjung maupun calon pembalap.


Galaksi datang dengan motor besar kebanggaan nya. Pelangi yang terpaksa ikut di belakangnya terus menunduk tak berani menampakkan wajahnya.


Gala mendekati Black Moon yang nampak berkumpul di sana menggunakan motornya. Black Moon nampak duduk berkumpul di salah satu sisi jalanan raya yang akan digunakan sebagai sirkuit balap itu sambil menggilir gelas sloki yang berisi minuman beralkohol. Para pemuda itupun menyambut kedatangan sang leader.


"weeeeiisss....!! Gala..!!!" ucap Gerald menyambut kedatangan sang leader. Mereka bangkit dari posisi duduknya, melakukan tos dengan sang ketua sebagai ucapan selamat datang.


Tak lupa, mereka pun melirik ke arah Pelangi yang sejak tadi bersembunyi di balik tubuh kekar Galaksi.


suit...suit......


Siulan terdengar, beberapa anggota Black Moon menatap nakal ke arah Pelangi yang sejak tadi sudah gemetar. Bertahun tahun setelah masuk pesantren lalu keluar dan memulai kehidupan baru sebagai seorang Pelangi, tak pernah sekalipun ia mendekati kehidupan malam. Hidupnya ia habiskan di dalam rumah. Menjauh dari keramaian dan bertemu banyak orang.


Dan ini kali pertamanya ia kembali berjumpa khalayak ramai membuatnya begitu takut dan tak nyaman. Tangannya sejak tadi meremas jaket Gala. Ia menyembunyikan wajahnya di balik punggung kokoh itu dengan rambut yang tergerai menutupi wajahnya.


Pelangi tak nyaman, ia takut, sangat takut.


"siapa nih, Gal. Keknya bening. Tapi mukanya nggak keliatan...!" ucap Wisnu.


Gala hanya tersenyum sinis.


"mbak, namanya siapa?" tanya Wisnu lagi.


Pelangi tak menjawab.


"whoe...! yang dibelakang nya Gala...!" sahut Gerald.


"cantik cantik budeg...! hahahha....." sahut Wisnu lagi membuat semua tergelak. Joe yang juga berada di tempat itu hanya diam. Sejak pertemuan nya dengan Gala dan Pelangi di parkiran restoran tadi, ia terus berfikir keras. Ia seperti tak asing dengan wajah cantik wanita itu. Tapi dimana ya?

__ADS_1


Suara suara sumbang lain terus terdengar saling bersahutan. Candaan candaan khas Black Moon yang tak beretika pun terus terlontar. Gala hanya sesekali tersenyum simpul. Pelangi semakin tidak nyaman. Diremasnya kembali jaket pria itu.


"Gal, pulang yuk..." ucap Pelangi takut dengan suara lirih.


"apa sih? lo tenang aja, gue bakal ngajak lo seneng seneng malam ini..!" ucap Gala di barengi sebuah senyuman angkuh.


"tapi aku takut..! Gal, please ayo pulang..!" rengek Pelangi.


"bac*t banget lu, bisa diem nggak sih?!!" ucap Gala kesal. Pelangi pun kini meneteskan air matanya. Sungguh, ia benar benar ingin pulang sekarang. Tolonglah, siapapun, bantu wanita ini keluar dari sarang berandalan ini.


Dan....


Pertandingan pun dimulai.


Balap liar yang di lakukan sejumlah anak muda perkotaan itu mulai di gelar. Galaksi memasuki garis start. Dengan Pelangi yang membonceng di belakangnya, motor hitam itu nampak bersiap di belakang garis start. Berdampingan dengan sebuah motor merah yang akan menjadi lawan Galaksi dalam pertandingan malam ini. Sorak sorai penonton membahana. Sebagian besar dari mereka adalah pendukung Galaksi. Si tampan artis kenamaan yang memiliki aura badboy yang kuat. Di gandrungi banyak orang karena pesona wajah dan pembawaan nya.


Pelangi mengangkat kepalanya. Mencoba menetralkan emosi dan perasaan nya. Di usapnya pipi yang basah itu, membuat wajahnya terlihat jelas dan dapat di saksikan oleh Joe yang sejak tadi di buat penasaran oleh sosok wanita yang kini sepertinya tengah dekat dengan Gala itu.


Joe meraih ponselnya, lalu dengan cepat membukanya dan mengotak atik nya.


Gala memainkan gas motornya. Pelangi kembali menunduk menyembunyikan wajahnya di balik punggung kokoh pemuda itu. Gala memutar kepalanya ke kanan.


"pegangan yang kenceng, gua akan ngajak lo terbang malam ini..!" ucap Gala membuat Pelangi makin tak karuan. Ia sudah tak mampu menjawab saking takut dan tak nyamannya.


Sorak sorai para penonton terus membahana. Uang taruhan di kumpulkan. Seorang wanita berpenampilan serba mini bersiap di posisi. Tepat di depan garis start, membawa sebuah bendera dan berdiri di tengah tengah dua motor yang akan bertanding itu.


"ready?" ucap wanita bertato di bagian punggung tersebut. Di angkatnya bendera berwarna merah itu,


"3....2...1....Gooo....!!!"

__ADS_1


Bendera di kibaskan. Dua motor melaju bak angin topan. Pelangi reflek memeluk tubuh tegap itu dengan eratnya. Menyembunyikan wajahnya di balik punggung sang Galaksi yang melajukan motornya bak orang kesetanan. Mulut mungil itu tak berhenti merapalkan doa, surat surat pendek, ayat kursi dan sejenisnya seolah meminta perlindungan dari sang Maha Pencipta di malam yang mencekam ini.Suaranya cukup lantang, membuat Galaksi yang sibuk dengan kecepatan motornya pun tersenyum lebar dibalik helmnya. Baru kali ini ada orang balapan di bacain ayat kursi😁😁


Galaksi makin bersemangat. Ia menambahkan kecepatan motornya. Pelangi menjerit. Doanya makin lantang, pelukannya makin erat. Galaksi tertawa lebar di sela sela aksi kebut kebutannya. Melampiaskan kemarahan, mencari uang, plus dapat bonus di peluk se erat mungkin oleh wanita yang selalu menunduk itu, membuat Galaksi seolah tak ingin malam ini cepat berakhir.


Kendaraan itu terus melaju, saling salip, saling kejar namun tak jarang saling mencoba menjatuhkan dengan beberapa tendangan saling di arahkan ke motor lawan. Pelangi pucat pasi. Andai ia punya ilmu menghilang maka ia akan memilih untuk melakukan nya saat itu juga. Tolonglah, ini namanya nantangin Izrail.


Pelangi menangis ketakutan. Telapak tangannya berkeringat. Gala terus melajukan motornya. Ia memimpin di depan, tak jauh dari sang lawan yang berusaha mengejar yang sudah mendekati garis finish.


Motor terus melaju, hingga.....


Sorak sorai penonton menyambut kedatangan sang juara. Gala menang, mengalahkan sang lawan yang tertinggal tak jauh dari dirinya. Black Moon bersorak. Gala melepaskan helmnya. Anggotanya mendekat menyambut kedatangan leader kebanggaan nya. Pelangi menetralkan wajahnya. Ia yang masih berada di atas motor bersama Gala pun menutup wajahnya sambil terus beristighfar. Jantungnya rasanya mau copot. Kakinya lemas. Dengan susah payah ia pun turun dari motor itu, lalu duduk di pinggir sirkuit sambil memeluk kakinya dan membenamkan wajahnya di antara dada dan lututnya. Hingga tiba tiba...


.


.


.


.


.


"hai, Rebecca....."


...----------------...


***Selamat pagi,


up 06:37

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰🥰***


__ADS_2